"Mas Zham manggil saya ada apa ?" Tanpa basa basi aku langsung bertanya berharap mempersingkat waktu.
"Duduklah !" titah Mas Zham menyuruhku mengikutinya duduk di kursi
"Kamu ada hubungan apa dengan Ustd Fariz ?" tanya Mas Zham dengan nada penuh emosi yang tertahan .
"Eh ... sa~saya gak ada hubungan apa apa Mas Zham, sumpah beliau hanya guru saya" jawabku gugup, Aku takut di hukum karena di sangka pacaran gila aja kalau sampai aku harus menguras got kamar mandi cewek yang kotor dan bau, ya itulah hukuman bagi santri yang ketahuan pacaran di pesantren.
Mas Zham masih menatapku lekat melihat tingkah dan mataku mungkin dia mencari kebenaran dari pernyataan yang ku lontarkan .
"Baiklah sekarang masakkan aku Nasi goreng seperti biasa !" ucapnya.
"Baiklah ..." Aku berkata penuh kelegaan karena terbebas dari hukuman, ya aku gugup karena takut di hukum.
"Uqi ..." panggilnya membuatku berhenti terdiam membeku
"Iya ."Jawabku singkat sembari memutar badan menoleh padanya.
"Buat dua porsi !" Dia berkata tanpa menoleh sungguh angkuhnya.
"Iya ..." Aku sudah malas lama lama di dekatnya bukan karena aku benci tapi aku sungguh tak berminat dekat dengan laki laki dingin sepertinya.
Aku melangkah ke dapur mulai memasak nasi goren perintah Mas Zham.
Keadaan di ruang tamu ....
Ilzham yang sudah tak tahan menahan rasa cemburunya mengingat gadis pujaan hatinya di cintai orang lain langsung melempar bolpoin yang dia pegang .
Pletak ....
Suara bolpoin yang kini melayang entah kemana
"Ya Allah kenapa aku gk bisa menahan perasaan ini lindungi aku dari segala hal yang tidak baik kuatkan imanku ya Allah" gumam Mas Zham sembari mengacak rambutnya kasar .
Fokusnya pun sudah hilang hingga dia memutuskan untuk pergi kedapur melihat gadis kesayangannya memasak dengan serius hingga tak menyadari kehadirannya .
Tersungging senyum di bibir Ilzham melipat tangan di dada menyenderkan badan ke tembok senyumnya terus merekah tak pernah jenuh memandang Uqi penuh cinta .
'Ya Allah sungguh indah ciptaanmu izinkan aku memilikinya melindungi dan menjadikannya bagian dari hidupku' batinnya
Di dapur ....
Uqi masih terus memasak dengan seriusnya tanpa menghiraukan apapun
"Akhirnya selesai juga " ucapnya
Ku letakkan dua piring nasi goreng dengan Telor ceplok setengah matang di meja setelah mencuci peralatan masak yang sudah aku pakai, Ku langkahkan kakiku menuju ruang tamu tapi baru dua langkah ku berjalan aku melihat Mas Zham sudah berdiri hendak menuju dapur.
"Makanannya sudah siap .?" tanya Mas Zham yang langsung duduk di kursi
"Iya Mas Zham, Kalau begitu saya permisi" pamitku berjalan hendak ke luar rumah tapi baru dua langkah Mas Zham menghentikanku.
"Kamu fikir saya sanggup memakan semuanya sendiri .?"
Ucapannya membuatku menghentikan langkah kakiku dan berbalik melihat ke arahnya .
"Duduk dan makanlah !" sambungnya
"Tapi Mas Zham saya harus kembali kalau tidak saya bisa ketinggalan jama'ah dzuhur" elakku, Memang Adzan dzuhur sudah berkumandang menandakan sholat jama'ah akan segera di mulai .
"Kamu sholat di sini biar aku yang jadi imamnya !"
"Eh ... Tap ~" Belum selesai aku berucap Mas Zham sudah menyela
"Tidak ada penolakan atau kamu akan saya hukum karena sudah berhubungan dengan Ustad Fariz !" ancamnya
"Saya tidak punya hubungan apa apa dengan Ustad Fariz " jawabku rada emosi dan Mas Zham hanya melirikku sekilas dan kembali fokus dengan makanannya.
Akhirnya aku duduk di di hadapannya hanya dentingan sendok yang menggema tanpa ada kata aku hanya menunduk hingga tanpa ku sadari Mas Zham sudah selesai dengan makannya.
"Bersiap siaplah sepuluh menit lagi kita sholat di mushollah rumah ini !, Di sana sudah ada mukenah" titah Mas Zham berdiri melenggang pergi ke lantai atas
"Huft ... Akhirnya satu ruangan sama dia berasa lagi ada di kutub utara dingin " gerutuku .
Setelah ku habiskan nasi goreng di piring, ku cuci piringnya dan bergegas ke kamar mandi bersiap ke mushollah kecil di dekat kamar mandi.
Tap ... tap ... tap ....
Terdengar suara sandal mendekat ku lihat Mas Zham sudah rapi dengan baju kokoh dan peci putih juga sarung hijau dia terlihat tampan secepat kilat ku alihkan pandanganku ke sajadah yang aku duduki.
Usai sholat dan wirid aku berpamitan kembali ke Asrama .
"Assalamualaikum ..." ucapku masuk ke dalam kamar
"Eh ... Uqi kamu dari mana kok baru balik .?" tanya mbak Imah
"Aku dari rumahnya Mas Zham Mbak ." jawabku seenaknya
"Ciyee yang baru ketemu do'i ..." ledek Mbak Imah
"Do'i ... maksudnya ?" tanyaku mengernyitkan dahi
"Mas Zham dia sepertinya suka sama kamu ." jelas Mbak Imah
"Mbk Imah jangan ngaco deh mana mungkin ..." elakku
"Uqi kamu sadar gak Mas Zham itu suka sama kamu dari se ~"
"Stop Mbak jangan di terusin aku gak mau ge er ataupun berharap karena keduanya sungguh menyakitkan." Selaku yang efektif menghentikan ocehan Mbak Imah
"Ya udah di kasih tau gak percaya" ucap Mbak Imah melenggang pergi meninggalkan kamar
'Benarkah yang di ucapkan Mbak Imah tapi yang aku tau orang suka itu gak kayak gitu sikapnya dingin, ahh sudahlah dari pada mikirin hal yang gak penting mending aku mandi dan tidur siang' ucapku dalam hati .
Malampun tiba ....
"Gak kerasa ya udah empat bulan lebih kamu jadi santri di sini " ucap Icha
"Iya Cha waktu cepet banget berlalu" jawabku menerawang memikirkan semua yang telah terjadi.
Impian, cita cita yang tak bisa ku raih semua kejadian di masa lalu seperti film berputar putar di kepalaku.
"Woiiii malah ngelamun lagi " teriak Ika menyadarkanku dari lamunan
"Ishhh kamu ngagetin aja ...."
"Habis dari tadi ngelamun mulu kesambet baru tau rasa kamu" Ika memang hobby menakut nakuti orang
"Ahh sudahlah aku mau tidur capek" celetukku sambil mencari posisi nyaman untuk tidur
Malam berlalu menampakkan mentari yang mulai muncul menggantikannya Usai sholat dan mandi ku langkahkan kakiku menuju ruang kelas .
"Uqi tumben pagi amat datengnya ?" Titin memang selalu menyambutku jika dia datang lebih dulu.
"Gak tau Tin lagi pengen aja dateng lebih awal ." Aku duduk di sebelahnya menaruh kepalaku di atas meja
"Kamu sakit Uqi ?" Tanya Titin menempelkan tangan di dahi .
"Entahlah Ki badanku sakit semua " Aku memang kurang enak badan setelah bangun tidur subuh tadi badanku sakit dan kedinginan
"Assalamualaikum ..." Mas Zham masuk kedalam kelas
"Waalaikumsalam ..." Semua murid menjawab salam
'Loh kok Mas zham yang ngisi sih bukannya seharusnya Ustad Fariz' batinku
Mas Zham menjelaskan pelajaran sorrof dan memaknainya ....
"Uqi kamu kenapa dari tadi tidak memperhatikan penjelasan saya.?" Suara Mas Zham mengejutkanku aku yang sedari tadi diam menahan sakit di kepalaku dengan peluh bercucuran.
"Maaf Mas Zham ..." Aku hanya mampu meminta maaf .
"Sepertinya kamu sudah memahami apa yang sudah saya ajarkan jelaskan lagi di depan kelas." titahnya
Dengan langkah gontai aku berjalan kedepan kelas tapi baru beberapa langkah .
''Bug'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Putri As Sauqy
saya kk agak aneh aja ya
di pesantren kk gpp berduan gitu meskipun ustadzny setidaknya ada org ketiga yg menemani,,,
malah kalau gitu gg ada bedanya sama org di luar pesantren
2021-08-21
1
Susanti serbelawan
kalo msh ta'aruf apa boleh y gitu berdua an ?
2021-05-17
0
Nur Wijaya
uqi pingsan karena kecapeaan masak nasi goreng. .. gara2 mas zham yg cemburu.
2021-04-05
1