Calon Istri

'Bug'

Akupun terjatuh tak mampu menopang badan dan kepalaku yang terasa sakit.

"Uqi kamu kenapa ?" Mas Zham berlari kearah Uqi menopang kepala menepuk pipi Uqi pelan penuh kecemasan,tanpa memperdulikan sekitarnya Mas zham membopong tubuh lemah Uqi menuju klinik pesantren di dalam pesantren memang terdapat klinik khusus untuk santri

"Usman tolong periksa gadis ini !"teriak Mas Zham yang baru masuk keruang klinik

Usman adalah teman sekaligus dokter jaga di pesantren ini dia juga seorang dokter di rumah sakit dan ada di pesantren di waktu dan keadaan tertentu, kebetulan saat ini dokter Usman sedang berada di klinik biasanya yang selalu stand by perawat yang notabenya lulusan pesantren ini dia memang mengabdi di sini.

"Dia siapa Zham ?" tanya dokter Usman mengernyitkan dahi penasaran dengan gadis yang dibawanya .

"Jangan banyak tanya periksa saja dia tadi pingsan pas di kelas !"

Tanpa menjawab dokter usman mengeluarkan stetoskop untuk memeriksa detak jantung, dia mulai membuka kancing teratas baju Uqi.

"Tunggu apa yang mau kamu lakukan ?

Kenapa harus buka kancing bajunya segala .?

Jangan sentuh dia !" Hardik Mas Zham penuh amarah

Dokter Usman sejenak melongo melihat tingkah dan ucapan Mas Zham tapi sedetik kemuadian dia mulai sadar.

"Hey Muhammad Ilzham mubarok Putra Abah Yai kalau aku gak buka kancing baju ini dan kalau aku gak pegang ni hareem gimana caranya aku meriksan keaadaannya ? Astaghfirullah ..." ucap dokter Usman penuh penekanan.

"Kamu bisa suruh tuh perawat kan buat meriksanya " Mas Zham masih tidak terima jika gadis pujaan hatinya di sentuh oleh yang lain .

Ingat anak Yai juga manusia dengan segala kekurangannya.

"Ya ampun terserah kaulah Zham ..." Menyerah sudah berdebat dengan Ilzham memang tidak akan pernah menang .

Perawat yang sedari tadi diam kini berjalan mendekat mengambil alih stetoskop dari tangan dokter Usman.

"Usman jangan liat dia !" Mas Zham tiba tiba bersuara karena Usman yang masih setia melihat Uqi yang terbaring lemah di bankar klinik.

"Zham lama lama aku tinggal juga ni pasien , Kamu obati aja sendiri !" dokter Usman mulai jengah melihat tingkah Ilzham

"Idemu bagus juga besok aku bakal mulai kuliah kedokteran dan setelah lulus akan aku ganti posisimu di pesantren ataupun di rumah sakit ." ucap Ilzham dengan entengnya

"Astaghfirullah bener bener ni orang " ucap dokter Usman geleng geleng kepala .

Setelah di periksa dan perawat memberitahukan keadaan Uqi ke dokter Usman mereka duduk di sisi bankar saling berhadapan dengan meja sebagai penghalang juga satir penghalang antara ruang dokter dan pemeriksaan tempat Uqi di periksa.

"Bagaimana keadaannya ? Dia sakit apa ?" Mas Zham langsung membrondongi dokter Usman dengan berbagai pertanyaan .

"Satu satu tanyanya Zham !"

"Udah cepetan jelasin " ucap Mas Zham tidak sabar

"Dia hanya kecapek'an tensi darahnya juga rendah jadi dia butuh istirahat yang cukup dan makanan yang bisa menambah tensi darah" jelas dokter Usman.

" Tidak ada yang menghawatikan dari dia, kan ?" selidik Mas Zham yang masih belum puas dengan penjelasan dokter Usman.

"Gak ada Zham dia hanya kecapek'an untuk sementara dia di rawat di sini dulu sampai infusnya habis ." Saran dokter Usman di klinik ini juga ada ruang rawat inap bagi santri yang memerlukannya .

"Dia sudah aku pindahkan ke ruang rawat inap bersama santri yang lain." jelas dokter usman

" Baiklah ." Mas Zham hendak berdiri meninggalkan dokter Usman tapi sebelum itu

"Zham dia siapa kamu.?" Dokter Usman mencegah kepergian Mas Zham dengan pertanyaan yang dari awal berkecampuk di fikirannya.

"Calon Istriku " Mas Zham menjawab dengan langsung berdiri melenggang pergi menuju ruang rawat inap dimana Uqi berada.

"Kebiasaan tu anak akukan belum selesai ngomong." Gerutu dokter Usman .

Di ruang rawat inap ....

Uqi masih setia menutup matanya Mas Zham hanya memandang dari balik jendela

"Mbak bisa minta tolong panggilkan Mbak Imah di Asrama B3 ." Mas Zham menghentikan santri yang kebetulan lewat .

"Iya Mas Zham " jawab santri itu dengan sedikit menundukkan kepala tanda tawaddu'.

'Semoga kamu lekas sehat kembali Uqi ' Batin Mas Zham yang masih setia menatap lekat Uqi.

Setelah lumayan lama diam mematung di balik jendela hingga suara Mbak Imah mengejutkannya.

" Mas Zham ada apa panggil saya kesini .?" Suara Mbak Imah mengejutkan Mas Zham yang masih asyik memandang Uqi.

" Imah kamu jaga Uqi !" titahnya

"Loh Uqi kenap Mas Zham?" tanya Imah yang memamg masih belum mengetauhi keadaan Uqi.

"Dia pingsan ... saya pergi dulu ." Tanpa menunggu jawaban Imah Mas Zham pergi meninggalkannya.

"Uqi ..."Panggil Mbak Imah lirih sembari mendekat ke bankar tempat Uqi terbaring.

Ilzham pergi mengambil kitab di kelas dan meminta guru lain menggantikannya dengan sedikit terburu buru dia mengambil kunci mobil pergi meninggalkan pesantren.

Sedangakan di Klinik Uqi masih setia menutup mata hingga Adzan dzuhur berkumandang Mbak Imah meninggalkan Uqi sejenak untuk menjalankan sholat dzuhur .

Usai sholat Mbak Imah kembali menjaga Uqi yang mulai membuka matanya perlahan .

Orang pertama yang dilihat adalah Mbak Imah .

"Mbak Uqi dimana ?" tanya Uqi menerawang melihat sekitar

" Kamu di Klinik pesantren Uqi ..."

"Ohh Mbak kepalaku kok masih pusing ya ?" tanya Uqi polos .

"Sabar Uqi namanya juga masih sakit ."

Hening

" Assalamualaikum ..." ucap Mas Zham masuk mendekati brankar Uqi.

"Mas Zham ..." reflek Uqi

"Ini makanlah dulu setelah itu minum obatmu biar sakitnya reda." titah Mas Zham menyodorkan kresek warna hitam dan menaruh keresek warna putih di nakas

"Imah ambilkan dua piring dan sendok di Kantin Klinik ."titahnya lagi

Tanpa menjawab Mbak Imah melangkah pergi kebetulan di ruangan rawat klinik hanya ada dua orang Uqi dan satu santri lain tempat Uqi berbaring di sebelah jendela dekat pintu antara pasien satu dan yang lain hanya di batasi tirai .

Mas Zham langsung duduk di sebelah Uqi hening tak ada yang bersuara sampai Mbak Imah datang dengan piring dan sendok di tangannya

"Mas Zham ini piring dan sendoknya." Mbak Imah menyodorkan piring yang dia bawa

"Ini kamu makanlah di luar !"Mas Zham memberikan satu bungkus yang isinya sate serta nasi .

"Eh ... tapi Mas Uqi bagaimana ?"

" Uqi biar aku yang mengurus, kamu makan dulu nanti kalau sudah kamu balik lagi ke sini jaga Uqi" jelasnya

"Menunggu orang sakit itu juga butuh tenaga." sambungnya

Setelah kepergian Imah Mas Zham mengeluarkan satu bungkus sate dan nasi juga mengeluarkan susu kotak ukuran sedang dan air putih dari kantong keresek warna putih.

"Uqi kamu bisa duduk ?" Cicitnya

"Eh ... bi~bisa Mas Zham" jawab Uqi gugup .

Setelah duduk Mas Zham hendak menyuapi tapi terhenti karena ucapan Uqi

"Say~saya bisa makan sendiri ."

" Diam dan buka mulutmu .!" Seperti biasa Mas Zham benci penolakan dengan sedikit menunduk Uqi menerima suapan dari Mas Zham .

"Pahit " lirih Uqi

"Pahit ?" Mas Zaham mengulangi Ucapan Uqi mengernyitkan dahi tanpa di duga Mas Zham mencicipi makanan yang dia suapkan tadi reflek Uqi menoleh .

'Hah ... Dia makan dengan sendok bekasku barusan bukankah itu berarti ciuamn tak langsung' batin Uqi.

Terpopuler

Comments

bung@ter@t@i

bung@ter@t@i

kak kok aku rasa terlalu berlebihan y perlakuan mas zham ,gmna kata santri Laen secara ngobrol aj SM lawan jenis gak boleh plgi nyiapin 🤔🤔

2023-01-08

0

Putri As Sauqy

Putri As Sauqy

maap ya
aq berhenti ajalah membaca ini novel
karna novelnya tdk mencerminkan kalau di lingkungan pesantren dan tdk ada bedanya santri dg yg tidak santri, maap ya Thor,
dan sy tdk suka dg peran zam nisini,
masih ta'aruf aja suka semena"

2021-08-21

0

sahabat syurga

sahabat syurga

jgn biarkan berduaan di satu ruangan krn yg ke 3 setan...aneh kok ada anak kiai mau berduaan dg yg bkn mahromnya..
aku krg suka peran zham dsni sm dg org biasa yg kurang ilmu agama thor..shrusnya peran zham kyak di novel ANA UHIBBUKA FILLAH USTADZ...dstu mncerminkan ank kiai bner...ya mskipun di dunia nyata emg ada sbgian kcil kyak zham tp jgn lah di jdikan cntoh tuk di buat novel...

2021-04-03

14

lihat semua
Episodes
1 prolog
2 Tak bisa lagi menolak
3 Ragu namun harus tetap maju
4 Memilih kamar
5 Hari pertama di Pesantren
6 Bertemu sahabat baru
7 Awal Sekolah
8 Air ajaib
9 Awal bertemu
10 Nasi goreng buatan Uqi
11 Bertemu dia lagi
12 Kunjungan pertama
13 Permintaan Ta'arruf
14 Misi pendekatan
15 Ungkapan hati sang ustad
16 Cemburu
17 Calon Istri
18 Pulang
19 Menikah .???
20 Rencana Kembalinya Rifki
21 Permintaan Rifki
22 Kedatangan Mas Zham
23 Makan Bersama
24 Bayang bayang Rifki
25 Usaha Mas Zham
26 Kembali Ke Pesantren
27 Larang berdandan ke Sekolah
28 Mas Zham pamit pergi
29 Surat pertama Mas Zham
30 Menjemput Mas Zham
31 Pertunangan sepupu Mas Zham
32 Syafa yang manja
33 Uqi ketiduran
34 Traktiran baju
35 Salah peluk
36 Hati yang bimbang
37 Gosip Receh
38 Menggoda
39 Menjemput Syafa
40 Kemarahan Mas Zham
41 Kemarahan Mas Zham 2
42 Di abaikan
43 Minta Maaf
44 Keanehan keluarga Uqi
45 Pertunangan
46 Sayang
47 Usaha Rifki 1
48 Usaha Rifki 2
49 Ajakan Nikah
50 Makan siang bersama
51 Mas Zham bucin
52 Syafa dan Rifki.
53 Rencana pernikahan
54 Alasan Uqi
55 Penjelasan
56 Kembali Ke Pesantren
57 Perjalanan ke butik
58 Kejadian di Butik
59 Kenyataan Hubungan Rifki
60 Hari pernikahan.
61 Pesanan Kak Arif
62 Sport Jantung.
63 Pelukan hangat
64 Semakin Manja
65 Sayang
66 Aku Suamimu
67 Restu Zham
68 Foto Mantan
69 Kedatangan Zahwa
70 Dia milikku
71 Posesif
72 Merayu
73 Sepiring Berdua
74 Salah sangka
75 Pacar Halal
76 Meredakan Emosi
77 Harapan Umma
78 Pesanan Umma
79 Kepergok Umma
80 Mengaji bersama Mas Zham 1
81 Mengaji bareng Mas Zham 2
82 Sekotak Martabak
83 Kedatangan Ibu 1
84 Tangis Uqi
85 Nasehat Mbak Imah
86 Memulai Recana
87 Ungkapan Hati Uqi.
88 Ketemu Zahwa
89 Menangani Zahwa
90 Siap-Siap Izin Pulang
91 Pulang Ke Rumah
92 Gagal
93 Menahannya Lagi
94 Malam Yang Indah
95 Lagi??
96 Pertunangan Kak Arif
97 Kakak Sengklek
98 Menjemput Mbak Imah
99 Penjelasan Kepergian Rifki
100 Sayang
101 Surga Dunia
102 Mual
103 Zham khawatir
104 Kandungan Lemah
105 Makanan Penguat Janin
106 Efek kehamilan
107 Minta Di suapi
108 Semakin Bucin
109 Demi Semangkok Bakso
110 Kecewa
111 Bertemu Fia
112 Kedatangan Fia
113 Isi Hati Fia
114 Isi Hati Syafa
115 Gara-gara Nasi goreng
116 Main Ke Asrama
117 Cerita Tentang Bumil
118 Pertanyaan Konyol
119 Jambu Air
120 Jangan bahas nyawa lagi!
121 Kelepasan
122 Bertemu Teman Masa Kecil
123 Hanya Kamu
124 Makn Bersama Keluarga Uqi
125 Efek Makan Sate
126 Periksa Ke Dokter
127 Keinginan yang harus terkabul
128 Larangan-Larangan Mas Zham
129 Sawah Mas Zham
130 Cerita Mas Zham 1
131 Cerita Mas Zham 2
132 Banyak Anak banyak Rezeki
133 Kakak Jones
134 Pulang ke rumah Mas Zham
135 Siap-Siap ikut ujian
136 Kembali Sekolah
137 Pamit
138 Makan Di Kantin
139 Kak Imah Mulai Kepo
140 Kedatangan Kak Arif
141 Kak Arif dan Kak Imah
142 Semangat Untuk Kak Arif
143 Hukuman
144 Visual
145 Are you okey?
146 Menggoda Suami
147 Sifat Kejam Mas Zham
148 Cuek
149 Curhat
150 Menyadari Kesalahan
151 Sebungkus mie goreng
152 Pengakuan Uqi
153 Rencana Resepsi
154 Ngidam martabak
155 Curhatan Syafa
156 Kenapa Harus Ketemu Dia?
157 Fitting bareng Mantan
158 Resepsi Pernikahan mantan
159 Persiapan Haflah
160 Izin Menginap Di Asrama
161 Love you to Mas Zham
162 Pentas Seni
163 Rindu Pelukanmu
164 Kelakuan si Bucin
165 Bazar
166 Meyakinkan Syafa
167 Ketemu Zahwa dan Umiknya
168 Menjaga Suami dari pelakor
169 Terima Kasih Mas
170 Maaf Mas Kelepasan
171 Cari Menantu Baru
172 Ternyata Cuma Teman Kuliah
173 Makan Bakso
174 Lukisan indah buatan Mas Zham
175 Cerita Arif Dan Imah
176 Polos tapi bunting
177 Syarat Dapat Izin
178 Gagal Menggoda Mas Zham
179 Mengganggu Kak Arif
180 Menjalankan Syarat ke tiga
181 Harimau Betina
182 Jalan-Jalan Ke Mall 1
183 Jalan-jalan Ke Mall 2
184 Ngidam Soto 1
185 Ngidam soto 2
186 Lebih Suka Sepiring Berdua
187 Mengantar Kak Imah Pulang
188 Rencana Kejutan Untuk Mas Zham
189 Ke Kantor Mas Zham
190 Kejutan Tak Terduga
191 Diamnya Uqi
192 Dimana Uqi?
193 Ketemu Tapi Tak Bisa Bertemu
194 Kedatangan Laura
195 Menjemput Uqi
196 Kembali Pulang.
197 Penjelasan Mas Zham
198 Makan Bersama Laura
199 Penjelasan Mas Zham.
200 Sarapan Di Tepi jalan
201 Bertemu Om dan Tante Lauren
202 Pertemuan Laura dan Tante Lauren
203 -1 Hari H
204 Alumni Lucu
205 Kebahagiaan Uqi
206 Kedatangan Rifki ke pesta
207 Janji Rifki
208 Arif Dan Imah
209 Pesta Resepsi telah Usai
210 Rencana Ke Pantai
211 Kamu Spesial Bagiku Uqi
212 Mas Zham Terlihat Berbeda
213 Bulan Madu Setelah resepsi
214 Vila Milik Keluarga Zham
215 Sering Lapar
216 Dasar Suami Mesum
217 Tak Seindah Senyumanmu
218 Pasar Malam
219 Telfon dari Umma
220 Meninggalkan Villa
221 Mulai Merasa Sepi
222 Rasa Sepi
223 Belajar Dewasa
224 Cemas
225 Rasa Syukur Mas Zham
226 Menanti kelahiran
227 Kontraksi
228 Panik
229 Lahiran
230 Bingung
231 The end
232 Pengumuman
233 Cerita Tentang Imah dan Arif.
234 Pengumuman penting!!!!
235 Gadis Pencuri Perhatian
236 Rencana yang Tertunda
237 Flashback Arif dan Fia part 1
238 Flashback Arif dan Fia part 2
239 Flashback Arif dan Fia part 3
240 Flasback Arif dan Fia part 4 (patah hati)
241 Flashback Arif dan Fia part 5
242 Flashback Arif dan Fia end
243 Semangat Yang Tak Pernah Luntur
244 Rencana Meminang Imah
245 Meminang Imah
246 Semangat Ibu Untuk Melamar
247 Penjelasan Ibu
248 Nasehat Sang Sahabat
249 Gadis Istimewa
250 Curahan hati author
251 Kabar Bahagia
252 Sikap Gila Arif
253 Makan Bareng Uqi
254 Semangat Arif Mencari Baju
255 Acara Pertunangan Arif
256 Momen Bertukar Cincin
257 Telfon Dari Arif
258 Bertemu Fia
259 Cerita Fia Dan Rifki
260 Meminta Izin
261 Pergi Ke Rumah Imah
262 Bakso Kuah Merah Membara
263 Oleh-oleh Dari Mama Silvi
264 Berbelanja Untuk Imah Dan Uqi
265 Do'a Berjodoh Dari Ibu
266 Ancaman Ampuh Mama Silvi
267 Mengantar Imah Ke Pesantren
268 Makan Bersama Calon Adek Ipar
269 Kunjungan Arif
270 Gara-gara Tikus
271 Malam Terakhir Sebelum Pulang
272 Drama Pulangan
273 Pulang Ke Rumah
274 Kiriman Dari Arif
275 Kepanikan Arif Yang Sia-sia
276 Rencana Pulang Ke Rumah
277 Kripik Untuk Bumil
278 Kasih Ibu Sepanjang Masa
279 Berkebun Bersama Camer
280 Makan bersama keluarga Imah.
281 Kegalauan Imah
282 Kebijaksanaan Imel
283 Hari Terakhir Di Pesantren part 1
284 Hari Terakhir Di Pesantren Part 2
285 Surprise Untuk Imah
286 Hari Kepulangan
287 Prosesi Akad Nikah
288 Resepsi Pernikahan part 1
289 Resepsi Pernikahan Part 2
290 Ibu Mertua Idaman
291 Pagi Yang Berbeda
292 Pengganggu Di Pagi Hari
293 Sore Yang Syahdu
294 Menerima Arif Ada Adanya
295 Berpisah untuk bertemu esok
296 Ketegaran Hati Maya
297 Resepsi Di Rumah Imah.
298 Sarapan Bersama Keluarga Imah
299 Perjalanan Ke Rumah Kak Anisah
300 Jalan-jalan ke rumah Anisah
301 Menu Yang Aneh Tapi Lezat
302 Pindah Ke Rumah Baru
303 End
Episodes

Updated 303 Episodes

1
prolog
2
Tak bisa lagi menolak
3
Ragu namun harus tetap maju
4
Memilih kamar
5
Hari pertama di Pesantren
6
Bertemu sahabat baru
7
Awal Sekolah
8
Air ajaib
9
Awal bertemu
10
Nasi goreng buatan Uqi
11
Bertemu dia lagi
12
Kunjungan pertama
13
Permintaan Ta'arruf
14
Misi pendekatan
15
Ungkapan hati sang ustad
16
Cemburu
17
Calon Istri
18
Pulang
19
Menikah .???
20
Rencana Kembalinya Rifki
21
Permintaan Rifki
22
Kedatangan Mas Zham
23
Makan Bersama
24
Bayang bayang Rifki
25
Usaha Mas Zham
26
Kembali Ke Pesantren
27
Larang berdandan ke Sekolah
28
Mas Zham pamit pergi
29
Surat pertama Mas Zham
30
Menjemput Mas Zham
31
Pertunangan sepupu Mas Zham
32
Syafa yang manja
33
Uqi ketiduran
34
Traktiran baju
35
Salah peluk
36
Hati yang bimbang
37
Gosip Receh
38
Menggoda
39
Menjemput Syafa
40
Kemarahan Mas Zham
41
Kemarahan Mas Zham 2
42
Di abaikan
43
Minta Maaf
44
Keanehan keluarga Uqi
45
Pertunangan
46
Sayang
47
Usaha Rifki 1
48
Usaha Rifki 2
49
Ajakan Nikah
50
Makan siang bersama
51
Mas Zham bucin
52
Syafa dan Rifki.
53
Rencana pernikahan
54
Alasan Uqi
55
Penjelasan
56
Kembali Ke Pesantren
57
Perjalanan ke butik
58
Kejadian di Butik
59
Kenyataan Hubungan Rifki
60
Hari pernikahan.
61
Pesanan Kak Arif
62
Sport Jantung.
63
Pelukan hangat
64
Semakin Manja
65
Sayang
66
Aku Suamimu
67
Restu Zham
68
Foto Mantan
69
Kedatangan Zahwa
70
Dia milikku
71
Posesif
72
Merayu
73
Sepiring Berdua
74
Salah sangka
75
Pacar Halal
76
Meredakan Emosi
77
Harapan Umma
78
Pesanan Umma
79
Kepergok Umma
80
Mengaji bersama Mas Zham 1
81
Mengaji bareng Mas Zham 2
82
Sekotak Martabak
83
Kedatangan Ibu 1
84
Tangis Uqi
85
Nasehat Mbak Imah
86
Memulai Recana
87
Ungkapan Hati Uqi.
88
Ketemu Zahwa
89
Menangani Zahwa
90
Siap-Siap Izin Pulang
91
Pulang Ke Rumah
92
Gagal
93
Menahannya Lagi
94
Malam Yang Indah
95
Lagi??
96
Pertunangan Kak Arif
97
Kakak Sengklek
98
Menjemput Mbak Imah
99
Penjelasan Kepergian Rifki
100
Sayang
101
Surga Dunia
102
Mual
103
Zham khawatir
104
Kandungan Lemah
105
Makanan Penguat Janin
106
Efek kehamilan
107
Minta Di suapi
108
Semakin Bucin
109
Demi Semangkok Bakso
110
Kecewa
111
Bertemu Fia
112
Kedatangan Fia
113
Isi Hati Fia
114
Isi Hati Syafa
115
Gara-gara Nasi goreng
116
Main Ke Asrama
117
Cerita Tentang Bumil
118
Pertanyaan Konyol
119
Jambu Air
120
Jangan bahas nyawa lagi!
121
Kelepasan
122
Bertemu Teman Masa Kecil
123
Hanya Kamu
124
Makn Bersama Keluarga Uqi
125
Efek Makan Sate
126
Periksa Ke Dokter
127
Keinginan yang harus terkabul
128
Larangan-Larangan Mas Zham
129
Sawah Mas Zham
130
Cerita Mas Zham 1
131
Cerita Mas Zham 2
132
Banyak Anak banyak Rezeki
133
Kakak Jones
134
Pulang ke rumah Mas Zham
135
Siap-Siap ikut ujian
136
Kembali Sekolah
137
Pamit
138
Makan Di Kantin
139
Kak Imah Mulai Kepo
140
Kedatangan Kak Arif
141
Kak Arif dan Kak Imah
142
Semangat Untuk Kak Arif
143
Hukuman
144
Visual
145
Are you okey?
146
Menggoda Suami
147
Sifat Kejam Mas Zham
148
Cuek
149
Curhat
150
Menyadari Kesalahan
151
Sebungkus mie goreng
152
Pengakuan Uqi
153
Rencana Resepsi
154
Ngidam martabak
155
Curhatan Syafa
156
Kenapa Harus Ketemu Dia?
157
Fitting bareng Mantan
158
Resepsi Pernikahan mantan
159
Persiapan Haflah
160
Izin Menginap Di Asrama
161
Love you to Mas Zham
162
Pentas Seni
163
Rindu Pelukanmu
164
Kelakuan si Bucin
165
Bazar
166
Meyakinkan Syafa
167
Ketemu Zahwa dan Umiknya
168
Menjaga Suami dari pelakor
169
Terima Kasih Mas
170
Maaf Mas Kelepasan
171
Cari Menantu Baru
172
Ternyata Cuma Teman Kuliah
173
Makan Bakso
174
Lukisan indah buatan Mas Zham
175
Cerita Arif Dan Imah
176
Polos tapi bunting
177
Syarat Dapat Izin
178
Gagal Menggoda Mas Zham
179
Mengganggu Kak Arif
180
Menjalankan Syarat ke tiga
181
Harimau Betina
182
Jalan-Jalan Ke Mall 1
183
Jalan-jalan Ke Mall 2
184
Ngidam Soto 1
185
Ngidam soto 2
186
Lebih Suka Sepiring Berdua
187
Mengantar Kak Imah Pulang
188
Rencana Kejutan Untuk Mas Zham
189
Ke Kantor Mas Zham
190
Kejutan Tak Terduga
191
Diamnya Uqi
192
Dimana Uqi?
193
Ketemu Tapi Tak Bisa Bertemu
194
Kedatangan Laura
195
Menjemput Uqi
196
Kembali Pulang.
197
Penjelasan Mas Zham
198
Makan Bersama Laura
199
Penjelasan Mas Zham.
200
Sarapan Di Tepi jalan
201
Bertemu Om dan Tante Lauren
202
Pertemuan Laura dan Tante Lauren
203
-1 Hari H
204
Alumni Lucu
205
Kebahagiaan Uqi
206
Kedatangan Rifki ke pesta
207
Janji Rifki
208
Arif Dan Imah
209
Pesta Resepsi telah Usai
210
Rencana Ke Pantai
211
Kamu Spesial Bagiku Uqi
212
Mas Zham Terlihat Berbeda
213
Bulan Madu Setelah resepsi
214
Vila Milik Keluarga Zham
215
Sering Lapar
216
Dasar Suami Mesum
217
Tak Seindah Senyumanmu
218
Pasar Malam
219
Telfon dari Umma
220
Meninggalkan Villa
221
Mulai Merasa Sepi
222
Rasa Sepi
223
Belajar Dewasa
224
Cemas
225
Rasa Syukur Mas Zham
226
Menanti kelahiran
227
Kontraksi
228
Panik
229
Lahiran
230
Bingung
231
The end
232
Pengumuman
233
Cerita Tentang Imah dan Arif.
234
Pengumuman penting!!!!
235
Gadis Pencuri Perhatian
236
Rencana yang Tertunda
237
Flashback Arif dan Fia part 1
238
Flashback Arif dan Fia part 2
239
Flashback Arif dan Fia part 3
240
Flasback Arif dan Fia part 4 (patah hati)
241
Flashback Arif dan Fia part 5
242
Flashback Arif dan Fia end
243
Semangat Yang Tak Pernah Luntur
244
Rencana Meminang Imah
245
Meminang Imah
246
Semangat Ibu Untuk Melamar
247
Penjelasan Ibu
248
Nasehat Sang Sahabat
249
Gadis Istimewa
250
Curahan hati author
251
Kabar Bahagia
252
Sikap Gila Arif
253
Makan Bareng Uqi
254
Semangat Arif Mencari Baju
255
Acara Pertunangan Arif
256
Momen Bertukar Cincin
257
Telfon Dari Arif
258
Bertemu Fia
259
Cerita Fia Dan Rifki
260
Meminta Izin
261
Pergi Ke Rumah Imah
262
Bakso Kuah Merah Membara
263
Oleh-oleh Dari Mama Silvi
264
Berbelanja Untuk Imah Dan Uqi
265
Do'a Berjodoh Dari Ibu
266
Ancaman Ampuh Mama Silvi
267
Mengantar Imah Ke Pesantren
268
Makan Bersama Calon Adek Ipar
269
Kunjungan Arif
270
Gara-gara Tikus
271
Malam Terakhir Sebelum Pulang
272
Drama Pulangan
273
Pulang Ke Rumah
274
Kiriman Dari Arif
275
Kepanikan Arif Yang Sia-sia
276
Rencana Pulang Ke Rumah
277
Kripik Untuk Bumil
278
Kasih Ibu Sepanjang Masa
279
Berkebun Bersama Camer
280
Makan bersama keluarga Imah.
281
Kegalauan Imah
282
Kebijaksanaan Imel
283
Hari Terakhir Di Pesantren part 1
284
Hari Terakhir Di Pesantren Part 2
285
Surprise Untuk Imah
286
Hari Kepulangan
287
Prosesi Akad Nikah
288
Resepsi Pernikahan part 1
289
Resepsi Pernikahan Part 2
290
Ibu Mertua Idaman
291
Pagi Yang Berbeda
292
Pengganggu Di Pagi Hari
293
Sore Yang Syahdu
294
Menerima Arif Ada Adanya
295
Berpisah untuk bertemu esok
296
Ketegaran Hati Maya
297
Resepsi Di Rumah Imah.
298
Sarapan Bersama Keluarga Imah
299
Perjalanan Ke Rumah Kak Anisah
300
Jalan-jalan ke rumah Anisah
301
Menu Yang Aneh Tapi Lezat
302
Pindah Ke Rumah Baru
303
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!