Irene duduk di sofa berukuran panjang, sementara Noah duduk di sofa yang hanya bisa di duduki 1 orang saja.
“Kakak, bagaimana keadaan mu sekarang?” Tanya Bianca.
“Aku sudah sembuh kok.” Jawab nya singkat sambil tersenyum buatan.
“Maafkan kami nak, kami tidak bisa menjenguk mu waktu di rumah sakit. Kami sangat sibuk sekali.” Ucap Heru, papa nya.
“Tidak apa-apa pa.” jawab Irene.
“Kak Noah, terimakasih sudah menjaga dan merawat kakak ku yang sedang sakit.” Bianca berdiri member hormat membungkukkan tubuh nya sedikit.
Noah diam mengabaikan tingkah adik ipar nya.
Merasa di abaikan, Bianca kembali duduk lagi.
“Irene, bagaimana kalau adik mu tinggal di sini beberapa hari? Kamu kan baru keluar dari rumah sakit, biar ada yang membantu dan
mengurusi mu.”pinta mama nya.
“Tidak usah ma, ada Elijah di sini. Aku tidak mau merepotkan kalian.” Jawab Irene.
“Tidak kak, aku tidak merasa di repotkan. Aku kan sangat menyawangi kakak. Aku senang menjaga mu kak.” Ucap Bianca dengan wajah lugu nya.
“Tentu saja aku sangat senang tinggal di sini, jadi aku bisa melihat dan lebih dekat dengan kakak ipar, siapa tahu aku bisa menggantikan
posisi mu, kakak ku yang idiot.” Gumam Bianca.
“Boleh ya kak?” minta nya lagi dengan wajah imut nya.
Irene melihat Noah yang hanya diam saja.
“Bagaimana suami ku? Apa boleh wanita….adik ku ini tinggal di sini.?” Tanya nya pada Noah.
“Aku tidak perduli. Tinggal ya tinggal saja. Asal tidak mengganggu ku.” Jawab nya ketus.
Bianca tersenyum mendengar jawaban Noah.
“Baik lah, kau boleh tinggal di sini Bianca.” Ucap Irene.
“Terimakasih kakak ipar.” Ucap Bianca manja.
Bianca melihat mama nya, dan tersenyum kemenangan.
“Apa mereka benar-benar menyayangi si pemilik tubuh ini?” gumam Irene.
***********************
Keluarga Irene sudah pulang, hanya tinggal adik nya Bianca. Noah kembali ke ruang kerja nya.
“Elijah, tolong antar kan Bianca ke kamar nya.” Suruh Irene.
“Baik nyonya. Mari nona Bianca, saya akan mengantarkan anda ke kamar.” Ajak Elijah.
Bianca mengikuti nya sekaligus melihat-lihat ruangan rumah besar itu.
“Rumah nya sangat mewah dan besar. Beruntung sekali si idiot itu bisa menikah dengan nya. Aku harus bersabar, aku akan menyingkirkan nya.” Gumam Bianca.
“Elijah, apa kakak ipar dan kakak ku tidur satu kamar?” Tanya Bianca.
Elijah diam tidak menjawab. Pura-pura tidak mendengar.
“Elijah.. kau mendengar ku kan? Aku hanya khwatir pada kakak ku, apakah dia bahagia atau tidak.” Tanya Bianca lagi.
“Maafkan saya nona, saya tidak bisa memberitahukan anda tentang hubungan pribadi mereka.” Jawab Elijah.
“Sombong sekali pelayan ini. Awas saja kalau nanti aku menjadi nyonya di sini, aku akan segera memecat mu.” Gumam Bianca kesal.
Mereka akhir nya tiba di depan salah satu kamar kosong.
“Nona, ini kamar anda. Sudah di bersihkan sebelum nya. Silahkan anda beristirahat saja dulu. Saya akan menyiap kan makan malam.” Ucap Elijah.
“Terimakasih Elijah.” Ucap Bianca dengan senyum palsu nya.
Elijah pun meninggalkan Bianca di kamar nya.
“Besar sekali kamar ini. Aku yakin kamar si idiot itu lebih besar dari kamar ini. Bersabar lah Bianca.” Gumam Bianca.
*****************
Irene berada di dalam kamar nya. Di depan cermin melihat seluruh tubuh yang di tempati nya.
“Wah…dada nya ternyata besar juga ya. Kulit nya sama-sama putih seperti kulit ku. Wajah masih lebih cantik wajah ku lah.” Ucap nya.
“Tapi kenapa aku berada di dalam tubuh wanita ini? Apa wanita ini juga sedang berada di dalam tubuh ku yang ada di sana?”gumam nya.
Beberapa saat dia berpikir.
“Untuk sementara waktu, aku harus berpura-pura sebagai pemilik tubuh ini. Sampai yang asli nya kembali. Aku yakin, kami akan segera
bertukar lagi.” Gumam nya.
Irene melihat foto pernikahan Noah dan Irene.
“Noah sangat tampan, tapi kenapa dia sangat cuek sekali, di sini Irene sangat bahagia, senyum nya sumringah banget. Apa yang membuat wanita ini ingin bunuh diri? Apa karena tidak mau bercerai dengan Noah?” gumam nya masih melihat foto.
“Kasihan sekali wanita ini. Seperti isteri yang di abaikan. Tapi aku akan membantu mu nyonya agar suami mu menyukai dan mencintai mu.” Ucap nya berbicara di depan cermin.
“Kenapa dia berbicara sendiri? Isteri yang di abaikan?” gumam Bianca yang menguping.
“Lebih gila dari biasa nya. Bagus lah. Ada kemajuan.” Gumam nya lagi.
Bianca baru dari dapur membawa kopi untuk Noah, ketika hendak ke ruang kerja Noah, dia mendengar ucapan kakak nya Irene yang berbicara di depan cermin.
Segera melanjutkan langkah nya ke ruangan Noah.
“Selamat sore kakak ipar.” Ucap Bianca asal masuk tanpa mengetuk pintu.
“Kau? Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Noah kesal.
“Maafkan aku kakak ipar, aku hanya ingin mengantarkan kopi buat kakak ipar. Ini aku yang buat kan loh. Minum ya.” Ucap nya sok imut.
“Siapa yang menyuruh mu membuatkan kopi untuk ku? Aku tidak suka ada orang tanpa permisi dari ku masuk ke ruangan ini.” Tanya Noah kesal.
Bianca merasa gugup dan panik. Dia memikirkan cara agar kakak ipar nya tidak marah pada nya.
“Kak Irene yang menyuruh ku untuk mengantar kan kopi ini buat kakak ipar. Kata nya kakak pasti sangat lelah dan menyuruh ku.” Ucap nya memasang wajah melas nya.
“Keterlaluan. Keluar sekarang!” suruh Noah marah.
Bianca terkejut dengan emosi Noah. Di letakkan nya kopi itu di atas meja.
“Tunggu! Bawa kopi ini keluar.” Suruh nya keras.
“I…iya kak. Tapi tolong jangan marah pada kak Irene, dia hanya tidak ingin kakak kelelahan.” Ucap nya berbohong.
“Keluar!” ucap nya lagi berdiri.
Bianca segera keluar dari ruangan itu. Noah di buat sangat kesal dan marah. Di pegang nya kening untuk menahan amarah nya.
“Wanita gila itu semakin keterlaluan. Aku harus memperingati nya.” Ucap Noah pergi menuju kamar Irene.
CEKKKLLEEKK……
Noah masuk tanpa mengetuk pintu.
Dia terkejut melihat Irene yang hanya memakai handuk menutupi tubuh nya dan handuk kecil membungkus rambut nya yang masih basah.
“Eh… suami ku? Ada apa? Kenapa tidak mengetuk pintu nya dulu? Bagaimana kalau aku lagi telan***g?” Tanya Irene.
“Kau pikir aku akan bernafsu melihat mu telanjang? Bahkan jika kau menari di depan ku tanpa pakaian, aku tidak akan merangsang.” Jawab nya ketus.
“Oh ya? Masa? Kambing betina di bedakin pun pasti akan terpesona.” Ledek nya memonyongkan bibir nya.
“Apa kau bilang? Jelas yang ngomong nya, jangan kumur-kumur.” Ucap nya serius.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Vicky Dewantara
lanjut
2024-11-09
0
Dewi Kania
aku baru komen thor... aku ceritanya
2022-12-07
0
Pia
telanjang aja Neng Irene, pasti auto tegak tu menaranya Bang Noah 😏
2022-11-02
0