Drama salah paham

Sambil senyum-senyum tidak jelas, ibu mendekat pada Anita yang sudah menempelkan punggungnya di dinding, dengan kedua telapak tangannya yang menutupi mulutnya. Sejak tadi ibu terus memaksanya minum minuman yang disebutnya sebagai perapat gudang itu.

"Katakan padaku dengan jujur. Apa gudangmu belum pernah dibongkar?" tanya ibu berapi-api.

Anita melepaskan kedua tangannya yang menutupi mulutnya, lalu membetulkan posisi berdirinya. Sejenak, dia memutar bola matanya, seperti mengingat-ingat sesuatu.

"Cepat jawab! bentak ibu, membuat Anita terlonjak.

"Sudah pernah, Bu..." jawab Anita takut-takut sambil menunduk bagai anak perempuan yang sedang dimarahi ibunya.

Wajah ibu yang tadinya sudah penuh dengan harapan bahagia, mendadak terlihat lemas. Wanita itu kembali menyodorkan minuman di depan Anita, namun gadis itu kembali menggeleng. Anita masih mengira mertuanya itu ingin meracuninya agar Dimas bisa menikah lagi setelah dirinya tiada. Demi apapun, Anita tidak rela jika itu harus terjadi.

"Berarti suami pertamamu sudah membongkar gudangmu, ya..." Anita kembali membelalakkan matanya. Dalam hati Anita bertanya, bagaimana mungkin Kenzo bisa membongkar gudang di apartemennya sementara mereka tidak pernah bertemu lagi selain saat penculikan palsu yang dilakukan oleh Dimas, dan beberapa pertemuan yang tak disengaja.

"Tapi bukan suami pertamaku yang membongkar gudangku, Bu!" Kali ini jawaban Anita membuat dada ibu sesak, jangan sampai ucapan Anita malah harus membuatnya kembali menjalani operasi bypass. Ibu pun mulai naik darah mendengar kalimat yang keluar dari mulut menantunya itu.

"Apa maksudmu?! Ada orang lain yang membongkar gudang selain suamimu? Siapa! Siapa yang melakukannya?" bentak ibu.

Anita tidak mengerti kenapa hanya karena urusan gudang yang dibongkar, ibu mertuanya bisa semarah itu. Bahkan sampai membentaknya beberapa kali, membuat nyali Anita menciut.

"Ma-Maliq, Bu!"

DUAARRRRR

Bagai petir menyambar di siang bolong. Rasanya ibu ingin sekali menampar istri anak semata wayangnya itu. Dalam pikirannya, Dimas telah salah mengambil keputusan menikahi seorang janda seperti Anita. Dengan percaya dirinya, Anita mengakui bahwa gudangnya telah dibongkar oleh Maliq alias Zian, sang bos Anita dan Dimas.

Ibu menghela napas, berusaha untuk menguatkan hatinya.

"Tuan Maliq... Dia yang telah melakukannya?" tanya ibu membuat Anita mengangguk mantap. "ANITAAAAA....!!!" teriak ibu dengan garangnya. "Bagaimana mungkin kau biarkan bosmu itu yang membongkar gudangmu, hah! Aku sudah curiga sejak awal bahwa kalian punya hubungan yang tidak baik. Katakan! Apa dia sering melakukannya ?"

"Tidak, Bu! Hanya sekali, sungguh!" Mata Anita mulai berkaca-kaca, mengapa hanya karena urusan gudang yang dibongkar oleh Zian, ibu menjadi semurka itu. Bahkan menuduhnya memiliki hubungan gelap dengan sang bos.

Di tempat lain, Zian yang sedang sarapan bersama anak istrinya, baru saja tersendak makanan yang masuk ke kerongkongannya. Laki-laki itu terbatuk-batuk hingga dadanya terasa sakit.

"Pelan-pelan makannya. Kenapa kau bisa tersendak?" Naya menyodorkan segelas air putih untuk suaminya itu. Dengan cepat, Zian meneguk air putihnya.

"Entahlah, sepertinya ada yang sedang membicarakanku." Zian mengusap dadanya yang terasa sesak.

Sementara di rumah Dimas, drama salah paham di pagi hari itu masih berlanjut.

"Ya Tuhan. Kenapa anakku harus menikah denganmu!" Wanita itu mengusap dadanya beberapa kali, kemudian teringat ucapan Dimas semalam yang berkata akan menerima Anita, bagaimana pun masa lalu istrinya itu.

"Wanita macam apa kau ini? Kau tidak mengizinkan suamimu melakukannya, tapi kau izinkan laki-laki lain masuk ke sana seenaknya. Lalu dua hari ini apa saja yang kau lakukan sehingga tidak membiarkan suamimu membongkar gudangmu?

"Tapi kenapa Dimas harus membongkar gudangku, Bu!"

"Apa maksud pertanyaanmu itu. Lalu untuk apa kalian menikah?" Suara ibu yang menggelegar itu membuat Dimas yang baru saja selesai mandi terkejut.

"Kenapa ibu berteriak?" gumam Dimas. Laki-laki itu segera turun ke lantai bawah, segera menuju dapur dimana Anita dan ibu berada. "Ada apa, Bu? Kenapa ibu berteriak?"

Dimas melirik Anita yang sudah menundukkan kepalanya. Laki-laki itupun langsung mendekat dan merangkul sang istri yang baru saja di marahi habis-habisan oleh ibunya.

"Dimas, kenapa kau harus menikah dengannya? Sudah ibu katakan sejak awal padamu, kan. Dia memiliki hubungan gelap dengan bosnya. Tuan Maliq itu."

Dimas menganga tak percaya mendengar ucapan sang ibu. Bagaimana mungkin ibu punya pikiran sejauh itu, sementara Dimas benar-benar tahu, antara Anita dan sang bos bagaikan kakak beradik.

Dimas mengusap kepala Anita dengan sayang, ketika melihat mata sang istri yang berkaca-kaca. "Jangan dengarkan ibu. Sudah, tidak apa-apa. Ayo, kita ke kamar saja," ucap Dimas lembut.

"Ibu marah karena aku bilang, Maliq pernah membongkar gudangku," ucap Anita pada Dimas.

"Lihat! Kau bahkan tidak malu mengakuinya di hadapan suamimu!"

"Memangnya kenapa, Bu? Aku hanya minta tolong Maliq untuk mengusir serangga yang ada di dalam sana. Selain Maliq, tidak ada yang pernah masuk ke dalam gudang di apartemenku." Anita mulai menyembunyikan wajahnya di punggung sang suami.

"Ap- apa? Gudang di apartemenmu?" Ibu mencoba mencerna setiap kalimat yang keluar darimulut menantunya itu, kemudian mengambil kesimpulan sendiri. Wanita paruh baya itu langsung menghela napas lega. Lalu tertawa terbahak-bahak, membuat Anita dan Dimas heran.

"Jadi sejak tadi kau mengira aku bertanya tentang gudangmu yang sebenarnya?"

Dimas menaikkan alisnya mendengar ucapan sang ibu. Menerka-nerka apa maksud pembicaraan kedua wanita itu.

"Ibu kan bertanya siapa yang membongkar gudangku, makanya aku jawab. Ibu juga bilang aku harus minum itu untuk merapatkan gudang." Anita memberanikan diri untuk protes.

Kali ini, wajah Dimaslah yang tiba-tiba merona malu, menyadari minuman macam apa yang diberikan ibu untuk istrinya itu, dan tentu saja Dimas mengerti gudang apa yang dimaksud ibunya. Laki-laki itu tidak dapat mengeluarkan sepatah kata pun mendengar perdebatan ibu dan istrinya.

Masih dengan sisa tawanya, wanita paruh baya itu mendekat pada menantunya itu, lalu mengusap kepala dan mengecupi keningnya. Anita bergidik ngeri melihat kelakuan mertuanya itu. Baru saja dia galak bagaikan raja hutan, kini tiba-tiba berubah menjadi sangat lembut.

Anita meraba tengkuknya yang terasa merinding.

"Ayo, ikut Ibu! Ibu akan mengajarimu memasak makanan kesukaan Dimas." ucapnya dengan nada lembut.

Anita masih terheran-heran dengan mertuanya itu, yang tiba-tiba melembutkan suaranya, bahkan kini berperan sebagai seorang mertua yang baik. Anita sampai menyiapkan jurus kuda-kuda, jika perlakuan baik wanita paruh baya itu ternyata hanya sebuah kamuflase.

Apa jangan-jangan Dimas belum tahu jika istrinya ini masih perawan. Wah, ini pasti akan jadi kejutan besar. ucap ibu dalam batin yang kini meyakini menantunya masih suci.

****

BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

Yulianti 1707

Yulianti 1707

mertua ooo mertua kenapa pake bahasa isyarat.....Thor ooh othor kenapa orang yg berhubungan dengan Jian semua sedikit lola 🤣🤣🤣🤣

2024-09-20

4

🦋🦋 Lore Cia 🦋🦋

🦋🦋 Lore Cia 🦋🦋

😭🤣🤣🤣

2024-08-01

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Nah... si ibuk cerdas.

2024-06-27

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Masa Lalu Yang Kelam
3 Permohonan Bos!
4 Rahasia masa lalu Dimas
5 Aku akan menikah!
6 Jurus menjinakkan monster betina
7 HANYA PERNIKAHAN BIASA.
8 Oh, Dimasku!!
9 Masih trauma
10 Anita yang sesungguhnya....
11 Minuman racun dari Ibu
12 Drama salah paham
13 Ibu dan Anita
14 Teror Kenzo part 1
15 Teror part 2
16 Sabotase
17 Kritis!!!
18 Sepucuk surat dari masa lalu
19 M I A...!
20 Pengakuan....
21 Sadar!!!
22 Berpisah???
23 Hey, Monster Betina!
24 Evan dan Mia?
25 Pulang
26 Keluar negeri?
27 Kenzo dan Marco!
28 TERBONGKAR
29 Butuh Oksigen!
30 Titik Terang
31 Menolong Skala dan menghubungi Tuan Byon
32 Trio Azkara
33 DIMANA ELSA?
34 PARTNER IN CRIME!!!
35 Ular Kobra Masuk Kandang
36 Udang di balik batu
37 Makan malam di rumah Tuan Byon
38 TERUNGKAP
39 Pokemon!
40 Yes No Yes No!!!
41 Berusaha jujur
42 jurus Gudang mengamuk
43 Aku merinding!!!
44 Misteri Gudang Tersegel
45 Dua Tahun Vs Dua Bulan
46 Lima bulan Vs Satu Bulan
47 Ketika Ular Kobra Menggantung
48 MENANG BANYAK
49 Panik Luar Biasa
50 Kabar Bahagia
51 Sensitif
52 Baby Monster
53 Curhat Membawa Emosi Jiwa
54 Ngidam Ekstrim
55 Zian Vs Elsa
56 Rahasia Yang Bocor
57 Detektif Dadakan
58 Biang Keladi
59 Firasat
60 Bertahanlah, Monster Betinaku!
61 Antara Hidup dan Mati.
62 Pertemuan Pertama
63 Bolehkah Aku Bawa Ibu Pergi?
64 Sakitnya Kehilangan!
65 Penyesalan
66 Memulai Hidup Baru
67 Izinkan atau kutembak!!!!
68 Cemburu
69 Keanehan
70 Kedatangan mengejutkan
71 Mau pulang!
72 Baby Monster datang lagi
73 Baby Monster Kembar
74 JIWA LICIK SANG BOS
75 Bos baru
76 Definisi kerja Cerdas
77 Udah dibalik terigu
78 Penculikan lagi
79 Kapan cuti?
80 Menjelang kelahiran
81 Ngidam Ekstrim!!!
82 Mengigau Harus Ada Batasnya!
83 Kemarahan Dimas Part 1
84 Kemarahan Dimas Part 2
85 Kemarahan Dimas Part 3
86 Aku Tidak Sedang Menghukummu!
87 Tidak Akan Bisa Marah
88 Maukah Kau berjanji Untukku?
89 Adegan Dalam Novel
90 Mana janjimu?
91 Rayuan Maut
92 Korban Penculikan
93 TOLONG CULIK AKU!
94 Aku Mandiri, Kok!!!!
95 Semua Akan Baik-Baik Saja
96 Iri, Bilang Boss!!!
97 ENDING
98 Pengumuman
99 Pemenang Give away
100 Dokter Willy dan Elsa rilis
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Prolog
2
Masa Lalu Yang Kelam
3
Permohonan Bos!
4
Rahasia masa lalu Dimas
5
Aku akan menikah!
6
Jurus menjinakkan monster betina
7
HANYA PERNIKAHAN BIASA.
8
Oh, Dimasku!!
9
Masih trauma
10
Anita yang sesungguhnya....
11
Minuman racun dari Ibu
12
Drama salah paham
13
Ibu dan Anita
14
Teror Kenzo part 1
15
Teror part 2
16
Sabotase
17
Kritis!!!
18
Sepucuk surat dari masa lalu
19
M I A...!
20
Pengakuan....
21
Sadar!!!
22
Berpisah???
23
Hey, Monster Betina!
24
Evan dan Mia?
25
Pulang
26
Keluar negeri?
27
Kenzo dan Marco!
28
TERBONGKAR
29
Butuh Oksigen!
30
Titik Terang
31
Menolong Skala dan menghubungi Tuan Byon
32
Trio Azkara
33
DIMANA ELSA?
34
PARTNER IN CRIME!!!
35
Ular Kobra Masuk Kandang
36
Udang di balik batu
37
Makan malam di rumah Tuan Byon
38
TERUNGKAP
39
Pokemon!
40
Yes No Yes No!!!
41
Berusaha jujur
42
jurus Gudang mengamuk
43
Aku merinding!!!
44
Misteri Gudang Tersegel
45
Dua Tahun Vs Dua Bulan
46
Lima bulan Vs Satu Bulan
47
Ketika Ular Kobra Menggantung
48
MENANG BANYAK
49
Panik Luar Biasa
50
Kabar Bahagia
51
Sensitif
52
Baby Monster
53
Curhat Membawa Emosi Jiwa
54
Ngidam Ekstrim
55
Zian Vs Elsa
56
Rahasia Yang Bocor
57
Detektif Dadakan
58
Biang Keladi
59
Firasat
60
Bertahanlah, Monster Betinaku!
61
Antara Hidup dan Mati.
62
Pertemuan Pertama
63
Bolehkah Aku Bawa Ibu Pergi?
64
Sakitnya Kehilangan!
65
Penyesalan
66
Memulai Hidup Baru
67
Izinkan atau kutembak!!!!
68
Cemburu
69
Keanehan
70
Kedatangan mengejutkan
71
Mau pulang!
72
Baby Monster datang lagi
73
Baby Monster Kembar
74
JIWA LICIK SANG BOS
75
Bos baru
76
Definisi kerja Cerdas
77
Udah dibalik terigu
78
Penculikan lagi
79
Kapan cuti?
80
Menjelang kelahiran
81
Ngidam Ekstrim!!!
82
Mengigau Harus Ada Batasnya!
83
Kemarahan Dimas Part 1
84
Kemarahan Dimas Part 2
85
Kemarahan Dimas Part 3
86
Aku Tidak Sedang Menghukummu!
87
Tidak Akan Bisa Marah
88
Maukah Kau berjanji Untukku?
89
Adegan Dalam Novel
90
Mana janjimu?
91
Rayuan Maut
92
Korban Penculikan
93
TOLONG CULIK AKU!
94
Aku Mandiri, Kok!!!!
95
Semua Akan Baik-Baik Saja
96
Iri, Bilang Boss!!!
97
ENDING
98
Pengumuman
99
Pemenang Give away
100
Dokter Willy dan Elsa rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!