Dia berdiri menghampiriku mengambil teh yang aku pegang dan sikapnya berhasil membuatku membeku .
"khemmm ... Masih mau bengong di situ atau mau balik ke belakang ?" Deheman dan pertanyaan Mas Zham sukses membuatku sadar dan membuat merah pipiku menahan malu karenanya.
Tanpa berbicara lagi aku langsung melenggang pergi menuju dapur .
"Mbak sekarang Uqi harus ngapain ?" tanyaku, setelah kulihat mbak Imah masih asyik dengan sapunya.
"Kamu bersihin ruangan di lantai atas habis itu kita masak bareng bareng ." jelas mbak Imah .
"Oke mbak aku ke atas dulu ya ..."
Semua ruangan telah ku bersihkan sisa satu ruangan lagi kamar Mas Zham .
" Ya Allah gede bener ni rumah rasanya lumayan capek bersihinnya ." ucapku berkeluh kesah karena luas rumah ini lumayan besar dengan 2 kamar tidur satu ruang santai yang cukup luas di sertai TV, dan satu ruang baca mirip perpustakaan .
"Jangan mengeluh lakukanlah dengan ikhlas biar berkah " ucap Mas Zham yang tiba tiba sudah ada di belakangku mengejutkanku setelah berucap dia melenggang pergi menuju ruang baca.
'Ya Allah bikin jantungan aja tu orang' batinku
Aku hanya bisa mengelus dada sembari melanjutkan bersih bersih, ku lihat kamar yang sedikit berantakan selimut tidak beraturan buku buku yang sudah tidak lagi di tempatnya dengan telaten ku rapikan kembali selimut dan buku ketempatnya kembali mengelap semua sisi, menyapu lantai dan mengepelnya.
"huft ... capek juga ya ternyata " gumamku lirih sembari duduk di lantai bersandar pada kasur .
Setelah semua bersih aku turun menghampiri Mbak Imah yang asyik melipat baju .
"Mbak di lantai atas udah bersih balik ke Asrama yuk ..." Ajakku sembari membantu Mbak Imah melipat baju.
"Kalau udah sekarang tinggal masak Uqi " jelas Mbak Imah lagi
"Ya Allah aku kira tugasnya cuma bersih2 Mbak" ucapku padahal tadi Mbak Imah sudah menjelaskan tapi mungkin karena terlalu lelah aku jadi melupakan ucapan Mbak Imah
"Udah jangan mulai deh, Lakukan semua dengan ikhlas insya Allah bakal terasa ringan " Nasehat mbk Imah
"Iya Mbak Uqi ngerti".
"Mbak kita mau masak apa ?" sambungku
"Liat aja apa yang ada di kulkas Uqi ." ucap Mbak Imah menunjuk kulkas
Ku lihat isi kulkas yang banyak dengan berbagai jenis sayur,buah,ikan dan mie instan,
"Udah mirip pasar aja ni kulkas". celetukku
Ku ambil cumi, sayur kangkung dan tempe dari kulkas aku mulai berperang dengan peralatan dapur memasak dengan serius karena sejujurnya di hatiku terselip rasa ragu takut Mas Zham tidak cocok dengan masakanku.
"Uqi Mbak balik ke Asrama dulu, Mbak baru inget tadi ada janji sama temen mau nerjemahin kitab bareng bareng ." Suara mbak Imah membuyarkan konsentrasiku spontan saja aku mengangguk .
sedetik kemudian...
Kesadaranku kembali "Eh tunggu mbak ..." ucapku sedikit berteriak karena Mbak Imah sudah mau melangkahkan kaki keluar rumah
"Ada apa Uqi ?" tanya mbak Imah menghentikan langkahnya .
"Kalau mbak balik ke Asrama aku sama siapa donk di sini ?" tanyaku dengan nada memelas.
"Kenapa Uqi ... kamu takut ?" Bukannya menjawab Mbak Imah malah balik bertanya aku menjawab dengan anggukan.
"Ya Allah Uqi di sini itu gak ada apa apa ngapain kamu takut udah kayak anak SD saja ." jelas Mbak Imah
"Mbak ..." Belum selesai aku ngomong Mbak Imah sudah berucap lagi.
"Udah Uqi gak usah takut di sini aman kok Mbak balik dulu ya pay ... pay ..." Pamit Mbak Imah sembari melambaikan tangan.
Aku hanya bisa pasrah melanjutkan acara memasakku setelah lumayan lama aku berkutat di dapur akhirnya masakanpun matang Cumi krispy asam manis sayur kangkung dan tempe goreng plus sambel bajak sudah tertata rapi di meja .
