daffa yg membuat hanna mulai tak merasa nyaman dia berlalu pergi dari hadapan dafa, dengan mata yg berkubang air mata, dafa yg mengejar nya menghalangi langkah hanna tak ingin hanna pergi dari hadapannya.
"aku ingin pulang pak dafa " tegas hanna terisak isak.
daffa spontan memeluk hanna dan berulang kali meminta maaf padanya namun hanna tak bergeming.
"hanna bisakah kamu memaafkanku aku tak sengaja bersikap kasar padamu aku mohon ntah apa yg terjadi padaku, tiba tiba aku tak menyukaimu bersama pria lain" celetuknya membuat hanna terbelalak.
malam itu sangat membuat hanna tak bisa melupakan perkataan atasan nya itu.
...----------------...
dimas yg terus memandang paras cantik hanna terheran melihat hanna mendadak terdiam,
"hanna..." panggil dimas sedikit mengejutkannya. suara dimas yg memanggilnya memecah lamunan hanna seketika.
"ahh iya dimas apa .." terbata bata.
"kita jalan jalan apa kamu mau" ajak dimas seolah mengerti apa yg tengah di lamun kan gadis di depan nya.
"kemana?" tanya hanna.
"kemana aja asal kamu bisa melupakan kegundahanmu" ucap dimas membuat hanna terdiam, dimas berdiri dari tempat duduk nya dan menggenggam tangan hanna yg masih terdiam duduk.
hanna terheran mendengar ucapan dimas sesaat hanna berpikir "*a*pakah dia mengetahui pikiranku".
hanna masuk kedalam mobil dimas duduk tepat di sampingnya, dimas sesekali memperhatikan kebisuan hanna.
"senyumlah hanna, kamu sangat terlihat buruk dengan raut wajah seperti itu" ledeknya dimas pada hanna.
"begitukah,,,? apa seburuk itu wajahku saat aku diam" mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan dimas.
dimas tersenyum kecil melihat raut wajah kesal hanna sedikit manja.
dafa tak sengaja saat menuju rumah hanna, melihat hanna bersama dengan dimas, hanna maupun dimas tak sadar diikuti dafa dari belakang.
"mau kemana mereka ?" gumam dafa memukul stir mobil kesal melihat mereka berdua.
hanna juga dimas sampai di sebuah pantai terlihat keramaian disana mulai memecah dan terasa sepi, pria itu memandangi wajah hanna tampak mulai berseri dia tau hanna sangat menyukai pantai untuk menantikan sunset.
...----------------...
satiawan yg masih mengerjakan tugas kantornya dema mengajak nya pergi untuk pulang bersama, dema sadar kesibukan nya akan membuat sedikit melupakan permasalahan yg di hadapinya.
dema sudah mengetahui hubungan antara satiawan dan salah satu karyawan nya aghisya sedari dirinya menyuruhnya untuk pergi bekerja jauh ke pulau bali.
"satiawan kamu masih sibuk?" menghampiri satiawan.
"tidak kak, ini sedikit lagi ko apa kakak sudah mau pulang?" tanya satiawan yg masih berfokus pada monitornya.
"iya tadi nya aku ingin mengajakmu pergi bersama tapi jika kamu masih sibuk aku bisa menunggumu" ujar dema melonggarkan dasi nya.
"kakak pulang saja takutnya nanti kelamaan kasihan dhea sudah menunggumu kak," mengembangkan senyumannya pada dema.
dema mengerutkan dahinya mencoba mencerna perkataan satiawan tentang dhea yg menantinya.
"ahhh ya lupa dhea ingin aku mengajaknya berjalan jalan sungguh pasti dia marah" menepuk dahinya setengah bingung.
dema bergegas pergi dari ruangan satiawan tanpa bertanya lagi. tak lama kemudian dema kembali ke ruangan satiawan.
"satiawan nanti malam ada yg ingin aku bicarakan denganmu setelah aku pulang berjalan jalan dengan dhea temui aku di ruangan kerjaku" membuka setengah pintu ruangan satiawan kemudian bergegas pergi lagi.
"ada apa ya sepertinya penting" dalam hatinya,
satiawan bergegas menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap untuk segera pulang kerumah.
...****************...
hanna berlarian seperti anak kecil di bibir pantai itu dimas yg terus memperhatikanya tersenyum geli melihat tingkah hanna yg kegirangan.
"dimas kenapa kamu bisa tau tempat favorit ku ?" teriak dari kejauhan.
"ini juga tempat favoritku kali bukan kamu aja, emang kamu aja yg suka pantai" mengerutkan dahinya.
oh gitu" hanna menghampirinya dan menarik tangan dimas untuk bergabung bersamanya bermain main dengan nya.
"pakaianku nanti basah tau " dimas menutup wajah dengan tangannya saat hanna mencipratkan air padanya." ih baju aja di khawatirin deh dasar cowok es" ledeknya hanna.
ohh ngeledek nihh awass yaaa" dimas mengejar hanna di tengahh hamparan ombak. matahari pun tenggelam di ujung laut mereka pun masih bersenda gurau di tengah hemparan angin pantai.
dafa yg terus memperhatikan mereka tersulut amarah dan memukul beberapa benda di dekatnya, dafa kembali ke mobil nya dan melajukan mobil mewahnya dengan kencang sehingga hampir menabrak pengendara lain.
babang dafa jadi emosian banget ya
"dimas thanks banget ya kamu udah ajak aku kesinih?" menatap mdesiran ombak di depannya. "apa kamu bahagia hanna?" tanya dimas.
"tenttu aku sangat bahagia " merentangkan kedua tangannya dan menghirup nafas panjang.
"hanna ?" panggil dimas.
"iya dim," membalikan wajahnya. dimas mengusap pipi hanna yg terhalang helaian rambut nya.
hanna terdiam dan membiarkan tangan dimas menyentuh pipinya degupan jantung hanna berdegup dengan kencang tak beraturan .
hanna memalingkan wajah nya dari tatapan dimas yg membuat nya salah tingkah. "ki.. ki..kita pulang dim" terbata bata gugup.
dimas mengganggukan kepalanya dan tersenyum kecil melihat hanna salah tingkah. mereka pun berlalu meninggalkan tempat itu dan pergi menuju mobil sport dimas.
...----------------...
#jangan lupa vote and likenya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments