hanna yg masih tidak mengerti maksud dari perkataan dafa hanya terdiam tanpa berkata, dafa mengerti akan responnya hanna terhadap penyataan nya namun memang itu yg di rasakan dafa.
...----------------...
...harii pun cepat berlalu menjadi pagi hanna yg masih tertidur pulas dengan masih mengenakan kan gaun pesta nya sengaja untuk tidak pergi bekerja. atas apa yg telah terjadi hanna merasa enggan untuk bertemu dengan atasan nya itu....
waktu tlah menunjukan pukul 09.20
ketukan pintu pun terdengar di balik pintu kamarnya.
tokk...tokk...tokkk.. ..
siapa?" masih dgn mata terpejam.
"ini kakak hanna cepat bangun apa kamu tidak mau pergi bekerja ini udah siang " teriak satiawan membangun kan adiknya.
"nggak ka hari ini aku gak masuk kerja aku masih ngantuk" sahutnya hanna.
"yaudah baik baik ya di rumah kakak berangkat dulu" satiawan berlalu meninggalkan pintu kamar adiknya.
...****************...
hanna pun terbangun setelah satiawan pergi, dari depan pintu kamarnya hanna sadar masih mengenakan gaun yg di pakainya semalam, hanna mengambil handuk di lemarinya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
30menit kemudian
hanna pun selesai membersihkan dirinya. krekkkk ... pintu kamar mandi pun di bukanya.
tok ...
tokk...
tokk...
suara ketukan pintu dari balik pintu nya. hanna yg tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk melemparkan handuk nya di atas tempat tidur dan segera membuka pintu kamar.
"non, maaf mengganggu " asisten rumah tangga di rumah dema.
''iya bi ada apa, " sahut hanna dgn lembut.
"anu non ada yg cariin non, dia nunggu di bawah non" simbok menundukan pandangan nya.
hanna tanpa betanya lagi bergegas menuruni anak tangga dan menghampiri nya.
"itu pasti risma .. atau suci..." kegirangan tanpa menyadari bahwa dia masih mengenakan kimono dengan rambut setengah basah.
"risma...." teriak hanna.
sosok di hadapannya pun membalikakan tubuhnya dan ternyata dia seorang pria yg sangat di kenal nya tak lain dimas. melihat hanna dengan tampilan rambut setengah basah juga wajah alami polos tanpa make up membuat dimas terpaku melihatnya.
"kamu..." terkejut.
"hayy han?" tersenyum.
"apa kita akan berbicara dengan busana mu seperti ini" ledeknya dimas memperhatikan hanna.
"upsss ... aku ke kamar dulu" tersipu malu. dimas yg tersenyum melihat hanna salah tingkah di depan nya membuat nya tertarik.
...----------------...
15menit berlalu.
hanna turun dari kamar nya dengan nengenakan kaos pendek dan jeans setenga betis membuat terlihat setiap lekukan tubuh rampingnya.
"kamu menunggu lama ya sorry" ucap hanna.
dimas memandang arah suara hanna. dimas yg tengah menyenderkan kepalanya ke bagian ujung sofa memandang hanna penuh karismatik.
"kamu jauh lebih cantik dari yg aku lihat kemarin malam hanna" dimas terpesona.
"kamu berlebihan nanti aku terbang jika slalu kamu puji seperti ini." tersenyum malu. mereka pun duduk saling bersebrangan " oh iya han aku kesini mau menghantarkan ini " menyodorkan sebuah tas kecil milik hanna.
"ko bisa ada di kamu dim," mengambilnya dari tangan dimas.
" tadi malam kamu gak sengaja meninggalkannya di dlam mobilku" ucap dimas.
"aku tak ingat, terimakasih banget dimas" mengembangkan senyuman nya.
...dimas hanya tersenyum melihat hanna. seorang pembantu datang dan menawarkan dua gelas jus juga sepiring cemilan hanna dan dimas menikmati perbincangan mereka sambil menikmati segelas jus, tak terasa hari sudah mulai sore hanna yg masih berbincang dengan dimas membuat kedua nya semakin dekat....
...****************...
dafa yg tampak gelisah menantikan seaeorang yg sangat ingi di temuinya. kegelisahan terpancar dari raut wajah nya penyesalan atas perlakuan buruk terhadap hanna membuat nya sangat bersalah.
"alina tolong segera ke ruangan saya secepatnya, " tutttt panggilan terputus.
wan, gue di panggil bos ada apaan ya?" terheran heran.
"samperin aja dulu " menatap monitor.
alina pergi menuju ruangan daffa, disana dafa terlihat termenung diam tak seperti biasanya.
"permisi pak" alina mengetuk pintu ruangan nya.
" masuk.." gema dafa.
"ada yg bisa saya bantu pak" berdiri tertunduk di depan meja atasan nya.
"aku ingin bertanya kemana hanna kenapa dia tidak masuk kantor hari ini ?" ujar dafa mengajukan pertanyaan.
"saya tidak tau pak hari ini handphone-nya tidak bisa di hubungi"jwab nya alina.
dafa semakin kebingungan atas hanna yg tidak masuk untuk bekerja dafa bergegas membawa kunci mobilnya dan meninggalkan ruangan tanpa berkata satu kata pun.
alina pergi dengan sejuta pertanyaan saat dafa mendengar handphone hanna tidak dapat di hubungi langsung bergegas pergi membawa mobil nya.
...----------------...
#jangan lupa vote and likenya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments