Seorang laki laki tampan yang pernah aku lihat saat pertama kali aku masuk pesantren.
"Sepertinya ada anggota baru ?" tanya Ustad itu melihatku.
Reflek aku berdiri ,
"Saya ustad..." jawabku gugup.
"Perkenalkan namamu !" titahnya
Aku hendak berjalan maju tapi tanganku di tahan Titin, "udah disini aja" itu sarannya.
"Perkenalkan Ustad nama saya Aisyatus sauqillah biasanya saya di panggil Uqi ." Dengan gugup ku perkenalkan lagi diriku ,
"Duduklah !" perintahnya lagi.
Usai sekolah aku kembali kekamar menunggu adzan dzuhur berkumandang, saat aku pulang Trio I dan anggota kamar yang sekolah lainnya belum pulang sepi suasana seperti ini membuatku ingin menangis.
"Uqi kangen rumah dan keluarga ya ?" Entah sejak kapan mbak Imah ada di kamar ini aku sungguh tak menyadarinya pasalnya tadi aku sendirian di kamar.
"Eh ... hehehe iya mbak "Jawabku agak malu pasalnya udah segede ini masih cengeng juga.
"Nanti selepas sholat Uqi ikut mbak ya !" pintanya
"Kemana mbk ?" tanyaku penasaran.
"Kita ke ndalem aku akan memintakan Air ajaib untukmu ..." jelasnya.
"Oh itu ... Imel semalem juga cerita tentang air itu ..."
"Iya Imel sudah menceritakan semuanya tadi pagi ..." jelas mbk Imah
'Ya allah benarkah aku malu' batinku .
"Kenapa pipimu bersemu merah kamu malu ya ?" Tebak mbak Imah melihat semburat merah di pipiku ,
"Gak perlu malu semua santri baru di sini juga gitu kok, itu hal yang wajar jangan di sembunyikan ceritakanlah agar kamu gak punya beban tinggal di sini satu lagi jangan pernah ngelamùn di dalam pesantren gak baik " Petuah mbk Imah, sebagai ketua kamar aku akui dia memang yang terbaik selain itu dia juga pengertian.
"Iya mbak ," jawabku singkat.
Tak terasa Adzan dzuhur berkumandang kami bergegas pergi ke mushollah .
Sesuai ucapan mbak Imah usai sholat kami pergi ke ndalem Yai ke tempat awal dulu aku masuk kesini .
Tok ..tok ..tok
"Assalamualaikum Yai ..." Mbk Imah mengetuk pintu sembari mengucapkan salam.
"Waalaikum salam ..." Sahut seseorang dari dalam, yang membuka pintu seorang gadis mungkin usianya sekitar 16 tahunan .
"Oh mbk Imah masuk mbak ..." ucapnya lagi
"Neng Syafa Abah Yai ada ?" tanya mbk Imah
"Oh ... Abah ada Mbak di dalem bentar ya aku panggilin..." Jawabnya sopan sembari tersenyum.
"Mbak dia siapa ?" tanyaku yang dari tadi penasaran .
"Dia putri Abah Yai Uqi ..." jelas mbak Ima
"Cantik ya Mbak sopan lagi ..." ujarku jujur, dia memang gadis yang cantik sopan dan ramah sepertinya tidak sombong meskipun anak seorang Yai .
"Ini belum seberapa kalau kamu tau anak Abah yang laki laki Kakaknya Syafa kamu pasti bakal lebih kagum lagi ." Kita mulai bergosip
"Emang kagum krnapa mbak ?" tanyaku polos.
Mbak Imah belum sempat menjawab pertanyaanku Abah sudah datang .
"Ada apa Imah ?" tanya Abah Yai .
" Ini bah Uqi kangen rumah sama keluarganya " jelas Mbak Imah,
Tanpa sahutan Yai mengambil Aqua gelas yang ada di depan kami kemudian beliau mengucapkan do'a samar samar aku dengar do'a yang di ucapkannya berbahasa Arab yang jelas aku gak ngerti maksudnya,
"Minumlah Nak !" Perintah Abah Yai seraya menyodorka Aqua gelas yang telah di beri do'a tadi .
Tanpa menjawab ucapannya aku langsung meneguk habis air di dalamnya.
"Ya sudah Uqi kembalilah ke pondok Nak banyak banyak Istighfar jangan sampai ngelamun Nak !" Permintaan mengandung saran itu terlontar yang ku tanggapi dengan anggukan.
"Iya Yai " jawabku.
Kemudian Kami keluar dan masuk gerbang putih,
"Uqi kamu balik ke kamar aja dulu istirahat Mbak mau ke ndalem bersih bersih." ucap mbk Ima, yang aku ketahui mbak Imah seorang haddam yang bertugas membersihkan Ndalem juga terkadang membantu di Kantor pondok.
"Oke Mbak ... makasih ya yang tadi"
"Iya ... Yasudah cepat balik ke kamar istirahat sana." sela mbak Imah
Waktu bergulir begitu cepat setelah meminum Air dari Abah Yai aku sudah tak begitu merindukan rumah dan keluargaku benar benar ajaib sama seperti yang di bilang Imel.
Jam berganti Hari, Hari berganti minggu dan Minggu berganti bulan tak terasa sudah 4 bulan aku menjadi santri di sini .
"Uqi ikut mbak ayuk ." Ajak mbak Imah saat aku siap siap hendak tidur siang setelah sholat dzuhur, karena aku anak salaf kegiatanku tak sepadat anak anak yang sekolah Formal setelah sholat dzuhur aku tidak punya kegiatan, kegiatanku di mulai lagi setelah sholat Maghrib.
"Putra Abah Yai mau pulang, Jadi aku dapat tugas membersihkan rumahnya ..." jelas mbk Imah.
"Anak Abah yang pernah Mbak Imah bilang itu ?" Aku masih ingat anak laki laki Kakaknya Syafa yang pernah Mbak Imah ceritakan meskipun cuma sebatas tau kalau Abah Yai punya Putra.
"Iya Ibu Nyai menyuruhku mengajak teman untuk membersihkan ndalem Mas Zham ." jelasnya lagi
'Oh namanya mas Zham ' batinku.
"Ayo Uqi" Ajak mbak Imah menarik tangan ku menutut untuk mengikutinyan.
Kami masuk ke rumah besar bertingkat yang terlihat baru selesai di bangun rumah yang pertama aku lihat dulu tepatnya di sebelah kelas anak anak salaf, dengan membawa peralatan bersih bersih kami mulai membersihkan setiap sudut ruangan.
"Uqi mbak kebelet ini. aku tinggal bentar ya ke toilet ..." Pinta mbak Imah dengan ekspresi seperti menahan sesuatu.
"Mbak jangan lama lama aku takut sendirian di sini ." Rengekku dengan ekspresi memelas .
"Bentaran Uqi mbak mau ke toilet di sebelah kelas kita deket kok ." ucapnya lagi
Di kelas tempatku sekolah biasanya memang terdapat toilet khusus sekolahan.
"Iya deh ."
"Oh ya kamu bersihin di kamar itu ya semuanya udah bersih tinggal ruangan itu aja belum ." Titah mbk Ima seraya menunjuk ruangan yang masih tertutup.
"Iya mbk ..." Jawabku sembari melangkah menuju ruangan yang di maksud mbak Ima.
Sederhana namun terkesan nyaman dengan interior berwarna Putih dan Cream terlihat adem di mata di sini terdapat kasur berukuran king size berwarna silver, lemari yang cukup besar, sebuah pintu kaca besar menuju ke balkon kamar ini memang terletak di lantai dua terlihat satu kursi santai dan satu meja di sebelahnya di dalam juga terdapat TV led yang tertempel di depan kasur juga meja lampu tidur di sisi kanan dan kiri juga terdapat meja yang mirip meja belajar berisi berbagai buku, sungguh kamar yang indah di kamar ini juga ada kamar mandinya .
Aku mulai membersihkan setiap sudut ruangan menyapu mengepel dan mengelap setiap sudut , 'Sekarang tinggal kamar mandi' gumamku dalam hati .
Ku bersihkan setiap sudut ruangan kamar mandi saking khusuknya aku tak memperhatikan apapun hingga saat aku keluar dari kamar mandi tampaklah seorang laki laki tinggi putih tampan memakai jas kerja ala kantoran dengan menenteng tas kerja.
Kami terpaku sejenak saling menatap aku yang heran dengannya karena penampilannya berbeda dengan santri putra biasanya dan dia balik menatapku entah apa yang ada di fikirannya.
"Kamu siapa ?" Dia bertanya dengan mengernyitkan dahi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Risa Istifa
jd teringat pas waktu awal datang ,langsung piket ,malah dpt kejutan 🤗
2022-02-22
0
Salmaeuyy
semangat terus kak
2021-05-09
4
Nur Wijaya
asyiik....
2021-04-05
1