bell pun berbunyi bu raini masuk ke kelas hanna dan memulai pelajaran nya.
1 jam kemudian
"pelajaran hari ini selesai kalian harus kerjakan tugas dari ibu dan besok ibu ingin tugas kalian sudah ada di ruangan ibu." ujar bu raini.
baik bu" seru murid kelas.
jam belajar pun sudah berakhir para murid pun memecah keheningan halaman berlomba untuk keluar gerbang.
hanna yg masih terduduk disana masih mengemasi buku buku nya dan merapikan nya.
han, ayo kita pulang apa kamu masih betah di sini?" risma yg berteriak nyaring dari depan pintu.
iya sebentar apa kamu gak bisa bicara lebih pelan risma, gendang telingaku akan rusak ,," gerutu nya melihat tingkah risma.
gitu amat sih han,," mengerucutkan bibirnya.
ya udah ayo.." ajaknya.
hanna dan risma pergi dari kelas dan bergegas pulang.
hanna pulang dan melihat rumah nya serasa hening seperti tak berpenghuni.
"kenapa sepi sekali" mengedarkan pandangan mencari sosok yg di carinya.
maa.... mama..." panggil nya.
masuk aja kali dek.."suara dari meja makan kecil nya membuat nya terdengar tak asing.
aaaaaakhhhhh.... kakak....." terkejut keberadaan satiawan yg sedang menyantap makanan disana.
"bisa nggak sihh gak usah teriak mau bikin kakak tuli." menutup telinganya.
tak berpikir panjang hanna memeluk kakak tersayanng nya.
kakak kangen banget sama kamu dek," mengacak ngacak rambut hanna. " benarkah, terus kemana saat aku suruh kakak pulang sewaktu bulan kemarin " mengerutkan dahi nya yg merasa sedikit kesal.
maafin kakak ya, kan kakak kerja jadi baru sempat pulang sekarang" penuh sesal.
oke, aku maafin tapi, mana hadiahku?" menyodorkan tangan nya. "ah kamu ini kirain dah lupa" menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
nihh. " memberikan bikisan dengan paperbag. " apaan ini kak"? menatap wajah kakaknya." liat aja,, menatap ke arah paperbag yg di bawanya.
hanna terheran heran melihat hadiah yg di bawakan kakaknya untuk nya.
kak, apa ini untukku?" bingung campur bahagia. tentu " tersenyum.
ini pasti mahal kak, " memegang benda yg yg jadi hadiah dari kakak nya.
itu bukan hal penting yg penting kamu belajar dengan giat maka dari itu kakak beri hadiah itu untuk kamu hanna." mencubit pipi halus hanna.
satiawan sangat menyayangi adiknya itu dia memberikan sebuah laptop untuk nya agar hanna dapat berkonsentrasi belajar.
"apa kakak gak bisa menghubungi aku dulu sebelum datang?" menggerutu.
kakak kesini mendadak dek, soalnya kakak nanti berangkat lagi untuk bekerja ke bali kakak hanya meminta izin aja dari ibu." hanna mencoba mencerna perkataan nya.
bali..? kenapa jauh sekali kak? berapa bulan sekali pulang nya" menatap arah satiawan.
kakak akan pulang setelah pekerjaan disana selesai dalam 3tahun" sahutnya satiawan.
hanna terbelalak mendengar ucapan kakak nya itu. apa selama itu kak? kenapa sampai bertahun tahun?" mengerutkan jidatnya. kakak mau bantu ibu dek supaya kita bisa nyenengin mama biar dia gak susah susah bikin ketring ." ucap satiawan tak sadar terdengar oleh mama metty.
hanna mengangguk tanpa menjawab kembali ucapan kakaknya itu.
hanna mengerti atas pengorbanan satiawan pergi jauh untuk bekerja demi keluarga nya.
beberapa hari berlalu
hari dimana satiawan pergi, tuk bekerja, hanna dan mama metty merelakan kepergian kakak dan juga putranya.
air mata yg sudah tak terbendung lagi menyertai pergi nya satiawan.
Selepas kepergian satiawan mama metty yg terkadang merasa rindu kepada putranya hingga kondisi tubuh nya menurun sering mengalami sakit, dema terkadang berkunjung meski tak pernah sekalipun menginap.
dengan rutinitas sebelum nya hanna bersekolah usai membantu ibunya membuat kaetring untuk pesanan.
hari ke hari hingga berganti bulan untuk mencukupi kehidupan nya hanna hanya bisa berkecukupan dengan hasil dari usaha kecil ibunya tanpa mengeluh.
3 tahun kemudian.
tak terasa waktu bergulir dengan cepat, hanna sudah menjadi wanita yg mandiri selepas lulus dari sekolah menengah atas hanna melanjutkan pendidikan nya. hanna menjalani kuliah nya sambil bekerja di sebuah kantor swasta yg cukup terkenal PT.freshfood.
hayy hanna"? ucap seorang menyambut pagi nya.
hayy lin,?" terlihat gadis terduduk di balik meja menyapanya. tak lain alina teman satu kerjanya dia salah satu teman dekat hanna di sana.
han, pak bos suruh kamu selesain dokumen ini dan pelajari untuk metting siang ini." alina yg tampak menyodorkan sebuah dokumen.
"oke akan aku kerjain tapi, kalo buat hari ini keburu gak ya?" mengerutkan bibirnya membuka dokumen yg di berikan temannya. "pokonya usai di kerjain kamu antar berkas itu ke ruangan pak bos ya" hanna memperhatikan teman nya yg sudah berlalu dari mejanya.
"apaa?, "raut wajah yg terkesan malas mendengar pernyataan teman nya. kenapa harus aku sih aku malas melihat bos sombong itu.
hanna segera menyelesaikan tugasnya dan mulai mempelajarinya.
tok..
tok..
tok..
masuk" terdengar suara yg mempersilahkan dia untuk masuk di balik pintu.
"permisi pak, apa saya mengganggu?"membuka pintu ruangan besar itu. hanna tampak gemetar terdapat di hadapan nya seorang pria tinggi kekar juga tampan membelakanginya. ya ampun semoga aja kerjaan ku bener deh.
'apa kamu sudah menyelesaikan tugas yg saya berikan?" terheran hanna melihat atasan nya yg masih membelakanginya.
su..sudahh pak " mendadak suara gadis itu terasa berat untuk bicara.
tiba tiba pria tampan di hadapan nya membalikkan tubuh nya dan menatap tajam arah hanna.
simpan berkas itu di atas mejaku, kamu bisa pergi dar sini" dengan wajah masih terkunci mengarah wajah hanna.
ba.. baik pak,saya permisi"menundukan pandangan nya dengan sedikit bingung dgn sikap atasan nya yg tak biasa nya.
tuh aneh pak bos biasa nya teliti banget ada yg salah dikit langsung aja seperti macan mau nerkam" gerutu nya semabri berjalan menuju mejanya.
kenapa lo sih han, ngomel mulu sendiri ?" ucap salah seorang teman kerja nya. gak .. gak papa hanya aneh aja tuh bos tumben darah nya gak mendidih, biasanya bagianku yg antar berkas sering banget nyusahin " mengurucutkan bibirnya.
" mungkin mood nya lagi bagus' ucap rezwan teman kerjanya.
hanna hanya mengangguk dan kembali ke tempat duduk nya dan bekerja lagi di depan monitor.
----------------
eh, jes lho kemana aja ajak kita party lagi donk ?" mengangkat kan dagu nya ke arah jesika.
boleh .." tersenyum kecut.
kapan donk jes kita party ?" ke dua teman jesika saling memandang dan saling memberikan isyarat.
besok gimana" tasyha dan windy.
emm,,, besok gak bisa gue ada acara, gimana kalo kita party nya minggu depan aja." memicingkan matanya.
boleh deh," tasyha menganggukan kepala nya mendengar alasan jesika
malam ini kita party di bar aja gimana tenang gue yg bayar ko "menaikan dahi nya untuk ikut dengan nya.
okay..." jawab tasyha dan windy.
mereka teman satu kampus hanna yg terbilang dari kalangan atas juga terpandang, orang tua jesika salah satu anak dari pemilik saham terbesar di kampus nya tuan haris atminadjaya yaitu ayah dari jesika.
jesika memiliki prilaku yg tak baik namun slalu banyak yg mengejarnya karna rupanya yg cantik juga elegan jesika dan teman nya sangat sensitif orang yg melawannya termasuk hanna yg slalu jadi bahan bully untuk nya.
----------------
#jangan lupa vote and like nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments