hanna pulang kerumahnya yg sederhana itu, menemui mama metty di kamar nya yg sedang sakit. mama metty sering sakit sakitan semenjak satiawan pergi ke bali dan hanya hanna yg mengurusi mama metty.
meskipun dema anak sulung mama metty dia tidak slalu setiap hari menjenguk nya di karnakan posisinya yg kini sudah berkeluarga juga jarak antara rumah ibunya dan dema cukup terbilang jauh.
ma, aku pulang aku udah bawain makanan buat mama".menyimpan beberapa kantung plastik berisi makanan. hanna mencari ibunya namun, kamar yg di tempati mama metty kosong.
kemana mama kenapa kamar nya kosong?" hanna mulai merasa cemas dia berjalan menuju kamar mandi dan mendapati ibunya sudah tak sadar kan diri di depan pintu kamar mandi.
mamaaaaaa..." teriakan hanna histeris hingga membangunkan tetangga di samping nya berdatangan ke rumah nya.
ada apa nak hanna .. maaf saya masuk tiba tiba. " seseorang wanita paruh baya yg langsung mendekati hanna yg tengah menangis.
bu, tolong bantu mama saya " terisak isak memegangi tangan mama metty.
kenapa dengan mama mu nak,? saya akan cari bantuan dulu ,'' berlari keluar berteriak meminta tolong.
ada apa bu, ko teriak teriak apa ada maling ?" pak herman salah satu tetangga hanna.
bukan pak, bu metty jatuh pingsan ayo cepat." bergegas menghampiri hanna.
saya akan cari taksi atau angkot" bu herman istri dari pak herman.
...----------------...
hanna panik saat ibunya sudah di dalam ruang rawat dan di tangani dokter hanna tak bisa menghentikan air mata nya yg terus menetes hingga mata nya sembab.
mama harus bertahan ma, mama harus kuat hanna gak punya siapa siapa lagi cuma mama yg hanna punya saat ini, ayah pergi sampai sekarang gak pernah kasih kabar, satiawan belum kembali dari bali mama harus tegar mama harus kuat demi kita mam, hanna akan terus berusaha bekerja buat bahagiain mama aku ingin mama sembuh." hikss hanna terisak isak tak bisa berhenti menangis mengkhawatirkan mama metty ibunya.
"dek gimana mama dek,," terdengar suara seseorang dari arah punggungnya.
kak dema, mama di dalam kak hanna khawatir sama mama." memeluk dema.
tenang dek, mama pasti sembuh kamu jangan khawatir ya kamu udah kasih tau satiawan?" mengusap air mata yg terdapat di pipi hanna.
hanna hanya menggelengkan kepalanya. "ya udah biar ka resta yg hubungi satiawan" menatap arah wanita di sebelahnya yg tak lain istri dari dema.
resta langsung menghubungi satiawan namun, hasil nya nihil ponsel satiawan tidak bisa di hubungi.
"permisi, apa kalian keluarga bu metty?" dokter keluar dari ruangan ibu hanna.
saya anaknya dok, gimana mama saya apa mama saya gak apa apa ?" panik dengan mata sedikit sembab karna terus menangis.
tenang dek, biarkan dokter bicara ." memcoba menenangkan adiknya itu.
maaf sebelumnya kami sudah berusaha se-maksimal mungkin tapi,," dokter terhenti penuh sesal.
tapi, apa dokter bilang sama hanna,,? " hanna tidak bisa mengendalikan dirinya dan menarik kerah baju dokter itu.
"tapi, tuhan berkehendak lain dan nyawa ibu nona sudah tak tertolong lagi, saya turut berduka" mencoba menenangkan hanna.
hanna tak bergeming mendengar penyataan dokter ituh tubuh nya mulai terkulai lemah hingga terjatuh di lantai.
mamaaaaaaaa..." teriak hanna histeris.
dema dan resta memeluk hanna yg sedang shok atas kepergian mama nya.
tuhan lebih sayang sama mama dek, kita harus sabar" resta terisak isak.
"kenapa mama pergi kak, kenapa mama ninggalin hanna?" shok menyembunyi kan wajah nya ke pelukan resta.
sabar sayang kita sama sama kehilangan kakak percaya kamu kuat ko." resta mencoba menyemangati hanna dan menghapus sisa air mata di pipinya.
...----------------...
orang-orang dan tetangga berdatangan ke rumah hanna ikut turut berduka cita atas kepergian ibu metty yg dikenal orang banyak sosok yg baik ramah juga teramat orang yg rendah hati.
Satiawan ingin memberikan kejutan kepada ibu juga adikny yg tercinta siapa sangka turun nya satiawan dari taxi membuat satiawan menohok karna banyak nya orang di sekitaran rumah nya dengan tanda bendera kuning di sisi rumah nya.
satiawan," sapa pak herman.
pak, ada apa ini kenapa banyak orang disini dan bendera kuning itu..." satiawan mengerutkan dahinya yg masih kebungungan.
yg sabar ya nak, ibu kamu..." satiawan menatap tajam ke arah pak herman dan mulai berkaca kaca.
mmmama,,?? kenapa sama mama saya pak ?" bergegas memasuki rumah nya memecah keheningan di sana.
satiawan" ujar dema.
kakak.." menangis memeluk resta.
satiawan hanya terdiam melihat seseorang yg sudah terbujur kaku di sana. lutut nya seolah lemas tak sanggup berdiri, ujung mata nya mulai berkubang air .
"nngggggaaakkkk..... ngggak mungkinnn...." teriak satiawan menyembunyi kan wajah nya dengan kedua tangan nya.
satiawan,," dema menghampiri nya dengan mata yg masih basah.
kak, kenapa mama kenapa mama bisa gini " tersedu sedu tak dapat menhentikan air mata nya.
kamu harus sabar, ini mungkin udah takdir. kita harus antar mama ke peristirahatan terakhirnya." ujar dema menundukan tatapan nya ke arah satiawan yg tengah terduduk.
satiawan mengangguk"
kak boleh aku liat mama yg terakhir kalinya?" menghapus sisa air mata di pipi nya..
dema mengangguk kan kepalanya yg terasa berat.
30 menit tlah berlalu
dema dan satiawan juga dibantu tetangga nya mengantarkan sang ibu ke tempat peristirahatan nya.
hanna masih kehilangan atas mama metty dia masih memeluk nisan ibunya itu dan menabur bunya di atasnya.
dek, ayo kita pulang " ajak dema.
hari udah mau sore, kita pulang ke rumah kakak biar kamu bisa nenangin di sana" ucap resta.
resta sosok wanita yg baik keibuan dan cukup cantik dia menyayangi hanna dan satiawan seperti adiknya sendiri.
kak satiawan gimana?" mengadah kan wajah nya ke arah dema.
satiawan ikut dek, kita gak bakal ninggalin kalian di saat seperti ini kita gak akan biarin kalian tinggal disana hanya berdua " dema membelai rambut adiknya hanna.
satiawan kamu harus ikut kita?" ajak dema menatap wajah sendu adiknya.
satiawan hanya mengangguk dengan tatapan terkunci arah makam ibunya tanpa menatap dema.
----------------
dema, resta juga kedua adiknya sampai di rumah dema yg cukup besar, dema bekerja di perusahaan ayah nya resta sehingga mendapat fasilitas yg terbilang mewah.
kak, apa kita tidak membeban kan kaka ?" tanya satiawan ragu. tentu tidak kita senang kalian bisa tinggal di sini sekarang rumah ini akan ramai" senyum tipis terlihat dari wajah resta.
"kalian adikku aku tak ingin kalian jauh lagi dariku" dema memeluk ke dua adiknya.
seorang pembantu pun mengantarkan kedua adik dema ke kamar nya masing masing dengan ruangan yg sangat besar dengan perabotan yg sangat kumplit.
hanna menatap kakaknya yg seolah akan bertanya.
" aku ingin kalian nyaman di sini" tersenyum tipis.
tapi, ini tidak berlebihan kak?" membelalakan matanya melihat isi ruangan itu.
tentu tidak dek, aku senang jika kalian suka." tersenyum senang.
apa mama sering kesini kak"?" tanya satiawan kecut.
sering tapi, dia slalu nolak untuk menginap disini mama hanya sekedar berkunjung saja ingin bertemu dhea cucunya." resta dengan melipat kedua tangannya.
aku senang jika dia slalu kesini."?" tersenyum kecil.
baiklah, kita lupakan semua kalian butuh istirahat kamar kamu sebelah sana han, kamu bisa langsung istirahat disana" membalut bekas air di pipinya.
hanna menganggukkan kepalanya.
mereka pergi ke kamar nya dan mulai beristirahat meski kenangan mama metty tak luput dari ingatan mereka .
#jangan lupa vote and like nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments