"Assalamualaikum ... " Suara bariton terdengar menuju meja guru.
'Deg ... Suara itu ' Aku bergumam dalam hati karena aku merasa kenal dengan suara itu, langsung aku mendongak melihat siapa yang datang.
'Tuh kan bener ' batinku
"Sekarang kita mulai pelajarannya, Ustad Fariz berpesan bahwa sekarang saatnya kalian menyetor hafalan sorrof, maju satu satu di mulai dari kamu ," titah Mas Zham .
Ya ... Ustad pengganti Ustad Fariz adalah Mas Zham, ini namanya keluar dari taman sejuk masuk kutub selatan .
Hafalan di mulai dari Kiki yang kebetulan duduk di bangku pojok kanan paling depan satu per satu menyetor hafalan dan benar saja jika ada yang salah sedikit saja langsung di hukum berdiri didepan kelas, ya Allah malu banget, tibalah giliranku .
"Bismillahirrohmaanirrohiiim ... Albaaburroobi'u minatsulaatsi mujarrot fa'ala yaf'alu fa'lan wamaf'alan fahuwa faa'ilun wadaaka maf'uulun if'al lataf'al maf'alun maf'alun, 'alima ya'lamu 'ilman wama'laman fahuwa 'aalimun wadaaka ma'lumun 'ilam laata'lam ma'lamun ma'lamun, 'addo ya'addu emmm ..." Aku bingung karena lupa lanjutannya mungkin terlihat jelas di wajahku kebingungan .
"Kenapa tidak di lanjutkan ?" Suara Mas Zham mengejutkanku yang sibuk dengan fikiranku sendiri .
"Aisyatus Sauqillah jawab pertanyaan saya ." hardiknya lagi.
"Maaf Mas Zham sa-- say--saya lupa lanjutannya ." jawabku gugup .
"Ambil kitabmu berdiri di depan kelas sampai pelajaran saya selesai ." titahnya lagi dan lagi
'Ya Allah kejam amat ni orang gak kayak ustad Fariz' batinku
Alhasil satu jam aku berdiri di depan kelas mendengar dan mencatat penjelasan Mas Zham.
'Sumpah demi apapun kakiku kesemutan ingin ku berkata kotor tapi ku tak mampu sungguh rasa ini menyakitkan' gumamku dalam hati .
Setelah pelajaran usai Mas Zham melenggang keluar dari kelas sebelum itu dia berhenti tepat di depanku dan berucap "Lain kali hafalkan dengan benar" ucapnya menatap lurus kedepan dan melenggang pergi dari kelas.
Setelah Mas Zham benar benar pergi aku langsung duduk berselojor memijat kecil kakiku yang terasa kram dan pegal .
"Uqi kamu gak papa kan .?" Tanya Titin yang langsung menghampiriku ketika melihatku berselojor di lantai .
"Gila kali klo aku bilang gak papa sakit Titin, Sumpah ya tu orang kejem bener ." ocehku dengan penuh emosi
"Sudahlah yang sabar itu jugakan gara gara kamu sendiri seandainya kamu hafal semua ini pasti gak bakal terjadi."
"Meski gitu tetep aja kakiku sakit gara gara dia huft menyebalkan ."
Setelah pelajaran usai aku langsung kembali kekamar merebahkan diri meluruskan kaki yang masih terasa sakit .
Setengah jam kemudian
"Assalamualaikum Uqi ..." Sapa Mbak Imah yang baru datang
"Waalaikumsalam Mbk ..." jawabku seenaknya
"Uqi ini ada titipan ." ucap Mbak Imah sembari menyodorkan cream pereda kram .
" Ya Allah baik bener yang nitipin ini buat aku, tau bener jika aku membutuhkannya ." Tanpa berlama lam langsung kuraih cream itu dan mengoleskannya ke kaki .
" Eh tunggu Mba,ini salep dari siapa ?" Tanyaku yang baru menyadari siapa yang menitipkan barang itu ke Mbak Imah untuk ku.
" Itu dari Mas zham Uqi ." jawabnya enteng
"Pantesan dia tau kalau kakiku sakit, aku kira yang nitipin tadi Ustad Fariz."
" Tapi aku kok aneh ya ?" tanya mbk imah
"Apanya yang aneh mbk ?" tanyaku balik
"Mas Zham kok perhatian ?"
" maksudnya ?" tanyaku lagi .
" Masak kamu gak ngerti sih, sekarang aja dia nitipin cream itu buat kamu kalau bukan perhatian trus disebut apa ?"Mbak Imah menjelaskan sembari menunjuk cream yang aku pegang.
"Mungkin dia ngerasa bersalah kali Mbak karena udah ngasih hukuman ke aku ." elakku
"Kalau soal hukuman ? kenapa yang di kasih cream cuma kamu aja yang lain gak di kasih tuh ."
"Udahlah Mbak aku gk mau pusing - pusing ngurusi hal yang gak penting , yang penting itu sekarang kakiku udah ada obatnya ."
"Kamu kebiasaan kalau di kasih tau hal ini pasti ngeles ."
"Peacee ..." Ku acungkan kedua jariku tanda perdamaian .
"Lagian Mbak kalau semua di beliin cream bisa tekor donk." sambungku
"Halah kalau cuma cream gak bakal bikin tekor Uqi dia kan banyak uangnya ."jelas Mbak Imah
"Emang dia kerja apa Mbak kok bisa banyak ghitu .?" Tanyaku yang penasaran karena yang aku tau pesantren ini gk di pungut biaya sepeserpun untuk semua fasilitas pondok hanya membayar biaya makan dan sekolahnya saja.
"Kakeknya itu punya pabrik yang lumayan besar di Jakarta dia sendiri punya beberapa swalayan juga showroom Abah Yai juga punya beberapa sawah dan sapi perah dan semuanya di percayakan ke alumni santri " jelas Mbk Imah
"Ohh ... Pantas saja pondok di sini gratis horang kaya rupanya ..." jawabku biasa saja
"Kamu gak kaget Uqi ?" tanya Mbak Imah heran
" Kaget kenapa mbak ?" tanyaku balik dengan menunjukkan ekspresi biasa saja.
"Kamu gak kaget kalau Mas Zham sekaya itu .?"
"Gak Mbak biasa aja lagian itu kan bukan urusanku mau dia kaya atau gak kagak ngaruh buat aku mbak ." jelasku yang di tanggapi dengan gelengan kepala oleh Mbak Imah
"Udahlah aku mau ke ndalem lagi, mau nyelesaiin bersih bersih."
"Ehh ... Mbak tunggu !" cegahku
Mbak Imah yang sudah di depan pintu reflek menoleh dan berbalik arah .
"Ada apa ?"
"Mbak tolong salamin ya makasih ke Mas Zham, Udah ngasih cream ini !" pintaku
"Ohh ... Ok entar kalau ketemu aku sampaiin."
jawab Mbak Imah sembari melangkah pergi
'Wahh ternyata tu kutub es perhatian juga' batinku .
Waktu terasa begitu cepat berlalu seperti biasa aku menjalani hari hariku di pesantren hingga hari ahad pun tiba ....
Di kelas
"Titin ..." Panggilku dengan senyum secerah mentari .
"Tumben kamu Uqi senyam senyum baru dapet undian kamu ?" Tanya Titin yang merasa heran melihatku cengar cengir sendiri
"Lebih dari itu ..." ucapku penuh semangat
"Lah dapet apa bagi donk !" pintanya sembari mengulurkan tangan
"Hari ini kan waktunya keluargaku dateng ngirim aku ke sini." jelasku
"Ya Allah ... Aku kira kenapa kamu tuh udah kayak anak baru nyantri aja." ejeknya
"Biarin " jawabku sewot.
"Assalamualaikum ..." Suara indah yang suka kudengar di pagi hari .
"Waalaikumsalam ..." jawab kami serempak.
Pelajaranpun di mulai Ustad Fariz menjelaskan setiap materi dengan penuh kesabaran dan senyum mengembang pemandangan yang indah .
'Ya Allah aku hanya mengagumi ciptaanmu maka ampunilah aku jika dengan melihatnya itu termasuk zina mata tapi sungguh aku hanya kagum tidak lebih' batinku
"Assalamualaikum ... Permisi Ustad" Suara seorang santri putri menghentikan proses belajar .
"Iya Mbak ada apa ?" tanya Ustad Fariz
"Mbak Uqi di jenguk keluarganya ." jelas santri itu.
"Yeachh akhirnya dateng juga " ucapku spontan, dengan mengepalkan tangan ke udara .
Sontak semua di ruang kelas menoleh ke arahku, Aku hanya tertunduk malu
"Ustad saya izin boleh kan?" tanyaku sembari menunduk
"Iya silah kan ..." Jawabnya tersenyum melihat tingkahku.
"Assalamualaikum ..." Pamitku melenggang pergi keluar kelas
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Dul...😇
biasanya anaknya kyai dipanggil Gus, disini kok ndak y.
2022-10-11
1
Sukis
suka banget sama author nyaa pelajaran matan bina' di tuliskan di ceritaa kagum banget aku jadi kangen mondok
2021-08-06
0
Nurna Ningsih
sedih anakq pengen mondok ga kesampaian 😭😭😭😭😭
2021-05-07
1