hanna yg tak menemukan dema kakaknya, risma dan lainnya nya berpamitan untuk pulang lebih dulu hanna yg kebingungan harus pulang dengan siapa sedangkan daffa yg datang bersama nya tak kelihatan batang hidung nya.
...----------------...
hanna pun beranjak pergi dari keramaian itu sesampainya di tempat parkir hanna masih tak menemukan dafa beberapa pria menatap nya dengan aneh membuat dirinya tak nyaman.
seorang pria menghampirinya hanna yg terlihat terheran heran karna yg menghampirinya dimas teman satu sekolahnya dahulu yg tak lain putra dari seorang direktur utama juga tertama.
"hanna,, " sapa dimas pada hanna yg terlihat celingukan mencari seseorang. "di..dimas" terbata bata.
hanna semakin tidak nyaman saat beberapa orang memperhatikan nya saat bertatap muka dengan dimas.
"bagaimana kabar mu han?" tanya dimas pada gadis cantik di depannya.
"aku baik dim, kamu tampak sangat berbeda juga semakin dewasa" ucap hanna puji dimas.
hanna salah tingkah di depan dimas yg sudah lama tidak berjumpa dengan nya tentulah pasti akan terasa berbeda tak heran semenjak lulus dari SMA dia tidak berjumpa dengannya.
"kamu terlalu berlebihan, emmn aku liat kamu lagi cari seseorang kamu cari siapa?" menaikan kedua alisnya.
"iya aku mencari atasan ku tapi sepertinya dia sudah pulang mungkin aku pulang pake taksi aja" tersenyum.
...----------------...
hanna yg sudah tak ingin berlama lama di sana melangkah kan kaki nya namun tak sengaja hanna tersandung dan hampir terjatuh namun, dimas spontan menangkap bahu nya dan memegang lengan nya.
"hanna kamu tidak apa apa" masih memandang wajah anggun hanna.
"aku tidak apa apa dim makasihh. bisa kamu lepasin aku" tegur hanna pada dimas yg masih memegang bahu nya dengan wajah saling berhadapan.
ohh iya ,, sorry " melepaskan genggaman nya. hanna tersenyum kecil.
han, biar aku antar kamu pulang jam seginii pasti gak akan ada taksi lewat" ajak dimas menawarkan tumpangan pada hanna.
"tapi... " terhenti dengan tangan nya yg di tarik dimas.
"udah kamu gak usah nolak lagian kakakmu bukannya patner kerja papiku, kalo dia tau kamu aku biar kan dia akan marah dan aku pun gak tega ninggalin cewek di jalan sendirian" berjalan dengan masih memegangi tangan hanna.
hanna melebarkan mata nya terbelalak melihat dimas membukakan pintu mobil untuknya. hanna pun masuk kedalam mobil tepat di sebelah dimas.
dimas melajukan mobil sport mewah miliknya berwarna silver dengan kecepatan standar, betapa terkejut nya hanna juga dimas sebuah mobil hitam menghadang perjalanan nya.
"ahh ya ampunnn..... "terkejut.
tuh orang niat banget bikin celaka" dimas yg kesal keluar dari mobil mewahnya dan menegur pemilik mobil itu.
siapa sihh tuh orang .." gumam hanna keluar dari mobil dimas.
" maaf bisakah anda keluar anda sudah mengganggu perjalanan kami." mengetuk kaca mobil itu dengan sopan.
brugh....
pemilik mobil itu keluar dan menutup kencang pintu mobil itu. betapa terkejutnya hanna melihat sosok yg keluar dari dalam mobil nya itu yg tak lain atasan nya dafa.
pak dafa.." terucap begitu saja.
dafa menarik tangan hanna tanpa berkata apapun pada dimas.
"heyy anda siapa berani sekali menarik perempuan sekasar itu" ucap dimas sedikit kesal.
" bukan urusan lho." membuka pintu mobilnya dan bergegas pergi.
dimas yg masih terdiam melihat hanna yg di bawa paksa dafa untuk masuk ke mobilnya.
...----------------...
daffa melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi. hanna semakin takut setelah perlakuan nya menarik tangan nya dengan kasar dafa yg terdiam hanya terlihat wajah yg kesal.
"pak dafa tolong pelankan mobilnya saya takut." meringis ketakutan.
"pak dafa anda tidak bisa seenaknya seperti ini, lebih baik saya turun disini tolong hentikan mobilnya" pinta hanna dengan tegas.
namun dafa tak menghiraukannya dafa hanya tertuju pada jalanan di depan nya. hanna yg semakin kesal di buatnya nekat membuka pintu mobil itu.
"hanna apa apaan sih kamu nanti kamu bisa celaka" memegang lengan hanna.
"jika bapak gak berhentiin nih mobil saya akan loncat sekarang ..." ancam hanna pada dafa.
"oke.. oke .. aku berhenti" menghentikan mobil nya di tepi jalan, masih cukup jauh dari rumah nya hanna.
hanna pergi meninggalkan mobil dafa dan berjalan tanpa henti, daffa mengejar hanna dan menghentikan langkah nya yg sudah serurai air mata di pipi hanna.
" hanna maafin aku a..aku gak sengaja berlaku seperti itu pada mu" ucap dafa penuh penyesalan.
"saya bukan boneka anda pak dafa saya memang karyawan anda tapi anda tak bisa berlaku seenaknya terhadap saya" terisak isak.
dafa seketika memeluk hanna yg menangis atas perbuatan nya. dafa sangat menyesal dan berkali kali meminta maaf pada hanna.
"lepaskan saya pak" pinta hanna dengan mata yg sembab.
" aku sangat menyesal hanna sudikah kamu memaafkan saya" menatap manik mata hanna yg sudah berkubang air mata.
"seharusnya bapak tidak bersikap seperti itu dia teman lama saya dimas" ujar hanna tersedu sedu.
dafa terdiam dan mencoba menghapus air mata di pipi hanna yg mengalir . "aku a..aku tidak tau dengan diriku hanna aku begitu gampang tersulut amarah setiap melihat mu dengan orang lain" ucap dafa membuat hanna terdiam dan seketika memandang tajam wajah dafa.
...----------------...
dimas melajukan mobil sport nya dengan pelan dan masih bertanya tanya siapa kah pria itu... " kenapa dia terlihat posesif sekali melihat ku dengan hanna" gumannya.
dimas tak sengaja melirik jok mobil sebelahnya dan terlihat sebuah benda milik hanna tak lain tas kecil miliknya tak sengaja tertinggal di dalam mobil milik dimas.
...----------------...
di tempat lain satiawan mencemaskan adiknya yg belum juga kembali.
"kemana hanna selarut ini dia masih belum pulang." gerutunya mencemas kan hanna.
brummm.......
terdengar suara sebuah mobil memasuki halaman rumahnya.
itu pasti hanna" bergegas membukakan pintu rumah nya.
tengah berdiri sosok pria di depan pintu samping adiknya. "kenapa larut sekali han, kaka khawatir nungguin kamu " gerutunya satiawan pada adiknya.
"satiawan jangan marahi adik mua mobilku tadi mogok di tengah perjalanan jadi aku memperbaikinya sebentar " mencoba meyakinkan satiawan dengan alasan nya.
"ohh aku kira kalian kemana dulu kamu gak mau masuk dulu." ajak satiawan.
thank's aku langsung balik aja udah malem banget inih" menunjukan arloginya." oh okeh thanks juga udah mau nganterin hanna nyampe rumah" menepuk pundak dafa.
dafa tersenyum kecil dan berlalu pergi meninggalkan rumah dema. hanna tanpa berkata apapun langsung pergi kekamar nya mengingat ucapan dafa terhadapnya.
...----------------...
#jangan lupa vote and likenya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments