Kulihat ketiga teman baruku yang ku beri julukan trio I melangkah ke belakang Asrama terdapat rak sabun berjejer bertuliskan kamar masing masing mereka menuju rak bertuliskan B3 dan baru ku tau fungsi dari nama di gayungku ternyata tempat rak di setiap kamar jadi satu pantas saja gayung dan peralatan mandiku di beri nama.
"Uqi nanti kalau udah selesai mandi, sabunnya di taruh sini ya ." Jelas Imel
"Oke mbak .." Jawabku singkat
"Jangan panggil mbak donk kita kan seumuran panggil nama aja" Pinta Imel
"Oke siap .."
Kami kembali melangkah menuju kamar mandi yang hanya di sekat tembok dari tempat sabun ,
Aku tercengang melihat situasi dan kamar mandi yang berjajar .
*R**amai*...
Itu kata pertama yang pantas di sematkan kamar mandi berjajar yang ku hitung berisi 26 kamar mandi 13 di sisi kanan dan 13 di sisi kiri ku pegang tangan Imel,
"Imel kok ramai banget ..?" Tanyaku heran
"Namanya juga pondok Uqi jelas ramailah udah kmu di belakang kami liat cara kita nyari gantian kamar mandi " Ajak Imel
"Hello missi ada yang ngantri kagak " Teriak Icha sembari mengetuk pintu kamar mandi .
"Ada mbak orangnya lagi ngambil sabun " Jawab seseorang dari balik pintu .
"Tok tok missi ada yang ngantri kagak..?" Kali ini Ika yang beraksi
"Ada mbk" Sahut yang di dalam.
"Woi mana orangnya di depan pintu ini gk ada orang gak ada yang ngantri .." Teriak Ika
"Tadi ada mbak yang ngetuk pintu " Jelas yang di dalam.
"Elah gk ada udah habis lo mandi gua ganti .." Ika masih bersikekeh di depan pintu .
"Iya ." Jawaban singkat yang di dapat
"Yeach akhirnya ...." Ika kegirangan sembari mengepalkan tangan meninju ke atas ke bawah .
Aku masih termenung melihatnya .
'Ya ampun mau mandi aja sesulit ini mampukah aku bertahan' Batinku.
"Udah jangan heran ghitu di pesantren memang di ajarkan untuk bersabar dan ini salah satunya kamu harus bisa sabar mungkin awalnya berat tp lama lama kamu akan terbiasa " Petuah Imel dia memang yang paling bijak dan berfikiran dewasa diantara yang lain.
"Iya Imel mungkin aku belum terbiasa makanya rada kaget ." Jelasku sembari tersenyum.
"Eh mel cari gantian lagi gih ini kalau cuma dapet satu kamar mandi bakal lama entar" Titah Ika
"Ok siap " Jawab Imel dia melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Ika dan Icha ,
"Uqi sini.." Icha berteriak dari depan toilet paling ujung aku berjalan menghampirinya .
"Setelah mbk di dalem ini kamu mandi dulu untuk hari ini kamu gak usah nyari antrian kamar mandi biar aku yang nyari tp besok besok kita nyari bareng bareng ya .." Ucap Icha yang membuatku semakin yakin untuk tetap bertahan di pesantren mereka sungguh baik.
"Iya makasih ya Icha.."
"Dalam persahabatan tidak ada kata terima kasih di sini kita sama sama berjuang cari ilmu tanpa di dampingi keluarga makanya kita harus berpangku tangan dalam setiap keadaan " Kali ini aku setuju dengan ucapan Icha biarpun dia suka bercanda tapi ternyata dia bisa ngomong serius juga.
"Makasih udah jadiin aku sahabat kalian aku beruntung." Ucapku sembari memeluk Icha,
"Udah ah kenapa jadi kayak teletubis ghini udah aku mau nyari antrian yang lain nanti kalau ada yang mau ganti bilang aja , Ada orangnya lagi ambil sabun mandi "
Tanpa banyak tanya aku langsung mengiyakannya.
Setelah drama di kamar mandi tadi kami berkumpul di mushollah untuk menunaikan ibadah sholat asyar.
Setelah sholat asyar trio I mengajakku bersantai di kamar dan berkenalan dengan anggota kamar yang lain .
Dalam satu kamar terdapat 12 orang setiap asrama memiliki 8 ruangan dan memiliki 26 kamar mandi di belakang asrama masing masing.
Tak terasa pujian sebelum adzan maghrib berlantun .
"Uqi ayo ke mushollah siap siap ini udah mau maghrib" Ajak Imel
Ku ambil seperangkat sholat dan bergabung dengan trio i ,
Kami berjalan beriringan menuju mushollah yang terletak di sebelah asrama dan terdapat Aula di depan mushollah setelah sholat kami berkumpul dan mengaji.
"Imel itu siapa ..?" Tanya seseorang yang di panggil ustdzah oleh anak santri yang lain sepertinya itu guru mengaji .
"Ini santri baru ustdzah namanya Uqi "Jawab Imel sembari mengenalkanku.
"Ohh anak baru Uqi sini di tes dulu ya ngajinya " Titah ustadzah .
"Perkenalkan nama saya Nila biasanya santri di sini manggil saya ustdzah Nila" Ustdzah Nila memperkenalkan diri
"Saya Uqi ustdzah.." Jawabku singkat dan kucium punggung tangannya, Dia hanya tersenyum menanggapi.
"A'udubillahiminassyaithoonirrojiim
bismillahirrohmaanirrohiiim
'Ammmaa yatasaa alunn
'aninnabail adhim..." Kulantunkan satu surat di juz 30 untung aku pernah belajar ngaji waktu di rumah dulu jadi aku gak kesulitan untuk membaca al-qur'an.
"Alhamdulillah ngajinya udah bagus kamu bisa bergabung dengan Imel dan yang lain" Jelas ustdzah kami terus mengaji sampai suara adzan isya' berkumandang .
Selepas sholat isya' trio I dan yang lain sedang mengikuti kursus dan belajar bareng karena aku gak sekolah formal maka aku hanya diam di kamar di temani mbk Imah .
Di kamar ini cuma aku dan mbak Imah yang sudah lulus sekolah .
"Gimana Uqi betah di sini..?" Tanya mbk ima
"Alhamdulillah sejauh ini iya mbak anaknya ramah ramah .." Jawabku.
"Alhamdulillah jika ada yang tidak bekenan atau ada masalah Uqi ngomong aja sama mbak "
"Iya mbak"
Tak terasa malam semakin larut kami tidur berjejer beralaskan kasur lantai tipis, Sempit, Sumpek, Itu yang kurasakan .
Tak terasa air mataku mengalir aku rindu kamarku rindu kumpul keluarga ngobrol dan bercanda bareng mereka , Kangen suasana rumah perasaan rindu ini tiba tiba menyeruak sampai sesenggukan aku di buatnya.
"Uqi nangis..?"Suara Imel mengejutkanku ,
Sepertinya dia terbangun karena terganggu dengan guncangan tubuhku juga suara lirih tangisanku kebetulan Imel tidur di sampingku .
"Maaf Imel aku membangunkanmu ya ..?" Tanyaku penuh rasa bersalah.
"Gak papa kok dulu aku juga ghitu kamu pasti kangen rumah ya..?" Dia balik bertanya yang ku jawab dengan anggukan .
"Sabar Uqi lama lama kamu akan terbiasa besok aku akan memintakan air ajaib untukmu " Lanjutnya.
"Air ajaib ..? Air apa itu Imel..?" Tanyaku sembari mengernyitkan dahi karena memang baru kali ini aku mendengar ada air ajaib.
"Itu air yang di beri do'a biasanya di khususkan untuk anak santri baru yang gak betah di pesantren atau mereka yang selalu merindukan rumah " Jelasnya
"Ohh ghitu ya .."
"Iya udah kamu istirahat aja besok biar gk telat jamaah sholat subuh". Saran Imel
"Iya makasih sarannya ."
"Hemm .. Gak papa santai aja kita kan sahabat."
Aku hanya tersenyum menanggapinya dan tanpa terasa akupun mulai tertidur....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Gina Savitri
Perasaan uqi pas sholat shubuh masih halangan, masa tiba di pesantren tau2 udah ikut sholat 🤔
2022-04-16
0
Risa Istifa
alkhamdulillah itu ada kasurnya ..kalau waktu sy dulu alasnya cuma karpet ,tp alkmdlh betah juga 🤗
2022-02-22
0
Bunda Biran
Alhamdulillah aku dah merasakan Indahnya Mondok 🤗🥰
2022-02-04
0