hanna yg masih di liputi kesedihan belum bisa merelakan sepenuh nya kepergian mama nya.
hanna yg terus menerus menangis teringat sang ibunda membuat kondisi nya sedikit lemah.
"mam aku kangen " gumam hanna memeluk selembar photo mendiang ibunya.
hikzz.
dek, kamu belum tidur" suara di balik pintu.
krekk...
pintu terbuka dari luar tetdapat dema berdiri di depan nya. dek kita makan dulu yu sejak kemarin kakak belum lihat kamu makan?" memegang tangan hanna. tidak kak, aku tidak lapar kakak saja yg duluan" tersenyum tipis menutupi kesedihannya.
"kakak tau kamu sangat terpukul tapi, kamu harus ingat kondisi kamu, mama gak akan suka kalo kamu larut dalam kesedihan" menatap sedih melihat wajah adiknya yg sembab karna menangis.
hanna hanya menatap kedua mata kakak nya dan menutupi tangisan nya ke pelukan kakaknya.
"tumpah kan semua dek, keluarin semua kesedihan mu kakak akan slalu di sampingmu" mengusap kan tangan nya ke pucuk kepala adiknya.
"papa.... "teriak suara manis kecil yg memanggil dema.
akhh..sayank anak papa ko belum tidur," mengangkat nya ke pangkuan dema.
hanna segera menghapus air terdapat di pipi nya.
"tantte ini capa pa?" tanya anak kecil di pangkuan dema.
"ini tante dhea, adiknya papa" hanna tersenyum kecil pada dhea terakhir hanna bertemu dhea, saat itu berumur 16belas bulan.
"hayy sayank,, apa dhea lupa sama tante?" kehadiran dhea di kamarnya melupakan sejenak kesedihan nya.
" aku gak tau.. tante mau temeni aku main nggak?" beralih ke pangkuan hanna.
"sayank,, ini udah malam dhea bobo ya biar tante nya istirahat dulu" membungkukan tubuh nya sejajar dengan putrinya.
ya udah dhe bobok ya sayank besok kita main sama tante ,," sembari mencium pipi cabby anak kecil itu.
janji ya tante?" menunjukan jari kelingkingnya yg mungil.
tante janji" mencantelkan jari kelingking nya ke jari mungil anak manis itu.
ya udah dhea bobo dulu ya tante?" yu pah, ?" menarik jari dema.
"iya ayo sayank pelan pelan jalannya, hanna nanti kakak suruh si mbok nganterin makanan kesini ya jangan lupa di makan ya?" mencium pucuk kepala adiknya itu.
makasih kak,," tersenyum tipis.
dhea dan dema berlalu meninggalkan kamar hanna. tak lama berselang lima menit wanita paruhbaya menghampiri membawakan sebuah nampan tak lain si mbok pembantu dema mengantarkan makanan nya untuk hanna.
" maaf non, saya ganggu ini makanan buat non saya taruh dimana?" menatap hanna yg masih terpaku di atas tempat tidurnya.
"simpan aja mbok di atas meja, nanti saya makan" sahut hanna.
baik non" seketika di simpan nya dan kemudian pergi dan menutup kembali kamar hanna.
hanna yg masih mencoba berusaha melupakan kesedihan nya, tak kuat menahan air matanya terjatuh mengalir membasahi pipi nya.
hingga tak terasa mata nya yg basah itu terlelap, dengan masih erat memeluk photo sang ibu.
begitu pun satiawan sangat terpukul atas pergi nya sang ibu yg belum ia temui selama 3tahun lamanya, sepanjang malam satiawan hanya bisa menyesali karna dia tak bisa bersama ibunya dia saat saat terakhirnya.
"mungkin jika aku tak memaksa pergi ke bali mungkin mama tak akan sakit sakitan mungkin dia masih disini di tengah tengah kami" dengan terisak menyalahkan dirinya sendiri.
mama maaf satiawan belum bisa bahagiakan mama, satiawan nggak bisa jaga mama , andai waktu bisa di putar lagi mungkin aku gak akan pernah kehilangan" menyembunyikan wajahnya pada kedua telapak tangan nya.
hari semakin larut seolah malam itu terasa panjang tanpa kehadiran mama metty.
Setelah kepergian mama metty yg amat membuat hanna dan juga kedua kakaknya kehilangan mereka mencoba untuk tegar dan berusaha untuk tidak larut dari kesedihan nya meskipun kenangan mama metty takkan pernah terlupakan.
----------------
satu tahun berlalu pergi nya mama metty, hanna yg sudah kembali bekerja juga sudah hampir selesai dengan kuliah nya.
tak terasa waktu tlah satu tahun mama ninggalin aku, andai mama disini mama bisa liat kelulusan ku dan mungkin mama sangat bahagia melihat ku yg akan bergelar sarjana.
hamparan ombak di tepi pantai yg hening membuat hanna termenung menatap tenggelam nya matahari yg membuat langit berwarna orangye.
"sebaiknya aku pulang hari udah sore kakak pasti mencemaskan ku" bangun dari duduknya dan segera mengambil tasnya. terlihat seorang pria paruh baya dari kejauhan bersama seorang anak kecil saling berlarian di tatap nya hanna sekilas.
"mereka bahagia banget"gumam nya, sedikit berkaca kaca.
hanna pergi dan mengalihkan pandangan nya dari pria paruh baya dan anak kecil itu.
----------------
seorang pria dan wanita terlihat menunggu di halaman rumah dema yg tak lain dia kakak nya dema dan istrinya resta.
"kak, kalian lagi ngapain di sini ?" tanya hanna dengan raut wajah sesikit lesu.
kedua orang itu menoleh seketika ke arah hanna."hanna kamu dari mana aja kakak khawatir sama kamu ," dema tampak kesal mengerutkan dahi nya.
"aku ke pantai sebentar kak, cuma mau ..." terhenti saat seorang anak kecil menghampirinya.
"ttanntee....." teriak dari kejauhan berlari ke arah hanna.
ehhh sayangku.... ponakan tantte yg cantik" menggendong dhea dan membawanya ke kamarnya. hanna sedikit senang karna terlepas dari pertanyaan kakak nya.
"tuhh anak seneng banget buat kakaknya cemas" menggaruk dahinya yg tidak gatal. udah lahh sayang dia mungkin cari ketenangan, biarin aja jangan kamu terlalu mengkhawatirkan nya dia udah besar dia bukan anak kecil" merangkul pinggang dema, resta mencoba menghilangkan kecemasan dema.
"kamu ini terlalu manjain dia" mencubit hidung resta. "maafin aku sayang..." memeluk resta.
sudahlah aku mengerti ucapan mu kamu ini suamiku mereka adikmu berarti adikku juga " mengembangkan senyuman nya.
----------------
"satiawan, aku suka caramu mempersentasikan proyek juga tata kerja sama kita, tidak salah dema memilihmu mempercayai proyek ini" salah seorang pria paruh baya berjas rapih. "terima kasih pak, ini semua berkat kerja sama karyawan juga kak dema sendiri saya hanya sekedar membantunya saja.
"jangan merendah begitu, ehh.. iya saya mau kamu juga keluarga ikut serta dalam pesta di kediaman saya, saya mengadakan pesta ini untuk menyambut putra semata wayang saya yg berhasil menjalan kan proyek di luar negri saya berharap sekali kalian bisa menyempatkan waktu untuk undangan saya." menjabat tangan satiawan.
"saya akan mengusahakan pak sebelumnya terima kasih karna bapak haris hatta diatmadja mengundang saya juga keluarga secara langsung seperti ini saya sangat enggan untuk menerima undangan bapak, apakah pantas saya juga keluarga dapat hadir di pesta keluarga diatmadja yg sangat terpandang" merendahkan pandangan nya.
"janganlah merendah begitu, saya sangat menantikan kehadiran kalian" menepuk pundak satiawan sembari bangun dari sofa.
"baiklah pak."menganggukakan kepala nya.
keluarga haris hatta diatmadja salah satu keluarga amat terpandang hingga memiliki beberapa perusahaan di luar negri yg di jalan kan putranya semata wayangnya.
----------------
#jangan lupa vote and likenya.
#jangan lupa vote and likenya ya!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments