Elijah mengetuk pintu beberapa kali.
“Masuk.” Jawab Irene yang masih setengah berbaring di ranjang nya.
“Nyonya, saya membawakan anda makanan, nanti habis makan anda harus minum obat.” Elijah meletakkan makanan di atas meja.
“Terimakasih Elijah.” Ucap Irene.
“Aku akan memakan nya nanti.” Ucap nya lagi.
“Elijah, apa yang di lakukan suami ku sekarang?” Tanya Irene.
“Sejak kapan nyonya Irene menyebut tuan Noah sebagai suami?” gumam Elijah bingung.
“Elijah? Kamu kenapa?” Irene turun dari ranjang nya ingin menghampiri pelayan nya.
“Ti…tidak apa-apa nyonya.” Elijah gugup.
“Apa kau sakit? Istirahat saja.” Suruh Irene.
“Saya tidak sakit nyonya, saya baik-baik saja.” Jawab nya.
Irene menganggukkan kepala nya.
“Apa yang di lakukan suami ku sekarang?” Tanya nya lagi.
“Nyonya, tuan sedang berada di ruang kantor nya .” Jawab nya.
“Oh ya, di mana ruangan nya, aku ingin menemui nya.” Dia mengajak Elijah keluar.
“Nyonya, tuan bilang anda harus beristirahat, dan tuan tidak mau di ganggu, dia masih memiliki banyak pekerjaan.” Elijah berusaha menahan majikan nya.
“Tapi…
“Nyonya, maafkan saya. Nanti tuan Noah akan marah pada saya.” Elijah memohon pada Irene.
“Hhhmm… baik lah Elijah.” Irene merasa kecewa dan kembali duduk di ranjang nya.
“Elijah, siapa nama suami ku yang tampan itu?” Tanya Irene.
Elijah terkejut dengan pertanyaan Nyonya nya.
“Apa?” Tanya nya terkejut.
“Nama suami ku siapa?” Tanya nya mengulangi.
“Apa nyonya Irene lupa ingatan karena benturan itu?” gumam Elijah.
“Nama nya… tuan Noah Benyamin Alexanders.” Jawab nya.
“Ohhh… tapi apa memang sifat nya seperti itu ya? Galak banget.” Ucap nya lagi.
Elijah menahan tawa nya merasa lucu dengan ucapan Irene yang jujur.
“Nyonya, sebaik nya anda makan dulu, saya sudah menyiapkan obat anda. Habis makan anda istirahat. Saya harus turun dulu, masih ada pekerjaan.” Ucap Elijah.
Elijah menghentikan langkah nya dan berbicara lagi pada Irene.
“Kalau nyonya memerlukan sesuatu, anda bisa memanggil saya di tombol itu.” Elijah menunjuk tombol yang tidak jauh dari ranjang nya.
Setelah memberitahu tombol itu dia pamit pergi.
**************
Di kediaman keluarga Irene.
“Ma, si idiot itu sudah keluar dari rumah sakit. Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Bianca.
“Sudah keluar? Kita kesana donk nak, pura-pura mengunjungi nya. Bersiap lah.” Jawab mama nya yang sibuk dengan ponsel nya.
“Oke, aku akan segera bersiap.” Bianca langsung berlari pelan naik tangga.
“Berpakaian dan berdandan lah yang cantik nak, ada kakak ipar mu di sana.” Teriak Enika.
Andrew dan Heru bersamaan pulang dari kantor dan kuliah nya.
“Papa, Andrew, kalian bersiap lah. Kita harus ke rumah Noah, si idiot itu sudah keluar dari rumah sakit.” Suruh Enika.
“Males ma, Andrew capek banget.” Ucap Andrew.
“Papa juga ma, kerjaan tadi numpuk banget.” Ucap papa nya.
“Nggak bisa gitu donk. Nanti apa yang mereka katakan . Banyak berita buruk untuk kita kalau kita tidak menjenguk si idiot itu. Cepat bersiap lah. Bianca juga sedang bersiap-siap.” Tegas mama nya.
Mau tidak mau mereka pun mengikuti perintah wanita itu.
******************************
Setelah minum obat, Irene tertidur. Kamar nya tidak tertutup rapat.
Kebetulan Noah lewat dan melihat pintu kamar Irene terbuka sedikit, awal nya ingin langsung menutup, namun entah kenapa dia malah masuk dan ingin melihat wanita yang sedang tidur itu.
Perlahan dia melihat wajah wanita itu, kedua tangan nya di masukkan ke dalam saku celana.
“Kau pikir, dengan kau berpura-pura tidak mengenalku maka aku akan mengasihani mu?” ucap nya.
Dia masih berdiri sambil melihat wajah wanita yang sangat pulas itu.
Irene membuka mata nya, dia melihat Noah berdiri di samping tempat tidur yang masih melihat nya.
“Hai…suami ku yang tampan. Kenapa kau melihat ku seperti itu? Apa kau khawatir pada ku? Atau apa kau ingin mencium ku?” Tanya nya dengan tersenyum.
“Ckckckck..narsis sekali kau. Aku hanya sedang mengecek saja, apa nafas mu masih ada atau tidak. Karena kau tidur nya tidak bergerak.” Jawab nya berbohong.
Noah segera ingin keluar dari kamar itu.
“Apa kau mengharapkan ku mati?” Tanya nya sedih.
Noah menghentikan langkah nya, dan berbalik melihat Irene.
“Mati? Tentu, tapi aku tidak mau kau mati di rumah ku. Dan aku tidak mau kau mati masih sebagai isteri ku.” Ucap nya kasar lalu pergi.
“Haiss… pedas sekali mulut nya.” Ucap nya.
******************************
“Tuan, keluarga nyonya Irene datang ingin menjenguk nyonya.” Elijah menyampaikan pesan.
“Lalu? Suruh saja si idiot itu turun dan menemui mereka.” Ucap nya cuek.
“Tapi mereka juga ingin bertemu dan berbicara dengan anda.” Ucap Elijah lagi.
“Untuk apa?” Tanya nya tidak suka.
“Saya tidak tahu tuan.” Jawab nya gugup.
“Hhhmmm… cepat suruh si idiot itu turun.” Suruh nya.
“Baik tuan.” Jawab Elijah.
“Anak dan orang tua sama semua, penjilat.” Ucap Noah.
*******************
“Nyonya Irene, keluarga anda datang dan ingin bertemu dengan anda.” Ucap Elijah.
“Keluarga? Apa mereka tahu aku ada di sini?” Tanya nya.
“Benar nyonya. Tuan Noah juga sudah ada di bawah.” Ucap Elijah.
“Baik lah. Aku akan turun.” Irene segera turun di bantu Elijah.
“Aku bisa berjalan sendiri kok Elijah. Jangan khawatir ya.” Ucap Irene.
Irene berjalan dan Elijah mengikuti nya di belakang.
Enika dan yang lain nya melihat Irene sedang turun dari tangga.
“Si*lan, kenapa gak mati sih nih orang?” gumam Bianca.
“Kenapa dia terasa berbeda sekarang?” gumam Noah yang juga melihat isteri nya.
Irene berdiri di hadapan mereka yang sudah duduk di sofa.
Irene bingung, mengernyitkan dahi nya, berpikir keras.
“Sayang, kamu kenapa melihat kami seperti itu. Ayo duduk lah.” Suruh Enika.
“Kalian siapa?” Tanya Irene.
Pertanyaan nya membuat semua kaget, kecuali Noah yang menggelengkan kepala nya.
“Nak? Kenapa kamu bertanya seperti itu? Kami adalah keluarga mu. Aku adalah mama mu, dia papa mu, dan mereka adik-adik mu, Bianca dan Andrew.” Dia menunjuk satu-persatu anggota nya.
Irene masih tidak mengerti, dia menggaruk batang leher nya.
“Apa yang terjadi dengan mu nak? Apa kepala mu masih sakit?” Tanya Heru papa nya.
“Nak Noah, apa yang terjadi dengan puteri kami?” Tanya Enika berpura-pura sedih.
“Dia membenturkan kepala nya sendiri di tembok, dan kata dokter dia akan kembali normal seperti biasa nya. Itu hanya efek dari
pengobatan nya.” Jawab nya sedikit cuek.
“Apa? Anak ku sayang, kenapa kamu melakukan itu. Jangan lakukan itu lagi ya nak, jangan bikin kami khawatir.” Enika mengelus kepala Irene yang masih kebingungan..
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE N VOTE NYA YA....
TERIMAKASIH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Vicky Dewantara
suka ceritanya
2024-11-09
0
vera simbolon
lanjut thor. masih nyimak
2024-10-22
0
Wo Lee Meyce
tak suka crtax,,pemeranx terllu bodoh
jd mals bca
2023-12-11
1