Hari yang ditunggu-tunggu oleh sebagian orang, akhirnya tiba. Hari pernikahan Dimas dan Anita.
Dengan menggunakan gaun berwarna putih tulang, seorang gadis yang memiliki kecantikan sempurna di mata setiap lelaki itu berdiri di hadapan sebuah cermin besar. Anita, dengan segala kesempurnaannya sebagai seorang wanita. Dia memandangi pantulan dirinya di depan cermin dengan wajah berbinar.
Tidak lama kemudian, Zian masuk ke ruangan itu. Senyum kebahagiaan tergambar jelas di wajahnya. Kini, Anita yang selama ini berada di bawah perlindungannya sudah menemukan tempat bersandarnya.
"Kau terlihat seperti seorang putri," ucap Zian. Anita lalu berbalik dan menatap lelaki yang sudah dianggapnya bagai kakak sendiri itu. Mereka lalu duduk di sebuah kursi. Zian selama ini menyembunyikan Kinara Marissa si gadis polos dan menggantinya dengan Anita. Seorang gadis yang cantik dan anggun, namun sangat garang saat sedang marah.
"Sekarang, kau tidak boleh menangis di malam hari lagi. Kalau tidak, Dimas pasti akan meledekmu."
Anita terkekeh mendengar ucapan Zian. "Aku akan menembaknya jika dia berani melakukan itu." Dua orang itu kemudian tertawa bersama. Anita pun menatap Zian dengan mata berkaca-kaca.
"Terima kasih, selama ini kau sudah menjagaku. Sekarang, tugasmu sudah selesai," ucap Anita.
"Tidak! Aku akan tetap menjagamu seperti biasanya. Walaupun kau sudah menikah, kau akan tetap menjadi adik kesayanganku, kan..."
Anita menjatuhkan setitik air matanya, namun segera di hapus oleh Zian. "Kapan pun kau membutuhkanku, aku akan selalu ada untukmu. Walaupun aku tahu, Dimas akan menjagamu lebih baik dari aku."
Tidak lama, datanglah Naya bersama Mia di ruangan itu. Anita langsung menghapus sisa air matanya.
"Kau cantik sekali, seperti seorang putri dalam negeri dongeng," Naya mendekati sahabatnya itu dan duduk di sebelahnya. Sementara Zian beranjak meninggalkan ruangan itu, dan segera menuju hotel tempat di adakannya resepsi itu, untuk memastikan semuanya berjalan sebagai mana mestinya. Zian selalu punya rencana unik dan menakjubkan.
"Aku yakin Kak Dimas pasti terpukau dengan kecantikan Kak Anita. Aku sampai tidak mengenalimu, Kak..." kata Mia sambil meneliti wajah cantik Anita.
"Terima kasih, kalian sudah mau menemaniku," ucap Anita lalu memeluk kedua temannya itu. "Ngomong-ngomong, apa si pecicilan itu sudah selesai?"
"Sepertinya sudah. Evan dan Rafli sedang bersamanya."
***
Di ruangan lain ada seorang pria dengan tuxedo berwarna hitam yang membuatnya begitu berbeda dari kesehariannya. Lelaki yang sebenarnya terpaksa menikah itu hanya mampu menghela napas, sambil memikirkan nasib selanjutnya. Bayang-bayang Mia yang menari-nari di benaknya seakan enggan untuk pergi. Namun, Dimas menyadari, setelah resmi menyandang status sebagai suami Anita, maka akan menjadi dosa baginya jika memikirkan gadis lain.
Tenanglah, Dimas. Hal seperti ini banyak terjadi di dunia. Bukan padamu saja. Ini hanyalah pernikahan biasa yang akan berjalan dengan baik seiring berjalannya waktu. ucap Dimas dalam hati. Mencoba menguatkan dirinya.
Tepukan mendarat di bahunya membuat laki-laki itu tersadar dari lamunan menyakitkannya. Si Keong Kembar Evan dan Rafli mendapat titah dari sang raja untuk membantu Dimas mempersiapkan dirinya.
"Dimana monster betina itu? Apa dia sudah siap?" tanya Dimas.
"Kau jangan terus memanggilnya Monster Betina, Kak! Kau mau dicincang olehnya? Dia itu tidak lugu seperti Naya. Rafli saja gemetaran kalau berurusan dengan Kak Anita," ucap Evan dengan santainya.
"Aku tahu itu. Aku sudah kenyang dengan kepalan tinjunya. Aku hanya berharap jantungku cukup kuat untuk menghadapinya setiap hari."
Setelah siap Dimas dan Keong Kembar segera keluar dari ruangan itu, bersamaan dengan Anita dan kedua temannya yang juga baru keluar dari ruang rias. Dimas menatap ketiga wanita itu bergantian, namun lelaki itu begitu terpaku saat menatap gadis di depan sana, membuat sang pengantin wanita gugup. Padahal yang dipandangi sebenarnya adalah gadis di samping sang pengantin. Mia hari itu tampil dengan dandanan yang sangat manis bagi Dimas.
Tidak ada seorang pun yang menyadari tatapan Dimas yang mengarah pada Mia, bukan pada sang pengantin wanita. Hingga suara deheman yang berasal dari mulut kurang berakhlak Evan menghentikan drama tatap-menatap itu.
"Aku tahu Kak Anita sangat cantik. Kau bisa melanjutkan menatapnya nanti setelah resepsi selesai," bisik Rafli.
"Benar! Kau mau kami dicekik Kak Zian kalau terlambat sampai?" Evan menambahkan.
Mereka kemudian menuju sebuah mobil yang terparkir di depan bangunan itu. Anita dengan dibantu Mia dan Evan memegangi ekor gaun yang dipakai Anita.
Berselang lima belas menit, mereka tiba di hotel tempat diadakannya resepsi itu.
Anita dan Dimas berjalan beriringan melewati karpet merah itu menuju panggung. Semua mata pun tertuju pada pasangan itu. Anita berhasil menyihir para tamu yang hadir malam itu dengan keanggunannya. Dan malam itu, ada banyak pria patah hati dan begitu iri pada lelaki pecicilan seperti Dimas, yang menikahi gadis sempurna seperti Anita.
Sementara ibu Dimas tampak tidak begitu bersemangat dengan pernikahan anaknya. Wanita paruh baya itu masih mengharapkan Mia lah yang menikah dengan anak semata wayangnya. Namun, wanita itu tetap berusaha menerima keputusan anaknya menikahi Anita.
***
Resepsi pernikahan itu berlangsung dengan sangat meriah dan glamor, serta disiarkan di salah satu stasiun tv ternama milik keluarga Pyordova.
Sementara itu, di sebuah ruangan dengan pencahayaan temaram, seorang pria mengepalkan tangannya geram. Kenzo yang saat ini menjadi buronan harus merelakan mantan istrinya menjadi milik orang lain. Terlebih, orang itu adalah bekas anak buahnya sendiri.
Zian benar-benar sengaja mengadakan pesta besar-besaran untuk pernikahan itu agar dapat ditonton masyarakat di seluruh pelosok negeri. Tujuannya, sudah pasti agar Kenzo dapat melihat Anita yang kini telah menikah. Dan tidak mungkin lagi bagi Kenzo untuk bisa memiliki Anita. Sang bos besar itu bahkan membuat doorprize super mewah untuk diundi bagi para tamu yang beruntung. Sehingga resepsi pernikahan itu menjadi trending dimana-mana.
Sepertinya, Zian memang sengaja menabur garam di atas luka Kenzo.
"Dimas... Aku pasti akan merebut kembali Marissa darimu! Walaupun aku harus membunuhmu," gumam Kenzo.
Karena tidak mampu membendung amarah dalam hatinya, Kenzo melempar tv itu dengan botol minuman hingga pecah. Dia melempar benda apapun yang dapat diraihnya dan menghancurkan seisi ruangan itu.
Nasi sudah menjadi bubur. Mungkin peribahasa itulah yang cocok bagi seorang Kenzo. Dulu, laki-laki itu mengabaikan dan menyiksa Kinara Marissa yang hanya seorang gadis polos dan tidak menarik saat menjadi istrinya di usia 17 tahun. Namun, setelah bertemu kembali, Marissa menjelma menjadi seorang gadis yang sangat cantik dan digilai banyak laki-laki. Sehingga timbul keinginan dalam diri Kenzo untuk kembali memiliki Marissa.
Akan tetapi, ambisi balas dendamnya pada seorang laki-laki yang merupakan kakak laki-laki marissa masih tersisa di dalam benaknya.
****
BERSAMBUNG.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Helen Nirawan
SGM lu , otak lu konslet , stress , berobat sono , issshh
2024-08-22
1
Tanza Dimas Heriyanto
penasaran sama kk nya Anita
2023-12-20
0
Borahe 🍉🧡
Mia sama Evan aja deh
2023-06-01
0