Teror part 2

Hati berganti hari. Hubungan Dimas dan Anita mulai menunjukkan banyak kemajuan. Dengan dukungan dari sang mertua, Anita terus berusaha mendapatkan hati sang suami dengan berbagai cara yang terkadang bagi Anita sangat memalukan.

Dan, tidak pernah dibayangkan oleh Dimas sebelumnya, bahwa dirinya tidak membutuhkan usaha lebih keras untuk bisa menerima Anita dan melupakan Mia yang selama ini mengisi hatinya. Kurang dari satu bulan saja, tanpa sadar, kepolosan Anita sudah membuatnya jatuh cinta. Namun, seperti kata ibu, Dimas bukan seseorang yang mudah mengakui perasaannya.

Tidak ingin mengulangi kesalahan Zian yang di awal pernikahannya terus mengabaikan Naya, maka Dimas mulai menunjukkan perhatiannya pada sang istri, walaupun masih kaku. Kini mereka hidup layaknya sepasang suami istri pada umumnya. Hanya jurus ular kobra masuk kandang ala Zian saja yang belum berani dilaksanakan oleh Dimas.

Setelah pembicaraannya dengan sang bos tentang kesepakatan yang diajukan oleh Kenzo, Dimas seakan terus dihantui oleh rasa bersalah. Laki-laki itu menjadi lebih pendiam di kantor ataupun di rumah.

Malam itu, Dimas masih disibukkan dengan setumpukan pekerjaannya. Sesekali melirik arah jarum jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam.

Suara deringan ponsel yang berbunyi nyaring memecah kesunyian di dalam ruangan itu. Dimas melirik ponsel yang terletak di atas meja. Tertera nomor yang tidak dikenal di layar ponsel. Dengan cepat, Dimas menggeser simbol hijau.

Wajahnya pun langsung berubah setelah mendengar suara berat dari sang penelepon gelap itu.

****

"Senang bertemu denganmu, Dimas!" ucap seorang pria yang tiba-tiba datang. Dimas berbalik dan menatap tajam sosok laki-laki tinggi besar yang menghubunginya saat masih di kantor dan meminta bertemu malam itu. Saat ini mereka sedang berada di suatu tempat yang cukup sunyi.

"Aku tidak suka basa-basi. Apa yang kau inginkan?" tanya Dimas dengan wajah mendatar.

Kenzo terkekeh sinis, sambil melangkahkan kakinya mendekat pada mantan anak buahnya itu. "Kau pasti tahu apa yang aku inginkan, bukan?" Laki-laki itu berdiri tepat di hadapan Dimas dengan menyunggingkan senyum jahatnya. "Serahkan Kinara Marissa padaku dan aku akan mengampunimu."

"Jangan mimpi. Aku tidak peduli pada ancamanmu itu. Aku tidak akan menyerahkan dia padamu. Dan lebih baik, kau pikirkan saja hukuman apa yang akan diberikan pengadilan padamu nanti."

Dimas melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Kenzo, namun laki-laki itu segera menghentikannya.

"Elsa Azkara!" ucap Kenzo dengan suara lantang yang akhirnya menghentikan langkah kaki Dimas. "Kau masih ingat dengan anak perempuan yang kau serahkan padaku 15 tahun yang lalu?" Dimas melirik Kenzo dengan ekor matanya, lalu menatap lurus ke depan, seperti menahan amarah.

"Kau bisa bayangkan akan semarah apa bosmu itu, jika mengetahui, asisten kesayangannya adalah orang yang telah menculik adiknya. Orang yang telah lama dia cari-cari." Kenzo melangkah maju mendekat pada Dimas sehingga mereka kembali berhadapan. "Aku bisa saja langsung memberitahunya, bahwa kau adalah orang yang dia cari selama ini. Tapi... Aku masih ingin membuat kesepakatan dulu denganmu."

Dimas menghela napas panjang, menahan amarahnya yang terasa telah menembus ubun-ubunnya. "Dan kau pikir, kau bisa menggunakan itu untuk mengancamku?"

"Aku bisa melakukan lebih dari itu."

"Maka lakukanlah sesukamu!" Ucapan Dimas yang seolah menantang itu membuat Kenzo naik pitam. Terlihat jelas di wajahnya raut kemarahan. "Aku tidak akan menghalangimu kalau kau mau mengatakan padanya. Tapi, selama aku masih hidup, jangan bermimpi untuk bisa menyentuh istriku!"

****

Arah jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, namun Dimas belum juga tiba di rumah. Anita sudah puluhan kali menghubunginya, namun tidak juga tersambung.

Dengan raut wajah khawatir, Anita mondar-mandir di ruang tamu, sesekali melirik jam di dinding.

"Dimas belum pulang, ya..." Terdengar suara ibu yang baru saja keluar dari kamarnya.

"Iya, Bu. Dia belum pulang. Ponselnya juga tidak aktif. Aku sudah menghubungi kantor, tapi mereka bilang dia sudah pergi sejak tadi." Pikiran Anita sudah menjalar kemana-mana. Takit jika Kenzo berbuat jahat pada sang suami. Anita tahu betul, sekejam apa Kenzo.

"Mungkin sedang bersama Tuan Maliq itu," Ibu mencoba menenangkan Anita yang terlihat sangat khawatir.

"Entahlah, Bu. Maliq juga tidak bisa dihubungi."

"Tenanglah dulu. Dimas sudah biasa pulang larut malam."

"Ibu istirahat saja, aku akan menunggunya di sini. Ibu sudah minum obat, kan?" tanya Anita, lalu diikuti anggukan oleh sang mertua.

Anita kemudian mengantar ibu ke kamar, agar sang mertua dapat beristirahat.

Berselang satu jam kemudian, terdengarlah suara ketukan pintu, membuyarkan lamunan Anita yang sedang berbaring di sofa ruang tamu. Dengan segera, gadis itu menuju pintu dan membukanya. Seketika matanya terbelalak melihat Dimas yang baru saja datang dengan wajah yang berlumuran darah dan beberapa luka lebam.

"Dimas... A-apa yang terjadi? Kenapa kau berdarah?" Anita mengusap wajah sang suami yang penuh bekas pukulan itu. Air matanya lolos begitu saja.

"Aku tidak apa-apa," ucap Dimas mencoba menyembunyikan rasa sakit di tubuhnya dengan senyuman.

"Tapi kau berdarah. Siapa yang melakukannya?"

"Zzttt!" Dimas meletakkan jari telunjuknya di depan hidung, lalu melirik kesana-kemari, "Ibu sudah tidur, kan?"

Anita menghapus air matanya, lalu mengangguk pelan.

"Baguslah. Jangan sampai ibu tahu kalau aku pulang dalam keadaan seperti ini. Ayo kita ke kamar saja," Dimas merangkul Anita menuju kamar mereka di lantai dua.

Sesampainya di kamar, Anita membantu melepas kemeja yang digunakan Dimas yang telah penuh bercak darah, lalu mendudukkannya di pinggir tempat tidur. Anita kemudian bergegas ke lantai bawah untuk mengambil obat merah.

Sambil mengusap air matanya yang terus menetes, Anita membasuh wajah Dimas dengan handuk basah.

"Jangan menangis, aku tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil," ucap Dimas seraya mengusap wajah Anita yang basah oleh air mata.

"Tapi siapa yang melakukannya?"

Dimas tidak menjawab pertanyaan itu, hanya senyum tipis yang terbit di sudut bibirnya. Dan walaupun Dimas berusaha meyakinkan Anita bahwa dia tidak apa-apa, nyatanya tidak membuat Anita bernafas lega.

"Kenapa kau sangat khawatir. Kau juga sering memukuliku sampai aku babak belur. Bukankah luka seperti ini sudah biasa bagimu?" ucapnya sambil terkekeh.

"Tapi aku tidak membuatmu berdarah-darah seperti sekarang." Anita masih belum dapat meredam tangisannya. "Apa Kenzo yang melakukannya?"

Dimas hanya menggeleng, sambil menatap dalam-dalam wajah Anita yang baginya sangat imut tanpa riasan sedikit pun. Tanpa banyak bicara, Dimas memeluk Anita dengan eratnya.

"Maafkan aku."

"Kenapa kau minta maaf? Dan cepat lepaskan aku! Aku mau obati lukamu,"

"Hentikan dulu tangisanmu! Kau jadi jelek saat menangis. Mana ada monster betina yang cengeng sepertimu." Ucapan Dimas yang bermuatan ledekan itu membuat Anita kesal. Jika dulu sebelum menikah, Anita pasti sudah menghadiahi Dimas persatuan lima jari miliknya, namun kini sang monster betina itu telah berubah mencadi gadis polos dan cengeng.

Anita melepas pelukan itu. lalu melanjutkan mengobati luka-luka di wajah sang suami.

"Aku tidak akan memaafkan siapapun yang melakukan ini padamu," ucapnya sambil memberi obat merah pada luka-luka itu.

"Sudah, jangan dipikirkan."

***

Bersambung.

Maaf baru up. otor lagi berduka. maapin juga kalo banyak typo dan bahasanya acakadul. Lagi gak konsen 😢

Terpopuler

Comments

Arini Chania

Arini Chania

pasti dimas dan hajar Malik, karena dah mengaku.

2024-08-21

1

Sarah vilain

Sarah vilain

hahhh ada konflik lagi 😔

2024-08-05

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Klo jurusnya Dimas, Ular Cobra masuk gudang.

2024-06-27

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Masa Lalu Yang Kelam
3 Permohonan Bos!
4 Rahasia masa lalu Dimas
5 Aku akan menikah!
6 Jurus menjinakkan monster betina
7 HANYA PERNIKAHAN BIASA.
8 Oh, Dimasku!!
9 Masih trauma
10 Anita yang sesungguhnya....
11 Minuman racun dari Ibu
12 Drama salah paham
13 Ibu dan Anita
14 Teror Kenzo part 1
15 Teror part 2
16 Sabotase
17 Kritis!!!
18 Sepucuk surat dari masa lalu
19 M I A...!
20 Pengakuan....
21 Sadar!!!
22 Berpisah???
23 Hey, Monster Betina!
24 Evan dan Mia?
25 Pulang
26 Keluar negeri?
27 Kenzo dan Marco!
28 TERBONGKAR
29 Butuh Oksigen!
30 Titik Terang
31 Menolong Skala dan menghubungi Tuan Byon
32 Trio Azkara
33 DIMANA ELSA?
34 PARTNER IN CRIME!!!
35 Ular Kobra Masuk Kandang
36 Udang di balik batu
37 Makan malam di rumah Tuan Byon
38 TERUNGKAP
39 Pokemon!
40 Yes No Yes No!!!
41 Berusaha jujur
42 jurus Gudang mengamuk
43 Aku merinding!!!
44 Misteri Gudang Tersegel
45 Dua Tahun Vs Dua Bulan
46 Lima bulan Vs Satu Bulan
47 Ketika Ular Kobra Menggantung
48 MENANG BANYAK
49 Panik Luar Biasa
50 Kabar Bahagia
51 Sensitif
52 Baby Monster
53 Curhat Membawa Emosi Jiwa
54 Ngidam Ekstrim
55 Zian Vs Elsa
56 Rahasia Yang Bocor
57 Detektif Dadakan
58 Biang Keladi
59 Firasat
60 Bertahanlah, Monster Betinaku!
61 Antara Hidup dan Mati.
62 Pertemuan Pertama
63 Bolehkah Aku Bawa Ibu Pergi?
64 Sakitnya Kehilangan!
65 Penyesalan
66 Memulai Hidup Baru
67 Izinkan atau kutembak!!!!
68 Cemburu
69 Keanehan
70 Kedatangan mengejutkan
71 Mau pulang!
72 Baby Monster datang lagi
73 Baby Monster Kembar
74 JIWA LICIK SANG BOS
75 Bos baru
76 Definisi kerja Cerdas
77 Udah dibalik terigu
78 Penculikan lagi
79 Kapan cuti?
80 Menjelang kelahiran
81 Ngidam Ekstrim!!!
82 Mengigau Harus Ada Batasnya!
83 Kemarahan Dimas Part 1
84 Kemarahan Dimas Part 2
85 Kemarahan Dimas Part 3
86 Aku Tidak Sedang Menghukummu!
87 Tidak Akan Bisa Marah
88 Maukah Kau berjanji Untukku?
89 Adegan Dalam Novel
90 Mana janjimu?
91 Rayuan Maut
92 Korban Penculikan
93 TOLONG CULIK AKU!
94 Aku Mandiri, Kok!!!!
95 Semua Akan Baik-Baik Saja
96 Iri, Bilang Boss!!!
97 ENDING
98 Pengumuman
99 Pemenang Give away
100 Dokter Willy dan Elsa rilis
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Prolog
2
Masa Lalu Yang Kelam
3
Permohonan Bos!
4
Rahasia masa lalu Dimas
5
Aku akan menikah!
6
Jurus menjinakkan monster betina
7
HANYA PERNIKAHAN BIASA.
8
Oh, Dimasku!!
9
Masih trauma
10
Anita yang sesungguhnya....
11
Minuman racun dari Ibu
12
Drama salah paham
13
Ibu dan Anita
14
Teror Kenzo part 1
15
Teror part 2
16
Sabotase
17
Kritis!!!
18
Sepucuk surat dari masa lalu
19
M I A...!
20
Pengakuan....
21
Sadar!!!
22
Berpisah???
23
Hey, Monster Betina!
24
Evan dan Mia?
25
Pulang
26
Keluar negeri?
27
Kenzo dan Marco!
28
TERBONGKAR
29
Butuh Oksigen!
30
Titik Terang
31
Menolong Skala dan menghubungi Tuan Byon
32
Trio Azkara
33
DIMANA ELSA?
34
PARTNER IN CRIME!!!
35
Ular Kobra Masuk Kandang
36
Udang di balik batu
37
Makan malam di rumah Tuan Byon
38
TERUNGKAP
39
Pokemon!
40
Yes No Yes No!!!
41
Berusaha jujur
42
jurus Gudang mengamuk
43
Aku merinding!!!
44
Misteri Gudang Tersegel
45
Dua Tahun Vs Dua Bulan
46
Lima bulan Vs Satu Bulan
47
Ketika Ular Kobra Menggantung
48
MENANG BANYAK
49
Panik Luar Biasa
50
Kabar Bahagia
51
Sensitif
52
Baby Monster
53
Curhat Membawa Emosi Jiwa
54
Ngidam Ekstrim
55
Zian Vs Elsa
56
Rahasia Yang Bocor
57
Detektif Dadakan
58
Biang Keladi
59
Firasat
60
Bertahanlah, Monster Betinaku!
61
Antara Hidup dan Mati.
62
Pertemuan Pertama
63
Bolehkah Aku Bawa Ibu Pergi?
64
Sakitnya Kehilangan!
65
Penyesalan
66
Memulai Hidup Baru
67
Izinkan atau kutembak!!!!
68
Cemburu
69
Keanehan
70
Kedatangan mengejutkan
71
Mau pulang!
72
Baby Monster datang lagi
73
Baby Monster Kembar
74
JIWA LICIK SANG BOS
75
Bos baru
76
Definisi kerja Cerdas
77
Udah dibalik terigu
78
Penculikan lagi
79
Kapan cuti?
80
Menjelang kelahiran
81
Ngidam Ekstrim!!!
82
Mengigau Harus Ada Batasnya!
83
Kemarahan Dimas Part 1
84
Kemarahan Dimas Part 2
85
Kemarahan Dimas Part 3
86
Aku Tidak Sedang Menghukummu!
87
Tidak Akan Bisa Marah
88
Maukah Kau berjanji Untukku?
89
Adegan Dalam Novel
90
Mana janjimu?
91
Rayuan Maut
92
Korban Penculikan
93
TOLONG CULIK AKU!
94
Aku Mandiri, Kok!!!!
95
Semua Akan Baik-Baik Saja
96
Iri, Bilang Boss!!!
97
ENDING
98
Pengumuman
99
Pemenang Give away
100
Dokter Willy dan Elsa rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!