pagi hari hanna berangkat kesekolah dan mengerjakan piketnya.
"ahh apakah kehidupan ku akan slalu begini melihat orang tuaku bating tulang mencoba mencukupi kehidupan kami" melamun sembari menyandarkan tubuh nya ke tembok di dekatnya.
hanna hanya menghela nafas memikirkan jalan hidup nya.
"hayy.... ' suara dari arah belakang terdengar memecah lamaunannya. hanna mengalihkan pandangan nya dan mencoba menengok ke arah suara yg di dengarnya.
hayy... " mengembangkan senyuman nya." kamu sedang apa hanna? mengapa wajahmu murung sekali?" tanya seseorang yg kini di hadapan nya. tidak, a..aku tidak murung hanya saja sedang me... memikirkan pelajaran" sedikit gugup tersenyum.
oh baiklah kita masuk sekarang sebentar lagi pak derli akan kemari." ujar sosok di hadapannya. tak lain teman sekolah nya dimas pria paling cool di sekolahnya banyak gadis-gadis yg terpesona melihat ke tampanan rupa nya. baiklah.." menganggukan kepalanya.
mama metty yg usai mengantarkan ketring, menghela nafas dan duduk di kursi usang miliknya suara ketukan pintu pun terdengar.
tok
tok
tok
mama...???" suara seorang pria yg tengah memanggil manggilnya.
satiawan, masih ingat kah kamu pada mama mu ini?, " goda mama metty.
mama, ini slalu saja begitu baru aja aku pulang .." mengerutkan dahinya dan meraih tangan mama metty.
satiawan anak ke tiga dari mama metty, satiawan yg baru kembali dari kota karna suatu pekerjaan setelah tiga bulan lamanya sang ibu dan adik tercintanya tak lain hanna.
kemana si anak manja itu ?" ujar satiawan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut rumah mencari adiknya itu. dia sekolah nak, dia belum pulang ?" mengambil benda kaca berisi air untuk putranya satiawan.
"oh,, aku tak ingat jika hari ini bukan lah hari libur." mengadahkan wajah nya keatas.
apakah pekerjaan mu selesai satiawan? sepertinya sudah lama sekali sedari kamu pergi meninggalkan rumah." ucap mama metty membuat satiawan termenung. mam, sebenernya aku belum selesai dengan pekerjaanku," menatap wajah ibunya yg tengah kebingungan.
satiawan seolah berat untuk mengatakan apa yg ingin dia katakan kepada ibunya. mama metty hanya melihat wajah putranya penuh kegelisahan yg membuat hati mama metty tak tenang.
kenapa satiawan, kenapa kamu cemas?" tanya mama metty.
begini mama, atasan ku menyuruh ku bekerja di luar kota dan waktu yg di tentukan sesuai kontrak hingga pekerjaan di sana harus benar-benar selesai tapi, waktu yg di tunjukan bukan waktu yg sebentar tapi, selama 3tahun." mencoba menjelaskan.
nak, 3tahun memang waktu yg sangat lama mama mungkin tak kuat menahan rindu pada putra mama tapi, kamu harus tetap profesional akan pekerjaan yg sedang kamu jalani sekarang setelah kamu nyaman di sana waktu 3tahun ta akan terasa berat bagimu nak," ucap mama metty penuh senyuman.
satiawan mencoba mencerna perkataan dari ibunya yg senantiasa memberikan dukungan meskipun jarak antara jakarta dan bali sangat lah di bilang jauh.
makasih ma, aku senang karna mama slalu mendukungku aku datang untuk meminta doa dan dukungan dari mama semoga kita merubah kehidupan kita ini ma" menyederkan kepalanya di atas pangkuan ibunya.
tentu nak, tentu" berkaca kaca.
satiawan menginap untuk beberapa hari melepas rindu pada ibu juga adik kecil nya yg tak terasa kini sudak duduk di sekolah menengah atas.
3 jam sudah berlalu bel sekolah pun sudah berbunyi, menandakan untuk murid beristirahat.
Hanna masih membereskan buku-buku nya yg terlihat di atas meja berserakan. terlihat seorang pria menghampirinya tubuh tegak atletis dan tampan.
han, kamu mau ikut ?" menyodorkan salah satu tangan nya. ahh tidak terimakasih silahkan duluan saja" mengadahkan wajahnya ke atas.
tak di sangka dimas yg menawarkan ajakan nya untuk pergi, bukanya senang hanna malah kebingungan atas perilaku dimas yg tak biasa nya.
baiklah, aku duluan ke kantin" merogoh kantung celana nya.
hanna tak menjawab hanya menganggukan kepalanya. merasa heran atas tawaran dimas yg biasa nya cuek, sekalipun kepada gadis gadis yg slalu mendekatinya.
han, beruntung banget kamu ??" suara nyaring terdengar di sampingnya. kenapa sih kamu ?" menjawab tanpa menoleh.
han, kamu beruntung tau ada cowok cool ganteng ferfect pokonya, favorite gadis-gadis malah di tolak." tersenyum terkagum kagum.
nggak ah aku minder dia kan anak orang kaya mana pantes lah dia begaul dengan anak orang miskin kaya aku." berdiri dari duduk nya.
jangan begituh han, nanti juga jika memang tuhan berkehendak dia akan membalikan keadaamu menjadi yg lebih baik." menyemangati temannya itu.
heemmm ris.." mengganggukan kepala nya.
risma salah satu teman hanna paling dekat meski banyak yg di kenal nya tapi, mereka tidak terlalu dekat dengan hanna.
Dikantin.
dim, kenapa sama lho ?" tanyanya dengan terheran bayu salah satu teman dimas. kenapa? gue gak papa emang kenapa sama gue?" meminum jus di depan nya.
lho kenapa tumben baik ama cewek apalagi cewek nya si hanna." celetuk nya rian. " gak gue cuma pengen aja emang apa masalah nya?" mengangkat sebelah alisnya.
mulai care lho?" goda bayu pada teman nya. " apaan sih lho? lagian dia juga lumayan menurut gue " mengerutkan dahinya mendengar teman nya yg terus menggodanya.
wihh kayanya mulai berubah haluan nih" ria menatap wajah bayu.
diem deh..." kesal.
entah apa yg di rasakan dimas saat itu dia pun tak mengerti mengapa tiba-tiba dia mulai tertarik pada gadis kalangan bawah ituh.
dimas masih merasakan keheranan atas ucapan dari teman temannya seolah ia memang merasakan hal itu namun tak di hiraukannya bahwa dia mulai peduli pada hanna.
hanna..." seseorang memanggilnya dari belakang punggung dimas.
hayyy itu suci han,, ayo kita duduk disana.?" ajak risma.
hanna hanya menganggukkan kepalanya dan mengembangkan senyumannya.
han kamu mau pesan apa?" risma yg akan beranjak dari kursinya dan memesan makanan. aku mie bakso aja deh sama teh" sahut hanna.
risma memesan kan pesanan nya dan hanna.
sembari bercandaan disana hanna tak sadar bila perbincangannya di kuping dimas dan teman nya.
han, kenapa kamu gak habisin bakso nya?'' mengangkat jidat nya.
aku udah kenyang ris, " jawab hanna beranjak pergi ke kelas.
oke.. tungguin aku donk " meninggalkan meja.
hanna dan teman nya pergi kembali ke kelas nya dan menantikan bel masuk.
dimas yg sedari tadi tak sadar memperhatikan hanna, lamunannya buyar dengan teguran dari temannya.
woiii liatin siapa lho??" tegur bayu.
nggak gue gak liat siapa-siapa?" wajah dimas mulai pucat.
udahh lahh kita ke kelas bentar lagi bunyi bell pelajaran bu riani." beranjak dari kursi kantin.
kedua teman dimas saling memandang melihat tingkah dimas yg terkesan sedikit aneh.
mereka pun beranjak dari sana dan masuk kelas yg sudah di penuhi murid lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Yoo_Rachel
Nice Story...
2021-04-22
0