Chapter 12

Atheena, 2016

...Pesta rakyat adalah ajang pencitraan....

...Pesta topeng para pemburu tanpa senjata....

...Mereka menyimpan pedang dalam mulutnya. Dan panah mereka terselip di sudut matanya. Senjata massal tersembunyi di dada mereka....

...Tidak ada ancaman. Tidak ada huru-hara. Tidak ada perang yang disuarakan. Tidak ada derita untuk sementara....

...Jangan percaya pada mereka semua!...

...Tidak ada pesta yang takkan berakhir....

...Tak ada perayaan untuk yang tak dirindukan!...

..._...

"Apa kau sudah punya rencana pergi dengan pacarmu besok malam?" Diana bertanya sembari mengunyah makanannya.

"Aku tak yakin. Pacarku mungkin akan sibuk mengamankan lokasi!" Vita menjawab cepat seraya menjejalkan segarpu penuh spageti ke dalam mulutnya.

"Kau memang betul-betul perempuan bermulut besar," komentar Diana, menanggapi cara makannya.

"Aku betul-betul lapar," sergah Vita di antara kunyahannya. "Belum makan dari orok!"

Diana tertawa menanggapinya. "Bagaimana denganmu, Aisha?" Diana mengalihkan perhatiannya ke arah Aisha yang sejak tiba di kantin hanya diam saja seperti biasa. "Apa kau ada rencana pergi dengan Valentine besok malam?"

Ditanya seperti itu, Aisha mendadak tersedak. Setelah pemakaman El Khanza, Valentine sudah tak pernah menyapanya lagi. Dan Aisha tak tahu apa sebabnya. "Aku juga tak yakin," jawab Aisha setelah terlebih dulu berdeham dan meneguk minumannya sesaat sebelum membuka suara.

"Bagus!" Diana menyeringai. "Bagaimana kalau kita pergi bertiga saja?" Ia mengusulkan.

Hari itu adalah hari terakhir mereka berada di kampus sebelum libur musim panas. Dan sejak mereka tiba di kantin, Diana sibuk membahas soal Perayaan Karnaval yang akan diselenggarakan besok malam.

"Aku akan mengabarimu besok," jawab Vita, tetap fokus pada makanannya.

Lalu Diana melirik Aisha yang masih tercenung seraya mengaduk-ngaduk sisa makaroni di piringnya. Seumur hidupnya, Aisha belum pernah sekalipun pergi ke perayaan. Orangtuanya tak pernah mengijinkannya samasekali. Ia tak yakin apakah Nizar juga akan mengijinkannya.

"Bagaimana denganmu?" Diana bertanya.

"Akan kukabari secepatnya," jawab Aisha ragu. Ia bahkan tak yakin berani mengutarakannya pada Nizar. Komunikasi mereka masih tetap payah sampai sekarang.

Seperti biasa, setiap hari Jumat, ketiga gadis itu pulang lebih cepat dari hari biasanya. Selesai makan siang, ketiganya berjalan ke ruang locker kemudian keluar untuk menyongsong jemputannya masing-masing.

Sebuah mobil Patroli Kota terparkir di depan gerbang, dan seraut wajah muncul dari belakang kemudi. "Seorang Polisi muda menyeringai pada ketiga gadis itu.

"Whoa," seru Diana. "Siapa yang punya urusan dengan Polisi Kota?" Ia bertanya.

Ditanggapi gelak tawa Vita. "Sudah kubilang aku ini wanita jahanam," katanya dalam nada falsetto. "Aku akan berurusan dengan Polisi Kota itu sepanjang waktu!" Ia menambahkan dengan gaya dramatis.

Diana tergelak menanggapinya.

Sementara Aisha hanya tersenyum tipis. Seperti biasa!

Tak lama Vita menghambur ke arah mobil Patroli itu seraya berteriak riang dengan gaya sedikit konyol. "Sayangku..." Kembali ke nada falsetto.

Polisi Kota yang menunggunya di depan gerbang adalah Dion Markus. Kekasihnya. "Cintaku..." Pria itu membalas dengan gaya yang sama konyolnya.

Aisha dan Diana menggeleng-geleng menanggapi tingkah laku keduanya. "Mereka betul-betul cocok," komentar Aisha.

"Ya, sebagai pasangan idiot!" Diana menimpali.

"Syeikha!" Terdengar suara pria memanggil seraya melambai-lambaikan tangannya ke arah Aisha.

Diana membelalakan matanya. "Syeikha?" Ia melengak tak mengerti.

"Itu jemputanku!" Aisha memberitahu Diana.

"Apa Syeikha itu nama panggilanmu di rumah?" Diana penasaran.

"Cari tahu saja artinya di g**gle!" Aisha menepuk bahu Diana kemudian melambaikan tangan dan berlari ke arah Limousin di seberang jalan.

Diana mengeluarkan telepon selulernya dan mengetik "Syeikha" pada kolom pencarian g**gle. Kemudian muncul keterangan: "Istri atau anak seorang Syekh." Diana memekik seraya menangkupkan telapak tangan di depan mulutnya.

Begitu sampai di pekarangan rumah, Aisha melihat Bugatti Chiron milik Valentine memasuki gerbang. Terlintas gagasan untuk meminta Valentine membatunya berbicara pada Nizar, supaya ia diijinkan pergi ke perayaan. Tapi belum apa-apa ia sudah gusar memikirkan bagaimana memulai pembicaraan dengan Valentine. Ia tidak pernah menyapa pria lebih dulu. Bahkan Valentine. Selama ini selalu Valentine yang memulai komunikasi.

Begitu keduanya turun dari kendaraannya masing-masing, Valentine menghindari tatapan Aisha dan melewatinya begitu saja.

Aisha menelan ludah. Apa dia membenciku karena kematian El Khanza? Aisha bertanya-tanya. Seingatnya Valentine mulai bersikap dingin padanya sejak kematian El Khanza. Apa dia tahu kalau aku penyebab kematian El Khanza?

Valentine melirik Aisha sekilas melalui sudut matanya. Kemudian hatinya mendadak perih. Aku tak bisa melupakannya, batinnya getir.

Langit sore itu memancarkan cahaya keemasan di atas perkebunan. Nizar memicingkan kedua matanya seraya memayungi wajahnya dengan telapak tangannya, ketika sebuah Rolls Royce Sweptail berhenti di tepi perkebunan.

Seorang pria berambut sebahu berwajah mirip boneka porselen mengangkat sebelah tangan ke arahnya seraya tersenyum.

Saat itu, Nizar sedang berada di daerah perkebunan yang sepintas mirip taman bunga tulip.

Daerah perkebunan itu terletak di kaki bukit Edeweiss, di seberang bukit Cemara di kota Atheena. Tempat itu merupakan perkebunan opium terluas di dunia yang kelak dikenal sebagai kota Ghostroses.

Dan Nizar adalah pemilik tanah perkebunan itu.

Pria tampan yang menemuinya sore itu adalah seorang pengusaha muda paling terkenal di kota Atheena. Ardian Kusuma!

"Lama tak bertemu, Mohammed!" Ardian menyalami pria bercadar itu seraya menyeringai. "Dan kau terlihat semakin tampan!" Ia menambahkan.

Nizar tersenyum masam di balik kain selubung yang tak pernah diturunkannya kecuali saat makan, atau mandi dan tidur sendirian di dalam kamarnya yang yakin terkunci. "Dan ketampananmu semakin mengerikan," komentarnya pada Ardian.

"Tidak lebih mengerikan dibanding putra angkatmu," balas Ardian kembali menyeringai.

Nizar balas menyeringai. Meski tak seorang pun dapat melihatnya.

Pada saat yang sama, Aisha tengah berdiri gelisah di depan pintu kamar Nizar di dalam rumahnya. Gadis itu tidak diberitahu bahwa Nizar sedang keluar kota pada saat itu. Ia menghela napas kemudian mengangkat tangannya, bersiap untuk mengetuk pintu.

Tak lama pintu kamar itu terbuka sebelum Aisha sempat mengetuknya dan seraut wajah berkerudung menyembul dari balik pintu itu, lalu sesosok gadis menyelinap keluar.

Aisha menelan ludah begitu menyadari siapa yang baru keluar dari kamar itu. Lilith? Apa yang dia lakukan di kamar Nizar? Aisha mendadak gusar. Sesaat kata-kata El Khanza pada malam ia bersitegang dengan Nizar di depan perpustakaan, melintas dalam ingatannya.

"Kenapa tidak kau nikahi saja Lilith, jika kau memang menyukai gadis belia!"

Mengingat hal itu, mendadak Aisha merasa tak nyaman.

Wajah di depannya berkerut-kerut menatap Aisha. Kedua bola matanya berkilat tak bersahabat.

Sekonyong-konyong Aisha membayangkan gadis itu baru saja merayu Nizar kemudian keluar setelah menidurkannya. Tapi ia buru-buru mengenyahkannya. Apakah aku sudah gila? Nizar sendiri mengakui bahwa Lilit adalah putrinya. Kenapa aku begitu khawatir? Apakah aku cemburu? Tidak, bantahnya dalam hati. Aku tidak mencintainya. Ini bukan cemburu. Aku hanya terpengaruh oleh perkataan El Khanza, kemudian imajinasiku mengembangkannya menjadi prasangka. Hanya itu, katanya pada diri sendiri. Tidak lebih!

Terpopuler

Comments

Agil Revenely

Agil Revenely

Kisah ini bikin gw ngantuk, Bebz!

2021-07-26

0

Gista Adelia

Gista Adelia

baiklah, syeikha... aku otewe g**gle 🤭

2021-07-21

0

Eci Bae

Eci Bae

Ciye Aisha cemburu 😌

2021-06-16

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 83 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!