Bianca sudah keluar dari rumah Noah. Hanya membawa tas di tangan nya.
Sementara Irene sedang bersiap-siap ingin keluar.
“Aku harus pulang dulu, mau melihat keadaan keluarga ku.” Ucap Irene tersenyum.
**********
“Elijah, apa kau merasa kalau nyonya Irene berubah?” Tanya Vira, salah satu pelayan yang bekerja di rumah Noah.
“Benar, aku saja bisa merasakan nya. Nyonya Irene terlihat lebih berani dan agresif pada tuan Noah.” Ucap Randa ikut berbicara.
“Kalian diam dan jangan berbicara sembarangan. Fokus pada pekerjaan kalian. Atau kalian akan di pecat dari sini.” Jawab Elijah.
Mereka pun diam sambil cemberut. Dan melanjutkan pekerjaan lagi.
Sebenar nya Elijah juga sudah merasakan perubahan itu, hanya saja dia tetap diam dan tidak berani untuk bertanya.
“Kalau dia berubah dengan membawa aura positif, aku tidak masalah.” Ucap nya di dalam hati.
**********
Irene turun dari tangga, semua pelayan melihat nya sangat cantik sekali. Apalagi isteri majikan nya yang tersenyum manis.
“Elijah, aku pergi dulu ya.” Irene pamit kepada kepala pelayan nya.
“Apakah nyonya akan lama di luar?” Tanya Elijah.
“Kemungkinan sore aku akan pulang, yang pasti sebelum suami ku pulang aku sudah ada di rumah.” Janji nya.
“Baik nyonya. Hati-hati di jalan.” Ucap Elijah.
“Kalian jangan lupa istirahat dan makan ya. Jangan di tahan kalau lapar. ” pesan nya dan pergi.
Elijah dan pembantu lain nya terkejut mendengar pesan dari majikan nya, karena belum pernah Irene yang asli ramah atau perduli pada mereka.
**************
“Apa?? Kamu di usir sama si idiot itu?” Tanya Enika, mama nya Bianca.
“Iya ma, malah dia mendorong ku keluar dari rumah.” Bianca memasang wajah melas.
“Kurang ajar sekali dia. Kenapa dia jadi begitu berani sih? Apa Noah tahu kau pergi?” Tanya Enika.
“Dia tidak tahu kalau aku di usir tapi dia tahu kalau Irene menyuruh ku pulang. Tapi dia hanya diam saja tidak perduli.” Jawab Bianca.
“Si idiot itu harus kita beri pelajaran ma, aku sudah sangat malu sekali di depan Noah.” Bujuk Bianca merangkul lengan mama nya.
“Tenang aja kamu sayang, mama tidak akan tinggal diam. ” ucap Enika yang sangat marah.
**********
Irene naik taksi online menuju alamat rumah nya. Saat dia turun berada di depan gerbang alamat yang dia tuju.
“Kok, kosong ya? Banyak tumbuhan merambat lagi seperti tidak di urus. Ke mana satpam nya?” Tanya Irene bingung.
“Apa aku salah alamat? Tapi tidak kok, ini udah benar.” Ucap nya lagi.
Gadis itu mengamati bangunan yang kosong itu secara perlahan. Berjalan ke kiri dan ke kanan.
“Kenapa ini?” Tanya nya lagi.
Tidak ada seorang pun yang lewat di lokasi itu.
“Sebaik nya aku hubungi papa saja.” Irene mencoba menghubungi dengan menggunakan ponsel milik Irene yang asli. Dia masih hafal nomor keluarga nya.
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.” Jawaban dari operator.
“Tidak aktif? Ini nomor tidak pernah tidak aktif. Ini nomor penting dan tidak pernah di ganti.” Ucap nya.
Di coba lagi menghubungi nomor mama nya.
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.” Jawaban dari operator.
“Loh… kok nomor mama juga tidak aktif. Ada apa ini? Kemana mereka?” Irene merasa panik.
Irene merasa pusing di bagian kepala nya. Tubuh nya lemas. Berusaha mencari tempat untuk bisa duduk sebentar.
Air mata nya keluar, dia menangis tanpa sadar.
“Kemana mereka?” Tanya nya mengusap air mata.
Sekitar 1 jam duduk dan berpikir, dia melanjutkan jalan nya seorang diri. Sangat berpikir keras tentang di mana keluarga nya berada.
Beberapa kali juga berusaha menghubungi kakak laki-laki, papa dan mama nya, tetap saja tidak ada jawaban dan nomor masih tidak aktif.
Sebuah motor besar melaju dengan kecepatan sedang, melihat seorang wanita yang berjalan dengan pelan di pinggiran jalan. Merasa kasihan, dia menghentikan motor tepat di hadapan Irene.
“Nona, anda mau ke mana?” Tanya pria itu.
Irene dengan wajah yang kusam dan letih melihat pria tampan yang ada di atas motor.
“Dia menangis?” Tanya pria itu di dalam hati.
“Nona, anda tidak apa-apa?” Tanya pria itu lagi.
“Tidak, aku tidak apa-apa.” Irene mencoba tersenyum. Menutupi kesedihan yang di rasakan.
“Kalau begitu biar aku antar anda. Di sini jalanan sangat sepi.” Menawarkan bantuan.
“Tidak usah pak.” Jawab Irene.
“Pak? Apa aku sudah setua itu?” gumam pria yang tidak mau di panggil ‘pak’.
“Ayolah nona, aku bukan orang jahat loh. Aku takut ada yang berbuat jahat pada anda, di sini sering ada pencurian loh.” Ucap nya.
Irene merasa takut dan mulai khawatir.
“Hmmm….sekarang pasti sudah merasa takut, terlihat sekali dari wajah anda nona.” Gumam pria itu.
“Mmmm….. baik lah. Kalau begitu aku menumpang sampai ke depan saja ya.” Pinta nya.
Pria itu memberikan helm agar di pakai Irene. Dengan bantuan tangan si pemilik motor, Irene bisa naik ke atas motor.
“Sudah benar duduk nya kan? Aku akan jalan sekarang.” Ucap nya.
“Iya.” Jawab Irene.
Saat motor berjalan, Irene hanya memegang bagian belakang motor. Dia agak kesulitan menyeimbangkan diri nya. Posisi motor gede yang harus membuat nya lebih dekat dengan si pengemudi.
“Nona, kalau anda tidak memegang ku, aku takut kau akan jatuh.” Ucap pria itu.
“Kalau begitu jangan kencang-kencang membawa nya. Pelan-pelan saja.” Pinta Irene.
“Nona, motor seperti ini tidak bisa di bawa pelan, berat nanti.” Jawab pria itu.
“Kalau begitu kenapa kau membawa motor ini sih.” Gerutu Irene pelan.
“Hahahaha….maafkan aku nona, kan aku tidak tahu kalau akan bertemu dengan anda.” Jawab nya mendengar gerutu dari Irene.
“Maaf.” Ucap Irene dengan suara pelan.
Pria itu mengurangi kecepatan motor nya agar tidak membuat wanita itu khawatir.
Irene mengubah pegangan nya di pinggang pria itu. pria yang memakai jacket kulit berwarna hitam dan helm yang menutup kepala dan sebagian wajah nya.
Dia tidak tahu akan di bawa kemana. Hati dan pikiran nya kosong, banyak pertanyaan yang membuat nya bingung.
Beberapa menit masih dalam perjalanan.
“Nona kau mau kemana ini?” Tanya pria itu.
Irene diam, tidak mendengar suara pria itu.
“Hey nona, apa kau mendengar ku?” Tanya pria itu lagi.
“Ha? Apa? Apa kau sedang berbicara?” Tanya Irene mendekatkan wajah nya di telinga pria yang memakai helm.
“Aku Tanya, kau mau kemana?” Tanya pria itu lagi sambil tersenyum.
“Oh.. mmm…. Ahhhh….. kemana ya, hehehehehe…” Irene tertawa bingung.
“Hahahaha…” pria itu tertawa di balik helm nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Dewi Kania
semakin penasaran....
2022-12-07
0
Pia
cih cih cih
2022-11-02
0
Pia
berarti, satu masa
2022-11-02
0