hanna sangat kelelahan saat sesampai nya di kantor nya tentu dia berjalan menggunakan heels meski tidak terlalu tinggi, hanna pun belum sempat sarapan saat berangkat ke kantor.
"nyeselin punya bos tega banget ninggalin cewek di pinggir jalan gak kasian apa" memijat kaki nya yg pegal setelah sampai di meja kerja nya.
"kenapa kamu han?" seorang pria tampak menghampiri nya. "ehh mas rendy" terbelalak melihat kehadiran kakak dari daffa.
"apa kamu terluka ?" terlihat raut wajah hanna yg lusut. "tidak mas rendy saya mungkin sedikit kecapean" mengembangkan senyuman nya.
"baiklah saya tinggal dulu" pergi berlalu menuju ruangan daffa.
hanna mengiya kan dengan hanya menganggukan kepala nya, rendy kakak dari daffa yang baru datang dari semarang satu bulan yg lalu salah satu pemegang saham di perusahaan daffa sekaligus pemilikk cabang perusahaan ayahnya di kota semarang.
sifat rendy dan daffa sangat jauh berbeda rendy yg di kenal ramah baik juga orang yg cukup di senangi banyak orang lain dari daffa yg dingin.
"hayy daff.. " sapa rendy sembari membuka pintu ruangan.
terlihat sosok adiknya tengah duduk menghadap laptop nya di sofa. "ehh lho kak, tumben sengaja lho kemari" masih terpaku menatap layar laptop.
"gue cuma mau liat adek gue aja" mengerutkan dahinya.
daffa hanya tersenyum kecut mendengar perkataan rendy "masih peduli lho sama gue gue kira lho dah lupa masih punya adek, gue sibuk gue harus pergi silahkan kalo lho masih mau disini" menutup layar laptopnya dan bergegas pergi.
"dia masih gak berubah" menggelengkan kepalanya melihat tingkah dingin adiknya.
rendy pun beranjak pergi dari ruangan daffa.
...----------------...
waktu pun tak terasa sudah menghampiri pukul 04.15 hanna bergegas pulang dan mengemasi meja nya yg berserakan.
"huhhh hari ini sangat melelahkan" hanna menghela nafas panjang. " hey aku pulang duluan ya " ujar hanna menyapa teman kerja nya. oke " seru dari sebagian yg mengenalnya.
derrrrtttt........
satu pesan dari ponsel milik hanna namun hanna tak menghiraukan nya dia tetap berjalan dan segera mencari taksi.
"jangan lupa acara malam ini" isi pesan dari daffa.
"emang nya dia siapa keterlaluan" gerutunya sendiri mengerucutkan bibir nya.
sepanjang perjalanan hanna hanya berfikir atas sikap daffa yg sangat menyebalkan namun kali ini daffa tak seperti biasanya yg sering melontarkan perkataan kasar.
...----------------...
"kakak aku pulang " teriaknya hanna dengan wajah yg lusut.
"bisakah kamu bicara sedikit pelan adikku " ucap satiawan. maaf ,, apa kakak tidak bekerja?" menjatuhkan dirinya ke sofa hanna sesaat hanna menatap wajah satiawan yg terlihat murung akhir akhir ini enat apa yg menggagu pikiranya.
kusutt banget muka nya kak" ledek nya hanna. satiawan hanya melihat hanna dengan ekor mata nya " tentu kusut seharian aku membereskan kamar seseorang jika di sama kan mungkin sama dengan kandang ayam" satiawan membalas ledekan adiknya itu. hanna mengerutkan dahinya mendengar perkataan satiawan "kenapa kaka menatap ku begitu? jangan jangan ...." hanna melebarkan bola mata nya mengarah kan pandangan nya ke arah kamar. "heem bos menyebalkan" dengan nada sedikit menyindir.
ihhhhh gak sopan tau baca agenda orang lain,, awas tar aku balas sini jangan lari" mengejar satiawan yg berlarian di ruangan menghindari hanna.
" udahh kaka cape ... maaf deh maaf gak lagi lagi deh suer" menunjukan dua jarinya. hanna terdiam dengan wajah kesal nya.
"udah donk jangan ngambek terus.. mandi gih bentar lagi kita pergi ke pesta salah satu kolega ka dema" mengacak rambut hanna. "pesta, ? pesta siapa(" membalikan wajahnya.
"pak haris " sahutnya.
akhhh ... ya ampun aku juga udah janji dengan atasan ku untuk pergi kesana hari ini kenapa kakak gak bilang dari kemarin" ujar hanna.
"orang kamu gak nanya ueeee" menjulur kan lidah nya untuk meledek hanna.
hihhh ... nyeselin juga punya kakak." menggerutu. hanna pergi membersihkan dirinya dan segera bersiap.
waktu sudah menunjukan pukul 07.30 satiawan dema juga istrinya resta sudah menunggu di bawah.
han kamu jadi ikut?" teriak dema.
kemana dia kenapa gak di jawab" gumam dema.
dia berangkat bareng atasan nya kak, bentar lagi juga dia turun " ucap satiawan membuat dema terdiam.
atasan nya? baru kali ini dia pergi dengan seseorang" ujar dema.
satiawan kakak mu sudah lupa bahwa adiknya itu sudah beranjak dewasa" ucap resta menggandeng tangan dema suaminya. apa kamu meledekku sayang" melirik resta dengan ekor matanya.
tergantung kamu menanggapinya sayang" tertawa bersama.
brummmm.....
suara sebuah mobil tlah masuk halaman rumah mereka hanna yg sadar bahwa pemilik dari suara mobil itu adalah atasan nya daffa.
"si sombong itu udah dateng gimana nih " hanna seketika grogi dan enggan untuk turun.
tok..tokk..tok...
"han, bos kamu udah datang tuh ayo kita turun " panggil nya resta dibalik pintu.
"iya kak bentar lagi aku turun" sedikit terbata bata. kakak sama lainya duluan ya han "pergi meninggalkan kamar hanna.
"ya ampun mereka duluan, aku gimana?" bisiknya. santai hanna santai gak usah grogi ini bukan mau perang" berbicara sendiri.
krekk....
hanna membuka pintu kamar nya perlahan lahan hanna berjalan menuruni anak tangga.
terlihat sosok pria memunggunginya yg sedang duduk menunggunya.
plak..plak..plak..
terdengar ketukan heels dari langkah kaki hanna, daffa yg tengah menunggunya menatap arah suara itu betapa terpesonanya daffa melihat ke anggunan hanna dengan riasan natural namun elegan dengan balutan gaun merah dengan bahu terbuka.
"maaf saya membuat bapak menunggu " mendekati daffa. aroma tubuh dari hanna tercium daffa dan membuatnya terdiam sembari menatap wajah anggun hanna.
pak,, pak daffa apa kita bisa berangkat sekarang" melambaikan tangan di depan wajah daffa
"ohh iya kita berangkat" seketika lamunan nya memecah .
hanna dan daffa pergi dengan menaiki mobil mewah milik daffa memecah jalanan kota yg cukup ramai. sepanjang perjalanan daffa sesekali menatap wajah hanna dan diam diam daffa memandangi wajah hanna .
...----------------...
#jangan lupa vote and likenya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments