Zian tersentak mendengar ucapan Dimas yang terasa sangat berlebihan baginya. Mana mungkin ada orang yang tidak menyadari bahwa detak jantungnya telah berhenti.
"Hey, bodoh! Kau mau membodohiku ya? Kalau detak jantungmu berhenti artinya kau mati!"
"Itulah yang aku maksud, Bos! Kau kan tahu, Anita si Monster Betina itu sangat suka mengancam orang dengan senjatanya. Dia selalu seperti ini," Dimas memperagakan bagaimana saat Anita sedang marah, melakukan gerakan seperti yang selama ini dilakukan gadis cantik itu. "kalau kau masih banyak bicara, peluruku akan menembus kepalamu. Begitu kan?"
Zian menaikkan alisnya mendengar ucapan asistennya itu. "Apa kau setakut itu pada Anita?"
"Bukan takut lagi, Bos! Aku rasanya mau tenggelam di dasar segitiga bermuda saja. Dia hanya melihat dirimu seorang dalam wujud manusia di bumi, dan sisanya hanyalah ilalang liar yang tidak berfaedah baginya."
"Tenang saja. Aku akan mengajarimu cara menjinakkan monster betinamu itu," ucap Zian seraya menepuk bahu Dimas.
"Apa ada cara menjinakkannya?" tanya Dimas penasaran.
Zian senyum-senyum tidak jelas menatap Dimas, lalu berbisik di telinga laki-laki itu. "Gunakan jurus ular kobra masuk kandang. Aku juga menjinakkan Naya dengan jurus itu."
Dimas mengerutkan alisnya mendengar bisikan bodoh dari sang bos. Sepertinya Zian benar-benar ingin meracuni pikiran Dimas dengan idenya yang mungkin hanya akan membuat Dimas patah tulang di hari pertama pernikahannya.
"Jurus ular kobra masuk kandang? Aku pernah mendengar beberapa istilah bela diri dengan menggunakan nama hewan, Bos! Tapi kalau jurus ular kobra masuk kandang, aku baru dengar darimu!" ucap Dimas menatap Zian dengan begitu herannya. Zian pun terkekeh melihat ekspresi Dimas.
"Itu bukan jurus bela diri, Bodoh! Itu adalah jurus untuk menumbuhkan benih-benih kecebong. Evan pernah mengatakan padaku tentang bisa ular kobra yang tumbuh menjadi kecebong."
Dimas semakin tidak mengerti dengan ucapan sang bos yang mulai ngelindur itu. Laki-laki itu mulai frustrasi. Berbicara masalah wanita dengan Zian sama saja dengan melakukan olahraga otak.
"Mana mungkin bisa ular kobra bisa tumbuh menjadi seekor kecebong, Bos! Setahuku, bisa ular kobra itu mematikan."
"Tentu saja mematikan jika bukan pada tempatnya. Kau harus menyerang pada tempatnya. Gunakan ular kobramu sebagai senjata menjinakkan monster betinamu itu."
Dimas yang semakin tidak mengerti dengan ucapan sang bos hanya mampu garuk-garuk kepala tidak jelas. "Maksudmu. aku harus mengancam Anita dengan menggunakan ular kobra begitu. Kalau begitu bukannya akan jinak, Bos! Aku akan dicincang habis olehnya."
Zian geleng-geleng kepala mendengar perkataan Dimas yang baginya sangat bodoh itu, padahal sebenarnya dirinyalah yang bodoh dalam menjelaskan sesuatu.
Sang bos kemudian berdiri dari duduknya, lalu menuju meja kerjanya. Dia membuka laci meja itu, lalu mengeluarkan sebuah buku dari sana. Sementara tatapan Dimas hanya mengikuti kemana sang bos melangkah. Zian kemudian kembali duduk di sebelah Dimas dengan membawa sebuah buku di tangannya.
"Ini!" Zian menepuk dada Dimas dengan buku itu, membuat Dimas gelagapan. "Pelajari buku ini dengan sebaik-sebaiknya. Di dalam buku ini ada jurus menjinakkan monster betinamu itu,"
"Benarkah? Hehe kalau begitu aku akan selamat dari amukan monster betina itu," ucap Dimas tanpa melirik buku itu, dia masih memegangi buku yang menempel di dadanya.
"Aku juga menggunakan buku itu untuk menjinakkan Naya."
"Tapi bos, bukannya sejak awal, Naya memang sudah tunduk padamu. Lalu kenapa kau masih butuh sebuah buku untuk menjinakkannya?" tanya Dimas bingung. Pembicaraan antara bos dan asistennya itu semakin seru, dan pastinya semakin tidak nyambung.
"Aku kan sudah bilang, pelajari saja buku itu! Kau akan mengerti nanti," ucap Zian menekan, lalu kembali duduk di kursi kebesarannya.
Dimas kemudian melirik buku yang ada di genggamannya itu. Seketika lelaki itu terlonjak kaget dengan mata membulat sempurna. Buku yang diberikan Zian adalah sebuah buku berjudul Kama Sutra. Buku yang dibaca Zian sebelum melakukan ritual malam pertamanya dengan sang istri.
"Bo-Bos... I-ini kan buku... tentang..." ucap Dimas terbata-bata. Sementara Zian senyum-senyum misterius di sana.
"Apa? Jangan bilang kau masih perjaka. Preman pasar macam apa kau ini. Kau kan bos-nya berandalan jalanan. Mana mungkin kau masih perjaka?" tuduh Zian.
"Kau juga bos mafia macam apa, Bos! Kau juga masih perjaka waktu itu. Bahkan kau masih perjaka setelah dua tahun menikah," balas Dimas membuat Zian seketika terdiam. Laki-laki itu seperti terjebak oleh ucapannya sendiri.
Dan, pembicaraan tidak nyambung itu pun selesai dengan diamnya sang bos. Dimas kembali ke ruangannya dengan wajah merengut sambil menyembunyikan buku yang diberikan oleh sang bos. Tidak ingin jika ada yang sampai melihat buku macam apa yang sedang dibawanya.
***
Berita pernikahan Dimas dan Anita pun begitu cepat tersebar di dalam gedung kantor tinggi menjulang itu. Beberapa orang penting di Kia Group berlomba-lomba mengucapkan selamat pada Dimas yang akan menikahi wanita tercantik di dunia itu. Setidaknya bagi sebagian orang, Anita adalah wanita paling cantik yang pernah mereka temui. Bahkan Anita jauh lebih cantik daripada istri sang bos besar.
Kata mereka, Dimas sangat beruntung bisa menikahi gadis cantik kesayangan sang bos itu. Namun berbeda hal nya dengan Dimas yang sama sekali tidak memiliki perasaan cinta pada gadis yang baginya sangat menakutkan itu.
****
Di sisi lain, Zian baru saja tiba di rumah setelah seharian disibukkan dengan pekerjaannya. Saat memasuki kamar, Naya menyambutnya dengan pelukan dan kecupan sayang.
"Deniz kemana?" tanya Zian.
"Sudah tidur..."
"Baguslah, berarti aku boleh kan, malam ini melakukan sesuatu yang penting." Zian melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
"Dasar mesum!"
"Aku kan hanya mesum saat bersamamu saja. Itu normal." ucap Zian seraya mengedipkan satu matanya.
Naya kemudian teringat sesuatu yang membuatnya penasaran seharian. "Sayang, ada sesuatu yang mau aku tanyakan padamu."
"Apa?"
"Apa kau serius mau menikahkan Anita dengan Dimas? Bukankah mereka jarang akur? Maksudku, apa Anita mau menikah dengan Dimas?" tanyanya sambil membantu sang suami melepas jas dan dasinya.
Zian tersenyum mendengar pertanyaan itu. Hanya Zian satu-satunya orang yang benar-benar mengenal Anita. Bahkan dia mampu mengartikan diam-nya Anita sekalipun.
"Kalau Anita tidak menyukai Dimas, aku pasti sudah babak belur dihajar olehnya. Kau mengerti kan..."
Naya mengerutkan alisnya, mencoba mencerna ucapan suaminya itu. "Maksudmu, Anita menyukai Dimas, begitu?"
"Kalau tidak, dia pasti akan menolak dengan keras saat aku memintanya menikah dengan Dimas."
"Lalu Dimas?"
Seketika Zian terdiam mendengar pertanyaan itu. Dia menyadari Dimas setuju menikah dengan Anita hanya karena tak kuasa menolak permintaannya. Namun, Zian juga menyadari, Anita yang selama ini menutup rapat-rapan pintu hatinya dari semua laki-laki yang mencoba mendekatinya, malah terjerat oleh cinta seorang Dimas.
"Suatu saat nanti Dimas pasti bisa memberikan hatinya untuk Anita."
Mendadak wajah Naya terlihat sedih, "Dulu, aku juga memaksamu menikahiku hanya untuk menghindari Alex. Dan sekarang, demi menghindari Kenzo, kau memaksa...." Naya tidak melanjutkan ucapannya setelah melihat raut wajah Zian yang sudah berubah.
"Maafkan aku! Tapi aku yakin Dimas dan Anita pasti akan bahagia seperti kita sekarang. Dimas bisa menjaga Anita lebih baik dari aku."
****
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
🦋🦋 Lore Cia 🦋🦋
🤣🤣🤣🤣🤣
2024-08-01
1
Sweet Girl
bwahahahaha pada masih Ting Ting
2024-06-27
0
Sweet Girl
Bwahahahaha karepmu wes Zian...
2024-06-27
0