aku hanna, orang tua ku hanya buruh serabutan aku tidak merasa malu dengan keadaan keluargaku aku anak bungsu dari tiga bersaudara, kakak tertuaku bernama dema, yg ke dua satiawan.
mereka teramat menyayangi ku, mereka slalu memanjakan ku, meskii itu membuat mereka pusing akan permintaan ku.
aku duduk di bangku kelas 3 SMA, aku tak mudah bergaul dengan banyak orang mereka slalu mengejekku karna aku dari kalangan orang tak punya.
aku tak pandai dalam pelajaran apapun tapi, yah lumayan nilaiku cukup baik.
aku slalu di pandang sebelah mata tapi aku tak pernah menghiraukan nya meski perkataan itu sangat tengiang di telingaku.
aku hanya bisa terdiam terkadang aku menangis, karna kepahitan lidah mereka.
namun, dengan begitu tak membuatku lemah meski mereka sering mengatakan nya berulang kali.
banyak yg tak menyukaiku tapi, beberapa orang slalu mensuportku mereka temanku suci anjarawati dia slalu menjadikan diriku teman terbaiknya.
"suci makasih kamu slalu mau berteman denganku" ucapnya kepada gadis di sebelah nya.
"kenapa? kenapa harus berterima kasih kita sama-sama sekolah di sini kita sudah lama bersahabat sejak SD janganlah kamu berpikiran seperti itu" membuat hanna terdiam dengan ucapan nya dan setengah berkaca-kaca di ujung mata.
"terima kasih suci kamu menerimaku apa adanya lebih dari sebagai sahabat tapi, saudara" menghapus air matanya yg tengah mengalir haru mendengar ucapan suci.
...----------------...
suara bel berbunyi kelas pun sudah akan di mulai hari ini pelajaran bu raini guru biologi dia guru honorer yg belum lama mengajar di sekolahnya memiliki paras yg anggun dan memiliki tutur kata yg sopan hampir semua murid menyukainya karna ke ramahan nya tak hanya murid yg menyukainya tapi, banyak guru-guru lainnya terpesona di buatnya bukan hanya cantik nan rupawan namun, bu raini pintar dan cerdas.
45 menit kemudian pelajaran bu raini sudah selesai.
sudah hampir 1jam kelas kita menunggu guru fisika yg tak kunjung datang hingga kelas kami slalu membuat ke gaduhan sampai tercatat penghargaan kelas tergaduh.
10 menit berlalu seorang guru menghampiri kelas tak lain wali kelas kami pak derli.
"kenapa kalian slalu membuat kegaduhan, bukannya belajar malah bermain-main" kesal dengan raut wajah yg terlihat sangar.
"maaf pak"
"maaf pak"
"maafin pak soalnya kami sedang menunggu pak caslim yg belum datang sudah merasa pegal berdiam di kelas tanpa belajar" gilang menatap arah guru nya.
"seharusnya kalian diam atau mempelajari pelajaran yg seharusnya hari ini bukan bikin gaduh kelas lain sulit berkonsentrasi bila kalian membuat gaduh" jengkel atas perbuatan murid-muridnya.
bel pelajaran berlalu
teeeeeetttttttttttt..........
para murid di kelas 1ç itu pun sudah bersiap untuk pulang,,
"eitsss... tunggu dulu ada hukuman buat kalian kerjakan pelajaran fisika hal 5-15 .." tersenyum kecut.
akhhh .... paak apa gak kurang banyak" sahut ferdian murid di kelas nya pak deril. baiklah jika kurang banyak akan bapak tambahin gimana" mengangkat halis nya sembari tersenyum kecil.
"jangan pak, ini sudah cukup kok" ucap gilang nyengir kuda sambil menatap malu kepada guru nya.
baiklah kalian boleh pulang" pa derli berlalu dari kelas.
"hanna.." seorang gadis memanggilku terlihat dari depan mejaku. "hayy, risma" membalas sapaannya dengan melambaikan tangan. risma pun salah saru teman hanna yg peduli padanya.
aku beranjak dari bangku ku dan membawa tas ransel ku. "apa kamu tidak berangkat dengan teman lainnya tidak han, aku sengaja menunggumu" mengerutkan dahinya silau terkena paparan sinar matahari.
"kenapa?" tanya hanna. "banyak orang yg melihatmu sebelah mata namun, mereka tak sadar bila kamu seorang gadis yg cantik" sontak risma membuat hanna tersenyum. " biarkanlah lagi pula aku tidak peduli bila mereka memandangku seperti itu, aku tidak keberatan lagi pula itu ursan mereka ingin menilaiku apa" ujar hanna tersenyum kecil. "kamu memang mulia han," mengatupkan matanya karna kepanasan.
hanna berpisah di tengah jalan dengan resta karna arah kerumahnya saling berlawanan. hanna berlenggang berjalan sendiri membuatnya kepanasan di tengah jalan dengan terburu-buru berlari untuk segera membantu kesibukan ibunya.
Hanna pergi berjalan kaki menuju rumah karna, kediaman nya tak jauh dari sekolahnya.
mama, aku pulang" panggil hanna.
hanna mencari keberadaan ibunya yg sedari tadi di panggil nya tak menyaut.
dia melemparkan tas nya ke arah ranjang kecil nya, dan pergi membersih kan dirinya ke kamar mandi.
hanna.." suara terdengar dari arah depan pintu. hanna bergegas membasuh wajah nya dan segera menghampiri pemilik suara itu.
hanna terkejut saat membuka pintu sudah terdapat kakak nya disana yg tak lain dema kaka kedua nya "ehh kakak, kirain siapa " ujar hanna.
gimana kabarmu adikku" mengacak-ngacak rambut hanna. "ihh kakak, aku baik kok" merapihkan rambutnya.
mama kemana?," tanya dema. nggak tau sehabis pulang sekolah mama belum keliatan".sahut hanna menaikan bahunya.
"dek ayah belum pulang kerja dari kota?" mengambil air. belum kak, udah satu bulan belum pulang" jawab nya hanna jutek.
"eh iya bilangin ya sama mama kakak tadi kesini" beranjak dari kursi.
iya nanti di bilangin" ucap hanna.
----------------
1 jam kemudian
hanna,,??" teriak suara wanita paruh baya dari depan rumah. iya ma," hanna menjawab panggilan wanita paruh baya itu tak lain mama nya. "kamu udah pulang dari tadi?" ujar mama metty bertanya pada anaknya.
"aku sudah pulang dari tadi ma, mama dari mana tadi kak dema kesini" duduk di kursi melihat mama nya.
"apa dema kesini bersama istri nya" mengembangkan senyuman di wajahnya. tidak ma, kakak sendiri kesini gak sama istriny"ujar hanna, menggelengkan kepalanya.
oh, ya udah kamu udah makan?" tanya mama hanna. " udah ma, masakan mama ter the best " mengangkat jempol tangan nya.
kamu inih'.."mencubit pipi putrinya.
hari semakin gelap matahari pun sudah tenggelam hanna pergi ke kamar nya tuk mengerjakan tugas yg sudah di berikan gurunya sebagai hukuman karna kelas nya yg sudah membuat gaduh.
ya ampun pak derli gak kira-kira kalo ngasih tugas."gerutu nya. dia membuka lembaran tiap lembaran buku hingga membuatnya menguap beberapa kali.
waktu menunjukan pukul 10.15 dia pun sudah selesai mengerjakan tugasnya.
hanna pun beranjak dari meja belajarnya dan membantingkan tubuh nya di atas ranjang hanya dengan hitungan detik dia sudah tertidur pulas.
mama metty melihat hanna yg sudah merengkukan tubuh nya di atas ranjang tanpa berbalut selimut," ya ampun hanna tidur aja kaya anak kecil" menggelengkan kepalanya.
mama metty mengelus - ngelus pucuk kepala ananknya yg tengah tertidur dia pun mencium kening anaknya itu tak lain hanna.
tak lama kemudian mama metty kembali ke kamarnya dan lekas tidur.
malam semakin larut hanna terbangun dari tidurnya karna ke belet, " duhh lagi enak tidur kebelet lagih," dengan menggosok gosok mata nya.
tak lama kemudian hanna kembali ke kamar nya dan melanjutkan tidur nya.
hahh lega rasanya ,"mengusap perutnya. aku tidur lagi deh lagian masih tengah malam ini" gumam nya.
hanna melanjutkan tidurnya dan menarik selimut di dekatnya sambil memeluk guling.
malam berganti menjadi pagi hanna menggeliat dan segera bangun dari ranjang kecil nya dan bersiap untuk pergi ke sekolah.
tanpa alarm pun hanna sudah terbiasa bangun pagi meski dia tidur larut malam, hanna menyiapkan tas sepatu dan barang lain nya sesuai keperluan sekolahnya. disana hanna melihat ibu nya di dapur yg sedang membuat makanan ketring untuk pesanan seseorang. mama matty memang berkegiatan membuat makanan snak dan ketring terkadang jika tak ada yg memesan kaetring mama metty sering berjualan makanan kecil. hanna sering membantunya apabila ada waktu luang.
jangan lupa
#vote#****like#share nya ya teman**** !!
pagi hari hanna berangkat kesekolah dan mengerjakan piketnya.
"ahh apakah kehidupan ku akan slalu begini melihat orang tuaku bating tulang mencoba mencukupi kehidupan kami" melamun sembari menyandarkan tubuh nya ke tembok di dekatnya.
hanna hanya menghela nafas memikirkan jalan hidup nya.
"hayy.... ' suara dari arah belakang terdengar memecah lamaunannya. hanna mengalihkan pandangan nya dan mencoba menengok ke arah suara yg di dengarnya.
hayy... " mengembangkan senyuman nya." kamu sedang apa hanna? mengapa wajahmu murung sekali?" tanya seseorang yg kini di hadapan nya. tidak, a..aku tidak murung hanya saja sedang me... memikirkan pelajaran" sedikit gugup tersenyum.
oh baiklah kita masuk sekarang sebentar lagi pak derli akan kemari." ujar sosok di hadapannya. tak lain teman sekolah nya dimas pria paling cool di sekolahnya banyak gadis-gadis yg terpesona melihat ke tampanan rupa nya. baiklah.." menganggukan kepalanya.
mama metty yg usai mengantarkan ketring, menghela nafas dan duduk di kursi usang miliknya suara ketukan pintu pun terdengar.
tok
tok
tok
mama...???" suara seorang pria yg tengah memanggil manggilnya.
satiawan, masih ingat kah kamu pada mama mu ini?, " goda mama metty.
mama, ini slalu saja begitu baru aja aku pulang .." mengerutkan dahinya dan meraih tangan mama metty.
satiawan anak ke tiga dari mama metty, satiawan yg baru kembali dari kota karna suatu pekerjaan setelah tiga bulan lamanya sang ibu dan adik tercintanya tak lain hanna.
kemana si anak manja itu ?" ujar satiawan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut rumah mencari adiknya itu. dia sekolah nak, dia belum pulang ?" mengambil benda kaca berisi air untuk putranya satiawan.
"oh,, aku tak ingat jika hari ini bukan lah hari libur." mengadahkan wajah nya keatas.
apakah pekerjaan mu selesai satiawan? sepertinya sudah lama sekali sedari kamu pergi meninggalkan rumah." ucap mama metty membuat satiawan termenung. mam, sebenernya aku belum selesai dengan pekerjaanku," menatap wajah ibunya yg tengah kebingungan.
satiawan seolah berat untuk mengatakan apa yg ingin dia katakan kepada ibunya. mama metty hanya melihat wajah putranya penuh kegelisahan yg membuat hati mama metty tak tenang.
kenapa satiawan, kenapa kamu cemas?" tanya mama metty.
begini mama, atasan ku menyuruh ku bekerja di luar kota dan waktu yg di tentukan sesuai kontrak hingga pekerjaan di sana harus benar-benar selesai tapi, waktu yg di tunjukan bukan waktu yg sebentar tapi, selama 3tahun." mencoba menjelaskan.
nak, 3tahun memang waktu yg sangat lama mama mungkin tak kuat menahan rindu pada putra mama tapi, kamu harus tetap profesional akan pekerjaan yg sedang kamu jalani sekarang setelah kamu nyaman di sana waktu 3tahun ta akan terasa berat bagimu nak," ucap mama metty penuh senyuman.
satiawan mencoba mencerna perkataan dari ibunya yg senantiasa memberikan dukungan meskipun jarak antara jakarta dan bali sangat lah di bilang jauh.
makasih ma, aku senang karna mama slalu mendukungku aku datang untuk meminta doa dan dukungan dari mama semoga kita merubah kehidupan kita ini ma" menyederkan kepalanya di atas pangkuan ibunya.
tentu nak, tentu" berkaca kaca.
satiawan menginap untuk beberapa hari melepas rindu pada ibu juga adik kecil nya yg tak terasa kini sudak duduk di sekolah menengah atas.
3 jam sudah berlalu bel sekolah pun sudah berbunyi, menandakan untuk murid beristirahat.
Hanna masih membereskan buku-buku nya yg terlihat di atas meja berserakan. terlihat seorang pria menghampirinya tubuh tegak atletis dan tampan.
han, kamu mau ikut ?" menyodorkan salah satu tangan nya. ahh tidak terimakasih silahkan duluan saja" mengadahkan wajahnya ke atas.
tak di sangka dimas yg menawarkan ajakan nya untuk pergi, bukanya senang hanna malah kebingungan atas perilaku dimas yg tak biasa nya.
baiklah, aku duluan ke kantin" merogoh kantung celana nya.
hanna tak menjawab hanya menganggukan kepalanya. merasa heran atas tawaran dimas yg biasa nya cuek, sekalipun kepada gadis gadis yg slalu mendekatinya.
han, beruntung banget kamu ??" suara nyaring terdengar di sampingnya. kenapa sih kamu ?" menjawab tanpa menoleh.
han, kamu beruntung tau ada cowok cool ganteng ferfect pokonya, favorite gadis-gadis malah di tolak." tersenyum terkagum kagum.
nggak ah aku minder dia kan anak orang kaya mana pantes lah dia begaul dengan anak orang miskin kaya aku." berdiri dari duduk nya.
jangan begituh han, nanti juga jika memang tuhan berkehendak dia akan membalikan keadaamu menjadi yg lebih baik." menyemangati temannya itu.
heemmm ris.." mengganggukan kepala nya.
risma salah satu teman hanna paling dekat meski banyak yg di kenal nya tapi, mereka tidak terlalu dekat dengan hanna.
Dikantin.
dim, kenapa sama lho ?" tanyanya dengan terheran bayu salah satu teman dimas. kenapa? gue gak papa emang kenapa sama gue?" meminum jus di depan nya.
lho kenapa tumben baik ama cewek apalagi cewek nya si hanna." celetuk nya rian. " gak gue cuma pengen aja emang apa masalah nya?" mengangkat sebelah alisnya.
mulai care lho?" goda bayu pada teman nya. " apaan sih lho? lagian dia juga lumayan menurut gue " mengerutkan dahinya mendengar teman nya yg terus menggodanya.
wihh kayanya mulai berubah haluan nih" ria menatap wajah bayu.
diem deh..." kesal.
entah apa yg di rasakan dimas saat itu dia pun tak mengerti mengapa tiba-tiba dia mulai tertarik pada gadis kalangan bawah ituh.
dimas masih merasakan keheranan atas ucapan dari teman temannya seolah ia memang merasakan hal itu namun tak di hiraukannya bahwa dia mulai peduli pada hanna.
hanna..." seseorang memanggilnya dari belakang punggung dimas.
hayyy itu suci han,, ayo kita duduk disana.?" ajak risma.
hanna hanya menganggukkan kepalanya dan mengembangkan senyumannya.
han kamu mau pesan apa?" risma yg akan beranjak dari kursinya dan memesan makanan. aku mie bakso aja deh sama teh" sahut hanna.
risma memesan kan pesanan nya dan hanna.
sembari bercandaan disana hanna tak sadar bila perbincangannya di kuping dimas dan teman nya.
han, kenapa kamu gak habisin bakso nya?'' mengangkat jidat nya.
aku udah kenyang ris, " jawab hanna beranjak pergi ke kelas.
oke.. tungguin aku donk " meninggalkan meja.
hanna dan teman nya pergi kembali ke kelas nya dan menantikan bel masuk.
dimas yg sedari tadi tak sadar memperhatikan hanna, lamunannya buyar dengan teguran dari temannya.
woiii liatin siapa lho??" tegur bayu.
nggak gue gak liat siapa-siapa?" wajah dimas mulai pucat.
udahh lahh kita ke kelas bentar lagi bunyi bell pelajaran bu riani." beranjak dari kursi kantin.
kedua teman dimas saling memandang melihat tingkah dimas yg terkesan sedikit aneh.
mereka pun beranjak dari sana dan masuk kelas yg sudah di penuhi murid lain.
bell pun berbunyi bu raini masuk ke kelas hanna dan memulai pelajaran nya.
1 jam kemudian
"pelajaran hari ini selesai kalian harus kerjakan tugas dari ibu dan besok ibu ingin tugas kalian sudah ada di ruangan ibu." ujar bu raini.
baik bu" seru murid kelas.
jam belajar pun sudah berakhir para murid pun memecah keheningan halaman berlomba untuk keluar gerbang.
hanna yg masih terduduk disana masih mengemasi buku buku nya dan merapikan nya.
han, ayo kita pulang apa kamu masih betah di sini?" risma yg berteriak nyaring dari depan pintu.
iya sebentar apa kamu gak bisa bicara lebih pelan risma, gendang telingaku akan rusak ,," gerutu nya melihat tingkah risma.
gitu amat sih han,," mengerucutkan bibirnya.
ya udah ayo.." ajaknya.
hanna dan risma pergi dari kelas dan bergegas pulang.
hanna pulang dan melihat rumah nya serasa hening seperti tak berpenghuni.
"kenapa sepi sekali" mengedarkan pandangan mencari sosok yg di carinya.
maa.... mama..." panggil nya.
masuk aja kali dek.."suara dari meja makan kecil nya membuat nya terdengar tak asing.
aaaaaakhhhhh.... kakak....." terkejut keberadaan satiawan yg sedang menyantap makanan disana.
"bisa nggak sihh gak usah teriak mau bikin kakak tuli." menutup telinganya.
tak berpikir panjang hanna memeluk kakak tersayanng nya.
kakak kangen banget sama kamu dek," mengacak ngacak rambut hanna. " benarkah, terus kemana saat aku suruh kakak pulang sewaktu bulan kemarin " mengerutkan dahi nya yg merasa sedikit kesal.
maafin kakak ya, kan kakak kerja jadi baru sempat pulang sekarang" penuh sesal.
oke, aku maafin tapi, mana hadiahku?" menyodorkan tangan nya. "ah kamu ini kirain dah lupa" menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
nihh. " memberikan bikisan dengan paperbag. " apaan ini kak"? menatap wajah kakaknya." liat aja,, menatap ke arah paperbag yg di bawanya.
hanna terheran heran melihat hadiah yg di bawakan kakaknya untuk nya.
kak, apa ini untukku?" bingung campur bahagia. tentu " tersenyum.
ini pasti mahal kak, " memegang benda yg yg jadi hadiah dari kakak nya.
itu bukan hal penting yg penting kamu belajar dengan giat maka dari itu kakak beri hadiah itu untuk kamu hanna." mencubit pipi halus hanna.
satiawan sangat menyayangi adiknya itu dia memberikan sebuah laptop untuk nya agar hanna dapat berkonsentrasi belajar.
"apa kakak gak bisa menghubungi aku dulu sebelum datang?" menggerutu.
kakak kesini mendadak dek, soalnya kakak nanti berangkat lagi untuk bekerja ke bali kakak hanya meminta izin aja dari ibu." hanna mencoba mencerna perkataan nya.
bali..? kenapa jauh sekali kak? berapa bulan sekali pulang nya" menatap arah satiawan.
kakak akan pulang setelah pekerjaan disana selesai dalam 3tahun" sahutnya satiawan.
hanna terbelalak mendengar ucapan kakak nya itu. apa selama itu kak? kenapa sampai bertahun tahun?" mengerutkan jidatnya. kakak mau bantu ibu dek supaya kita bisa nyenengin mama biar dia gak susah susah bikin ketring ." ucap satiawan tak sadar terdengar oleh mama metty.
hanna mengangguk tanpa menjawab kembali ucapan kakaknya itu.
hanna mengerti atas pengorbanan satiawan pergi jauh untuk bekerja demi keluarga nya.
beberapa hari berlalu
hari dimana satiawan pergi, tuk bekerja, hanna dan mama metty merelakan kepergian kakak dan juga putranya.
air mata yg sudah tak terbendung lagi menyertai pergi nya satiawan.
Selepas kepergian satiawan mama metty yg terkadang merasa rindu kepada putranya hingga kondisi tubuh nya menurun sering mengalami sakit, dema terkadang berkunjung meski tak pernah sekalipun menginap.
dengan rutinitas sebelum nya hanna bersekolah usai membantu ibunya membuat kaetring untuk pesanan.
hari ke hari hingga berganti bulan untuk mencukupi kehidupan nya hanna hanya bisa berkecukupan dengan hasil dari usaha kecil ibunya tanpa mengeluh.
3 tahun kemudian.
tak terasa waktu bergulir dengan cepat, hanna sudah menjadi wanita yg mandiri selepas lulus dari sekolah menengah atas hanna melanjutkan pendidikan nya. hanna menjalani kuliah nya sambil bekerja di sebuah kantor swasta yg cukup terkenal PT.freshfood.
hayy hanna"? ucap seorang menyambut pagi nya.
hayy lin,?" terlihat gadis terduduk di balik meja menyapanya. tak lain alina teman satu kerjanya dia salah satu teman dekat hanna di sana.
han, pak bos suruh kamu selesain dokumen ini dan pelajari untuk metting siang ini." alina yg tampak menyodorkan sebuah dokumen.
"oke akan aku kerjain tapi, kalo buat hari ini keburu gak ya?" mengerutkan bibirnya membuka dokumen yg di berikan temannya. "pokonya usai di kerjain kamu antar berkas itu ke ruangan pak bos ya" hanna memperhatikan teman nya yg sudah berlalu dari mejanya.
"apaa?, "raut wajah yg terkesan malas mendengar pernyataan teman nya. kenapa harus aku sih aku malas melihat bos sombong itu.
hanna segera menyelesaikan tugasnya dan mulai mempelajarinya.
tok..
tok..
tok..
masuk" terdengar suara yg mempersilahkan dia untuk masuk di balik pintu.
"permisi pak, apa saya mengganggu?"membuka pintu ruangan besar itu. hanna tampak gemetar terdapat di hadapan nya seorang pria tinggi kekar juga tampan membelakanginya. ya ampun semoga aja kerjaan ku bener deh.
'apa kamu sudah menyelesaikan tugas yg saya berikan?" terheran hanna melihat atasan nya yg masih membelakanginya.
su..sudahh pak " mendadak suara gadis itu terasa berat untuk bicara.
tiba tiba pria tampan di hadapan nya membalikkan tubuh nya dan menatap tajam arah hanna.
simpan berkas itu di atas mejaku, kamu bisa pergi dar sini" dengan wajah masih terkunci mengarah wajah hanna.
ba.. baik pak,saya permisi"menundukan pandangan nya dengan sedikit bingung dgn sikap atasan nya yg tak biasa nya.
tuh aneh pak bos biasa nya teliti banget ada yg salah dikit langsung aja seperti macan mau nerkam" gerutu nya semabri berjalan menuju mejanya.
kenapa lo sih han, ngomel mulu sendiri ?" ucap salah seorang teman kerja nya. gak .. gak papa hanya aneh aja tuh bos tumben darah nya gak mendidih, biasanya bagianku yg antar berkas sering banget nyusahin " mengurucutkan bibirnya.
" mungkin mood nya lagi bagus' ucap rezwan teman kerjanya.
hanna hanya mengangguk dan kembali ke tempat duduk nya dan bekerja lagi di depan monitor.
----------------
eh, jes lho kemana aja ajak kita party lagi donk ?" mengangkat kan dagu nya ke arah jesika.
boleh .." tersenyum kecut.
kapan donk jes kita party ?" ke dua teman jesika saling memandang dan saling memberikan isyarat.
besok gimana" tasyha dan windy.
emm,,, besok gak bisa gue ada acara, gimana kalo kita party nya minggu depan aja." memicingkan matanya.
boleh deh," tasyha menganggukan kepala nya mendengar alasan jesika
malam ini kita party di bar aja gimana tenang gue yg bayar ko "menaikan dahi nya untuk ikut dengan nya.
okay..." jawab tasyha dan windy.
mereka teman satu kampus hanna yg terbilang dari kalangan atas juga terpandang, orang tua jesika salah satu anak dari pemilik saham terbesar di kampus nya tuan haris atminadjaya yaitu ayah dari jesika.
jesika memiliki prilaku yg tak baik namun slalu banyak yg mengejarnya karna rupanya yg cantik juga elegan jesika dan teman nya sangat sensitif orang yg melawannya termasuk hanna yg slalu jadi bahan bully untuk nya.
----------------
#jangan lupa vote and like nya.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!