"Assalamualaikum ..." Pamitku melenggang pergi meninggalkan kelas.
Dengan setengah berlari ku langkahkan kakiku melihat ke arah balai pengiriman.
'Bug'
"Maaf ... maaf aku gak sengaja ." ucapku
Tanpa ku sengaja aku menabrak seseorang yang baru keluar dari kelas, kitab yang dia bawapun terjatuh berserakan .
"Maafkan saya kurang berhati hati ..." ucapku lagi sembari memunguti semua kitab yang jatuh.
"Lain kali jalan hati hati jangan lari !"
'Deg' Aku terdiam sejenak ,'Ya Allah jangan bilang yang aku tabrak tadi Mas Zham' batinku
Aku sudah hafal dengan suara Mas Zham karena aku sering mendengarnya.
"Maaf Mas Zham lain kali saya akan hati hati ..." ucapku lagi sembari mengembalikan kitab yang sudah aku ambil .
Tanpa menjawab perkataanku Mas Zham berlalu menuju rumahnya yang kebetulan dekat dengan kelas dan searah dengan jalan ke balai dengan masih menunduk aku berjalan di belakang Mas Zham menuju balai .
"Ibu ..." Aku kembali berlari dengan sedikit berteriak tanpa basa basi langsung aku peluk Ibu dan mencium tangannya
"Uqi udah jadi santri jangan teriak teriak " tegur Ibu.
"Uqi kangen Ibu " rengekku
"Udah gede masih aja manja "Ledek Kak Arif yang kali ini ikut serta menjengukku.
"Kak Arif ..." Aku langsung berganti memeluk kakak laki laki yang paling tampan .
"Gimana kabarnya, Nak ?" Suara ayah menyadarkanku .
"Ayah ... Uqi baik"Jawabku sembari memeluknya setelah melepas pelukan kak Arif.
"Ayah sama Ibu gimana kabarnya ?" Tanyaku memandang wajah mereka bergantian .
"Alhamdulillah kami baik Nak ..." ucap keduanya serentak
"Uqi kangen kalian ..." Ucapku memeluk kedua orang tuaku dengan posisi aku duduk di tengah antara ayah dan Ibu.
" Udah dek kangen kangenannya, Udah tua masih aja manja." ejek Kak Arif.
" Biarin ..." jawabku cemberut
"Udah cemberutnya ?, Ni Kakak bawain makanan kesukaanmu ." Ucap Kak Arif sembari memberikan bakso favoriteku didalam kantong kresek.
"Wahhh bakso Millenium makasih Kak "Tanpa ba bi bu ku ambil kantong kresek dari tangan kak Arif.
"giliran makanan aja cepet ..."
" Gak ikhlas ini ceritanya ?"
"Ikhlas lah apa sih yang gak buat Adek aku yang paling manis dan cantik ini ..." Rayu Kak Arif sembari mengelus puncak kepalaku yang tertutup kerudung .
"Ini nanti Uqi taro di kamar ya .!" Ucap Ibu sembari memberikan satu kresek hitam penuh yang aku yakini berisi makanan dan peralatan mandiku
"Ibu selalu saja, Uqi kan sudah bilang kalau ke sini jangan repot repot bawa kayak gini di sini sudah ada Uqi bisa membelinya dengan uang yg Kakak kirim ." tegasku
Berkali kali aku melarang Ibu untuk tidak membawakan makanan atau apapun karena aku kasihan melihat Ibu menenteng bawaan yang terlalu berat, Meskipun selama aku nyantri uang jajan atau kebutuhanku di pesantren di tanggung Kak Arif juga di bantu Kak Anisa tetap saja aku gk mau merepotkan Ayah dan Ibuku.
"Maaf ya Ayah ,Ibu , Kakak harusnya saat ini aku udah bisa kerja cari uang sendiri tapi aku masih nyusahin kalian ."ucapku sembari menunduk .
" Kamu ngomong apa sih Nak ?, ini kan kemauan Ayah dan Ibu supaya kamu jadi santri , Sudahlah jangan ngomong yang aneh aneh." jelas ayah
"Tau nih anak ada ada aja ..."Kali ini Kak Arif bersuara .
"Kak ... Kakak bawa hp aku kan?" ucapku tiba tiba saat aku ingat benda pipih yang dulu selalu setia menemaniku .
Di pesantren ini ada aturan khusus kalau sedang di kirim orang tua baru boleh pegang hand phone.
"Iya ini hand phone kamu banyak banget tu Wa dari Kak Anam siapa sih tu orang ?" Tanya Kak Arif sembari memberikan hp yang tadi di simpan di kantong celananya.
"Itu guru Olahraga di sekolahku dulu kak ." jawabku jujur
"Oh aku kira itu pacar kamu dek, untung gak aku angkat dan aku marahi pas dia telfon ." jelas Kak Arif
" Jangan bilang Kakak buka buka hand phone Uqi." selidikku
"Ya ... terkadang kalau ada chat pas Kakak ada di rumah ."
"Ish Kakak ini gak boleh gitu Kak ! ini kan privasi Uqi."
"Dari pada hand phone itu di biarin mati selama ini kan Kakak yang jaga tu hp biar terus hidup, kamu lupa kalau yang terus ngisi pulsanya itu Kakak biar tu hp terus aktif ?" tanya kak Arif
"Iya juga sih"
"Udah handphone itu kadang Kakak yang pakek kan sayang udah di isi pulsa tapi gak di pakai ."
"Iya deh gpp ..."
Ku buka handphone kesayanganku muncullah beberapa pesan .
Fia
*U**qi kapan kamu pulang* ?
*A**ku kangen* banget pengen main bareng kamu !
Kak Anam
*Ha**y Uqi kapan kamu pulang dari pesantren*.?
Kak Anam
Uqi kalau kamu udah pulang kabari aku ya.
Kak Anam
*S**emoga kamu baik baik saja di sana semangat ya cari ilmu nya..💪💪😇*
Jariku mulai berolah raga .
Me
2 bulan lagi fia ,
3 hari sebelum maulid
ku balas chat dari Fia ,' Ya ... centamg satu ' gumamku dalam hati .
Me
*H**ay Kak kabarku baik*
kabar Kakak gimana .?
aku pulang 2 bulan lagi 3 hari sebelum maulid.
Wah Kak Anam lagi online
"Terimalah lagu ini dari orang biasa tapi cintaku padamu luar biasa " Dering ponselku berbunyi kak Anam menelfonku.
Ku tengok kanan kiri spontan langsung ku tolak .
Me
*M**aaf Kak aku lagi di pesantren gak bisa angkat* telfon
Kak Anam
*O**h maaf Uqi kakak ganggu ya*.?
Me
*G**ak juga sih Kak aku cuma gak bisa angkat telfon dari Kakak maaf ya* .
kapan kapan chat lagi ya Kak ini Ayah n Ibuku mau pulang
Kak Anam
Baiklah hati hati di pesantren jangan nakal aku menunggumu Uqi .
ada sesuatu yang mau Kakak omongin tapi nanti saja kalau kamu sudah pulang
Me
*O**ke* kak
Kak Anam
*S**emangat ya jaga diri dan kesehatan* .
Aku hanya senyum tanpa membalas chat terakhir dari Kak Anam .
"Ni kak hand phonenya" Kuserahkan kembali hand phoneu ke Kak Arif dan Kak Arif menyimpan lagi hand phone itu di kantong celananya.
Satu jam sudah aku bersama keluargaku bermanja dan bercerita bersama menyalurkan rasa rindu .
"Uqi udah dzuhur kita pulang ya ..." ucap Kak Arif .
"Yah ... Kok pulang sih kak ? Uqi kan masi kangen nanti sore aja ya pulangnya." Protesku yang merasa masih kangen .
"dua minggu lagi kan kita kesini lagi Uqi" jawabnya lagi.
"Ayah, Ibu pulangnya nanti ya?" pintaku memelas .
"Kakakmu benar Uqi Ayah dan Ibu pulang dulu kamu harus ikut sholat berjamaah, sudah kembalilah ke Asrama !" Kali ini Ayah yang berucap sedang aku masih asyik memeluk ibu.
"Sudah Nak nanti Ibu ke sini lagi kok ."
"Baiklah Ayah Ibu dan Kakak hati hati di jalan ya ."
Aku berdiri menyalami mereka satu persatu
"Kak jatah Uqi mana ?" Pintaku sembari menengadahkan tangan di hadapan Kak Arif .
"Ini Uqi pergunakan dengan baik ya dek ." pesan Kak Arif
" Makasih kak" Ku cium tangan Kak Arif
"Ini dari kak Anisa ." sambung Kak Arif sembari menyodorkan amplop putih .
"Wahh dapat jatah double" Ku ambil amplop dari tangan kak Arif dengan senyum sumringah .
"Kalau gitu Uqi balik ke Asrama dulu ya ." pamitku melenggang pergi .
*Se**telah kepergian Uqi*.
"Maaf pak, bu anda di panggil Yai ke ndalem."
Seorang santri mendekati Ayah, Ibu dan Kakak Uqi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Nina Puji Handayani
kayaknya mau dikhitbah tuh
2022-02-16
1
Dewi Nurlela
nah uqi mau dijodohin sama zham tuh
2021-06-11
1
Entahlah
Kayanya mau di jodohin 🤔
2021-04-20
2