“Dia yang bohong!” teriak Irene menahan air mata nya.
“Dia bilang aku idiot, ****, bodoh dan *****. Dan dia yang membuang panci ini. Kalau kau tidak percaya kau bisa tanyakan pada Elijah dan Vira.” Teriak Irene yang sudah merasa kesal.
Noah melihat Irene menahan tangis tapi air mata nya sudah mengalir, Irene bersikap tenang tapi tampak dia sangat sedih. Wajah Irene yang terlihat serius, lelah dan kesal.
“Nak Noah, jangan percaya pada nya, di depan mata mama dia menyerang Bianca. Mama sudah berusaha untuk melerai nya, mama bujuk Irene agar melepaskan tarikan nya tapi dia tidak melakukan nya.” Ucap Enika membela Bianca.
Noah melihat ada sendok goreng di tangan Enika. Mata Noah seperti marah.
“Nak, ini hanya untuk menggertak Irene nak, hanya untuk perlindungan saja.” Ucap Enika yang tahu kalau Noah sedang memperhatikan sendok yang ada di tangan nya.
“Bohong! Dia sudah memukul kepala ku, lihat ini masih sakit. Dan dia juga sudah mencakar wajah ku. Kau bisa lihat kan?” Irene protes, di
tunjuk nya kepala dan wajah yang sakit itu.
Tentu saja Noah bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di wajah nya.
“Mereka berdua menyerang ku. Aku mau kalian pergiiiiii!!!!!” teriak Irene dengan suara keras dan sangat marah.
Air mata Irene sudah mengalir, Noah mengepalkan tangan nya.
Noah berjalan mendekati Irene yang menangis, tanpa di sadar kedua jari telunjuk nya mengusap air mata Irene yang masih mengalir. Bianca dan yang lain nya terkejut dengan aksi Noah yang biasa nya mengabaikan Irene.
“Bukan aku yang salah. Tapi mereka. Mereka mengeroyokku.” Irene mengadu.
“Sebaik nya kau obati dulu wajah mu.” Suruh Noah.
“Elijah kalian bereskan semua ini.” Suruh nya pada pelayan nya.
“Baik tuan.” Jawab Elijah yang kasihan melihat Irene.
“Aku akan pergi bekerja dulu.” Noah kembali mengabaikan Irene.
“Kakak ipar apa kau tidak ingin sarapan dulu? Aku akan membuat kan roti bakar untuk mu.” Ucap Bianca.
Noah menghentikan langkah nya. Berbalik melihat tiga orang wanita yang ada di belakang nya.
“Bianca dan anda nyonya Enika, kalian pergilah dari sini, dan jangan pernah datang lagi.” Suruh Noah tegas.
“Apa? Tapi nak….
“Apa kalian tidak dengar? Aku tidak mau melihat kalian berdua ada di sini lagi. Saat aku pulang nanti kalian tidak ada di sini.”ucap
Noah dengan serius.
Irene mengejek Bianca dan Enika dengan mengeluarkan lidah nya.
Enika dan Bianca sangat kesal mendengar perintah Noah.
Setelah mengatakan itu, Noah kembali melanjutkan langkah nya. Di depan pintu supir nya sudah menunggu dan membukakan pintu mobil.
Enika melihat kesal pada Irene.
“Apa? Mau marah? Mau menyerangku lagi? Apa kalian mau suami ku itu marah lagi?” ancam Irene.
“Kurang ajar kau idiot….
“Jangan pernah panggil aku idiot,***** atau apa lah itu. aku akan menjahit mulut kalian nanti.” Ancam Irene.
“Elijah, tolong kalian bereskan ya. Maaf merepotkan kalian.” Suruh Irene.
“Iya nyonya.” Jawab Elijah.
“Dan kalian segera pergi dari sini. 30 menit kalian masih ada di sini, aku akan menghubungi suami ku agar dia datang kesini.” Ancam nya lagi.
“Kau…..
Irene dengan santai pergi meninggalkan mereka berdua yang masih kesal dan marah pada nya.
“Ma, bagaimana ini? Noah sendiri yang mengusir kita secara langsung, pasti dia sangat marah pada kita.” Ucap Bianca.
“Sialan memang si idiot ini. Kita pulang saja dulu, nanti kita pikirkan rencana berikut nya.” Jawab Enika.
Sementara itu Irene di dalam kamar mengambil kotak obat dan mengobati wajah nya yang kesakitan.
“Jahat banget sih mereka. Apa mereka selalu bersikap seperti itu pada si Irene asli?” Tanya Irene mengambil cutton buds.
“Kasihan sekali donk Irene ini. Aku tidak akan membiarkan tubuh ini di lukai lagi. Aku janji.” Ucap Irene.
***********
“Dia yang bohong!” teriak Irene menahan air mata nya.
“Dia bilang aku idiot, ****, bodoh dan *****. Dan dia yang membuang panci ini. Kalau kau tidak percaya kau bisa tanyakan pada Elijah dan Vira.” Teriak Irene yang sudah merasa kesal.
Noah masih teringat dan ucapan Irene yang menangis.
“Bohong! Dia sudah memukul kepala ku, lihat ini masih sakit. Dan dia juga sudah mencakar wajah ku. Kau bisa lihat kan?” Irene protes, di
tunjuk nya kepala dan wajah yang sakit itu.
“Mereka berdua menyerang ku. Aku mau kalian pergi!!!!!” teriak Irene dengan suara keras dan sangat marah.
“Baru kali ini aku melihat nya menangis seperti itu. biasa nya dia tidak pernah mau mengalah? Apa sakit sekali sampai tidak bisa membalas?” gumam Noah.
“Apa dia memang sudah berubah? Atau itu hanya akal-akalan nya saja?”
“Rahasia apa yang belum aku ketahui dari mu Irene?” gumam Noah.
********
Enika dan Bianca sudah membereskan koper nya, mereka turun dari tangga. Irene pun turun juga menghampiri mereka.
“Ingat ya apa kata suami ku, jangan pernah kalian datang lagi ke sini. Jangan bikin dia marah dan tidak mengakui mu sebagai mertua dan adik ipar nya.” Ancam Irene sombong.
“Kau jangan sombong dulu Irene, sebentar lagi juga kau akan di ceraikan oleh Noah. Pernikahan kalian hanyalah sandiwara. Noah tidak mencintai atau perduli dengan mu.” Ucap Enika.
Irene diam, mengabaikan.
“Di ceraikan atau tidak, itu urusan belakangan. Sekarang kalian pergi lah, aku muak melihat kalian.” Suruh Irene.
“Awas saja kalau kau pulang saat di campakkan Noah. Kami akan mengusir mu.” Ucap Enika tegas.
“Lebih baik aku jadi gembel dari pada kerumah kalian. Pergi sana.” Irene mengusir Enika dan Bianca dengan melambaikan tangan nya.
Irene kemudian kembali ke kamar nya. Sementara kedua wanita yang di usir itu mengepalkan tangan menahan kesal.
“Bagus lah kalau mereka pergi, aku sangat membenci mereka.” Ucap Vira dari dapur.
“Iya, aku juga tidak suka. Kasihan nyonya Irene di keroyok, kemarin sore juga begitu. Dasar, aku jadi curiga kalau mereka adalah saudara kandung nyonya Irene atau bukan.” Ucap Diyah pelayan yang lain.
**********
“Apa aku ke sana lagi ya? Mungkin aku bisa mencari tahu di mana mereka sekarang.” Ucap Irene yang berbaring di ranjang.
“Tapi mau bertanya pada siapa? Sepi. Bukan tidak ada rumah di sana, hanya saja para penghuni nya diam semua.” Ucap nya lagi menatap atap kamar nya.
“Jadi aku harus mencari nya kemana?” Irene memegang kepala nya.
“Tapi aku akan tetap kesana. Aku harus lihat lagi.” Irene turun dari ranjang nya.
Bersiap-siap mengganti baju untuk pergi ketempat kediaman Renata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Dewi Kania
kayanya mereka bukan saudara kandung....
2022-12-07
0
Dewi Kania
bagus...balas terus perbuatan jahat mereka supaya kapok...
2022-12-07
0
💜🌹Ø₭₮₳ ꒦꒐ꋬꋊ🌹💜
masak dirumah orang kaya gk ada cctnya thor🤔
2022-11-15
0