Dengan langkah gontai aku celingukan mencari yang punya rumah seingat terakhirku dia masuk ke ruang baca .
Tok ... tok ... tok ...
"Assalamualaikum ... Mas Zham masakannya udah mateng ." ucapku sembari menempelkan telinga di pintu mencoba mendengar memastikan adakah kehidupan dibaliknya .
Ceklek ....
'Bug'
Aku terjatuh di lantai Mas Zham membuka pintu tiba tiba membuatku jatuh karena aku masih setia menempelkan kuping ke pintu.
"Kamu sedang apa ?" tanya mas Zham dengan nada khasnya datar dan dingin
"Maaf Mas Zham tadi Uqi cuma mastiin kalau Mas Zham ada di dalam ruangan maaf ..." ucapku sembari menunduk.
Mas Zham hanya tersenyum menahan tawa melihat tingkahku ya ampun sungguh malu ingin rasanya aku tenggelam di antartika .
Setelah mengucapkan kata maaf aku langsung berdiri dan melenggang pergi hingga suara mas Zham menghentikanku .
"Tunggu ... kamu mau kemana ?" tanya mas Zham .
"Saya mau balik ke Asrama ..." jawabku menunduk menahan malu .
"Temani saya makan !"
Reflek aku mendongak terkejut dengan ucapan Mas Zham
'Apa dia bilang ... Aku di suruh nemenin dia makan apa gak salah tu orang ' batinku
"Uqi are you okey ?" Suara mas Zham mengejutkanku.
"ehh ... i~iy~ iya ." jawabku gugup
Mas Zham berjalan menuju meja makan dan aku hanya mengekorinya di belakang, dia duduk di kursi paling ujung sedangkan aku masih setia berdiri mematung tak jauh darinya.
"Duduklah !" titah Mas Zham yang melihatku masih setia berdiri .
"Duduklah di situ !" titahnya lagi melihatku kebingungan dia menunjuk kursi di dekatnya, tanpa berkata aku langsung duduk .
"Ambilkan aku semua makanan yang kamu masak !"
Tanpa menjawab ku ambilkan nasi ikan cumi dan sayur kangkung juga sedikit sambal yang tadi aku masak tak lupa juga tempe .
"Ini Mas Zham ."
""Kamu juga makanlah !"
Tiba tiba...
Ukhuk ... ukhuk...
Reflek kuambilkan air putih di sebelah ku
"Mas Zham gak papa " tanyaku khawatir melihatnya terbatuk dengan bibir dan wajah sedikit memerah .
"Sayurnya kamu kasih cabe ya Uqi ?" tanya Mas Zham
Sayur kangkung yang aku masak memang aku campur sama cabe utuh dan warna cabenya hijau .
"Iya mas Zham kenapa ?" tanyaku penasaran
"Mas Zham gak suka pedas ya ?" tanyaku lagi
"Bukan tidak suka hanya saja cabe yang kamu campurkan masih utuh dan tergigit oleh ku ..." jelasnya dengan ekspresi menahan pedas
"Maaf Mas Zham ..." Hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan mungkin lain kali akan aku iris kecil2 saja tu cabe.
"gak papa ... lanjutkan saja makannya !" titah Mas Zham melanjutkan makan ku lihat kali ini dia lebih berhati hati memilah sayur dan cabe utuh yang sudah tercampur.
Usai makan dan membersihkan sisanya, aku kembali ke Asrama.
Malampun tiba ...
"Uqi ..." panggil Icha
"Ada apa Cha ?" tanyaku tanpa mengganti posisi bersender di tumpukan bantal, salah satu favouritku.
"Ngerumpi yuk !" ajaknya .
"Dimana ?"
"Di halaman depan mushollah ."
Tanpa menjawab aku mengikuti langkah Icha kulihat di sana sudah ada Ika dan Imel halaman depan musholla memang lumayan luas beralaskan paving biasanya kalau musim kemarau seperti sekarang banyak anak santri membawa tikar atau kasur tipis yang biasa mereka buat alas tidur untuk bersantai di bawah langit ada yang melanjutkan belajar ada pula yang cuma ngerumpi .
Kami duduk bertiga bercanda dan memakan camilan yang sudah di bawa oleh Trio I inilah hal terindah di pesantren ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Putri As Sauqy
aq kk aneh aja ya dengan ceritanya
kk boleh berduaan mereka sedangkan masih di lingkungan pesantren meskipun ta'aruf kan harus ada org 3 yg menemani
2021-08-21
2
N Hayati
kalau disuruh kerja kapan belajarnya
2021-06-18
0
.
masak kangkung campur cabe warna ijo utuh udah kayak bikin jebakan aja 🤣
2021-06-14
0