DIPANTAI
dhea begitu bersenang senang dengan hanna dan membuat hanna kelelahan karna harus mengejar ngejar nya berlarian di hemparan ombak.
meski lelah mengejar keponakannya tapi, hanna tetap bahagia melihat gadis kecil itu begitu ceria.
hanna yg sedang asik saling mencipratkan air dengan dhea tak menyadari kedatangan dimas di depannya, dimas pun terkena cipratan air yg di lemparkan hanna.
"ahhh ya ampun dimas maafin aku aku tidak sengaja" merogoh kantung celananya dan mengeluarkan sehelai sapu tangan dari sana spontan mengelap wajah dimas.
"aku tidak apa apa han biarkan saja" menatap hanna. hanna tercengang melihat tangan nya yg di tahan dimas sembari terpaku menatapnya.
"tante ayo main lagi" panggil dhea pada hanna. "iya sayang sebentar" melepas tangannya dari tangan dimas.
dimas mendekati dhea dan mensejajarkan tubuh nya dengan anak kecil yg menggemaskan itu.
"hallo cantik,, boleh kah om ikut bergabung ?" ucap dimas menatap wajah polos anak kecil itu. "boleh tapi om halus membelikan balon buat dhea " pinta dhea dengan begitu menggemaskan.
"emmm baiklah kita cari pedagang balon kita beli semua buat dhea gimana?" sembari menggendong dhea, "dhea sayang jangan begitu kasihan om nya di repotin sama dhea" ucap hanna menatap dimas.
"tidak hanna aku senang dia merepotkanku" sahut dimas pergi mencari pedagang balon.
"ayo om kita cali tukang balon nya" rengek dhea di pangkuan dimas.
"oke,, lepas itu om bisa bermain kan sama dhea" cubit pipi cabby dhea. dhea menganggukkan kepalanya.
hanna melihat kedekatan mereka seperti yg sudah saling mengenal, tak biasa nya dhea cepat dekat dengan seseorang dhea tipe anak yg tidak cepat dekat dengan orang baru.
hanna hanya tersenyum sendiri melihat kebersamaan mereka saat bersenda gurau dhea tampak begitu nyaman bersama dimas sehingga tertidur di pelukan dimas karna kelelahan bermain.
...****************...
beberapa orang bersi tegang di dalam kantor dema, satiawan mencoba melihat kegaduhan di dalam kantornya dema yg sedang pergi rapat tidak mengetahui situasi yg terjadi di dalam kantornya satiawan berusaha mencari tau apa yg sedang terjadi.
"apa yg terjadi disini kenapa kalian membuat kegaduhan disini" teriak satiawan.
"pak ada beberapa orang yg menginginkan untuk naik gaji " ucap anggita sekertaris satiawan.
"soal ini bisa kita bicarakan tidak perlu membuat kegaduhan kami akan merundingkan permintaan kalian tolong kerja sama nya " pinta satiawan pada beberapa pegawai yg meminta permohonan padanya. "baiklah pak saya ingin gaji kami sesuai dengan semestinya" ujar salah satu pegawai nya.
satiawan mencoba memahami atas perkataan yg di maksud pegawai nya. satiawan sadar seketika bahwa ada yg tidak benar di kantornya, terlihat aghisya terduduk di meja kerjanya dia pun menyadari bahwa satiawan tengah memperhatikannya.
"anggita tolong siapkan laporan keuangan 3bulan terakhir ini dengan detail dan bawa segera berkasnya ke ruanganku" masih menatap aghisya di meja kerjanya.
"nino tolong suruh aghisy datang keruanganku sekarang" bisik satiawan pada salah satu karyawanya."baik pak" jawab nino. nino menhampiri aghisya dan memberikan pesan padanya agar segera keruangam satiawan.
aghisya termenung sejenak, dia sudah mengetahui niat satiawan untuk menemuinya, aghisya melangkahkan kakinya yg terasa berat itu dengan pelan mengetuk pintu ruangan satiawan.
"masuk" suara satiawan mpersilahkan masuk di balik pintu. "apa anda memanggil saya pak satiawan" ucap aghisya membuat tatapan satiawan teralihkan padanya.
"duduklah" pinta satiawan. aghisya mulai tegang dan gugup saat satiawan menyuruhnya untuk duduk di sebelahnya. "kumohon" satiawan meminta pada aghisya agar dia mau duduk namun aghisya hanya terdiam tanpa bicara. "a..aku harus pergi pekerjaanku masih banyak" membalikan tubuhnya menghadap pintu.
"aghisya aku mohon, jelaskan kepadaku apa ada yg salah denganku kenapa semenjak aku datang dari bali kamu tampak begitu berbeda" menghalangi langkah aghisya. "satiawan ini kantor aku tidak ingin membahas masalah pribadi disini" menatap wajah satiawan.
"aku gak akan membiarkan kamu keluar dari sini sebelum kamu jawab pertanyaanku" ucap satiawan sembari mengunci pintu ruangannya.
"satiawan jangan halangi aku, aku gak mau mereka berfikir kita ada apa apa" berusaha mengambil kunci pintu dari tangan satiawan. aghisya yg tersandung terjatuh menimpa satiawan begitupun satiawan terjatuh ke atas sofa di ruangannya.
wajah satiawan terhalang rambut aghisya, aroma khas dari tubuh nya pun tercium oleh satiawan. "satiawan lepaskan aku " aghisya meronta berusaha melepaskan dekapan satiawan dari tubuhnya.
"aku tidak akan melepasmu aghisya" menaikan dahinya sembari tersenyum. aghisya yg terus berusaha melepas kan tangan satiawan namun tidak di lepaskan satiawan.
"aghisya aku butuh jawaban mu kenapa kamu menjauhiku apa salahku?," menaikan tatapannya memandang manik mata indah aghisya yg berkubang air mata. dia masih terdiam tanpa berkata satu patah kata pun.
"aghisya kenapa kamu menangis tolong jika aku salah marah lah padaku bekas kan amarahmu katakan apa yg salah denganku.." membawa tubuh aghisya ke sampingnya dan duduk.
"kamu mau jawaban dariku satiawan maka aku akan menjawab pertanyaanmu," air mata aghisya sudah tak terbendung lagi.
"saat itu kamu akan pergi bekerja dan berpamitan kepadaku saat itu terasa berat aku melepas kamu pergi setelah satu bulan kamu pergi saat itu aku sudah merasa aneh dengan kondisiku dan aku sadar saat itu aku sedang mengandung" air mata nya pun masuh mengalir.
"a..apa? kamu me..ngandung" satiawan tercengang mendengar penyataan dari bibir aghisya.
"iya aku mengandung .. anakmu.." menangis menatap wajah satiawan.
"anakku .." satiawan berkaca kaca mendengar setiap perkataan aghisya. aghisya tersedu sedu mengingat kejadian yg membuat dirinya menjauhi satiawan.
"dimana dimana anakku sekarang aghisya?" terbata bata bahagia saat mendengar aghisya pernah mengandung anaknya."dia sudah tiada satiawan dia pergi saat kelahirannya harus prematur." aghisya menangis kencang mengingat putranya yg kini tiada dan menyembunyikan wajahnya di kedua telapak tangannya.
satiawan shok mendengar ucapan aghisya menyatakan dan terdiam hingga menjatuhkan airmatanya.
"aku berusaha menghubungimu untuk memberitahukan kondisiku saat itu tapi, apa yg aku dapatkan kamu gak pernah sekalipun menghubungiku sampai kelahiran anakmu yg belum waktunya sehingga dia terpaksa lahir dengan kondisi prematur dia hanya bertahan 15menit dia pergi meninggalkanku, aku tidak menyangka bahwa luka ini akan terus menyakitiku " dia beranjak pergi sembari menangis dan meraih kunci di salah satu tangannya hingga pergi dengan mata sembab.
satiawan hanya terdiam dan shok atas apa yg telah di dengarnya merasa tidak percaya bahwa apa yg di dengar nya itu adalah kebenaran. dia terpukul dan hanya bisa duduk dilantai sambil menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.
...****************...
#jangan lupa vote and likenya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments