sebelum persentase bersama pak haris hatta diatmadja satiawan bertemu seorang gadis salah satu karyawan dari perusahaan dema.
"satiawan maaf jika aku belum bisa menanggapi atas hati mu" suara sayu nan lembut di hadapan satiawan yg berada di sebrang meja restoran.
"aku memahami mu ghis tapi, jangan buatku begini aku tulus .." terhenti melihat wanita di sebrang meja nya berdiri dan bergegas pergi. maafin aku satiawan aku harus pergi" lirih nya.
...----------------...
satiawan pergi menghampiri mobilnya, dan melajukan kendaraan mewah nya itu menuju rumah dema.
terdengar suara mobil dari halaman dema yg terduduk di sofa ruang tengah nya melangkah menghampiri suara mobil yg di kenal nya.
"hay kak,," keluar dari mobil mewah itu dan melangkah menghampiri pria kekar di depan nya tak lain dema yg sudah berdiri di depan pintu.
"satiawan, bagaimana rapatmu dengan pak haris?" merangkul adik nya dan tersenyum. baik kah lancar aja kok" lesu dengan raut wajah tampak murung.
kenapa wajahmu satiawan tampak nya kau tak bahagia" mengerutkan dahinya." ah tidak kak mungkin aku cuma lelah, oh iya tadi pak haris ajak kita semua untuk datang ke pesta nya besok malam anak nya baru datang dari luar negri dan dia mengundang kita secara langsung." menatap ke arah dema.
benarkah itu?" terdengar suara wanita dari arah belakang. kedua pria itu menoleh ke arah suara yg tadi di dengar nya. kak resta ?" menundukan matanya. apa benar satiawan pak haris mengundang kita semua?' jika benar suatu kehormatan kita di undang secara langsung dalam pesta konglomerat". mengembangkan senyumannya.
tentu sayang, hanya orang besar yg hadir di sana. ya sudah kamu istirahatlah kita akan makan malam bersama." ujar dema pada adiknya. stiawan hanya menggukkan kepala nya dan berlalu pergi ke kamarnya.
...----------------...
langkah nya seolah berat mengingat ucapan seorang gadis yg tlah di temuinya tadi pagi, dia aghisya salah seorang karyawan dari kantor dema yg tak lain gadis yg di sukai satiawan danbkini menjadi kekasihnya.
lamunannya terpecah saat seorang anak kecil memanggilnya dan melempar bola karet ke arah nya.
om.." panggilan manis dari suara seorang anak kecil. aduhh dhea sayang lagi apa kok om di lempar bola?" menundukkan tubuhnya agar sejajar dengan anak kecil itu. habis om bengong ajah jadi dhea lemparin bola" dengan suara menggemaskan.
iya nih kakak ngelamunin apa sih bengong aja" meledek stiawan sembari menaikan salah satu halisnya.
huh bocah kepo aja, kaka mau mandi dulu dahh" mencubit hidung mancung hanna. sakitt tau" memegang hidung nya. dhea main aja lagi ya sama tante hanna om mau mandi dulu" mencium pucuk kepala anak kecil itu.
...----------------...
andai kamu tau aku disini sangat menyesali perbuatanku satiawan tapi, apa dayaku ini harus ku lakukan demi kabaikan" lirih aghisya.
ada apa sayang?" wanita paruh baya menghampiri aghisya.
ah tidak mam, aku hanya pusing mikirin kerjaan" tersenyum kecil.
aku ibumu ghisya, aku mengenalmu sejak kecil apa yg membuatmu gundah apa karna satiawan?" menatap tajam wajah putrinya.
ti..tidak mam, " memalingkan wajahnya dari pandangan ibunya.
kamu tidak bisa berbohong dengan baik sayang katakanlah?" membelai rambut panjang aghisya. aku hanya ingin istirahat mam," lirih aghisya.
sayang mama mengenal satiawan sangat baik dia teman sekolah mu dia anak yg sangat baik sekali mama suka pemuda itu" mengambil sebuah bingkai di tangan aghisya.
...****************...
6 tahun yang lalu.
saat itu aghisya dan satiawan masih duduk di bangku SMA kelas 3 saat itu satiawan mengantar pulang aghisya keadaan saat itu sangat berbeda di masa itu orang tua aghisya sangat tidak menyukai satiawan.
"satiawan, apa kamu yakin ingin mengantarku pulang mama dan papa ku sangat tak menyukaimu" menatap satiawan penuh ke khawatiran.
"aku bukan pengecut ghisya aku sayang kamu, dan aku akan berusaha dapatkan izin itu dari kedua orang tua kamu" mencoba meyakinkan aghisya.
sampai di depan pagar rumah yg cukup mewah aghisya dan satiawan memberanikan diri untuk masuk. terliahat wanita paruh baya tengah berdiri di depan pintu rumah aghisya.
"berani sekali kamu mengantar anakku pulang?" seorang wanita paruhbaya sigap menghampiri aghisya dan satiawan. " tante. " satiawan mengembangkan senyuman nya dan meraih tangan wanita paruh baya itu namun di tepis nya. "jangan berlagak manis nak, mengapa kamu berani sekali terhadap putriku apa yg kamu ingin kan uang harta atau kemewahan" dengan bangga nan angkuh wanita paruh baya itu menunjukan kesombongannya.
tidak tante, aku tulus mencintai putrimu aku tak ingin kan apapun, aku hanya ingin membahagiakan aghisya" ucap satiawan penuh percaya diri.
" apa? apa tante tidak salah dengar? lihat lah dirimu siapa dan lihat aghisya ini siapa jangan terlalu berharap nak pergilah kau tak sebanding dengan kami" menarik aghisya masuk ke dalam rumah. " mama kenapa harus bicara begitu dia pria baik mam, aku tidak suka sikap mama yg terus menerus membandingkan orang dari kasta" kesal aghisya berlalu meninggalkan mama nya di ruang tengah.
"aku memang orang tak punya tapi, cinta ku benar benar tulus pada putrimu aku akan terus berusaha membahagiakan putrimu". gumam nya.
B****ACK
"dia slalu berusaha meyakin kan papa dan mama gisya, hingga mama menaruh kepercayaan pada satiawan tapi, kenapa sekarang kamu murung" menatap sayu wajah putrinya.
tidak mam, aku hanya ingin sendiri" tersenyum kecut.
"baiklah mama pergi, selamat malam sayang" mencium pucuk kepala aghisya.
aghisya hanya terpaku pada benda pipih milik nya dan menatap gambar di dalam nya yg terdapat photo satiawan.
...----------------...
#jangan lupa vote and like nya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments