Dilvina boleh mengatakan tidak peduli oleh ancaman Jullian namun fakta nya ia merasa tidak tenang kali ini, ia menjadi gugup di hadapan Richard, jelas terlihat dari air muka nya Dilvi tampak gelisah seperti sedang memikirkan banyak hal.
“Sebaik nya aku menghantarkan kamu pulang Dill, kau terlihat tidak sehat, seperti nya luka mu membuat tubuh mu tidak nyaman” Ujar Richard yang kini duduk di hadapan nya.
Dilvina memang ingin menyudahi pertemuan nya dengan Richard kali ini, ia seperti mendapatkan jalan, Dilvi dengan cepat mengangguki ucapan Richard.
“Kau benar Rich, aku sedang tidak enak badan” balas Dilvi memegangi tengkuk nya.
“Aku akan menghantarkan mu pulang, lalu akan menjemput mu untuk ke café besok!”
Dilvi ragu membiarkan Richard mengunjungi rumah, Dilvi takut sesuatu hal mungkin akan di lakulan Jullian nanti, sialan! Arghh apa peduli nya, apapun itu Dilvi ingin menyudahi pertemuan ini, ia benar-benar kalut begitupun luka nya juga membuat nya tidak nyaman beraktifitas.
Dilvi pun berdehem sebagai persetujuan, kemudian Richard berdiri menyambut tangan Dilvi menuntun nya untuk bangkit, kedua nya berjalan beriringan menuju ke dalam mobil Richard.
Lelaki itu membukkan pintu untuk sang kekasih, dan Dilvi pun masuk untuk duduk di sebelah nya, Richard selalu memperlakukan nya dengan sangat istimewa, berawal dari pertemuan mereka di Café milik Dilvi ketika Richard melakulan pertemuan dengan salah seorang client nya,
Pertemuan pertama itu berlanjut, saat Richard menjadi sering mengunjungi Café Dilvi hingga terciptalah sebuah kedekatan dan hubungan yang berlanjut, Tidak pernah menutupi Dilvina bahkan membuka fakta nya bahwa ia pernah menikah namun ternyata Richard tidak mempersalahkan itu ia menerima Dilvi atas kenyataan nya.
Tidak banyak percakapan di dalam mobil, Dilvi memilih menyandarkan punggung nya di headboard lagi-lagi bergelut dengan fikiran nya, benar-benar kehadiran Jullian membuat nya banyak berfikir.
Hingga tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah yang di tempati Dilvi, wanita itu sempat-sempat nya melirik ke rumah Jullian tampak tertutup dan mobil pun tidak terparkir di sana, Dilvi tidak ingin membuat Richard berlama-lama di sini ia pun segera berpamitan dan keluar dari mobil.
Bersekian detik Richard pun pergi Dilvi melambai dan segera ia akan masuk ke dalam rumah nya.
Dilvi melangkah naik ke atas, siap menuju kamar, langkah nya naik membuat Sophia yang sedang makan terkesiap. “Hey kau kembali?”
Dilvi mengagguk memegangi kepala nya yang kini terasa berdenyut yang entah karena apa.
“Aku tidak enak badan beb, aku ingin tidur! “ujar Dilvina berlalu masuk ke dalam kamar nya.
“Baiklah, istirahatlah!” Sahut Shopia atas Dilvi yang berlalu.
Dilvina pun membaringkan tubuh nya ke ranjang, menyamankan kepala yang rasa nya sangat amat berat, hari ini benar-benar terasa berat, bathin nya.
Namun Dilvi merasa terusik baru saja ia akan memejamkan mata, nada-nada pesan sedari tadi tidak berhenti menotifikasi, masih sangat malas Dilvi pun meraba tas di nakas untuk mengambil ponsel nya.
+63xxx
Obat nya sudah di minum? luka nya sudah di bersihkan?
+63xxx
Minum obat nya, luka itu akan sakit dan membuat mu tidak akan nyaman.
+63xxx
Istirahatlah hari ini, minta lah kekasih mu, segera menghantarkan pulang.
+63xxx
Jangan buat di lama-lama di rumah mu, minta dia segera kembali, jaga diri mu.
Sudah jelas dan siapa lagi jika bukan Jullian yang seolah-olah menjadi sosok seorang suami yang sangat peduli istri, dari mana dia menemukan nomor ponsel ku, astaga! Dilvi berdecak kesal, ketika mengingat siapa Jullian dahulu, sangat mudah jika hanya mencari nomor ponsel.
Dilvi menggeram, seiring denyut kepala nya yang semakin terasa, benar-benar sakit yang membuat tidak nyaman dan tersiksa, seperti nya ia benar membutuhkan penghilang rasa sakit dan obat-obatan untuk mempercepat ke sembuhan nya.
Dilvina pun bangkit perlahan, ia yang berencana akan membuang obat-obatan yang di kirimkan Jullian pun seperti nya tidak jadi, ketika ia fikir benar di membutuhkan nya, Dilvi pun berjalan meraih botol air mineral di meja rias nya, untuk segera meminum obat-obat yang di simpan di dalam tas milik nya.
Dilvi berkomat-kamit mengucapkan sesuatu semoga ini benar obat bukan racun yang akan mematikan ku.
Seharian Dilvina hari ini beristirahat, seperti nya obat nya mengandung obat tidur yang membuat nya benar-benar tertidur hingga menjelang malam, Dilvina mengerjab melihat ke jendela sudah mulai gelap, kali ini kepala nya sudah mulai tak menyiksa denyut nya pun nyaris tak terasa.
Dilvina perlahan bangkit, menggerakkan sendi-sendi kemudian mengayunkan langkah nya menuju jendela untuk menutup nya, tanpa di inginkan sudah pasti view kamar nya adalah rumah di depan nya, tanpa ia ingin melihat sudah pasti ia akan terlihat. Rumah itu tampak sepi dan gelap di dalamnya, Mobil pun tak terparkir di sana.
Dilvi tak peduli itu, ia melangkah keluar kamar akan mengisi perut yang mulai bergemuruh, dan akan menanyakan perihal Sophia apakah dia tidak tahu siapa lelaki yang pernah menikah dengan nya saat itu.
*
Di tempat lain Sophia berangkat ke tempat kerja nya lebih awal, bahkan ia tidak sempat membangunkan Dilvina dan memberi makan Coco baby bulu kesayangan nya, wanita itu sangat antusias karena mendapatkan sebuah pekerjaan dengan nominal yang besar malam ini.
Sang pemilik tempat hiburan mengatakan seseorang menyewa tempat ini full satu tempat dan Sophia adalah wanita yang telah di pilih orang itu untuk menemani nya hingga pagi nanti, mimpi apa ini dia memang adalah bunga di tempat ini tidak sembarang orang mampu menyewa nya karena nominal Sophia yang memang cukup tinggi hanya kalangan atas pengusaha yang sanggup membayar nya,
namun kali ini bahkan tempat nya bekerja pun di sewa dalam semalam sekaya apa orang itu?, bathin Sophia.
Shopia tidak mau mengecewakan, ia sudah mengenakan pakaian termahal milik nya yang super mewah dan sangat pas di tubuh nya untuk melayani orang itu, ya orang itu yang Sophie dengar lelaki itu sendiri tidak dalam tim atau jumlah banyak.
Sophia menatap pada kaca saat kini ia sedang mempertegas bibir nya dengan lipstick warna merah merona.
“Wow!” takjub Sophia melihat tampilan nya yang begitu menakjubkan, gaun hitam membentuk tubuh, memperjelas jenjang kaki dengan belahan lebar di dada nya ia yakin siapapun yang memesan nya tidak akan berkedip melihat nya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam lihat Sophie pada ponsel nya, ini adalah waktu yang di nanti, seseorang itu mungkin sudah ada di tempat executive khusus sedang menunggu nya.
Sophia melangkah sexy, mengayunkan kali berbalut heels brand ternama milik nya untuk masuk ke bilik kaca menghantarkan nya ke lantai dua, Sophia berfikir sejenak apa mau lelaki itu bahkan tempat yang biasa nya di penuhi hingar bingar gemerlap dan dentaman musik dalam semalam atas permintaan nya berubah menjadi tempat tenang di iringi music classic yang menenangkan.
“Jelas, ini adalah lelaki tua” Yakin Shopie akan ucapan nya
Sophia pun sampai di ruangan khusus itu, tanpa ragu dia mengetuk untuk masuk, seseorang di dalam seketika menyahuti nya.
“Masuk!”
Sophia pun berlenggok-lenggok sexy masuk ke dalam tempat tamaram itu, mendekat pada sosok lelaki yang sedang duduk menyandar pada headboard di depan sebuah meja yang di penuhi banyak minuman di sana.
Sophia terkesiap, melonjak kaget saat kini lelaki itu tersenyum pada nya, “Selamat malam Sophia”
“FELIX!!!!!!”
Benar-benar wanita itu di buat kaget oleh nya, rasa nya heel nya pun tak mampu menahan kaki nya yang seakan melemah, bagai mana bisa tamu khusus itu adalah dia,
Bagaimana bisa dia membuang uang untuk ini semua, Bagaimana bisa tamu special itu adalah tetangga nya.
“Kenapa?” tanya lelaki itu sedikit tertawa memegangi gelas anggur nya melihat wajah terkesiap Sophia. “Duduk lah!” Perintah Felix terus mengulas senyuman nya.
“Apa mau mu!” kesal Sophia merasa kesal, segala tampilan terbaik nya ternyata adalah untuk makhluk menyebalkan tetangga depan rumah nya.
“Duduk lah! Malam ini kau untuk ku!” ujar lelaki itu mengerlingkan mata nya.
Sophia bergidik geli mendengar kalimat dari Felix itu, Rasa nya sangar aneh bagi Sophia melayani seseorang yang akan selalu ia lihat di depan mata, bagaimana bisa, astaga bagaimana dia menyelesaikan nya.
“Sophia cepat!” ulang lelaki itu lagi.
Mau tidak mau Shopia pun mendekat, duduk tepat di sebelah nya, Felix mengulum senyum penuh kemenangan mendapati ekspresi kesal Sophia, lelaki itu pun berbisik. “Buka baju ku Shopia?”
“Apa?” terkesiap Sophia.
“Biasa saja, kenapa kau sangat terkejut seperti itu!” ujar Felix.
Sophia sedang membayangkan yang tidak-tidak astaga!, rasa nya ia ingin pergi dan menghilang dari sini, mau di taruh di mana muka nya jika ia akan melakukan sesuatu Affair berbayar dengan tetangga nya.
“Kau sangat lama, baik lah aku buka sendiri pakaian ku!” lelaki itu melepaskan kancing kemeja nya, menanggalkan satu persatu kancing nya hingga terlepas lah baju ny, Sophia menelan saliva, menatap pada tubuh kekar Felix yang terekspose di hadapan nya, Sophia segera mengalihkan pandangan nya.
“Sialan Felix! Kau sangat terburu-buru!”
“Apa?” ujar lelaki itu kemudian.
“Ah tidak!” balas Sophia bergidik geli membayangkan nya lagi dan lagi.
Lelaki itu mendekat, menatap Shopia lamat-lamat, “Segera lakukan!” ujar nya memegang tangan Sophia dan meletakkan sebuah benda di sana.
“Ha Apa ini, untuk apa benda ini?” lihat Sophia sebuah koin kecil di tangan nya
Di tengah ketegangan Shopia, Felix mengeluarkan ponsel nya, melampirkan gambar berbentuk tulang-tulang di punggung seseorang.
"Indonesian culture sebuah tradisi menyembuhkan masuk angin, dengan menggosok benda pada punggung atau biasa di sebut dengan Kerok’an, Dan lalukan lah sekarang Shopia!”
“Apa, kerok’an? Kau sudah tidak waras Felix!!" terkesiap Sophia lagi-lagi mendapati ke absurd’tan tetangga nya.
“Why? Jika kau ingin lakukan lebih dari itu ayo, aku dengan senang hati tidak akan menolak nya!”
“Tidak ada! tidak ada untuk mu!”sungut nya.
Sophia mengusap wajah nya kasar, lelaki itu benar-benar penuh keanehan dalam hidup nya.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
☆🅢🅐🅚🅤🅡🅐☆🇮🇩🇸🇩
🤣🤣🤣🤣🤣 asemmmm felix
2024-06-30
2
Dewi Nurmalasari
gilee mo kerokan aja luar biasa bayarannya, 😛😛
2024-01-19
0
Nonna Mel
y allah feliiiiix 😅😅
2023-12-27
0