“Sorry Dilvi” Ujar Felix setelah mendorong wanita itu ke dalam. “Semoga ini terbaik untuk masalah kalian” Felix mengingat Jullian yang benar-benar berantakan hidup setelah Dilvi pergi.
“Apa-apan Felix!!” Pekik Dilvi terlonjak kaget nyaris terhuyung namun kaki nya masih bisa menyeimbangi tubuh nya tidak jatuh, ia masih menatap pada daun pintu yang baru tertutup.
“Felix, buka pintu nya!” putar Dilvi handle pintu,“Felix jangan bercanda, Felix!!”
Cklak, cklak…
“Felix buka pintu nya, apa mau mu sebenar nya!” Dilvi menoleh sekilas ke arah ranjang, mata nya langsung melebar sempurna kali ini ia benar-benar terkesiap, nyaris jantung nya seakan ingin melonjak keluar, mendadak merasa dalam mimpi, wajah itu sosok itu, lelaki itu berdiri di ujung ranjang menatap pada nya.
Dilvi merasa ia sedang tidak waras, dia tengah berhusinasi, tangan nya masih terus menggerak-gerakkan handle pintu.
Cklak.. Cklak..
Nafas Dilvi putus-putus, takut karena terkurung tidak tahu hal buruk apa yang akan terjadi, kini semakin takut ketika ada makhluk itu di sana, Jullian masih diam membisu saat Dilvi terus memaksa handle bisa terbuka.
Tatapan Dilvi tajam, saat kesadaran nya mulai di ambang waras, “Tidak bagaimana dia di sini, kenapa dia si sini tidak” bathin nya terus menolak namum kepala ya terus menyadarkan nya ini nyata sangat nyata, itu benar dia.
Jullian sedang mencari celah menunggu kesempatan saat di mana ia akan menyapa, satu langkah nya mencoba mendekat dengan Dilvi yang belum menyurut memegangi handel dengan 1 tangan nya lagi memukul-mukul pintu.
“Dilvina” ujar lelaki itu, manik nya berkilau saat ia menatap kini wanita itu ada bersama nya, ini bisa jadi kesempatan mungkin juga sebuah keputusan.
“Stop! Jangan mendekat, stop! ternyata ini adalah rencana mu!” manik Dilvi menajam nafas nya terengah-engah, “Coco” kemudian di lihat nya pula makhluk menggemaskan itu ada di sana, fikiran nya pun menebak pasti.
“Apa yang kau rencanakan! apa lagi yang kau mau!”
Lelaki itu mendekat kini tatapan nya melemah, menatap seperti memohon, “Dilvi…”
“Stop Jullian, buka pintu nya cepat, buka kata ku!”
“Berikan aku kesempatan! ku mohon Dilvina” kalimat lirih itu langsung keluar saat dia rasa dia tidak tahu lagi harus mengatakan apa dan memulain dari mana.
“Sampah, buka pintu nya Jullian!! buka pintu sekarang!!! “sarkas Dilvi tatapan nya nyalang, ia bahkan sangat tidak ingin mmendengar apapun penuturan lelaki itu.
“Dilvi, ku mohon! ”kini ia meminta benar-benar dan sungguh-sungguh saat manik nya pun menatap penuh harap.
“Apa lagi rencana mu Jullian, aku sudah pergi Jauh, aku tidak lagi ingin jadi kotoran hina di hidup mu!”
“Dilvi” lelaki itu melangkah lagi.
“Berhenti jangan mendekat!” bibir Dilvi bersimpul jijik, ia sangat muak pada wajah memelas lelaki itu.
Ckak cklak.
Lagi-lagi ia memutar handle dan terus memukul-mukul pintu. “Felix sialan! sudah ku duga dia punya maksud jahat terhadap ku!”
“Felix buka!! “Felix!!!” bug bug… kini Dilvi memangis kekesalan yang begitu membuncah, tangan nya nyaris memerah.
Bughh bughh… .
“Berhentilah memukul, tangan mu akan terluka!” tatap lelaki itu pada Dilvi yang bergerak-gerak seakan tenaga nya sanggup mendobrak pintu.
Tidak mengindahkan, kaki wanita itu pun mulai menendang, nafas nya terdengar jelas, ia sangat besusah payah.
”Sialan!!!” bruakk
Dilvi meringis tertahan kaki nya menghantam kuat menimbulkan merah di sana, Ia pun menahan memegangi ny
“Berhentilah menyakiti diri mu, aku bisa membuka nya!”
Dilvi mengangkat kepala nya menatap nyalang pada lelaki itu. “Maka buka sekarang, hentikan omong kosong mu!”
“Berikan waktu untuk ku lima menit! Aku ingin menjelaskan pada istri ku” ujar nya lembut, melampirkan manik memohon nya.
“Haha, istri” Dilvi menaikan ujung bibir nya, melampirkan tawaan mengejek sangat tidak ingin mendengar kalimat menjijikkan itu.
“Omong kosong, cepat buka Jullian, kau bukan suami ku, kau tidak ada hak apapun!”
“Tapi kenyataan nya kau memang istri ku!”
“Berhentilah Jullian, kau sangat membuang-buang waktu ku!” sarkas nya lagi yang memang sudah muak mendengar omong kosong Jullian.
“Kau bisa menyangkal nya tapi tidak pada kenyataan nya, Dilvina” tegaskan lelaki itu lagi, ia pun berjalan ke arah nakas entah apa yang akan di lakukan nya, dari sisi pintu Dilvina terus menatap nya, masih bersikap waspada kalau-kalau ada hal buruk yang akan menimpa nya.
Jullian mengambil ponsel nya, saat kini manik nya juga menoleh pada Dilvi mengisyaratkan sesuatu hal, seperti meminta menunggu ia akan menunjukan sesuatu.
Namun entah dia memang sengaja menunjukkan nya atau tidak, Dilvi melihat sebuah cincin pernikahan masih melingkar di jemari lelaki itu, Dilvi pun mengalihkan wajah nya, benar-benar ia sudah tidak peduli lagi dengan apappun itu.
Jullia tampak menggeser ponsel nya, lalu kemudian mengangkat nya membuat Dilvi melihat nya, namun tidak jelas oleh dilvi nama kontak nya dari jauh.
tut, terdengar suara Jullian menekan sebuah icon pengeras suara di ponsel. memperdengarkan jelas kepada Dilvi bahwa panggilan itu masuk.
Tut…..tut…..tut…
Dilvi di buat berfikir apa yang lelaki itu akan lakukan, benar-benar ia tidak bisa menebak apapun kali ini.
“Hallo Rinda”
Degh… wanita itu terkesiap Rinda? Jullian menghubungi Rinda.
“Hay Jull, bagaimana kau menemukan Dilvi?”sahut wanita bernama Rinda yang merupakan sepupu sekaligus lawyer Dilvina di seberang sana.
“Belum Rind, bagaimana jika aku menemukan nya, namun dia tidak percaya kami masih sah suami istri apa yang harus aku lakukan Rin!”
“What the Fùck !!” cerca Dilvina.
“Baiklah, nanti aku email-kan surat putusan dari pengadilan yang menolak gugatan percerai yang Dilvi kirimkan”
Dilvi menggeram, tangannya mengepal “Sialan” nafas nya menggebu kali ini emosi nya benar-benar membuncah, bagaimana Rinda melalukan ini, kenapa mereka mempermainkan ku.
“Secepat nya ya Rind...!” perbesar Jullian ucapan nya setelah mendapatkan kekesalan wajah Dilvina atas kenyataan sebenar nya.
“Iya, selamat berjuang Jull, ku harap kau mendapatkan kesempatan kedua nya!”
“Thanks ya Rind, Bye”
Tut.
“Tutup mulut mu!” Dilvi memekik memukuli pintu, kali ini dia melemas perlahan-lahan dan terduduk, kenyataan semacam apa ini, baru saja rasa nya ia hidup tenang, berdamai dengan semua yang terjadi.
Dilvina menenggelamkan kepalanya dalam kedua lutut yang mengapit, air mata pun seakan tak mampu keluar lagi, “Aku benciiii!!!” kesal nya memukul lantai.
Jullian tetap berdiri di tempat manik nya menatap seperti menegaskan, dengan sebuah senyum tipis di bibir nya. “Perceraian tidak semudah yang kau bayangkan, kau mungkin bisa mengeluarkan seluruh uang mu hingga aset mu untuk membuat nya mudah tapi kau lupa aku juga bisa mengeluarkan seluruh uang ku dan aset ku untuk mencegah nya! “
“OMONG KOSONG JULLIAN!” angkat Dilvi kepala nya. “Kau fikir kau siapa? kau siapa? Setelah semua yang kau lakukan kini kau datang menganggap semua nya mudah!”
Lelaki itu tetap lirih, ia pun merasa sakit mengingat kesakitan yang Dilvi dapatkan dari nya. “Percayalah ketika kau pergi hidup ku berantakan,aku tersiksa, aku kehilangan, aku membutuhkan mu.”
“Tutup mulut mu!"
Dilvi mendengus, bibir nya kembali menyipul membentuk senyuman jijik, ia benar-benar sudah sangat frustasi mendapati kebenaran ini, perlahan Dilvi yang tergopoh-gopoh pun bangkit menatap ke arah pintu dan,
BruAaakkkkkkkkkkk!!”
“Dilvi!!!
Wanita itu tidak menimbang ia langsung menghantam sekuat tenaga kepala nya ke pintu kayu beraksen kaca itu, hantaman yang sangat kuat menimbulkan dentaman yang cukup besar,kaca nya berhamburan kepala bagian depan nya sukses terluka memar parah dan berdarah-darah, Dilvina pun tersenyum, berharap dia mati kali ini.
lengang...
Saat kini ia mendengar telinga nya berdengung sangat panjang dan, bug... persekian detik Dilvina terjerembab menghantam pintu lagi.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Yuni MamaRizky
divi nekat yaaa
2022-05-04
0
Laudia Anggraini
bgs dilvi jual mhl dlu bru mau baikan sma juli
2022-04-27
0
🌷Tuti Komalasari🌷
Julian semudah itukah kau minta maaf, dulu waktu Dilvi masih jadi istrinya kamu kemana aja memperlakukan Dilvi layaknya pembantu bahkan Dilvi lagi tidurpun disiram, kamu sibuk ngurusin cewek lain...😡
2021-12-10
1