Masih trauma

Dini hari, sepasang pengantin baru itu begitu terlelap dalam buaian mimpi. Udara dingin yang seakan menusuk ke tulang membuat mereka betah bergelung di bawah selimut.

Dimas membuka matanya ketika merasakan ada sesosok tangan berkulit halus yang melingkar seenaknya di atas perutnya. Laki-laki itupun terkejut ketika menyadari sang istri sedang memeluknya dengan erat.

Mati aku! Kenapa dia memelukku seperti ini? batin Dimas.

Pelan-pelan, Dimas mencoba memindahkan tangan Anita. Sambil harap-harap cemas, berdoa sebanyak-banyaknya agar monster betina itu tidak terbangun. Bisa gawat jika makhluk berwajah cantik itu terbangun dan menyadari posisinya yang begitu dekat dengan sang suami. Dimas sampai tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi.

Laki-laki itu bahkan sudah mengambil posisi berbaring di ujung tempat tidur. Namun, Anita malah menggeser tubuhnya mendekat.

Kenapa dia memelukku seerat ini? Tidak! Apa dia benar-benar punya riwayat sleep walker?

Dimas terus bergumam-gumam dalam hati. Seakan sang istri adalah makhluk paling mengerikan di muka bumi. Laki-laki itupun menatap dalam-dalam wajah Anita. Dan, seketika dia terdiam. Pertama kalinya melihat wajah Anita tanpa riasan, yang membuatnya terlihat begitu polos. Ada perasaan yang sulit dijelaskan. Sungguh, Dimas lebih menyukai Anita yang polos tanpa riasan malam itu, membuatnya betah berlama-lama memandangi wajah itu.

"Sepertinya jantungku sudah tidak normal. Saking takutnya pada monster betina ini, jantungku sampai berdetak lebih cepat dari semestinya," gumamnya.

Tidak ada yang bisa Dimas lakukan selain pasrah. Lalu kemudian, mencoba memejamkan matanya.

Pagi harinya, Anita terbangun lebih dulu dan menyadari tangannya yang melingkar di atas perut Dimas. Dengan kepalanya yang bersandar di dada bidang sang suami. Tiba-tiba, wajahnya memerah, menyadari dirinyalah yang memeluk Dimas duluan dengan melihat posisi Dimas yang terbaring di ujung tempat tidur besar itu.

Gelagapan, Anita bangkit dari posisi berbaringnya. Lalu segera turun dari pembaringan itu menuju kamar mandi. Di dalam sana, Anita memandangi wajahnya yang memerah dari pantulan cermin. Sambil beberapa kali menepuknya dengan telapak tangannya. Sangat memalukan baginya berada dalam posisi begitu dekat dengan seorang pria, walaupun itu suaminya sendiri.

"Aku pasti sudah gila," gumam Anita.

Gemercik air terdengar di kamar mandi ketika Dimas membuka matanya. Laki-laki itu membetulkan posisinya dan duduk selonjoran di tempat tidur.

"Sepertinya monster betina itu sudah lama bangun," gumamnya, lalu seketika lelaki itu menelan salivanya. "Aaa... Apa tadi saat terbangun dia masih memelukku? Oh tidak tidak! Dia pasti akan memberiku jurus persatuan lima jari pagi ini."

Dimas masih setia dengan tebak-tebakan di hatinya saat Anita keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi dan lilitan handuk di kepalanya. Dengan langkah pelan, Dimas mengendap-endap menuju kamar mandi. Sedangkan Anita berganti pakaian.

Sepertinya terjadi drama salah paham di sana. Jika Anita diam karena merasa sangat malu pada sang suami, maka diamnya Dimas tidak lain karena merasa takut pada sosok monster betinanya itu.

***

Sore itu, di sebuah pusat perbelanjaan, Anita dan Dimas menyempatkan diri mampir untuk membeli beberapa barang yang mungkin dibutuhkan Anita sebelum pulang ke rumah barunya, rumah sang suami.

Dengan senyum tipis, Anita terlihat antusias memilih beberapa barang, sedangkan Dimas terus mengikut di belakangnya. Tidak ada pembicaraan berarti diantara kedua orang yang seperti baru saling mengenal itu. Dimas yang selama ini sangat pecicilan berubah sedikit lebih pendiam, sedangkan Anita seperti kelhilangan taringnya.

Sesekali kedua orang itu hanya saling lirik, tanpa setah kata pun.

Hari mulai gelap ketika sepasang suami istri baru itu memutuskan untuk segera pulang. Hingga tiba di parkiran, Dimas meraba saku celana dan kemeja yang digunakannya, mencari kunci mobil yang entah berada di mana.

"Ada apa?" tanya Anita ketika melihat Dimas kebingungan.

"Sepertinya kunci mobil ketinggalan di cafe. Tunggu sebentar, aku akan mengambilnya dulu." Dimas berlari kecil masuk ke pusat perbelanjaan itu untuk mengambil kunci mobil yang sepertinya ketinggalan di cafe, sedangkan Anita menunggu di luar sendirian.

Tidak jauh dari tempat Anita berdiri menunggu suaminya, sepasang mata menatap tajam padanya, dengan senyum penuh kelicikan di sudut bibirnya.

Beberapa menit berlalu, Dimas tak kunjung muncul dari bangunan itu, sesekali Anita melirik arah jarum jam di pergelangan tangannya. Tidak lama kemudian, terdengar suara seorang memanggil gadis itu.

"Kinara Marissa..." panggil laki-laki itu.

Anita tersentak mendengar suara seorang pria yang sangat dikenalnya dan yang pastinya sangat dia takuti. Sejak keluar dari hotel tempatnya menginap, Kenzo sudah mengikutinya dengan penyamaran yang nyaris sempurna. Jika tidak mengenali suara mantan suaminya yang terdengar serak dan berat itu, Anita pasti tidak akan bisa mengenali sosok pria yang berdiri hanya beberapa meter darinya.

Gadis itu mundur perlahan, sendi-sendinya terasa lemas. matanya kembali dipenuhi cairan bening. Bayangan-bayangan penyiksaan yang masih terekam sangat jelas di memorinya kembali bermunculan. Trauma masa lalu membuat Anita seakan terpenjara dalam ketakutan. Kenzo kemudian mendekat, dan menarik pergelangan tangan Anita, membuat nyali gadis itu menciut.

"To-long lepaskan aku," lirih Anita dengan suara terbata-bata menahan ketakutannya, dan dijawab kekehan sinis oleh lelaki itu.

"Jangan berani berteriak ataupun melawan, atau aku akan membunuhmu di sini!" ancam Kenzo sambil menyembunyikan todongan senjatanya ke tubuh Anita, sambil melirik kesana- kemari hendak memastikan keadaan sekitar.

Laki-laki itu menarik Anita menuju sebuah mobil yang terparkir di seberang jalan sana. Anita yang begitu ketakutan tidak dapat melakukan apa-apa walaupun itu hanya sekedar berteriak meminta tolong. Pikiran dan hatinya kosong seketika hanya dengan mendengar suara laki-laki yang menjadi suami pertamanya itu.

Dimas, kau dimana? Tolong aku! batin Anita.

Saat akan menarik gagang pintu mobil, kepalan tinju mendarat di wajah Kenzo beberapa kali, membuatnya terjatuh ke jalanan.

"Berani sekali kau menyentuh istriku dengan tangan kotormu!" Dimas datang dengan tangan terkepal dan tatapan membunuhnya, dia menarik tangan Anita dan membawanya ke belakang punggungnya. Sementara Anita menyembunyikan wajahnya dengan bersandar di sana. Dimas bahkan mampu merasakan tubuh Anita yang gemetaran hebat.

"Sepertinya kau lupa siapa aku," ucap Kenzo sinis.

"Aku tahu, kau ini hanya seorang pengecut yang hanya berani pada seorang wanita. Jangan lupa juga, kau adalah seorang buronan polisi,"

Kenzo yang sudah naik pitam mendengar ucapan menantang dari bekas anak buahnya itu, segera bangkit dan menyerang Dimas. Perkelahian pun terjadi, namun Kenzo yang menyadari statusnya sebagai buronan buru-buru melarikan diri, setelah menghadiahi Dimas kepalan tinju di perutnya. Laki-laki itu naik ke mobilnya dan cepat-cepat melajukannya, begitu menyadari banyak orang menuju ke arah mereka.

Dimas mendekat pada istrinya yang masih menangis di sana dengan tubuh gemetaran, lalu merangkulnya menuju mobil. Sepanjang jalan menuju rumah, Anita tak henti-hentinya menangis, Dimas sampai kebingungan membujuknya agar berhenti menangis.

Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah rumah minimalis. Anita masih berusaha menghentikan tangisannya.

"Ayo kita masuk." Dimas menggenggam tangan Anita memasuki rumah itu. Mereka langsung disambut oleh sang ibu yang saat itu sedang duduk di sofa ruang keluarga.

"Selamat malam, Bu..." ucap Anita pada wanita paruh baya itu dengan berusaha menerbitkan senyumnya, namun sang mertua hanya menjawab sekenanya, membuat Anita menundukkan kepalanya.

Dimas yang menyadari sikap dingin ibunya pada Anita, segera membawa sang istri masuk ke dalam kamarnya.

"Ini kamarku. Di rumah ini hanya ada dua kamar. Jadi kita akan tinggal di kamar yang sama. Kalau kau keberatan, aku akan tidur di sofa dan kau bisa di tempat tidur," ucap Dimas.

Anita tidak merespon ucapan Dimas. Gadis itu hanya terus berusaha menghentikan air matanya yang kembali mengalir membasahi wajah cantiknya.

Ada perasaan yang sulit dijelaskan di dalam hati Dimas, laki-laki itu mendekat, dan menarik Anita ke dalam pelukannya. Seketika pertahanan Anita runtuh. Gadis itu pun menangis di dalam pelukan sang suami.

****

BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

Cata Leya

Cata Leya

lebay mode on...🙄🙄🙄🙄

2025-03-06

0

Helen Nirawan

Helen Nirawan

hrs bs menghilangkan trauma ny (anita)gara2 laki banci kaleng kampret , jgn nyerah , jgn takut ma laki kampret

2024-08-22

1

Sweet Girl

Sweet Girl

ini dah... klo kurangnya komunikasi antara suami dan isteri...

2024-06-27

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Masa Lalu Yang Kelam
3 Permohonan Bos!
4 Rahasia masa lalu Dimas
5 Aku akan menikah!
6 Jurus menjinakkan monster betina
7 HANYA PERNIKAHAN BIASA.
8 Oh, Dimasku!!
9 Masih trauma
10 Anita yang sesungguhnya....
11 Minuman racun dari Ibu
12 Drama salah paham
13 Ibu dan Anita
14 Teror Kenzo part 1
15 Teror part 2
16 Sabotase
17 Kritis!!!
18 Sepucuk surat dari masa lalu
19 M I A...!
20 Pengakuan....
21 Sadar!!!
22 Berpisah???
23 Hey, Monster Betina!
24 Evan dan Mia?
25 Pulang
26 Keluar negeri?
27 Kenzo dan Marco!
28 TERBONGKAR
29 Butuh Oksigen!
30 Titik Terang
31 Menolong Skala dan menghubungi Tuan Byon
32 Trio Azkara
33 DIMANA ELSA?
34 PARTNER IN CRIME!!!
35 Ular Kobra Masuk Kandang
36 Udang di balik batu
37 Makan malam di rumah Tuan Byon
38 TERUNGKAP
39 Pokemon!
40 Yes No Yes No!!!
41 Berusaha jujur
42 jurus Gudang mengamuk
43 Aku merinding!!!
44 Misteri Gudang Tersegel
45 Dua Tahun Vs Dua Bulan
46 Lima bulan Vs Satu Bulan
47 Ketika Ular Kobra Menggantung
48 MENANG BANYAK
49 Panik Luar Biasa
50 Kabar Bahagia
51 Sensitif
52 Baby Monster
53 Curhat Membawa Emosi Jiwa
54 Ngidam Ekstrim
55 Zian Vs Elsa
56 Rahasia Yang Bocor
57 Detektif Dadakan
58 Biang Keladi
59 Firasat
60 Bertahanlah, Monster Betinaku!
61 Antara Hidup dan Mati.
62 Pertemuan Pertama
63 Bolehkah Aku Bawa Ibu Pergi?
64 Sakitnya Kehilangan!
65 Penyesalan
66 Memulai Hidup Baru
67 Izinkan atau kutembak!!!!
68 Cemburu
69 Keanehan
70 Kedatangan mengejutkan
71 Mau pulang!
72 Baby Monster datang lagi
73 Baby Monster Kembar
74 JIWA LICIK SANG BOS
75 Bos baru
76 Definisi kerja Cerdas
77 Udah dibalik terigu
78 Penculikan lagi
79 Kapan cuti?
80 Menjelang kelahiran
81 Ngidam Ekstrim!!!
82 Mengigau Harus Ada Batasnya!
83 Kemarahan Dimas Part 1
84 Kemarahan Dimas Part 2
85 Kemarahan Dimas Part 3
86 Aku Tidak Sedang Menghukummu!
87 Tidak Akan Bisa Marah
88 Maukah Kau berjanji Untukku?
89 Adegan Dalam Novel
90 Mana janjimu?
91 Rayuan Maut
92 Korban Penculikan
93 TOLONG CULIK AKU!
94 Aku Mandiri, Kok!!!!
95 Semua Akan Baik-Baik Saja
96 Iri, Bilang Boss!!!
97 ENDING
98 Pengumuman
99 Pemenang Give away
100 Dokter Willy dan Elsa rilis
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Prolog
2
Masa Lalu Yang Kelam
3
Permohonan Bos!
4
Rahasia masa lalu Dimas
5
Aku akan menikah!
6
Jurus menjinakkan monster betina
7
HANYA PERNIKAHAN BIASA.
8
Oh, Dimasku!!
9
Masih trauma
10
Anita yang sesungguhnya....
11
Minuman racun dari Ibu
12
Drama salah paham
13
Ibu dan Anita
14
Teror Kenzo part 1
15
Teror part 2
16
Sabotase
17
Kritis!!!
18
Sepucuk surat dari masa lalu
19
M I A...!
20
Pengakuan....
21
Sadar!!!
22
Berpisah???
23
Hey, Monster Betina!
24
Evan dan Mia?
25
Pulang
26
Keluar negeri?
27
Kenzo dan Marco!
28
TERBONGKAR
29
Butuh Oksigen!
30
Titik Terang
31
Menolong Skala dan menghubungi Tuan Byon
32
Trio Azkara
33
DIMANA ELSA?
34
PARTNER IN CRIME!!!
35
Ular Kobra Masuk Kandang
36
Udang di balik batu
37
Makan malam di rumah Tuan Byon
38
TERUNGKAP
39
Pokemon!
40
Yes No Yes No!!!
41
Berusaha jujur
42
jurus Gudang mengamuk
43
Aku merinding!!!
44
Misteri Gudang Tersegel
45
Dua Tahun Vs Dua Bulan
46
Lima bulan Vs Satu Bulan
47
Ketika Ular Kobra Menggantung
48
MENANG BANYAK
49
Panik Luar Biasa
50
Kabar Bahagia
51
Sensitif
52
Baby Monster
53
Curhat Membawa Emosi Jiwa
54
Ngidam Ekstrim
55
Zian Vs Elsa
56
Rahasia Yang Bocor
57
Detektif Dadakan
58
Biang Keladi
59
Firasat
60
Bertahanlah, Monster Betinaku!
61
Antara Hidup dan Mati.
62
Pertemuan Pertama
63
Bolehkah Aku Bawa Ibu Pergi?
64
Sakitnya Kehilangan!
65
Penyesalan
66
Memulai Hidup Baru
67
Izinkan atau kutembak!!!!
68
Cemburu
69
Keanehan
70
Kedatangan mengejutkan
71
Mau pulang!
72
Baby Monster datang lagi
73
Baby Monster Kembar
74
JIWA LICIK SANG BOS
75
Bos baru
76
Definisi kerja Cerdas
77
Udah dibalik terigu
78
Penculikan lagi
79
Kapan cuti?
80
Menjelang kelahiran
81
Ngidam Ekstrim!!!
82
Mengigau Harus Ada Batasnya!
83
Kemarahan Dimas Part 1
84
Kemarahan Dimas Part 2
85
Kemarahan Dimas Part 3
86
Aku Tidak Sedang Menghukummu!
87
Tidak Akan Bisa Marah
88
Maukah Kau berjanji Untukku?
89
Adegan Dalam Novel
90
Mana janjimu?
91
Rayuan Maut
92
Korban Penculikan
93
TOLONG CULIK AKU!
94
Aku Mandiri, Kok!!!!
95
Semua Akan Baik-Baik Saja
96
Iri, Bilang Boss!!!
97
ENDING
98
Pengumuman
99
Pemenang Give away
100
Dokter Willy dan Elsa rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!