hanna pulang kerumahnya di hantar oleh dimas bersama dhea yg sudah terlelap tidur digendong oleh dimas, hanna cukup memperhatikannya sedari tadi bahwa pendapat nya tentang dimas pria es cuek juga nyeselin ternyata salah, dia tak seprti apa yg di pikirkannya.
dimas sadar bila hanna sedang memperhatikannya dan membiarkannya, hanna membuka pintu rumah resta terdapat setiap sudut rumah sangat sepi tak terlihat satu orang pun di rumahnya.
"kemana kak resta kenapa tidak ada orang sama sekali, pintunya juga fak di kunci" gumamnya.
"ada han," tanya dimas yg masih berdiri di belakangnya. "semua orang ntaahh kemana sepi sekali ini rumah,, oh iya ayo letakan di kamar mungkin kamu sudah lelah menggendong nya dari tadi",, seru hanna menunjukan kamar dhea.
",, tidur ya gadis manis ?" gumam dimas mencium pucuk kepala dhea. "terima kasih dimas sudah mau bermain dengan dhea maaf kalo dia sedikit merepotkanmu" menutup pelan pintu kamar dhea. "jangan bicara seprti itu hanna aku senang ko bermain bersama dhea" mengembangkan senyumannya pada hanna.
hanna cukup tersenyum kecil mendengarnya. dimas pun duduk di sofa memainkan benda pipih nya dan mengusap ngusap layyar ponsel nya sementara hanna sedang membuatkan minuman hangat untuknya.
"tak ku sangka ternyata kepribadian hanna sangat istimewa, ahh kenapa aku jadi ...sudahalah" dalam hatinya.
hanna kembali menghampiri dimas dengan membawa dua cangkir teh panas, hanna menyuguhkannya pada dimas dan sepiring cemilan. hanna terlihat menarik dengan rambut terikat dan beberapa helaian rambutnya tergerai bagian pinggiran kening.
dimas yg terus memperhatikannya diketahui oleh hanna dan mengejutkannya. " hellooo.... lagi merhatiin aku ya" ujar hanna semabri menggodanya. "dihhh ke GR-an banget kamu," memalingkan wajah nya ke salah satu pigura foto.
" emmm begitu yaa..." menaikan dahinya. "kamu kali yg dari tadi terus merperhatikanku?" ucap dimas membuat hanna tersedak.
"uhukk... uhukkk...." hanna terbelalak mendengar dimas mengetahui dirinya memperhatikan dimas sedari tadi bersama di pantai.
"kapan aku gak merhatiin kamu dehh PD banget.." mengedarkan mata nya.
"hanna... hanna ... emang nya aku nggak tau kamu liatin aku terus, aju juga liat kali kamu merhatiin aku terus emang seganteng itukah aku sampe kamu merhatiin aku" dimas sangat percaya diri mengtakan itu semua.
"ke PD-an banget ihh " mengerutkan dahinya melirik sesekali ke arah dimas.
hanna menjadi salah tingkah di buatnya entah apa ydia rasakan namun jantung nya berdegup dengan kencang saat mata dimaa yg terus tertuju padanya.
"dim, bisakah kamu makan malam disini, sambil menunggu kakak ku pada pulang" pinta hanna terbata bata. "bolehkah?" menatap hanna.
"ten...tu kenapa tidak suatu kehormatan bagiku tau " ucap hanna membuat pandangan dimas sedikit kesal. "tolong jangan seperti itu hanna aku tidak suka" tegas dimas mengucapkan kata itu.
"baiklah maaf" mengadah kan pandangannya ke wajah tanpan dimas.
hanna pergi kedapur menyiapkan bahan-bahan yg akan di masaknya dan mengenakan celmek, dimmas yg sudah berdiri di belakangnya tidak disadari hanna, hanna tidak menoleh sedikitpun dia hanya berfokus untuk memasak,
"ekhemmmm,,, bisa ku bantu?" goda dimas melihhat keseriusan hanna memasak. "kamu dim, kenapa kesini tunggu lah di ruang tengah nanti kalo sudah selesai nanti aku beri tau" ucap hanna yg tengah mengiris bawang.
"aku ingin membantumu han" dimas mengambil sebuah pisau dari sampingnya. " ahh tidak dimas biar aku saja okey, kamu tunggu aja di sana ya" pinta hanna yg tidak sama sekali di dengar dimas.
dimas tidak menghiraukan perkataan hanna dia terus fokus memotong sayuran disana. hanna menghela nafas melihat keras kepalanya dimas namun, dia pun merasa senang saat dimas ingin membantunya.
"kenapa kamu terenyum sendiri hanna apa sekarang kamu berubah pikiran" goda dimas pada hanna yg terus memperhatikannya. "apaan sih kamu dim, gak jelas banget deh" menyangkaal pertanyaan dimas
1 jam sudah berlalu
hanna dan dimas siap menyantap makanan hasil mereka berdua. hanna pun menyajikan nya di atas meja makan.
berapa saat kemudian mereka selesai makan malam namun satiawan maupun dema belum kunjung datang juga ntah kemana mereka begitu pun pembantu di rumahnya tak terlihat satu pun.
waku menunjukan pukul 08.30. hanna semakin tudak enak terus menahan kepulangan dimas untuk menemaninya.
"emmmm,, dimas jika kamu mau pulang, silahkan pulanglah ini sudah malam mungkin saja kamu lelah ingin beristirahat" ujar hanna.
"kamu mengusirku?" menatap manik mata indah hanna. "hahh bukan begitu tapi, aku sudah terlalu merepotkanmu dim, aku tidak enak padamu." membalas tatapan dimas yg sedang memandangnya.
"hanna apakah kamu tidak bosan dari *t*erus bilang itu" masih terdiam menatap manik mata hanna.
hanna hanya tersenyum kecil mendengar perkataan dari dimas sedikit menggodanya,
hanna semakin nyaman berada di sisi dimas dan mulai merasa ada keanehan di dalam hatinya, begitu pun dimas yg semakin lama kedekatan mereka terasa membawa nuansa tersendiri.
...****************...
#jangan lupa vote dan likenya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments