Jika aku di beri sebuah pena kehidupan, di beri semesta kesempatan untuk menulis takdir ku sendiri, mungkin aku akan memulai membuat nya dengan menarik sebuah garis lurus terus tak bergelombang tak ada liku-liku atau pun garis melingkar sampai titik akhir nya.
Its Flat, kau butuh garis naik turun atau zigzag untuk hidup mu, agar kau tau rasa nya di atas dan di bawah seperti apa.
I know but aku rasa itu hanya omong kosong, sudah ku rasakan seperti apa garis berliku kehidupan naik turun hingga putaran sudah semua ku rasakan, tapi apa?pada awal dan akhir nya sama kebahagiaan itu tidak ada.
Ucapan itu adalah doa, dan aku sering mendengarkan orang mengatakan maka berdoa lah yang lengkap karena yang terjadi pada mu hari ini mungkin adalah hal-hal yang pernah kau minta dalam doa-doa mu dulu.
Aku tidak pernah meminta banyak hal dalam hidup, hanya dua hal yang cukup membuat ku bahagia dalam kehidupa ini,1 melihat ibu ku tertawa bahagia dan 1 lagi tidur puas seharian, its so simple i know , tetapi itu sangat jarang terjadi, bahkan mungkin belum pernah terjadi sama sekali.
Aku sangat merasakan ibu ku tidak pernah lagi bahagia sejak aku beranjak dewasa, bersamaan dengan aku yang menjadi sangat takut untuk tertidur nyenyak setiap malam.
12 tahun lalu.
Dilvina Zamorra Hayyan. (Zamorra ivana Alderick)
Putri pertama dari 3 bersaudara, hidup kaya raya sejak lahir, anak dari Sonia Helra dan Johannes Alderick, memiliki dua orang adik perempuan dan laki-laki bernama Sandrina (Giana) dan Erland (Emerald)
Saat itu, semua nya berjalan sangat amat indah, keluarga Dilvi tinggal di sebuah pulau pribadi bernama Caviaritz Island pulau kecil yang di miliki oleh ayah, pulau nya yang berbatasan langsung dengan perairan teritorial negara tetangga.
Sebuah pulau yang keseluruhan luas tanah nya adalah bentangan rumah dan halaman besar milik keluarga nya, memiliki dua buah landasan halipad sebuah landasan pacu privat jet yang terbentang di garis pantai.
Memilki lapangan golf pribadi, kolam berenanang menyatu dengan laut, sebuah private Yacht yang menghantarkan nya ke pulau-pulau atau wilayah lain yang keluarga mereka inginkan.
Memperkerjakan puluhan koki dan pramu saji Hingga ahli gizi, yang selalu menjamin kesehatan serta kelezatan makanan yang di sajikan.
Sebuah pulau berpengamanan yang super ketat, terbentang luas tembok tinggi menjulang dan penjaga yang berada disetiap titik jaga sekeliling pulau tempat tinggal mereka, dan masih banyak lagi fasilitas dan semua ketahanan yang bahkan tidak bisa di tembus perimeter sekeliling nya.
Tidak di ragukan lagi kekayaan Johannes ayah kandung Dilvi adalah pemilik separuh pertambangan di bagian barat asia, dan juga pemilik perusahaan kapal persiar yang berkembang pesat di Spanyol, masih banyak usaha lain nya yang bahkan tidak terhitung dalam jumlah kekayaan nya.
Dilvina hidup bergelimangan harta, cinta dan kasih sayang yang utuh semua dia miliki, Namunn semua itu tak membuat Dilvi dan adik-adik besar kepala , mereka tumbuh menjadi anak-anak yang baik dan sederhana, memiliki sifat berbesar hati, ikut dalam banyak program social, penggalangan dana pendidikan, penyakit masyarakat, dan masih banyak progress lain nya, jelas semua berkat didikan terbaik seorang ibu, tidak salah jika orang mengatakan jika ingin mendapatkan anak yang baik maka kau harus menjadi ibu yang baik pula.
Semua nya berjalan sangat amat indah, orang tua yang saling mencintai dan menyayangi, Johan yang selalu menghabiskan banyak waktu nya selain bekerja ialah dengan sang istri dan anak-anak nya, pergi keluar negara, mengelilingi tempat-tempat indah, bermain salju, menanti keindahan Aurora , berselancar, hiking, menyelam, bermain bola dan masih banyak lagi semua di lakulan berlima dan bersama-sama.
Dilvi dan adik-adik tidak memilik akses untuk bergaul dengan orang luar, hanya sebatas lewat pergerakan social yang mereka lakukan lah mereka bergaul di luar, selebih nya hanya kepada beberapa sepupu terdekat, kakek nenek, dan guru-guru private yang datang silih berganti memberi pendidikan untuk mereka.
Banyak hal yang membuat Johannes melarang anak dan istri nya untuk tidak meninggalkan pulau kediaman mereka itu keculai atas perencanaan nya, ada banyak hal bahaya yang mengincar mereka di luar sana, Begitu banyak musuh hingga kompetitor berbahaya di dunia bisnis hingga kehidupan Johannes yang selalu di incar mencari celah untuk masuk atau menjatuhkan keluarga itu, tidak salah jika Dilvi dan adik-adik nya selalu mendapatkan pengawasan yang cukup ketat, puluhan bodyguard meskipun hanya bermain di sekitar pulau.
Perlahan Dilvi pun beranjak dewasa, memasuki 18 tahun usia nya dan hanya berjarak masing-masing 4 tahun dengan adik-adik nya, tumbuh menjadi seorang gadis cantik bernetra bulat coklat, rambut bergelombang, tubuh tinggi bak model, kulit mulus terawat, wajah blasteran eropa indo.
18 tahun adalah usia di mana para remaja sedang bergejolak mencari jati diri nya, usia dimana saat itu Dilvi mulai jengah terkurung di dalam sangkar emas nya, sering kali Dilvi mencari jalan untuk melihat dunia luar pergi bebas dari sana, namun usia nya sia-sia dan tak pernah terlaksana.
Jika jendela kamar nya saja ada pengawal nya baimana dengan pintu utama, gerbang hingga akses masuk pulau lain nya.
Hingga pada bulan Juli tahun 2008 malam itu, Johannes yang sudah 2 minggu tidak pulang dan ia mengatakan kepada anak dan istri nya ia berada di Spanyol, tiba-tiba saja ia pulang dalam keadaan babak belur, sontak saja keadaan nya membuat panik semua orang di sana.
Fasillitas kesehatan dan pengobatan yang standby pun segera di kerah kan, Dilvi, ibu dan adik-adik nya, semua penghuni pulau itu tampak panik, apa yang tengah terjadi kepada sang pemilik kekuasaan.
Hingga ke esokan hari nya, entah siapa yang memerintahkan kepada seluruh pengawal dan para keamanan nya untuk membawa ibu Dilvi dan anak-anak nya keluar dari pulau indah yang sudah di tempati mereka sejak 18 tahun lalu itu.
Jelas, kejadian itu membuat tanda tanya besar untuk siapapun, apa yang telah terjadi di sana, di sana lah awal mula memori kelam itu berawal, di sana lah awal mula kepahitan itu muncul, bagai kenangan buruk yang sudah mendarah daging dan terpatri di hati nya hingga sekarang.
Saat itu dua helicopter membawa Ibu dan Adik-adik Dilvi beserta beberapa pelayan mereka, namun tidak ada yang tahu ternyata Dilvi tidak ikut bersama mereka, saat dalam keadaan panik pengamanan bisa tidak terkendali jika Antoni mengira Dilvi ada bersama Daniel di Helicopter satu nya lagi.
Begitu pun Daniel mengira Dilvi ada bersama Antoni, kedua nya merupakan dua orang tangan kanan dari 3 orang tangan kanan ayah Dilvi, dan yang 1 nya lagi Vincent masih berada bersama Johannes ayah Dilvi di pulau itu.
Menjadi malam yang mencengkam saat Dilvi ternyata bersembunyi di area rumah yang kini bahkan nyaris pora-poranda, tidak tahu pasti apa yang baru terjadi setengah jam lalu saat di mencoba lari dari pengawasan Daniel dan Antoni, kini yang dia lihat adalah tumpahan darah dimana-mana, beberapa mayat tergeletak di halaman rumah hingga ruangan keluarga dan beberapa petugas kesehatan terlihat sudah tidak bernyawa masih dalam keadaan terduduk di tempat nya.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Drew 1
owh my.. 😢 ndredeg
2022-09-04
0
Aqiyu
menakutkan
2022-08-01
0
Yuni MamaRizky
serem ternyta pengalaman divi pantesan ibunh pernah bilang punya trauma
2022-05-04
0