Sampai di rumah
"Assalamualaikum ..." teriakku di teras rumah
Kreek...
Suara pintu terbuka terlihat Ibu yang paling cantik di dunia membuka pintu dengan senyum mengembang .
"Waalaikumsalam ... Kebiasaan kamu Uqi teriak teriak di teras , sudah masuk mandi dan makanlah Ibu sudah memasak makanan kesukaanmu" perintahnya.
"Siap Ibu" Jawabku sambil mencium pipi Ibu melenggang pergi kekamar.
Setelah selesai dengan ritual mandi , ku langkahkan kaki ke dapur terlihat Ibu masih membersihkan cucian peralatan dapur .
"Ibu biar Uqi yang menyelesaikannya , Ibu istirahatlah ..." Pintaku mengambil alih spon dan wajan yang Ibu pegang.
"Duhhh manisnya anak Ibu ..." ucap Ibu meninggalkanku dengan setumpuk cucian kotor .
"Kalau udah selesai panggil ibu dan Kakak Kakak yang lain ya kita makan bareng ..." sambungnya.
"Siap Ibu bos..." Jawabku tegas yang di tanggapi Ibu dengan gelengan kepala.
Setelah selesai aku memanggil kedua Kakakku Kakak pertamaku perempuan Anisaturrahma usianya lima tahun lebih tua dariku , Kak Anisa sudah menikah kebetulan setiap hari sabtu seperti sekarang dia akan ke rumah menjenguk Ibu dan Ayah.
Arif kakak keduaku kami hanya beda dua tahun dia bekrja sambil kuliah akan ada di rumah di hari Sabtu dan Minggu selebihnya dia ada di kos kosan deket kampus , alasannya biar gak capek harus bolak balik rumah dan kampus yang jaraknya lumayan jauh , kalau Ayahku beliau seorang Satpam di sebuah pabrik walau hidup kami gak berkecukupan seperti temen temenku yang lain tapi aku bersyukur telah lahir di keluarga ini dengan kasih sayang yang melimpah kamipun makan bersama.
********
Selepas sholat Isya' sudah menjadi kebiasaan di keluarga ini jika anggota keluarga lengkap ada di rumah kita akan berkumpul di ruang keluarga menonton TV atau hanya sekedar berbincang bincang bersama .
"Uqi ..." panggil Ayah .
"Iya Ayah..." sahutku.
Ku letakkan ponsel yang sedari tadi kumainkan .
"Kamu kan sudah lulus dan kamu sudah berjanji kalau sudah lulus mau menuruti keinginan Ayah untuk masuk pesantren " ucap Ayah .
" Tapi Ayah Uqi pengen kerja sambil kuliah seperti Kak Arif " elakku.
"Uqi sebagai seorang muslim kita harus menepati janji yang sudah kita buat , ingkar janji itu dosa."
Dari dulu Ayah dan Ibuku menginginkanku masuk pesantren tp aku selalu menolak dengan berbagai alasan .
Dan alasan terakhirku aku mau ke pesantren nunggu lulus sekolah akupun sudah berjanji jika lulus aku mau menuruti keinginan Ayah.
"Uqi percayalah pilihan Ayah itu yang terbaik lagian nyantri itu enak loh..." Kali ini kak Anisa meyakinkanku.
"Iya Uqi kakak setuju dengan pendapat kak Anisa" timpal Kak Arif .
Aku hanya bisa menunduk dan berkata , "Baiklah Ayah aku akan ke pesantren".
Menyerah sudah melawan mereka tidak ada gunanya , apalagi setelah aku melihat senyum merekah dari kedua orang tuaku sungguh pupus sudah harapan dan cita cita yang aku pendam selama ini.
"Alhamdulillah" ucap mereka serempak.
"Lusa kami akan mengantarmu ke pesantren, jadi persiapkanlah segala kebutuhanmu untuk di sana besok" perintah Ayah .
"Tenang saja aku dan Ibu akan membantumu"Jawab Kak Anisa yang ku tanggapi dengan anggukan.
"Loh besok Kak Anisa gak pulang" tanyaku.
Karena biasanya Kak Anisa akan pulang di hari Minggu sore .
"Tenang aja untuk kali ini Kakak gak pulang sampai hari senin , kakak juga bakal nganter kamu ke peseantren" jelasnya.
"Lah terus kak Ilham gimana ?" Ilham sugianto suami Kakakku seorang Tentara berpangkat sersan baik dan tampan juga ramah paket lengkap bin sempurna kata kakak mendapatkan suami seperti itu adalah buah dari kesabaran dan ketaatannya pada guru dan orang tua , Kak Anisa memang lulusan dari pesantren.
"Kak Ilham juga ikut sama kalian kebetulan Kakak dapet jatah cuti" ucap Kak Ilham yang sedari tadi hanya sibuk dengan Aqila satu satunya keponakanku yang masih berumur empat bulan dan ku jawab dengan anggukan.
"Baiklah sudah malam ayo istirahat besok kalian harus menyiapkan semua barang yang mau di bawa ke pesantren lusa..." titah Ayahku
***********
Pagi menjelang seusai sholat subuh berjamaah juga sarapan bersama Ibu dan Kak Anisa kekamar menyiapkan gamis baju baju syar'i dan kerudung yang akan aku bawa , meski aku bukan anak santri tapi aku sudah sering berhijab yach walaupun kadang aku gak pakai hijab tapi baju baju syar'i ku lumayan banyak .
"Uqi habis ini ikut Kakak ke tokoh ya beli peralatan lain ..." ucap kak Anisa .
"Memangnya aku harus bawa apa lagi Kak selain baju baju ini ?" tanyaku polos .
" Banyak adekku sayang udahlah kamu ikut aja gk usah banyak protes"
"Terus Aqila sama siapa kalau Kakak ikut juga..?" tanyaku lagi.
"Aqila sama Ibu" Kali ini Ibu yang menyaut aku hanya bisa menganggukkan kepala.
Tok..tok..tok
Ceklek....
"Hai ... Wanita wanita tercintaku gimana udah selesaikah ?" Suara kak Arif sontak mengalihkan perhatian kami , sudah menjadi kebiasaannya mengetuk pintu dan membuka langsung tanpa harus menunggu jawaban.
"Kebiasaan kakak ini main masuk aja" jawaabku sewot .
"Ulu..ulu.. Adikku yang paling manis nan cantik sekabupaten jangan sewot donk nanti manis sama cantiknya luntur loh."
Timpal kak Arif sembari mencubit kedua pipiku.
" Isshh ... Kak Arif , Uqi kan udah gedhe jangan ghini donk" Ku tepis tangannya.
"Iya deh iya maaf Adikku yang udah gedhe Kak Arif janji bakal ngulangi lagi"jawabnya enteng .
Kakakku yang satu ini emmang suka menjahiliku tapi dia yang lebih sering manjain aku setiap gajian apapun yang aku minta pasti di belikan.
"Udah Arif jangan ganggu Adikmu terus sana berangkat nanti kesiangan" sela Ibu menengahi perdebatan kita .
" Udah ayo aku anter ... kita shooping shooping sama Ibu persit" ledek kak Arif .
"Arif kamu ya kebiasaan" ucap kak Anisa.
Mengangkat tangan siap menjewer kak Arif.
"Peace ampun kak" sergah kak Arif.
Kami berjalan beriringan menuju mobil.
"kak Ilham kemana kak..?" tanyaku.
"kak ilham lagi piket dek besok baru libur" jawab kak Anisa.
"Loh kalau mobilnya kita pakai kak Ilham berangakat naik apa Kak .?
bukannya kemarin sore Kak Ilham ke sini naik mobil" tanyaku.
"Naik motorku dek" jawab kak Arif dan aku hanya ber"0" Riya .
Selama perjalanan kami asyik mengobrol bersama aku yang duduk di belakang dan Kak Arif juga Kak Anisa di depan perjalanan yang cukup jauh terasa begitu dekat karena saking asyiknya kita mengobrol ..
***********
Setelah sampai aku tercengang ,"Loh kenapa kita ke mall kak ?" tanyaku polos .
Yang aku tau harga barang di sini jauh lebih mahal dari di pasar tradisonal yang biasa aku kunjungi .
"Udah gak papa sekali sekali kamu aku ajak ke sini" Jawab kak Anisa sembari menoleh dan tersenyum manis meyakinkanku..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Marchel Mom's
assalamualaikum thor.. aku mampir nih.. aku paling suka sama novel yg berbau islami gini,
2021-07-19
2
Fate✓
Bagus kak:))
2021-06-12
0
La
cerita yg bagus
2021-05-19
0