Di sisi lain ....
Zham berjalan menuju ruang tamu setelah mengambil minum di dapur tanpa sengaja dia melihat Uqi bersantai di halaman mushollah, dari balik jendela ruang tengah, halaman yang di tempati Uqi dan Trio I memang dekat dengan ndalem Zham .
"Cantik ..." gumamnya lirih.
Tersungsing senyum penuh arti di bibir tipisnya
Satu detik ....
Dua detik ....
Tiga detik ....
Zham masih melamun memandang lekat Uqi yang masih setia bercanda tertawa cekikikan dengan teman temannya .
"Zham jangan di lihat terus kamu gak takut zina mata ?" ucapan Abah Yai mengejutkan Zham yang tadinya masih asyik memandang gadis pujaannya.
"Maaf Abah Zham khilaf " ucap Mas Zham menundukkan kepala melangkah menuju ruang tamu.
Halaman pesantren ....
"Uqi kamu pernah pacaran gak ?" tanya Icha
"Pernah " jawab Uqi singkat
"Berapa kali ?" Kini Ika yang ikut ikutan bertanya
"Dua kali ..." jawab Uqi jujur.
"Ahh serius gimana rasanya pacaran Uqi ?" Imel mulai kepo dengan apa yan di bahas kawan kawannya yang lain.
"Ribet ." Satu kata yang sukses membuat teman temannya melongo heran
"Lah kok ribet bukannya seneng ya ?" tanya Icha
"Punya pacar itu ribet, gak bisa bebas bergaul dengan teman yang lain." jawab Uqi jujur.
"Lah kok gitu .?" Ika masih belum puas dengan jawaban Uqi.
"Iya pacar pertamaku waktu aku masih kelas satu SMP sedangkan pacar aku kelas satu SMA kalau inget waktu itu bikin ketawa sendiri " Uqi bercerita sambil cekikikan mengenang masa lalunya.
"Lah kamu malah ketawa bukannya cerita " seela Icha
"Gini dia pacar pertama aku, waktu itu dia menjemputku ke sekolah pas pulang sekolah dia bawa beberapa sahabatnya bukannya seneng aku malah lari terbirit birit mencari persembunyian takut karena dia datang ke sekolah" Aku mulai bercerita dan Trio I terbahak bahak mendengarnya.
"Buahahahaha ..." tawa ketiganya
"Lah kenapa kamu lari Uqi ?" tanya Icha sembari menahan tawanya
"Gak tau waktu itu aku takut campur syok pas dia jemput bareng temen temennya".
"Trus mantan kamu yang satunya ?" tanya Ika
"Dia yang paling berkesan, namanya M Rifki ubaydillah, Aku pacaran sama dia pas kelas satu SMA dan dia kelas tiga kami pacaran selama satu tahun sebenernya diantara kita tidak ada kata putus dia hanya pamit katanya mau kuliah di luar negeri tepatnya di Australi The uneversity of Sydney awalnya aku setuju LDR tapi enam bulan setelah kepergiannya nomer ponselnya tidak bisa di hubungi kita loss contact sejak saat itu aku malas pacaran " Aku bercerita panjang lebar dan Trio I hanya terbengong mendengarnya
"Uluh ... Uluh tragis bener neng" ucap Ika spontan
"Upsss maaf keceplosan ... "ucapnya lagi sembari menutup mulutnya .
"Ya ampun dasar oneng kamu Ika orang lagi sedih bukannya di hibur malah di katain" celetuk Icha sembari menoyor kepala Ika .
"Gak pakek noyor juga kali Icha" ucapnya penuh penekanan
"Sorry kelepasan " jawab Ika enteng
"Udah ngapain sih bahas yang sedih sedih mending cerita lain yang bikin ketawa ..." usul Imel menengahi perdebatan kedua sahabatnya
Teeeeeetttt ....
Bunyi bel tanda semua santri harus tidur kami berjalan menuju Asrama menata tempat tidur bersiap siap pergi ke alam mimpi
**********
"Laaailaha illallah ... lailaahaillallah ...."
Suara dzikir samar samar terdengar hari ini jadwal tamu bulananku datang jadi aku terbebas dari sholat berjamaah.
Ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi saat sholat seperti ini kamar mandi tak terlalu ramai .
Usai dengan semua ritual mandi di dalam kamar kulihat Trio I bersiap siap berangkat sekolah menyiapkan buku yang akan mereka bawa.
"Icka, Icha, Imel sarapan yuk ..." ajakku yang membuat ketiganya menoleh ke arahhku
" Bentar dikit lagi " seru mereka serempak
"Kompak amat ..." Aku menggelengkan kepala menanggapinya.
Di sekolah ....
"Assalamualaikum ..." Ustad Fariz masuk ke dalam kelas
"Waalaikumsalam ..." jawab semua murid
"sekarang setor hafalan di mulai dari Izza" titah ustad Fariz
'Astaghfirullah aku lupa kalau sekarang waktunya hafalan sorrof matilah aku' batinku
Satu persatu semua murid maju kedepan menghafal dan tibalah waktunya untukku maju.
"Ustad maaf saya lupa kalau hari ini ada hafalan" ucapku menunduk sudah kepalang basah sekalian aja berendam fikirku.
"Baiklah aku beri waktu sampai nanti setelah jam terakhir kamu setor hafalan ke kantor" ucap Ustad Fariz melegakan .
"Baik Ustad ..." jawabku singkat sembari menunduk
Tak terasa bel pulangpun berbunyi, semua murid telah kembali ke Asrama ada juga yang sudah pulang ke rumahnya di sini juga ada murid dari luar pesantren .
Tok ... tok ... tok ...
"Assalamualaikum ..." Ku ketuk pintu kantor reflek semua yang ada di dalam ruangan menoleh padaku .
"Waalaikumsalam ... " ucap mereka serempak kecuali Mas Zham kulirik dia terkejut dengan kedatanganku dan menatap heran .
"Uqi duduklah !" titah Ustad Fariz sembari mengulum senyum ramah .
"Baik Ustad ... " Aku berjalan dan duduk di hadapan Ustad Fariz kulirik lagi Mas Zham sekarang menatapku tajam .
'Ihhh serem amat' batinku bergidik ngeri padahal aku hanya meliriknya.
"Silahkan kamu baca ! "titah Ustad Fariz lembut dengan senyum ramah plus manis yang selalu bertengger .
"Bismillahirrohmaanirrohiiim ..."
Setelah ku setor hafalan sebenarnya aku ingin langsung pergi tapi Ustad Faris menghentikanku.
"Tunggu Uqi ... sebenernya ada yang ingin aku tanyakan." ucap Ustad Fariz ragu .
"Iya silahkan Ustad ... "
"Uqi apakah sudah ada yang mengikat mu ?" tanya Ustad Fariz terang terangan .
Tanpa mereka sadari tangan Mas Zham sudah mengepal rahangnya mengeras 'Uqi milikku, gadisku dan hanya untukku' batinnya menggerutu.
"Maaf Ustad ... kalau masalah itu saya serahkan pada orang tua saya, saya akan menerima pilihan orang tua saya" ucap Uqi pelan.
"Saya permisi Ustad Assalamualaikum ..." sambungnya terus melenggang pergi .
Di sisi lain ....
Setelah kejadian itu dengan langkah lebar Mas Zham pergi menuju rumahnya.
"Untung aku sudah memintanya ke orang tua Uqi meskipun belum resmi tapi seenggaknya untuk saat ini Uqi masih terikat denganku" gumam Mas Zham lirih.
Sebelum pulang tadi Mas Zham meminta santri lain untuk menyuruh Uqi dateng ke rumahnya .
Di tempat lain ....
Sebenernya aku bahagia mendengarnya karena dia adalah laki laki yang memiliki segala kriteria yang ku harapkan tapi ...
Entah mengapa hatiku belum pas untuk langsung menerimanya sekalipun aku jelas jelas mengaguminya.
"Uqi ..." Panggil seorang santri sembari menepuk pundakku dari belakang sontak aku terkaget di buatnya.
"Astaghfirullah ..." Spontanku mengelus dada menenangkan debaran jantung karena kaget.
"Iya ada apa Mbak ?" tanyaku setelah debaran jantungku kembali normal.
"Kamu di panggil Mas Zham di suru ke ndalemnya "jelas santri itu
"Paling paling minta Nasi goreng" celotehku asal
"Ya udah aku balik dulu ke Asrama ya "
"Oke thanks ya "
"Beress ..."
"Assalamualaikum ..." ucapku
"Waalaikumsalam ... Masuk !" titah Mas Zham dengan nada yang tak bersahabat .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
bung@ter@t@i
wah mas zam cemburu nih ,tpi yg di cemburu in ny ga tau apa apa wkwkwkwk
2023-01-08
2
Yuni Pratiwi
Aq juga mau dong😍😍😍
2021-09-05
0
.
cemburu menguras hati 😂😂
2021-06-14
1