cahaya mentari pagi menyongsong kamar aghisya tangan nya yg menutupi matanya katna silau, cahaya yg masuk terasa hangat ditubuh aghisya, dia menggeliatkan tubuh nya, dan bangun dari tidurnya.
"selamat pagi aghisya" ucap nya untuk diri sendiri. aghinya betanjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
30menit kemudian.
"segarnya .." keluar dari kamar mandi berbalut handuk piyama.
aghisya memilih pakaian yg akan di kenakannya hari ini, memang siang ini tidak ada acara apapun namun dia sangat suka kerapihan.
''aghisya ... sayangg ..." panggilnya seseorang di balik pintu. iya mam aku disini" teriak aghisya.
"sayangg.. jam berapa kamu pulang kenapa mama gak tau" membuka pintu. ahh mama aku pulang jam 10 masa gak tau sih "menatap arah lain memaling kan pandangan dari mamanya. aghisya tau mamanya pasti akan tau bila dia sedang berbohong.
''kamu bukan gadis yg pandai berbohong sayang mama tau dari raurlt wajah kamy" mecubit pipi aghisya yg tengah merias wajah nya dengan balutan make up tipis.
"maaf deh mam, gak lagi lagi deh" menaikan kedua jarinya.
...****************...
pagi pun berganti siang dan siang pun berganti menjadi malam, aghisya sudah bersiap untuk pergi ke acara ulang tahun teman nya.
tutttt....
tutttt....
"hallo sayang..." sapa di sebrang telpon nya. " kamu jdi mengantarku ?" merapikan riasan nya.
aku sudah setengah jam menunggu mu sayang di temani mama mu di sini." sahut satiawan di sebarng telpon.
aghisya tidak menyadari saat satiawan datang dan sudah lama menunggunya berias. " kenapa kamu gak bilang "gerutunya.
"ya udah kamu cepetan turun deh aku gak sabar liat kamu " satiawan dengan nada sedikit menggoda aghisya. dia masih terdiam di sofa menantikan kekasih nya yg masih belum mwnunjukan dirinya.
terlihat seorang gadis menuruni anak tangga yg tak lain aghisya dengan berbalut gaun dress putih selutut dengan riasan tipis yg menawan.
"gimana tampilanku berlebihan gak yank.." suara dari arah belakang punggung nya telah berdiri sosok cantik nan menawan yaitu aghisya.
"yank... cantiknya kamu hari ini " satiawan terpesona matanya yg terpaku melihat pujaan nya dengan riasan yg senada dengan gaun di pakainya.
"jangan liatin aku terus yank " tersipu malu. "aku gak bisa berpaling dari wajah ini sha"mencoba mencerna perkataan satiawan yg benar bemar terpana melihat dirinya.
"ayo kita berangkat nanti aku telat" menarik tangan satiawan yg masih memandangnya. iya yank sabar sebentar jangan macem lhoh disana" mencubit hidung mancung aghisya.
"cemburu yaaaa.. " tersenyum
iya lah kamu kan pacar aku yank.." mengendarai mobil dan memecah keramaian kota.
...----------------...
sampailah aghisya dan satiawan
di rumah cindy turun lah mereka dari dalam mobilnya betapa ramai juga sangat mewah acara itu terlihat beberapa pria memperhatikan aghisya.
apa kamu tidak malu berjalan dengan pria biasa sepertiku"bisik satiawan pada aghisya.
"berhenti bicara seperti itu, aku ingin dirimu cintamu juga hatimu bukan yg lainnya" menatap tajam satiawan. meski aghisya salah satu anak dari kalangan orang berada tapi, sikap juga sifat nya tak sedikitpun memiliki kesombongan.
aghisya" panggil cindy dari belakang punggungnya. "hayyy happy birthday cindy " ucap senang aghisya.
siapa inih diem diem aja gak mau ngenalin nih?" melirik satiawan.
"hhhuhhh jaga donk tuh mata " mengerucutkan bibirnya melihat keisengan temannya.
ihhh sensi amat sihh, becanda kali " tersenyum. satiawan hanya tersenyum geli melihat tingkah cemburu aghisya yg sedikit manja.
"ini pacarku kenalin satiawan,," memperkenalkan satiawan pada cindy. hay..." satiawan menjulur kan tangan nya. cindy" tersenyum.
aghisya yg sedikit posesif menarik tangan satiawan dari cindy. memperlihatkan kecemburuannya pada satiawan.
"udah deh salamanya usah lama lama" mengerutkan dahinya.
"ihh cemburuan amat nih anak" ketus cindy melihat tingkah aghisya yg posesif. satiawan tersenyum geli meperhatikan sikap kekasihnya itu yg tak lepas dari gandengan nya.
satiawan memang orang yg sederhana bukan termasuk dari kalangan orang berada seperti aghisya, namun tak di pungkiri parasnya yg tampan membuat kaum hawa tertarik bukan hanya parasnya namun dengan bentuk tubuh yg kekar membuat daya tariknya tersendiri.
" yank aku mau ke toilet dulu ya awas jangan macem macem ya" pergi meninggalkan satiawan di tengah keramaian pesta.
satu persatu gadis di sekitar nya memperhatikan satiawan dan mencoba berkenalan dengan satiawan, tak sengaja aghisya yg sudah kembali melihat kekasihnya sudah di kerumunin para gadis yg ingin berkenalan dengannya.
"satiawan.." ucap kesal aghisya melihat satiawan tak menyadari kehadirannya. aghisya pergi meninggalkan pesta dan berlari keluar.
"maaf saya permisi dulu" meninggalkan gadis gadis yg berkerumun di dekatnya.
"aghisya... aghisyya....." panggil satiawan mengejar kekasuhnya itu.
"kenapa kamu pergi gitu aja sih " menatap manik mata aghisya yg sudah berlinang air.
kenapa kamu kejar aku kesini kembalilah kedalam mereka pasti menunggumu" ujar aghisya dengan kesal. satiawan mencoba mencerna perkataan yg di maksud kekasihnya itu..
" ohh kamu cemburu ?" mengembangkan senyuman nya.
"siapa bilang gak tuh.." mengusap sisa air mqta di pipinya.
"kalo udah ketauan cemburu baru bilang nggak" godanya satiawan
" aku mau pulang sekarangg " pintanyya. "tapi pestanya kan belum selesai yanx" ucap satiawan.
"aku mau pulang " rengeknya.
satiawan pun mengiyakan keinginan aghisya yg sudah tak merasa nyaman di acara itu ,mereka masuk ke dalam mobil satiawan melajukam nya dengam sedang dengan jalanan yg sudah sepi dan mendadak mobil yg di lajukan nya terhenti di tepi jalan.
"kenapa berhenti di sini?" memadang arah satiawan.
"sengaja" tersenyum.
ini sepi loh , pengendara lain aja udah gak ada hanya ada satu sampe 2 kendaraan yang lewat." mengedarkan pandangannya ke arah jalanan.
satiawan turun dari mobil nya, menatap ke arah jalan dan menyenderkan kepalanya ke badan mobil.
"yanx kamu kok senyum senyum sendiri sih " membuka pintu mobil.
"nggak aku cuma keinget yg tadi aja." goda satiawan. tersenyum melihat wajah aghisya yg menjadi cemberut setelah mendengar ucapan satiawan.
nggak lucu tau." kesal.
ihh ngambek mulu jelek tau" melebarkan senyumannya. "biarin" mengerucutkan bibirnya karna kesal.
satiawan membuka pintu mobil belakang dan menarik aghisha kedalamnya. "ihh apaan sih kamu supir itu duduk nya di depan tau " gerutunya.
satiawan tersenyum kecil mendengar celotehan kekasihnya itu. tak menunggu waktu lama satiawan segera mengecup bibir aghisya .
cup..
satiawan ******* bibir aghisya dengan lembut. aghisya meronta namun beberapa saat menikmatinya juga dan membalas kecupan dari satiawan.
keduanya saling bertukar saliva aghisya sadar apa yg tengah satiawan lakukan, aghisya membiarkan tangan satiawan menyentuh benda kembarnya itu hingga kecupannya semakin turun menuju lekukan leher aghisya.
aghisya tetap membiarkannya, semakin lama kecupan satiawan membuat nya terhanyut dan menikmati setiap sentuhannya.
satiawan perlahan lahan melepas real sleting milik aghisya dan melepas semua pakaiannya tanpa di berbalut sehelai benang begitu pun satiawan.
aghisya mulai merasakan bibir lembut satiawan telah sampai di benda kembar nya dan terus menciumi nya tanpa henti . "akhhhhhhh ......... " desah demi desahan keluar dari mulut aghisya yg kian membuat satiawan semakin bergairah.
beberapa kali satiawan memaikan milik aghisya hingga mulai menyatukan dirinya dan aghisya " akhhhhhh.... " menggigit bibir nya yg terlihat merintih kesakitan hingga meneteskan air mata di ujung matanya.
"aku mencintaimu gisha" bisik satiawan pada telinga aghisya, hingga terasa hangat hembusan nafasnya.
satiawan mempercepat penyatuannya dan kemudian klimaks.
aghisya sadar apa dia lakukan dengan satiawan begitu pun satiawan yg seakan menyesal akan perbuatannya.
"aghisya" membelai wajah aghisya.
"aku tau satiawan, aku juga mencintaimu jangan tinggalkan aku akubtak ingin kamu pergi dariku" teisak isak memeluk dada bidang satiawan yg masih telanjang dada.
"aku berjanji aku tidak akan meninggalkanmu sha aku sangat mencintamu, seharusnya ini tidak terjadi maafkan aku sha aku tak bisa menahan diriku" memeluk aghisya yg tersedu sedu.
"kamu tidak salah satiawan, kita sama sama melakukannya semua nya sudah terjadi " lirihnya.
"maafkan aku sha maafkan aku , aku akan mengantarmu pulang" menyelimutkan sebuah jaket miliknya membalut tubuh aghisya yg tanpa busana.
satiawan berpindah tempat ke depan dan membiarkan aghisya terkulai lemah di jok belakang, satiawan sadar yg di rasakan aghisya akan sulit berjalan beberapa hari.
15menit kemudian
aghisya dan satiawan sampai di rumah orang tua aghisya satiawan sangat khawatir melihat aghisya yg masih tertidur lemas.
"aghisya maafkan aku seharusnya ini tidak terjadi aku berjanji akan bertanggung jawab atas semua perbuatan ku" dalam hatinya sembari menatap wajah aghisya terlihat sayu.
handphone aghisya berdering satiawan mengambil nya dan membuka pesannya dari mama aghisya.
"sayyang mama sudah mencoba menghubungi kamu tapi kamu tidak bisa di hubungi , mama mendadak mendapat telpon dari nenekmu dia sakit dan mama juga papa dalam satu minggu akan di yogyakarta mungkin lebih baik baik ya sayang ."
"ya ampun tapi kunci nya dimana aku harus bawa dia gimana ?" bingung atas keadaan aghisya yg hanya berbalut jaket milik nya.
satiawan memeriksa rumah nya aghisya dan mencoba membuka pintu rumah nya dengan kunci cadangan dalam dompet aghisya.
krekkk....
pintu pun terbuka satiawan segera membawa aghisya ke dalam kamar nya dengan berbalut jaket miliknya, aghisya menggeliat di pangkuan satiawan.
"satiawan,," panggil aghisya.
"aku disini aghisya," membalut tubuh dengan selimut. satiawan membelai rambut aghisya tepat di samping ranjang nya.
bagaimana kamu bisa membawaku" menyandarkan kepala nya ke dada bidang milik satiawan. "mama mu pergi ke rumah nenekmu dia mengirim pesan dan aku membacanya" memandang wajah aghisya.
"kamu istirahatlah sha, ini sudah malam tidurlah besok aku akkan kemari lagi." beranjak dari tempat tidur dan melangkah pergi.
langkah satiawan terhenti oleh aghisya memeluknya dari belakang punggung nya dengan berbalut selimut menutupi tubuhnya.
"aku ingin kamu disini satiawan temani aku saat ini tolong jangan tinggalkan aku saat ini" pintanya aghisya.
"baiklah .."menganggukan kepalanya menyetujui permintaan aghisya. satiawan menggendongnya dan membawa nya ke atas ranjang aghisya. "aghisya memeluk erat tubuh satiawan seolah tak ingin dia pergi darinya.
"tidurlah gisya aku akan menemanimu disini" mencium pucuk kepala aghisya.
aghisya masih menatap satiawan penuh cinta begitu pun satiawan seolah malam itu sangat panjang, satiawan yg sangat terpesona melihat wajah aghisya manjatuhkan ciuman nya lagi di bibir aghisya, kali ini aghisya membalasnya dengan penuh cinta.
kalian pasti tau kelanjutan nya.
...----------------...
#jangan lupa vote and likenya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments