satiawan memakai baju santai dengan celana pendek mencari keberadaan adiknya hanna dengan membawa secangkir teh hangat ke kamarnya.
"ya ampun kamar gadis kaya gini kok bisa sih" melebarkan mata nya melihat keadaan kamar hanna seperti kapal pecah.
hanna,, hanna,, semenjak sudah kerja kaya nya dia lupa caranya mengemas kamar nya sendiri" menggelengkan kepalanya.
satiawan mencoba merapikan kamar hanna dan memunguti buku juga berkas miliknya yg berserakan, hingga tempat tidurnya yg sudah terlihat seperti terseret banjir.
"apaan nih?" mengerutkan dahinya.
satiawan menemukan sebuah binder yg seolah di kenal nya terlihat sudah usang.
"bukannya ini binder yg aku hadiahkan pada hanna, ternyata dia masih menyimpan nya" tersenyum kecut melihat binder di tangan nya terdapat foto masa kecil hanna saat berusia 6 tahun.
satiawan tersenyum geli melihat curahan adiknya yg di tulis di lembaran kertas dalam binder itu.
terdapat seutas tali yg membatasi catatan nya terakhir yg menulis kan tentang keluhan pada atasanya.
" aku tidak tau di terbuat dari apa tingkah nya angkuh dan sombong terkadang perkataan nya itu sangat lah tidak enak di dengar, aku akui dia memang tampan tapi, sayangnya sifatnya yg sangat menyebalkan sangat membuat jengkel, andai dia bukan anak pemilik perusahaan aku akan membuat perhitungan padanya, andai aja sih dia baik ramah tidak sombong tapi, siapa juga yg mau ama dia cewek bodoh aja yg suka sama dia."
"rupanya adikku sudah bwranjak dewasa " satiawan hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum membaca tulisan sangan adik tersayang nya itu.
...----------------...
terima kasih pak saya senang kerja sama ini lancar" ujar daffa pada pria paruh baya di depan nya. "tentu nak daffa ayah anda dan saya sangat berteman baik tak menyangka ternyata bakatnya tertanam padamu nak" pria paruh baya di depan nya dan menjabat tangan nya.
"ahh biasa saja pak saya masih harus banyak belajar " sahut daffa.
hahaha... kamu jangan merendah begitu. oh iya ini calon istrimu daf, dia cantik sekali beruntung sekali kamu, " menatap arah hanna tepat di samping daffa.
hanna yg terkejut mendengar pernyataan orang itu seketika tersedak saat meminum air "uhukk uhukk.."
kenapa hanna" tanya pria tua itu.
ahh tidak pak saya bukan calon istri pak daffa saya karyawan nya saja" ujar hanna.
"oh maaf kalo gitu saya sudah salah paham, saya kira kamu calon istrinya kalo gitu saya izin pamit" tersenyum.
tentu pak biar saya antar" ajak daffa.
tudak usah saya sendiri saja"ucap nya. .
pria paruh baya itu pun pergi mengendarai mobil mewahnya yg tampak sangat mahal.
apa batuk mu sudah hilang?" ledek daffa pada hanna.
apaan sih nih bos nyeselin" gumannya. melirik dengan ekor matta nya
ya dah kita pulang lagian udah selesai inih rapat nya.
" sapa juga yg mau ngineup disini" ketus hanna.
daffa tak brrgeming namun segera pergi dan menuju mobilnya mewah nya untuk segera kembali ke kantornya.
hana sedikit kesal atas perkataan nya yg menyebutkan calon isttinya.
"jangan di pikirkan perkataan yg tadi ntar malam kamu mau ikut dampingi saya ke pesta pak haris?" dengan mata tertuju ke arah depan.
pesta pak haris ??" mengerutkan kedua alisnya seolah dia tau apa yg tengah di pikirkan hanna." iya? malam ini saya akan jemput kamu pukul 08.00 saya harap kamu sudah siap" dingin tanpa mengalihkan pandangqn pada hanna mata nya yg hanya tertuju pada jalan. "lempeng banget muka nya, harusnya tanya dulu bersedia atau kah tidak dasar bos nyebelin"gumam nya menatap keluar jendela. seketika mobil itu terhenti "ciiiiiiiittttttt". decitan ban mobil terdengar. daffa memberhentikan mobil nya dan sontak menatap hanna.
auwwwww...." teriak hanna memegang dahinya yg terpentok. "kenapa ngerem mendadak sih pak sakit tau " gerutunya.
"aku dengar tadi kamu ingin menyampaikan sesuatu bisa kamu katakan" mentap tajam kedua manik mata hanna.
hanna hanya terdiam medengar ucapan dari daffa. "apa tadi pak bos sombong ini mendengar perkataanku" dalam hati nya sudah terasa ketakutan.
kenapa diam?"naikan dagunya.
ti..ti..tidak pak saya tidak bicara apa apa" hanna terbata-bata. mencoba memalingkan wajahnya dari tatapan daffa.
"sekarang kamu turun ?" perintahnya tegas. "apaa??" sontak hanna.
iya kamu turun sekarang?" mendekati hanna. bapak ma mau apa?" menatap wajah tampan bos nya yg terlihat tak berseri.
krekkk...
"keluar.." pinta daffa membuka pintu mobil. tapi pak ..." rengek hanna terhenti. "ini hukuman untuk kamu karna berani bicara tentang saya" masih terdiam menunggu hanna keluar dari dalam mobil.
maafin saya pak" turun dari mobil nya dan nenutup pintu mobil.
daffa meninggalkan hanna di tepi jalan tanpa mengatakan sepatah kata pun.
dasaaaarrrrr punya bos nyebelinnn....."teriak hanna kesal perlakuan daffa.
hanna melanjutkan perjalanan nya berjalan kaki yg tak jauh lagi dari kantornya dia sengaja tak ingin naik kendaraan umum karna kantor tempat dia bekerja sudah dekat.
...----------------...
#jangan lupa vote and likenya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments