MY DEARY
aku hanna, orang tua ku hanya buruh serabutan aku tidak merasa malu dengan keadaan keluargaku aku anak bungsu dari tiga bersaudara, kakak tertuaku bernama dema, yg ke dua satiawan.
mereka teramat menyayangi ku, mereka slalu memanjakan ku, meskii itu membuat mereka pusing akan permintaan ku.
aku duduk di bangku kelas 3 SMA, aku tak mudah bergaul dengan banyak orang mereka slalu mengejekku karna aku dari kalangan orang tak punya.
aku tak pandai dalam pelajaran apapun tapi, yah lumayan nilaiku cukup baik.
aku slalu di pandang sebelah mata tapi aku tak pernah menghiraukan nya meski perkataan itu sangat tengiang di telingaku.
aku hanya bisa terdiam terkadang aku menangis, karna kepahitan lidah mereka.
namun, dengan begitu tak membuatku lemah meski mereka sering mengatakan nya berulang kali.
banyak yg tak menyukaiku tapi, beberapa orang slalu mensuportku mereka temanku suci anjarawati dia slalu menjadikan diriku teman terbaiknya.
"suci makasih kamu slalu mau berteman denganku" ucapnya kepada gadis di sebelah nya.
"kenapa? kenapa harus berterima kasih kita sama-sama sekolah di sini kita sudah lama bersahabat sejak SD janganlah kamu berpikiran seperti itu" membuat hanna terdiam dengan ucapan nya dan setengah berkaca-kaca di ujung mata.
"terima kasih suci kamu menerimaku apa adanya lebih dari sebagai sahabat tapi, saudara" menghapus air matanya yg tengah mengalir haru mendengar ucapan suci.
...----------------...
suara bel berbunyi kelas pun sudah akan di mulai hari ini pelajaran bu raini guru biologi dia guru honorer yg belum lama mengajar di sekolahnya memiliki paras yg anggun dan memiliki tutur kata yg sopan hampir semua murid menyukainya karna ke ramahan nya tak hanya murid yg menyukainya tapi, banyak guru-guru lainnya terpesona di buatnya bukan hanya cantik nan rupawan namun, bu raini pintar dan cerdas.
45 menit kemudian pelajaran bu raini sudah selesai.
sudah hampir 1jam kelas kita menunggu guru fisika yg tak kunjung datang hingga kelas kami slalu membuat ke gaduhan sampai tercatat penghargaan kelas tergaduh.
10 menit berlalu seorang guru menghampiri kelas tak lain wali kelas kami pak derli.
"kenapa kalian slalu membuat kegaduhan, bukannya belajar malah bermain-main" kesal dengan raut wajah yg terlihat sangar.
"maaf pak"
"maaf pak"
"maafin pak soalnya kami sedang menunggu pak caslim yg belum datang sudah merasa pegal berdiam di kelas tanpa belajar" gilang menatap arah guru nya.
"seharusnya kalian diam atau mempelajari pelajaran yg seharusnya hari ini bukan bikin gaduh kelas lain sulit berkonsentrasi bila kalian membuat gaduh" jengkel atas perbuatan murid-muridnya.
bel pelajaran berlalu
teeeeeetttttttttttt..........
para murid di kelas 1ç itu pun sudah bersiap untuk pulang,,
"eitsss... tunggu dulu ada hukuman buat kalian kerjakan pelajaran fisika hal 5-15 .." tersenyum kecut.
akhhh .... paak apa gak kurang banyak" sahut ferdian murid di kelas nya pak deril. baiklah jika kurang banyak akan bapak tambahin gimana" mengangkat halis nya sembari tersenyum kecil.
"jangan pak, ini sudah cukup kok" ucap gilang nyengir kuda sambil menatap malu kepada guru nya.
baiklah kalian boleh pulang" pa derli berlalu dari kelas.
"hanna.." seorang gadis memanggilku terlihat dari depan mejaku. "hayy, risma" membalas sapaannya dengan melambaikan tangan. risma pun salah saru teman hanna yg peduli padanya.
aku beranjak dari bangku ku dan membawa tas ransel ku. "apa kamu tidak berangkat dengan teman lainnya tidak han, aku sengaja menunggumu" mengerutkan dahinya silau terkena paparan sinar matahari.
"kenapa?" tanya hanna. "banyak orang yg melihatmu sebelah mata namun, mereka tak sadar bila kamu seorang gadis yg cantik" sontak risma membuat hanna tersenyum. " biarkanlah lagi pula aku tidak peduli bila mereka memandangku seperti itu, aku tidak keberatan lagi pula itu ursan mereka ingin menilaiku apa" ujar hanna tersenyum kecil. "kamu memang mulia han," mengatupkan matanya karna kepanasan.
hanna berpisah di tengah jalan dengan resta karna arah kerumahnya saling berlawanan. hanna berlenggang berjalan sendiri membuatnya kepanasan di tengah jalan dengan terburu-buru berlari untuk segera membantu kesibukan ibunya.
Hanna pergi berjalan kaki menuju rumah karna, kediaman nya tak jauh dari sekolahnya.
mama, aku pulang" panggil hanna.
hanna mencari keberadaan ibunya yg sedari tadi di panggil nya tak menyaut.
dia melemparkan tas nya ke arah ranjang kecil nya, dan pergi membersih kan dirinya ke kamar mandi.
hanna.." suara terdengar dari arah depan pintu. hanna bergegas membasuh wajah nya dan segera menghampiri pemilik suara itu.
hanna terkejut saat membuka pintu sudah terdapat kakak nya disana yg tak lain dema kaka kedua nya "ehh kakak, kirain siapa " ujar hanna.
gimana kabarmu adikku" mengacak-ngacak rambut hanna. "ihh kakak, aku baik kok" merapihkan rambutnya.
mama kemana?," tanya dema. nggak tau sehabis pulang sekolah mama belum keliatan".sahut hanna menaikan bahunya.
"dek ayah belum pulang kerja dari kota?" mengambil air. belum kak, udah satu bulan belum pulang" jawab nya hanna jutek.
"eh iya bilangin ya sama mama kakak tadi kesini" beranjak dari kursi.
iya nanti di bilangin" ucap hanna.
----------------
1 jam kemudian
hanna,,??" teriak suara wanita paruh baya dari depan rumah. iya ma," hanna menjawab panggilan wanita paruh baya itu tak lain mama nya. "kamu udah pulang dari tadi?" ujar mama metty bertanya pada anaknya.
"aku sudah pulang dari tadi ma, mama dari mana tadi kak dema kesini" duduk di kursi melihat mama nya.
"apa dema kesini bersama istri nya" mengembangkan senyuman di wajahnya. tidak ma, kakak sendiri kesini gak sama istriny"ujar hanna, menggelengkan kepalanya.
oh, ya udah kamu udah makan?" tanya mama hanna. " udah ma, masakan mama ter the best " mengangkat jempol tangan nya.
kamu inih'.."mencubit pipi putrinya.
hari semakin gelap matahari pun sudah tenggelam hanna pergi ke kamar nya tuk mengerjakan tugas yg sudah di berikan gurunya sebagai hukuman karna kelas nya yg sudah membuat gaduh.
ya ampun pak derli gak kira-kira kalo ngasih tugas."gerutu nya. dia membuka lembaran tiap lembaran buku hingga membuatnya menguap beberapa kali.
waktu menunjukan pukul 10.15 dia pun sudah selesai mengerjakan tugasnya.
hanna pun beranjak dari meja belajarnya dan membantingkan tubuh nya di atas ranjang hanya dengan hitungan detik dia sudah tertidur pulas.
mama metty melihat hanna yg sudah merengkukan tubuh nya di atas ranjang tanpa berbalut selimut," ya ampun hanna tidur aja kaya anak kecil" menggelengkan kepalanya.
mama metty mengelus - ngelus pucuk kepala ananknya yg tengah tertidur dia pun mencium kening anaknya itu tak lain hanna.
tak lama kemudian mama metty kembali ke kamarnya dan lekas tidur.
malam semakin larut hanna terbangun dari tidurnya karna ke belet, " duhh lagi enak tidur kebelet lagih," dengan menggosok gosok mata nya.
tak lama kemudian hanna kembali ke kamar nya dan melanjutkan tidur nya.
hahh lega rasanya ,"mengusap perutnya. aku tidur lagi deh lagian masih tengah malam ini" gumam nya.
hanna melanjutkan tidurnya dan menarik selimut di dekatnya sambil memeluk guling.
malam berganti menjadi pagi hanna menggeliat dan segera bangun dari ranjang kecil nya dan bersiap untuk pergi ke sekolah.
tanpa alarm pun hanna sudah terbiasa bangun pagi meski dia tidur larut malam, hanna menyiapkan tas sepatu dan barang lain nya sesuai keperluan sekolahnya. disana hanna melihat ibu nya di dapur yg sedang membuat makanan ketring untuk pesanan seseorang. mama matty memang berkegiatan membuat makanan snak dan ketring terkadang jika tak ada yg memesan kaetring mama metty sering berjualan makanan kecil. hanna sering membantunya apabila ada waktu luang.
jangan lupa
#vote#****like#share nya ya teman**** !!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Gwen Kusuma
Harusnya penulisan di awal paragraf dan penulisan nama menggunakan huruf besar dulu seperti hanna harusnya Hanna....maaf koreksi dikit🙏🙏🙏 selain dari hitu ceritanya udah bagus...tetep semangat
2021-04-24
0
Fiah
👍
2021-04-23
0