seorang gadis cantik menatap arah jendela apartementnya menggunakan dress mini dengan balutan cardigan terlihat memegangi secangkir kopi yg sedang di nikmatinya.
suasana pemandangan kota london terlihat jelas di kamar miliknya itu yg terdapat lantai 20 dengan menikmati malam yg dingin deringan ponsel miliknya terdengar.
gadis itu menyimpan gelas nya dan mengambil benda pipih milik nya, terlihat di atas layar bertuliskan mommy.
"hallo my momy." sapa gadis itu mengawali percakapannya.
"hallo darling,, bagaimana kabarmu disana apakah kamu tidak merindukan momy mu ini?" ucap wanita paruhbaya di sebrang telponnya.
"ayolah mom, jangan seperti itu nanti juga aku pulang momy, ?" pergi ke arah balkon apartementnya.
"oke deh ,, momy tungguin kamu baik baik ya sayang disana " ucap suara dari sebrang telponnya.
"okeh dah mom," menutup telponnya.
gadis itu menyimpan benda pipih nya di atas lakas dan melanjutkan menikmati kopi nya.
...----------------...
hanna sampai di rumahnya dihantar dimas mereka turun dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah terdapat satiawan di ruang tengah menatap laptopnya, satiawan terkejut melihat kondisi mereka berdua yg telah masuk kedalam rumah.
"hanna kenapa pakaian kamu basah, dari mana aja kamu kakak khawatir tau seharusnya kamu bilang dulu sama kakak" satiawan mengomel mengerutkan dahinya.
"aduh kakak bisa di rem dulu gak sih ngomongnya nyerocos terus " memegangi lengan satiawan. " kamu ini kalo di bilangin, tadi kamu kemana?" mengerutkan dahinya.
" aku dari pantai kak, lagian aku gak sendiri kok, aku pergi sama dimas" menaikan dahinya kearah dimas. " dimas," terheran heran merasa tak asing dengan namanya.
"iya dimas tuh orangnya" menunjukan dengan matanya. "ahh kamu dimas anak pak haris," menunjuk kan jarinya sembari tersenyum."iya kak " memanggutkan kepalanya.
"emmm maaf kayanya aku gak bisa lama aku harus pulang" ujar dimas.
"kenapa terburu buru kita makan malam dulu dim, kamu kan baru pertama kali berkunjung kesini biar kami menjamu mu" ajak satiawan pada pada pria di hadapannya.
"terima kasih kak sebelumnya mungkin lain kali aja" tolak dimas dengan sopan. "baiklah lain kali kamu gak boleh nolak" ujar stiawan menatap tajam wajah dimas. dimas tersenyum dan mengiya kan peemintaan satiawan.
dimas pun pergi menaiki mobil sport mewah nya dan pergi meninggalkan rumah hanna. selagi satiawan menghantar dimas ke depan rumah hanna pergi kekamar dan mengganti pakaian nya.
...****************...
dafa yg tersulut emosi melihat kebersamaan hanna dan dimas membuat nya tersadar bahwa dia memiliki perasaan lebih pada hanna, dafa tipe orang yg dingin dan cuek terhadap wanita namun kali ini dirinya pun mengakui perasaan nya terhadap hanna bahwa dia menyimpan rasa cintta.
...----------------...
hanna keluar dari kamar mandi dan menyiapkan pakaiannya yg akan di pakainya hanna, sesekali menatap atas lakas nya dan memandang ponselnya.
hanna mengambil benda pipih miliknya itu dan terkejut setelah melihat begitu banyak panggilan yg tidak terjawab termasuk atasannya dafa yg puluhan kali mencoba menghubunginya.
"ya ampun sebanyak inikah bos sombong menyebalkan itu menghubungiku karyawan rendah sepertiku" gumam hanna. begitu banyak pesan yg dikirim dafa untuk hanna termasuk teman kerjanya.
1"hanna mengapa kamu tak masuk kerja hari ini ?" pesan dari alina.
2"hanna jika kejadian malam itu membuatmu merasa tak nyaman tolong maafkan aku" pesan dari dafa
3"hanna bisakah kamu mengangkat telponku aku ingin meminta maaf kepadamu" pesan dari dafa.
"mengapa dia begitu peduli jika aku marah atau tidak biasanya dia memang sering bersikap kasar tapi, malam i**tu memang keterlaluan dia menarik tanganku dengan keras sehingga tanganku merasa sakit, dan melajukan mobil seperti ingin melenyapkanku saat itu juga" gerutunya sendiri menatap layar ponsel miliknya.
"kenapa adikku bicara sendiri seperti itu hemm" satiawan yg telah cukup lama melihat adiknya berbicara dengan layar ponsel miliknya itu. "kakak, bisakah ketuk pintu dulu sebelum masuk apa kakak sedang mengupingku" menatap tajam stiawan dengan sinis.
"tidak kakak cuma mau ajak kamu makan malam, kak dema ingin bicara padamu" ucap satiawan. "kenapa tumben sekali biasanya kak dema slalu datng ke kamarku jika memang ada yg ingin dia tanyakan" berbicara dalam hatinya.
"udah jangan terlalu banyak berpikir cepat turun kakak tunggu di bawah" ucap satiawan meninggalkan kamar hanna. hanna hanya mengadah menatap satiawan yg berlalu dari pandangannya.
...----------------...
hanna turun dari kamarnya dan ikut bergabung di meja makan dema juga resta memandanginya sekilas terlihat aneh, satiawan memberikan kode pada hanna yg terdiam melihat dema yg sedang memandangnya, untuk duduk di sebelahnya.
"duduklah hanna" gema dema.
i..iya kak," tertunduk menghindari tatapan kakaknya itu. hanna masih kebingungan atas kakak nya yg trrus memandang aneh dirinya.
"kenapa kalian memandangku seperti itu apa ada yg slah denganku?" tegur hanna pada kakak kakakknya yg terus tak teralihkan memandangnya.
"emmm,, tidak kami hanya ingin menatapmu saja adikku sayang" dema mengembangkan senyumannya.
"kalian aneh banget .." ketusnya hanna melahap makanannya.
"hanna, semenjak kapan kamu mengenal dimas?" tanya resta. "sejak aku SMA" singkat dengan mulut yg penuh dengan makanan.
"dek, kayanya kamu dekat banget deh sama dimas bagai mana kalo kalian di jodohin aja ," ucap dema mengejutkan hanna.
"uhukk... uhukk... " hanna tersedak makanan sekaligus terkejut dengan perkataan kakakny. "hahh ... di jodohin? yg bener aja kak?" mengerutkan dahinya. "kenapa kok kamu kaget gitu." satiawan dan dema saling memandang satu sama lain.
"gak ,, aku udah kenyang mau tidur" pergi meninggalkan meja makan. dema satiawan begitu pula istrinya haanya tersenyum melihat wajah hanna yg memerah.
...----------------...
satiawan menghampiri ruangan dema sebagaimana tadi sore dema menyuruhnya untuk menemuinya di ruangan kerjanya tanpa berfikir panjang satiawan masuk kedalam.
"kak kamu di dalam?" mendekati meja kerjanya yg terdapat dema terduduk disana. "satiawan kemarilah" berdiri dan mengajak stiawan untuk duduk di sofa.
"ada apa kak, apa ada pekerjaan penting untukku?"sahut stiawan menatap kedua bola mata kakak nya.
"emmm tidak stiawan" menggaruk dahinya yg tidak gatal. "lantas?" menyenderkan punggungnya di sofa.
"bagaimana hubunganmu dengan aghisya" melirik arah satiawan.
satiawan terdiam mendengar pertanyaan dema, "kenapa sat, tqk perlu kamu heran aku sudah lama tau hubungan mu dengan aghisya" ucap dema.
satiawan hanya memandang punggung kakaknya yg bangun dari sofa dan berdiri di depan jendela melihat pemandangan luar. "kamu harus meminta maaf padanya satiawan" melipatkan tangannya di dadanya.
"aku sudah berusaha kak untuk berbicara padanya tapi dia slallu menghindariku begitu pula saat di pesta pak haris dia pergi gitu aja saat melihatku" mencoba menjelaskan.
"memang pantas dia bersikap seperti itu padamu stiawan kamu pantas mendapatkannya" menatap wajah adiknya. satiawan tak mengerti apa maksud dari perkataannya dema.
"apa maksudmu kak?" meminta penjelasan dari dema.
"cobalah memahami perkataanku satiawan kamu pasti akan tau apa maksudku" dema meninggalkan stiawan di ruangannya sendiri dan meninggalkan sejuta pertanyaan dari hati stiawan.
malam semakin larut hanna pergi ke kamar nya tanpa menghiraukan perkataan kakak nya, hanna membantingkan tubuhnya diatas ranjang empuk miliknya itu dan tertidur pulas.
...----------------...
#jangan lupa vote and likenya.
#silahkan untuk berkomentar
#kritik dan saran nya akan sangat saya hargai untuk membangun semangat dan menjadikan cerita lebih seru lagi###
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments