'Bug'
Akupun terjatuh tak mampu menopang badan dan kepalaku yang terasa sakit.
"Uqi kamu kenapa ?" Mas Zham berlari kearah Uqi menopang kepala menepuk pipi Uqi pelan penuh kecemasan,tanpa memperdulikan sekitarnya Mas zham membopong tubuh lemah Uqi menuju klinik pesantren di dalam pesantren memang terdapat klinik khusus untuk santri
"Usman tolong periksa gadis ini !"teriak Mas Zham yang baru masuk keruang klinik
Usman adalah teman sekaligus dokter jaga di pesantren ini dia juga seorang dokter di rumah sakit dan ada di pesantren di waktu dan keadaan tertentu, kebetulan saat ini dokter Usman sedang berada di klinik biasanya yang selalu stand by perawat yang notabenya lulusan pesantren ini dia memang mengabdi di sini.
"Dia siapa Zham ?" tanya dokter Usman mengernyitkan dahi penasaran dengan gadis yang dibawanya .
"Jangan banyak tanya periksa saja dia tadi pingsan pas di kelas !"
Tanpa menjawab dokter usman mengeluarkan stetoskop untuk memeriksa detak jantung, dia mulai membuka kancing teratas baju Uqi.
"Tunggu apa yang mau kamu lakukan ?
Kenapa harus buka kancing bajunya segala .?
Jangan sentuh dia !" Hardik Mas Zham penuh amarah
Dokter Usman sejenak melongo melihat tingkah dan ucapan Mas Zham tapi sedetik kemuadian dia mulai sadar.
"Hey Muhammad Ilzham mubarok Putra Abah Yai kalau aku gak buka kancing baju ini dan kalau aku gak pegang ni hareem gimana caranya aku meriksan keaadaannya ? Astaghfirullah ..." ucap dokter Usman penuh penekanan.
"Kamu bisa suruh tuh perawat kan buat meriksanya " Mas Zham masih tidak terima jika gadis pujaan hatinya di sentuh oleh yang lain .
Ingat anak Yai juga manusia dengan segala kekurangannya.
"Ya ampun terserah kaulah Zham ..." Menyerah sudah berdebat dengan Ilzham memang tidak akan pernah menang .
Perawat yang sedari tadi diam kini berjalan mendekat mengambil alih stetoskop dari tangan dokter Usman.
"Usman jangan liat dia !" Mas Zham tiba tiba bersuara karena Usman yang masih setia melihat Uqi yang terbaring lemah di bankar klinik.
"Zham lama lama aku tinggal juga ni pasien , Kamu obati aja sendiri !" dokter Usman mulai jengah melihat tingkah Ilzham
"Idemu bagus juga besok aku bakal mulai kuliah kedokteran dan setelah lulus akan aku ganti posisimu di pesantren ataupun di rumah sakit ." ucap Ilzham dengan entengnya
"Astaghfirullah bener bener ni orang " ucap dokter Usman geleng geleng kepala .
Setelah di periksa dan perawat memberitahukan keadaan Uqi ke dokter Usman mereka duduk di sisi bankar saling berhadapan dengan meja sebagai penghalang juga satir penghalang antara ruang dokter dan pemeriksaan tempat Uqi di periksa.
"Bagaimana keadaannya ? Dia sakit apa ?" Mas Zham langsung membrondongi dokter Usman dengan berbagai pertanyaan .
"Satu satu tanyanya Zham !"
"Udah cepetan jelasin " ucap Mas Zham tidak sabar
"Dia hanya kecapek'an tensi darahnya juga rendah jadi dia butuh istirahat yang cukup dan makanan yang bisa menambah tensi darah" jelas dokter Usman.
" Tidak ada yang menghawatikan dari dia, kan ?" selidik Mas Zham yang masih belum puas dengan penjelasan dokter Usman.
"Gak ada Zham dia hanya kecapek'an untuk sementara dia di rawat di sini dulu sampai infusnya habis ." Saran dokter Usman di klinik ini juga ada ruang rawat inap bagi santri yang memerlukannya .
"Dia sudah aku pindahkan ke ruang rawat inap bersama santri yang lain." jelas dokter usman
" Baiklah ." Mas Zham hendak berdiri meninggalkan dokter Usman tapi sebelum itu
"Zham dia siapa kamu.?" Dokter Usman mencegah kepergian Mas Zham dengan pertanyaan yang dari awal berkecampuk di fikirannya.
"Calon Istriku " Mas Zham menjawab dengan langsung berdiri melenggang pergi menuju ruang rawat inap dimana Uqi berada.
"Kebiasaan tu anak akukan belum selesai ngomong." Gerutu dokter Usman .
Di ruang rawat inap ....
Uqi masih setia menutup matanya Mas Zham hanya memandang dari balik jendela
"Mbak bisa minta tolong panggilkan Mbak Imah di Asrama B3 ." Mas Zham menghentikan santri yang kebetulan lewat .
"Iya Mas Zham " jawab santri itu dengan sedikit menundukkan kepala tanda tawaddu'.
'Semoga kamu lekas sehat kembali Uqi ' Batin Mas Zham yang masih setia menatap lekat Uqi.
Setelah lumayan lama diam mematung di balik jendela hingga suara Mbak Imah mengejutkannya.
" Mas Zham ada apa panggil saya kesini .?" Suara Mbak Imah mengejutkan Mas Zham yang masih asyik memandang Uqi.
" Imah kamu jaga Uqi !" titahnya
"Loh Uqi kenap Mas Zham?" tanya Imah yang memamg masih belum mengetauhi keadaan Uqi.
"Dia pingsan ... saya pergi dulu ." Tanpa menunggu jawaban Imah Mas Zham pergi meninggalkannya.
"Uqi ..."Panggil Mbak Imah lirih sembari mendekat ke bankar tempat Uqi terbaring.
Ilzham pergi mengambil kitab di kelas dan meminta guru lain menggantikannya dengan sedikit terburu buru dia mengambil kunci mobil pergi meninggalkan pesantren.
Sedangakan di Klinik Uqi masih setia menutup mata hingga Adzan dzuhur berkumandang Mbak Imah meninggalkan Uqi sejenak untuk menjalankan sholat dzuhur .
Usai sholat Mbak Imah kembali menjaga Uqi yang mulai membuka matanya perlahan .
Orang pertama yang dilihat adalah Mbak Imah .
"Mbak Uqi dimana ?" tanya Uqi menerawang melihat sekitar
" Kamu di Klinik pesantren Uqi ..."
"Ohh Mbak kepalaku kok masih pusing ya ?" tanya Uqi polos .
"Sabar Uqi namanya juga masih sakit ."
Hening
" Assalamualaikum ..." ucap Mas Zham masuk mendekati brankar Uqi.
"Mas Zham ..." reflek Uqi
"Ini makanlah dulu setelah itu minum obatmu biar sakitnya reda." titah Mas Zham menyodorkan kresek warna hitam dan menaruh keresek warna putih di nakas
"Imah ambilkan dua piring dan sendok di Kantin Klinik ."titahnya lagi
Tanpa menjawab Mbak Imah melangkah pergi kebetulan di ruangan rawat klinik hanya ada dua orang Uqi dan satu santri lain tempat Uqi berbaring di sebelah jendela dekat pintu antara pasien satu dan yang lain hanya di batasi tirai .
Mas Zham langsung duduk di sebelah Uqi hening tak ada yang bersuara sampai Mbak Imah datang dengan piring dan sendok di tangannya
"Mas Zham ini piring dan sendoknya." Mbak Imah menyodorkan piring yang dia bawa
"Ini kamu makanlah di luar !"Mas Zham memberikan satu bungkus yang isinya sate serta nasi .
"Eh ... tapi Mas Uqi bagaimana ?"
" Uqi biar aku yang mengurus, kamu makan dulu nanti kalau sudah kamu balik lagi ke sini jaga Uqi" jelasnya
"Menunggu orang sakit itu juga butuh tenaga." sambungnya
Setelah kepergian Imah Mas Zham mengeluarkan satu bungkus sate dan nasi juga mengeluarkan susu kotak ukuran sedang dan air putih dari kantong keresek warna putih.
"Uqi kamu bisa duduk ?" Cicitnya
"Eh ... bi~bisa Mas Zham" jawab Uqi gugup .
Setelah duduk Mas Zham hendak menyuapi tapi terhenti karena ucapan Uqi
"Say~saya bisa makan sendiri ."
" Diam dan buka mulutmu .!" Seperti biasa Mas Zham benci penolakan dengan sedikit menunduk Uqi menerima suapan dari Mas Zham .
"Pahit " lirih Uqi
"Pahit ?" Mas Zaham mengulangi Ucapan Uqi mengernyitkan dahi tanpa di duga Mas Zham mencicipi makanan yang dia suapkan tadi reflek Uqi menoleh .
'Hah ... Dia makan dengan sendok bekasku barusan bukankah itu berarti ciuamn tak langsung' batin Uqi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
bung@ter@t@i
kak kok aku rasa terlalu berlebihan y perlakuan mas zham ,gmna kata santri Laen secara ngobrol aj SM lawan jenis gak boleh plgi nyiapin 🤔🤔
2023-01-08
0
Putri As Sauqy
maap ya
aq berhenti ajalah membaca ini novel
karna novelnya tdk mencerminkan kalau di lingkungan pesantren dan tdk ada bedanya santri dg yg tidak santri, maap ya Thor,
dan sy tdk suka dg peran zam nisini,
masih ta'aruf aja suka semena"
2021-08-21
0
sahabat syurga
jgn biarkan berduaan di satu ruangan krn yg ke 3 setan...aneh kok ada anak kiai mau berduaan dg yg bkn mahromnya..
aku krg suka peran zham dsni sm dg org biasa yg kurang ilmu agama thor..shrusnya peran zham kyak di novel ANA UHIBBUKA FILLAH USTADZ...dstu mncerminkan ank kiai bner...ya mskipun di dunia nyata emg ada sbgian kcil kyak zham tp jgn lah di jdikan cntoh tuk di buat novel...
2021-04-03
14