Sepucuk surat dari masa lalu

Dengan mata sembab, Anita keluar dari ruang ICU tempat sang suami berada. Sementara Zian masih setia menunggu di depan ruangan itu bersama Rama. Zian langsung menghampiri Anita yang terlihat begitu lelah.

"Aku akan mengantarmu pulang. Kau tenang saja, aku dan Rama yang akan menjaga Dimas di sini. Kemasi barang-barangmu. Kau dan ibu mertuamu akan tinggal di rumahku sampai Dimas sembuh."

Anita hanya dapat menundukkan kepalanya. Gadis bermata cokelat itu tidak berani menatap wajah lelaki yang sudah dianggapnya bagai kakaknya sendiri, seseorang yang sudah menjaganya selama lebih dari sepuluh tahun. Mengingat kenyataan bahwa Dimas adalah pelaku penculikan adiknya.

"Tidak! Aku akan di sini menemaninya."

"Anita, ayolah! Kali ini dengarkan aku. Kau butuh istirahat. Lihat wajahmu terlihat lelah."

Kalau kau tahu keyataannya, bahwa suamiku adalah orang yang selama ini kau cari. apa kau masih bisa seperti sekarang? Atau kau akan membencinya dan memintaku berpisah darinya. batin Anita.

"Anita...!" panggilan Zian membuyarkan lamunan Anita.

"Tapi bagaimana kalau orang-orang Kenzo kemari dan berniat jahat padanya lagi?"

"Kau tenang saja. Aku sudah menempatkan banyak orang untuk menjaganya. Dan jangan khawatir. Kenzo pasti akan segera tertangkap."

Dan jika Kenzo tertangkap, dia pasti akan memberitahumu semua rahasia masa lalu Dimas. batin Anita.

Setelah beberapa kali membujuk, akhirnya Anita setuju untuk pulang. Malam itu, Zian yang mengantarnya, mementara Rama tetap tinggal di rumah sakit menjaga Dimas.

Mobil yang di tumpangi Zian dan Anita berhenti di halaman sebuah rumah minimalis. Anita masih terlihat terus menundukkan kepalanya, menahan agar air matanya tidak tumpah. Setelah beberapa saat gadis itu hanya terdiam.

"Anita, masuklah ke dalam!" pinta Zian.

Anita mengusap air mata yang membasahi wajahnya, lalu menatap Zian.

"Maliq, boleh aku minta sesuatu darimu?"

Zian terkekeh mendengar ucapan gadis kesayangannya itu, "Dasar bodoh! Sejak kapan kau meminta sesuatu dan aku tidak memberikannya padamu?"

"Apa kau akan memberikannya?" tanya Anita ragu-ragu.

Zian membelai puncak kepala Anita dengan sayang. "Katakan saja! Kau tahu kan, aku bahkan sanggup melakukan apapun untukmu. Bagaimana mungkin ada permintaanmu yang tidak bisa aku penuhi?"

Anita memberanikan diri menatap wajah Zian, "Kalau begitu berjanjilah padaku, apapun yang terjadi suatu hari nanti, bagaimana pun keadaannya, kau tidak akan memisahkanku dengan Dimas."

Wajah Zian yang tadinya terlihat biasa saja berubah serius. "Kenapa kau berpikir aku akan memisahkanmu dari suamimu? Susah payah aku membujuknya untuk menikahimu. Lalu bagaimana mungkin kau mengira aku mau memisahkan kalian?"

"Aku hanya ingin memastikan itu tidak akan terjadi. Kau tahu perasaanku kan? Walaupun aku berusaha menyembunyikannya sejak lama, tapi kau selalu bisa melihatnya. Sebelum Dimas, aku hanya punya dirimu. Aku tidak akan sanggup kalau kehilangan dia."

Zian menggenggam tangan Anita dengan eratnya. "Jangan khawatir. Itu tidak akan terjadi. Baiklah, sekarang masuklah. Dan jangan katakan pada ibu mertuamu tentang apa yang terjadi pada anaknya. Setidaknya sampai kondisi Dimas membaik," ujar Zian.

"Baiklah."

Anita turun dari mobil dan masuk ke rumah. Saat mwmasuki rumah itu, sebagian lampu telah dimatikan, membuat Anita yakin jika ibu sudah tidur. Dengan cepat, Anita menapaki anak tangga untuk segera menuju kamarnya.

Di dalam kamar, Anita merenungi nasibnya yang baginya kurang beruntung. Masa kecilnya yang penuh perjuangan, kakaknya sendiri menjualnya pada Kenzo, hingga akhirnya dijual pada seorang bos mucikari. Hingga pertemuannya dengan Zian yang akhirnya membawa Anita ke dalam hidupnya.

Anita teringat, pertama kalinya bertemu dengan Dimas di bengkel kecil milik Zian saat sang bos sedang berpura-pura menjadi seorang montir. Dimas, yang sebelumnya bagi Anita sangat menyebalkan dan pecicilan ternyata mampu menarik perhatiannya. Dengan mulutnya yang kadang tidak bisa mengontrol ucapannya, yang asal keluar dari mulutnya begitu saja.

Bagi Anita, Dimas sangat berbeda dengan laki-laki sebelumnya yang dia kenal. Walaupun snagat pecicilan, namun Dimas seseorang yang sangat bertanggung jawab.

Anita memandangi setiap sudut kamar itu dengan perasaan sedih. Belum sehari Dimas tidak kembali, namun kerinduannya sudah terasa menembus ubun-ubunnya. Gadis itu membuka satu persatu laci meja nakas, dan mengeluarkan sebuah album foto dari sana. Dia memandangi satu persatu foto pernikahannya dengan Dimas. Dan hal itu membuat air matanya berderai kembali.

Dan setelah puas memandangi foto-foto itu, Anita hendak memasukkan kembali ke dalam laci. Namun, tanpa sengaja Anita menemukan sebuah amplop berwarna putih di sana. Penasaran, Anita mengeluarkan amplop itu dari laci.

"Apa ini? Sepertinya sebuah surat," gumamnya.

Tanpa banyak berpikir, Anita membuka amplop itu dan membuka selembar kertas dengan tulisan tangan sang suami. Sebuah surat yang ditulis oleh Dimas beberapa hari setelah bekerja di bengkel milik Zian. Dan bagai disambar petir di siang bolong, seluruh tubuh gadis itu seakan bergetar hebat. Kaki dan tangannya terasa lemas. Dia menjatuhkan tubuhnya di bibir tempat tidur. Dwngan tangannya yang gemetaran memegangi selembar kertas putih itu.

Mata Anita pun kembali berair ketika membaca kata demi kata yang tersirat dalam surat yang ditulis oleh Dimas. Sebuah surat yang dia tujukan untuk Mia.

**

Teruntuk gadis kecilku yang sederhana, Mia.

Mia-ku sayang, seandainya takdir berbaik hati padaku dan memberiku satu kesempatan saja untuk bisa selalu dekat denganmu sebagai manusia yang lebih layak, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu dan kesempatan itu. Akan ku nikmati detik demi detik kebersamaanku denganmu.

Tapi lihatlah kenyataan ini. Aku sangat tidak layak untuk bisa berada di tempat yang sama denganmu. Siapalah aku yang hanya seorang pria yang tidak memiliki apapun yang bisa untuk aku banggakan. Aku, hanya dapat memandangimu dari jauh saja. Tanpa berani mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya.

Apa kau tahu? Demi dirimu, aku telah mengubur Dimas yang lama, dan membentuk Dimas yang baru. Aku selalu berusaha menghapus noda hitam yang selalu membayangi hidupku. Bayang-bayang masa laluku yang kelam.

Tapi, bagaimana pun aku berusaha, aku tetap merasa tidak layak berada di sisimu. Sehingga aku hanya dapat menyimpan perasaan ini jauh di lubuk hatiku.

Kau tahu, setiap hari aku selalu berusaha untuk bisa.layak berada di sisimu. Dengan harapan, suatu hari nanti aku bisa berdiri di hadapanmu dengan perasaan bangga. Dan, mungkin saat itu akan ku katakan selurih isi hatiku.

Lihatlah aku!

Aku hanyalah manusia yang sudah terjebak oleh indahnya perasaan memiliki seseorang di dalam hati, dan sakitnya perasaan itu saat menyadari ketidak layakanku untukmu.

Hanya satu yang aku harapkan. Agar kau selalu bahagia dalam hidupmu. Aku, akan selalu mencintaimu,

Dimas.

**

**

"apa yang sudah aku lakukan? Dengan egoisnya, aku telah menjadi penghalang bagi Dimas untuk bersama seseorang yang dia cintai. Kenapa aku sejahat ini?" gumamnya dengan perasaan bersalah yang teramat besar.

***

BERSAMBUNG.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KOQ AKU MKIN CURIGA, JIKA MIA ITU ELSA, KRN WKTU DI KISAH ELSA & WILLY, SURAT SPERTI ITU ADA DIELSA.

2022-12-26

1

cahya sumirat

cahya sumirat

semua berasumsi ttg elsa haaa yg tau hnya author , ky'y anita itu elsa

2022-12-25

0

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Surat dr Dimas yg membuat Mia/Elsa patah hati dan mau bunuh diri dan pertama kalinya juga dia bertemu dokter Willy si tukang obat pil setan 🤭😁😁

2022-11-25

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Masa Lalu Yang Kelam
3 Permohonan Bos!
4 Rahasia masa lalu Dimas
5 Aku akan menikah!
6 Jurus menjinakkan monster betina
7 HANYA PERNIKAHAN BIASA.
8 Oh, Dimasku!!
9 Masih trauma
10 Anita yang sesungguhnya....
11 Minuman racun dari Ibu
12 Drama salah paham
13 Ibu dan Anita
14 Teror Kenzo part 1
15 Teror part 2
16 Sabotase
17 Kritis!!!
18 Sepucuk surat dari masa lalu
19 M I A...!
20 Pengakuan....
21 Sadar!!!
22 Berpisah???
23 Hey, Monster Betina!
24 Evan dan Mia?
25 Pulang
26 Keluar negeri?
27 Kenzo dan Marco!
28 TERBONGKAR
29 Butuh Oksigen!
30 Titik Terang
31 Menolong Skala dan menghubungi Tuan Byon
32 Trio Azkara
33 DIMANA ELSA?
34 PARTNER IN CRIME!!!
35 Ular Kobra Masuk Kandang
36 Udang di balik batu
37 Makan malam di rumah Tuan Byon
38 TERUNGKAP
39 Pokemon!
40 Yes No Yes No!!!
41 Berusaha jujur
42 jurus Gudang mengamuk
43 Aku merinding!!!
44 Misteri Gudang Tersegel
45 Dua Tahun Vs Dua Bulan
46 Lima bulan Vs Satu Bulan
47 Ketika Ular Kobra Menggantung
48 MENANG BANYAK
49 Panik Luar Biasa
50 Kabar Bahagia
51 Sensitif
52 Baby Monster
53 Curhat Membawa Emosi Jiwa
54 Ngidam Ekstrim
55 Zian Vs Elsa
56 Rahasia Yang Bocor
57 Detektif Dadakan
58 Biang Keladi
59 Firasat
60 Bertahanlah, Monster Betinaku!
61 Antara Hidup dan Mati.
62 Pertemuan Pertama
63 Bolehkah Aku Bawa Ibu Pergi?
64 Sakitnya Kehilangan!
65 Penyesalan
66 Memulai Hidup Baru
67 Izinkan atau kutembak!!!!
68 Cemburu
69 Keanehan
70 Kedatangan mengejutkan
71 Mau pulang!
72 Baby Monster datang lagi
73 Baby Monster Kembar
74 JIWA LICIK SANG BOS
75 Bos baru
76 Definisi kerja Cerdas
77 Udah dibalik terigu
78 Penculikan lagi
79 Kapan cuti?
80 Menjelang kelahiran
81 Ngidam Ekstrim!!!
82 Mengigau Harus Ada Batasnya!
83 Kemarahan Dimas Part 1
84 Kemarahan Dimas Part 2
85 Kemarahan Dimas Part 3
86 Aku Tidak Sedang Menghukummu!
87 Tidak Akan Bisa Marah
88 Maukah Kau berjanji Untukku?
89 Adegan Dalam Novel
90 Mana janjimu?
91 Rayuan Maut
92 Korban Penculikan
93 TOLONG CULIK AKU!
94 Aku Mandiri, Kok!!!!
95 Semua Akan Baik-Baik Saja
96 Iri, Bilang Boss!!!
97 ENDING
98 Pengumuman
99 Pemenang Give away
100 Dokter Willy dan Elsa rilis
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Prolog
2
Masa Lalu Yang Kelam
3
Permohonan Bos!
4
Rahasia masa lalu Dimas
5
Aku akan menikah!
6
Jurus menjinakkan monster betina
7
HANYA PERNIKAHAN BIASA.
8
Oh, Dimasku!!
9
Masih trauma
10
Anita yang sesungguhnya....
11
Minuman racun dari Ibu
12
Drama salah paham
13
Ibu dan Anita
14
Teror Kenzo part 1
15
Teror part 2
16
Sabotase
17
Kritis!!!
18
Sepucuk surat dari masa lalu
19
M I A...!
20
Pengakuan....
21
Sadar!!!
22
Berpisah???
23
Hey, Monster Betina!
24
Evan dan Mia?
25
Pulang
26
Keluar negeri?
27
Kenzo dan Marco!
28
TERBONGKAR
29
Butuh Oksigen!
30
Titik Terang
31
Menolong Skala dan menghubungi Tuan Byon
32
Trio Azkara
33
DIMANA ELSA?
34
PARTNER IN CRIME!!!
35
Ular Kobra Masuk Kandang
36
Udang di balik batu
37
Makan malam di rumah Tuan Byon
38
TERUNGKAP
39
Pokemon!
40
Yes No Yes No!!!
41
Berusaha jujur
42
jurus Gudang mengamuk
43
Aku merinding!!!
44
Misteri Gudang Tersegel
45
Dua Tahun Vs Dua Bulan
46
Lima bulan Vs Satu Bulan
47
Ketika Ular Kobra Menggantung
48
MENANG BANYAK
49
Panik Luar Biasa
50
Kabar Bahagia
51
Sensitif
52
Baby Monster
53
Curhat Membawa Emosi Jiwa
54
Ngidam Ekstrim
55
Zian Vs Elsa
56
Rahasia Yang Bocor
57
Detektif Dadakan
58
Biang Keladi
59
Firasat
60
Bertahanlah, Monster Betinaku!
61
Antara Hidup dan Mati.
62
Pertemuan Pertama
63
Bolehkah Aku Bawa Ibu Pergi?
64
Sakitnya Kehilangan!
65
Penyesalan
66
Memulai Hidup Baru
67
Izinkan atau kutembak!!!!
68
Cemburu
69
Keanehan
70
Kedatangan mengejutkan
71
Mau pulang!
72
Baby Monster datang lagi
73
Baby Monster Kembar
74
JIWA LICIK SANG BOS
75
Bos baru
76
Definisi kerja Cerdas
77
Udah dibalik terigu
78
Penculikan lagi
79
Kapan cuti?
80
Menjelang kelahiran
81
Ngidam Ekstrim!!!
82
Mengigau Harus Ada Batasnya!
83
Kemarahan Dimas Part 1
84
Kemarahan Dimas Part 2
85
Kemarahan Dimas Part 3
86
Aku Tidak Sedang Menghukummu!
87
Tidak Akan Bisa Marah
88
Maukah Kau berjanji Untukku?
89
Adegan Dalam Novel
90
Mana janjimu?
91
Rayuan Maut
92
Korban Penculikan
93
TOLONG CULIK AKU!
94
Aku Mandiri, Kok!!!!
95
Semua Akan Baik-Baik Saja
96
Iri, Bilang Boss!!!
97
ENDING
98
Pengumuman
99
Pemenang Give away
100
Dokter Willy dan Elsa rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!