Irene mengikuti Noah dari belakang.
“Suami ku kau mau kemana? Apa kau sudah kenyang makan nya?” Tanya Irene dari belakang.
“Berhenti mengikuti ku!” teriak Noah mulai jengah.
“Sayang, kenapa kau marah? Tidak baik buat kesehatan mu loh.” Irene menggoda Noah.
Noah menghindari nya.
Irene terus mengikuti nya sampai ke ruang kerja Noah.
“Apa yang kau lakukan? Keluar dari ruangan ku!” suruh Noah.
“Apa aku isteri mu tidak boleh masuk melihat nya? Apa kau tega suami ku?” Irene mencoba memasang wajah sedih nya.
“Apa yang ada dalam pikiran si idiot ini?” gumam Noah.
Noah membiarkan Irene masuk, dengan meninggalkan Irene menutup pintu.
Noah berjalan dan duduk di kursi meja kerja nya. Irene membiarkan suami nya bekerja dan mengabaikan nya. Dia berjalan-jalan mengelilingi ruang kerja pria tampan itu. Sesekali di ambil nya buku dan membaca nya. Melihat foto yang terpajang di dinding.
Duduk di sofa yang berada di samping meja Noah sedikit ke depan. Sofa yang berukuran panjang, sehingga membuat nya setengah membaringkan tubuh nya dengan mengangkat kedua kaki nya.
Noah sesekali melirik nya ketika Irene tidak melihat nya. Dia bisa melihat dengan jelas paha putih mulus dari Irene, karena wanita itu
memakai dress tidur nya.
“Suami ku? Apa kau sedang menatap ku?” Tanya Irene yang sadar kalau pria itu sedang melihat nya.
Noah mengubah sikap nya dengan lebih serius.
Irene tersenyum nakal.
Dia berdiri, berjalan menghampiri suami nya itu. Memainkan tangan nya di atas meja sambil dia berjalan, hingga naik ke bahu Noah, seakan ingin menggoda nya. Noah hanya diam, focus pada laptop nya.
“Suami ku, apa kau tidak lelah? Belum ingin tidur?” bisik nya pelan di telinga Noah.
Tangan nya menyentuh lembut pipi Noah yang masih diam mengabaikan nya.
“Sudah malam loh. Ayo tidur.” Bisik nya lagi.
Noah gerah, membuang nafas nya kasar karena sudah mencoba menahan kesabaran.
“Berhenti menggoda ku idiot.” Ucap nya kasar.
Dia melepaskan genggaman tangan dari Irene.
“Aku tidak menggoda mu, aku hanya mengajak mu untuk tidur. Aku tidak mau kau kelelahan suami ku.” Irene memasang wajah sedih nya lagi.
“Benar-benar wanita idiot. Keluar dari ruangan ku sekarang! Kembali ke kamar mu.” Suruh Noah menunjuk pintu nya agar Irene keluar.
Irene diam, memonyongkan bibir nya.
“Hhhmm….ya sudah kalau begitu. Aku tidak akan mengganggu mu lagi. Aku akan ke kamar.” Irene berjalan menuju pintu.
“Tapi suami ku, kau nanti akan ke kamar juga kan? Aku takut kalau tidur sendirian.” Ucap Irene memelas.
“Keluar!” teriak Noah.
“Iya…iya.” Irene segera keluar dan menutup pintu.
“Ada apa dengan nya? Apa dia sudah gila? Berusaha membujuk ku untuk tidak menceraikan mu ya? Jangan berharap tinggi, idiot..” gumam Noah kesal.
**************
Irene sudah berada di kamar nya.
“Apa yang membuat Noah begitu membenci tubuh ini ya? Apa mereka bertengkar? Kenapa?” Tanya Irene.
“Apa ada yang selingkuh diantara mereka?” Tanya nya lagi.
“Dari awal kita menikah hanya atas dasar perjanjian antar keluarga buyut kita, maka nya aku mau menikahi gadis bodoh seperti mu. Dan kita sudah menikah selama 26 bulan, aku sudah terlalu cukup bersabar dengan mu. Dan sudah waktu nya kita untuk bercerai. Karena aku tidak menyukai apalagi mencintai mu. Aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai. Apa kau mengerti?” Tanya si pria itu.
Irene teringat dengan kalimat yang pernah di ucapkan Noah ketika di rumah sakit.
“Apa pria tampan itu sudah mencintai wanita lain?” gumam Irene.
“Kasihan sekali pemilik tubuh ini. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.” Janji nya.
“Bagaimana cara nya agar pria itu membatalkan rencana nya?” Irene berpikir, berjalan berulang-ulang sambil berpikir di dalam kamar nya.
************
Pagi hari Irene sudah berada di dapur. Dia berinisiatif untuk membuat kan suami nya sarapan sebelum berangkat bekerja. Dia belum mandi, hanya mencuci wajah dan menggosok gigi. Bahkan rambut nya hanya di kuncir begitu saja.
“Nyonya, biarkan kami saja yang melakukan nya.” Ucap Elijah.
“Tidak apa-apa Elijah. Sudah kewajiban isteri membuat kan sarapan untuk suami nya. Tenang saja. Kalian kerjakan yang lain saja ya.” Ucap Irene dengan senyum ramah nya.
Semua pelayan merasa heran dengan sikap dan perlakukan nyonya nya. Tidak biasa nya dia bersikap seperti itu. Pelayan saling melihat satu dengan yang lain dan mengangkat bahu. Seakan bertanya bersamaan di dalam hati mereka.
“Elijah, apakah Noah memiliki kekasih?” Tanya Irene saat mencuci sayuran.
Elijah terkejut dengan pertanyaan Irene.
“Elijah?” Tanya Irene lagi.
“Saya, saya tidak tahu nyonya.” Jawab Elijah gugup.
“Selain aku, apa ada wanita yang pernah datang ke sini?” Tanya nya lagi.
“Ti…tidak ada nyonya.” Jawab nya yang masih gugup.
“Kamu sudah berapa lama bekerja dengan Noah?” Tanya nya.
“Sekitar 4 tahun nyonya.”
“Sudah lama juga ya.” Ucap Irene yang fokus pada kegiatan nya.
Bebrapa pelayan membersihkan meja makan. Menyapu dan mengepel lantai. Ada juga yang membantu Irene memasak.
Pukul 07.10 wib, Noah turun dari tangga, membawa tas kantor dan merapikan dasi yang baru terpasang setengah. Awal berjalan nya cepat, tapi setelah melihat Irene yang berada di dapur, dia berjalan pelan, seperti
kebingungan.
Bianca juga sudah bangun dan hendak turun. Dia berada di belakang Noah yang sedang memperhatikan Irene.
Kakak ipar? Ada apa?” Tanya nya menyadarkan Noah.
Noah melihat nya dengan tidak suka, walaupun Bianca mencoba tersenyum dengan ramah. Bianca sudah mandi dan rapi, bahkan memakai parfum yang menyengat. Membuat Noah tidak nyaman.
Noah kembali melanjutkan langkah nya dengan terburu-buru.
Irene melihat mereka berdua di tangga.
“Selamat pagi suami ku yang tampan.” Sapa Irene meletakkan sarapan di atas meja.
Noah mengabaikan nya.
“Selamat pagi kak Irene.” Sapa Bianca.
Kali ini Irene yang mengabaikan nya.
Noah berjalan sampai di meja makan. Irene membantu menarikkan satu kursi tempat biasa dia duduk.
“Silahkan duduk suami ku.” Ucap nya tersenyum ramah.
Noah mengalah, dan duduk di kursi yang di sediakan Irene.
“Suami ku, isteri mu ini sudah menyiapkan sarapan untuk mu. Di makan ya.” Irene mengambil makanan dan meletakkan nya di piring Noah.
Noah mengabaikan nya, hanya meminum kopi yang sudah di siapkan Irene.
“Ini, makan lah dulu. Masakan ku enak loh.” Irene meletakkan piring yang sudah terisi makanan ke hadapan Noah.
Noah hanya diam namun menatap Irene yang selalu tersenyum pada nya.
“Makan lah. Kalau kau tidak memakan nya, aku juga tidak akan makan.” Irene memasang wajah melas nya.
Noah masih diam. Irene semakin memelas, memegang hidung nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
RIA SARI
ah cerita ny yg transmigrasi lbh bodoh.juga lemot
2024-11-15
0
Pia
dimakan dong Bang 🥺
2022-11-02
0
Pia
hadeuh🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2022-11-02
1