Chapter 17

Berita bentrokan massal di pusat karnaval tersiar malam itu juga. Sebuah rekaman video amatir berdurasi tiga menit menampilkan cuplikan peristiwa bentrokan berawal.

Ezra Minor baru saja tiba di rumahnya ketika berita itu tersiar dan langsung tercekat melihat dua wajah yang sudah dikenalnya.

Denta Maharaja dan Evan Jeremiah!

..._...

"Hey, kau! Anak muda!" Valentine menghardik anak laki-laki dua belas tahun yang terus memelototi Aisha tanpa berkedip. Saat itu, Valentine baru selesai berbicara dengan Petugas Kepolisian dan duduk di sisi Aisha mengambil tempat Diana yang sedang mendapat giliran menghadap Si Petugas. Lalu memergoki anak itu masih menatap Aisha. Dan Valentine merasa terganggu. Tapi ia tak tahu kenapa.

Mendengar Valentine memanggilnya seperti itu, sontak anak laki-laki itu menatap tajam ke arah Valentine.

"Apa kau menyukainya?" Valentine bertanya sekenanya seraya menunjuk wajah Aisha.

"Apa?" Aisha memelototinya.

"Bukan urusanmu, Paman!" Anak laki-laki itu menjawab sinis.

"Hah!" Valentine tergelak. Tapi ekspresinya sedikit meremehkan. "Cari gadis lain, anak muda!" Katanya seraya melingkarkan sebelah lengannya ke bahu Aisha. "Dia milikku!"

Anak laki-laki tadi mendengus seraya mengalihkan perhatiannya pada Petugas yang sedang memanggilnya.

Aisha menyikut Valentine dengan sikap risih.

Dion Markus dan Martin Hernandez diam-diam saling bertukar pandang mendengar pernyataan Valentine.

Sementara itu, di kediaman Nizar, situasinya lebih menegangkan dibanding Kantor Polisi. Nizar menanyai para pengawal dan para pelayan satu per satu, seolah mereka semua terlibat dalam aksi kerusuhan massal malam itu.

Para pengasuh gemetar ketakutan ketika tiba gilirannya ditanyai. Hannah sampai terisak sebelum Nizar sempat menanyainya.

Lelah dan frustasi melanda Nizar. Ia meninggalkan semua pengawal dan para pelayan itu setelah tak berhasil menemukan jawaban mengenai keberadaan Aisha. Lalu mengurung dirinya di kamar.

"Satu lagi!" Petugas Kepolisian itu mengumumkan.

Lalu seisi ruangan menoleh bersamaan ke arah Si Penari Pria yang tengah melenggok ke meja petugas.

Vita dan Diana membekap mulutnya menahan tawa.

Evan Jeremiah mengamati gerak-gerik pria itu dengan alis bertautan.

Pria itu sebetulnya tergolong tampan seandainya ia bukan jenis Pria Melambai.

"Di mana kau mendapatkan teman seperti itu?" Denta Maharaja, pria berambut sebahu yang membawa gitar itu bertanya pada Dewi Samudera.

Ditanya seperti itu, Dewi Samudera sontak tergagap. Lalu terkekeh menutupi bibir mungilnya dengan telapak tangannya. "Aku menariknya dari saluran air di belakang rumah," kelakarnya sedikit tersipu. Terlihat sekali bahwa gadis itu tidak terbiasa bercanda.

Denta sengaja menggodanya hanya demi melihat gadis itu tergagap kebingungan. Entah kenapa Denta menyukainya. Di matanya, gadis itu terlihat lebih menarik ketika ia tergagap kebingungan. Denta sudah memperhatikan gadis itu sejak pertunjukan tarinya belum dimulai. "Namaku Denta, by the way!"

Evan Jeremiah dan sepupunya, Ryan Gunawan, membeliak sebal memperhatikan tingkah lakunya.

"Modus, Anjirrr!" Ryan Gunawan menggerutu.

Denta menyeringai saja menanggapinya.

Gadis penari itu menyalaminya dengan wajah merona.

"Awas copet!" Ryan Gunawan mendelik ke arah Denta.

"Diam kau, anak muda!" Denta menggeram menirukan gaya Valentine.

Giliran Valentine sekarang yang mendelik ke arah Denta. "Paman ini bosan hidup ya?" Valentine membalasnya dengan menirukan gaya anak laki-laki sebelas tahun tadi.

Sekarang anak laki-laki itu yang mendelik ke arah Valentine.

Seisi ruangan tergelak mencairkan suasana.

Aisha melirik anak laki-laki itu seraya tersenyum tipis.

Dan seketika itu juga kilatan kemarahan di mata anak itu serentak meredup. Sebagai gantinya, binar-binar kekaguman kembali berpendar dari sepasang matanya yang berwarna hitam.

Valentine menggeram menyadarinya. "Dan kau, anak muda!" Valentine kembali menghardiknya. "Berhentilah memelototinya! Dia bukan pisang!"

Ledakan tawa Vita Suzanna akhirnya membuat seisi ruangan menutup telinga.

"Kecilkan suaramu, Nona!" Dion Markus berpura-pura memarahinya.

Tapi hal itu malah membuat suara tawanya berubah ke Mode Falsetto.

Evan Jeremiah mengernyit seraya mengetatkan telapak tangan di kupingnya. "Ibunya makan apa, sih... Waktu mengandung anak ini?" Geramnya setengah berteriak.

Dibalas teriakan melengking Vita yang memarahinya.

Dan sekali lagi seisi ruangan menutup telinga.

Ezra Minor baru saja memarkir kendaraannya di pekarangan parkir Kantor Polisi ketika VAZ-2109 milik Nizar memasuki area parkir yang sama. "Kota ini sepertinya tidak cukup luas untuk kita berdua," komentarnya ketika mereka akhirnya berpapasan.

"Jangan khawatir, Ez! Kupastikan kita takkan bertemu lagi setelah aku berhasil membangun kota yang puncaknya sampai ke langit." Nizar menanggapinya dengan nada datar.

"Semoga berhasil dengan itu!" Ezra menimpali tak kalah datar.

Waktu telah menunjukkan pukul satu tengah malam ketika petugas kepolisian itu akhirnya selesai mengumpulkan keterangan dan kesebelas remaja itu sedang bersiap pulang.

Di sebuah koridor lantai dasar, anak laki-laki berusia 12 tahun itu tiba-tiba menyelinap ke tengah-tengah semua orang di depannya dan berjalan cepat mendahului mereka. Dan tanpa sepengetahuan siapa-siapa, anak itu menyelipkan secarik kertas di tangan Aisha.

Aisha sampai harus menelan ludah untuk meredam keterkejutannya. Kemudian berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan menerima kertas itu tanpa menoleh sedikit pun. Kemudian menyembunyikannya dalam genggamannya.

"Ada yang ingat siapa nama anak itu?" Denta mendadak bertanya ketika anak laki-laki itu mendahului mereka dan menghilang di pintu keluar.

Semua orang di sekitarnya mengangkat wajah dan menatap ke arah Denta. Tapi tak seorang pun menjawab pertanyaannya. Mereka semua serentak menggeleng.

Di depan selasar, kesepuluh remaja itu serentak tercengang mendapati siapa yang menunggu mereka di depan pintu.

Nizar dan Ezra Minor!

Aisha dan Valentine langsung tergagap dan saling bertukar pandang menyadari Nizar berada di sana.

Martin Hernandez mengawasi mereka dari belakang seraya tersenyum tipis.

Tak butuh waktu lama bagi Ezra Minor dan Evan Jeremiah untuk saling melempar lelucon bergantian dengan Denta dan Ryan Gunawan.

"Hanya masalah kecil, Ez!" Evan Jeremiah berkata pada Ezra Minor. "Harusnya tak sampai melibatkan Walikota!"

Dewi Samudera dan pasangan tarinya berpamitan pada semuanya setelah berbasa-basi sebentar dengan Sang Putra Walikota.

Tak lama kemudian Diana juga berpamitan.

Sementara Vita masih bertahan di sisi Aisha sembari menunggu kekasihnya. Sesaat gadis itu melirik pria di selasar tadi melalui sudut matanya kemudian mengawasi Aisha dan Valentine secara bergantian. Ada hubungan apa mereka dengan Nizar? Batinnya curiga.

Valentine segera menyadarinya kemudian menepuk bahu Aisha dan berpura-pura seolah semuanya baik-baik saja. "Aku duluan, ya!" Katanya pada Aisha dengan sikap akrab yang dibuat-buat.

Sikap itu jelas membuat Vita mendongak dan memicingkan matanya menatap Valentine.

Valentine melambaikan tangan ke arah Vita tanpa berani menatap matanya.

"Are you ok?" Vita mendengar pria berjubah itu bertanya pada Aisha.

Sementara Aisha masih tergagap di tempatnya. "Yeah," jawabnya ragu.

"Ye-ah?" Nizar memicingkan matanya.

"Yess, I'm ok!" Tegas Aisha seraya mendongak seperti biasa setiap kali ia merasa tertekan. Ia menoleh ke arah Vita dan berpamitan. "Aku duluan!"

"Ok," balas Vita seraya tersenyum lebar dan melambaikan tangannya.

Setelah itu Aisha berjalan ke pekarangan mendahului Nizar.

Nizar melirik ke arah Vita yang tampak tercengang menyaksikan drama itu. Kemudian melambaikan tangannya sekali. "Nice to meet you!" Katanya pada Vita.

"Nice to meet you too!" Balas Vita seriang mungkin.

Terpopuler

Comments

hanz

hanz

usianya sebelas atau dua belas tahun ?

2024-07-23

0

hanz

hanz

awal pertemuan denta dengan dewi samudra.

2024-07-23

0

hanz

hanz

ini pasti gilang wibisana 😅

2024-07-23

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 83 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!