Pagi nya.....
Belum pernah Nissa tidur sepuas ini semenjak Ia menikah dengan Andhika. Nissa terbangun dan melihat Andhika masih tidur disampingnya. Melihat Andhika tertidur membuat nya ingin melihat lebih dekat Pria yang Ia nikahi.
Dia suamiku......
Wajahnya memang rupawan ketika tidur, namun wajah yang Andhika miliki sangat terlihat dingin ketika Ia membuka mata. Nissa memutuskan untuk membuat sarapan pagi. Nissa pun bangun dan mulai membasuh wajahnya. Nissa mulai mencuci wajahnya seperti rutinitas biasanya yang dilakukan nya setiap bangun tidur. Nissa pun memperhatikan wajahnya di cermin.
"Hm....kenapa bibir Ku bengkak ya? Apa kena gigit nyamuk?" Tanya nya dengan heran.
Nissa masih saja bingung namun mengingat Andhika seperti nya akan kelaparan pagi ini, Nissa pun bergegas ke dapur.
Nissa membuka kulkas untuk melihat bahan makanan. Kulkas yang selalu kosong selama mereka menikah kini mulai terisi penuh sejak semalam. Nissa pun memutuskan untuk memasak sup ayam untuk sarapan pagi mereka. Setelah hampir selesai memasak, Andhika pun mulai bangun.
"Pagi Nissa" ucap nya setengah mengantuk.
Meskipun rambutnya berantakan dan wajah nya kusut karena baru bangun, pesona yang dimiliki Andhika membuat nissa merasa bahwa pria yang ia nikahi memang sangat rupawan.
Dia Suamiku.......
Nissa meletakkan sup itu ke meja. Andhika pun duduk dan berkata...
"Darimana Kau belajar memasak? selama ini Aku tidak tahu Kau bisa memasak"
"Tentu saja Aku bisa memasak! Dan pasti nya sudah sejak lama! Makan lah, sup itu enak banget di makan pas lagi panas gitu, jangan lupa ditiup"ucap Nissa.
Mereka berdua pun makan, kali ini mereka makan dengan keheningan. Sampai akhirnya Andhika melihat ke arah leher Nissa dan berkata....
"Sebaiknya jika tamu nanti datang, Kau menggunakan baju yang menutupi lehermu" ucap Andhika sedikit canggung.
"Kenapa?" tanya nissa penasaran.
"kau akan tahu, jika melihat ke kaca" tunjuk nya ke leher Nissa.
Nissa segera bergegas ke kamar mandi dan melihat leher nya. Di leher nya terdapat beberapa tanda merah yang mewarnai sepanjang leher nya. Nissa bergegas lari ke dapur dan dengan wajah malu...
"Andhika!! apa Kau yang melakukan ini?"
"Entahlah"
"Apa maksudmu? kapan Kau melakukan hal ini?"
"Entahlah"
"Andhika!!" teriak Nissa.
"Baiklah, Aku melakukan nya saat Kau tidur"
"Nagaimana bisa Kau..."
"Aku ingin mandi" ucap nya cepat.
"Dasar Gila!!"
Andhika pun pergi meninggalkan Nissa dengan kalimat yang belum selesai ia ucapkan. Nissa sebenarnya tidak keberatan tapi Ia merasa aneh mengetahui pria itu melakukan hal itu padanya saat Ia tidur.
Ini aneh! Bagaimana bisa di antara Kami bisa menghilang kan jarak yang ada? Lalu bagaimana dengan wanita itu? Apa hubungan mereka telah berakhir?
Banyak pertanyaan yang terlintas di benak Nissa, namun tak mampu terucapkan. Kini Nissa merasa baik - baik saja dengan hidupnya. Itu yang terpenting.
Setelah Nissa dan Andhika mandi, mereka lalu membagi tugas. Andhika mengemas rumah dari mulai menyapu, mengepel maupun membersihkan dengan vacum.
Nissa bertugas memasak. Kali ini Nissa akan memasak menu favorit semua orang jadi Nissa membuat masakan barat kesukaan pengacara Reno. Ikan bakar dan sambal balado kesukaan orang tua Nissa serta capcay kesukaan orang tua Andhika dan menu utama nya adalah steik kesukaan Suaminya.
Andhika sudah selesai membersihkan rumah. Nissa juga sudah selesai masak. Kini hanya makanan penutup dan es buah yang tersisa.
"Apa ada yang bisa Kubantu?" tanya Andhika.
"Tolong potong kan buah ini! ini! dan ini! pakai pisau ini ya" perintah Nissa.
Setelah es buah dan penutup selesai, mereka bersantai untuk menonton tv dan tak lama kemudian....
"Ting...tong"
"Assalamualaikum" seru mereka.
Tamu yang ditunggu telah datang. Orang tua Nissa dan Andhika telah datang bersama pengacara Reno. Andhika dan Nissa membuka pintu mereka lalu mempersilahkan mereka masuk. Karena sudah jam makan siang, mereka pun langsung memulai makan siang. Meja makan telah dipenuhi dengan hidangan buatan Nissa.
"Nissa ternyata kamu membuat hidangan yang sesuai dengan kesukaan kami ya?" tanya ibu Nissa.
"Benar ma, kebetulan tadi malam Andhika bilang lebih baik kita membuat masakan yang semua orang suka, jadi Nissa pikir lebih baik masak saja semua hidangan kesukaan kalian" jelas Nissa.
"Hmmm...enak sekali rasa nya! pas banget! Kamu ternyata pandai masak ya" Puji ayah Andhika.
"Terimakasih Ayah, silahkan makan yang banyak" jawab Nissa.
"Berarti kalian....tadi malam bersama-sama?" tanya pengacara Reno tiba-tiba.
"Iya, kami kan tinggal bersama" jawab Andhika tenang.
Mendengar jawaban Andhika pengacara Reno mengangguk penuh arti dan tersenyum. Makan siang itu berjalan dengan nikmat, dan beberapa percakapan tentang pekerjaan pun dibahas di meja makan itu. Setelah cukup lama akhirnya pengacara Reno memutuskan untuk pamit terlebih dahulu sedangkan orang tua Nissa dan Andhika masih disana.
"Nak apa Kau bisa mengikuti kelas pasangan?" tanya ibu Andhika kepada anak nya.
"Kelas pasangan?"
"Iya kelas ini ada setiap Minggu, seperti kelas untuk membangun hubungan Suami Istri"
Lagi-lagi dia suka seenaknya sendiri...ucap andhika dalam hati. Karena saat itu ada mertua nya, Andhika hanya mengatakan
"Aku akan melihat jadwal Ku dulu ibu"
"Tapi..."
"Bu...sudahlah anak kita kan sibuk jangan suka mendaftar kan dia kelas ini dan itu....apalagi sekarang dia ada proyek besar" protes ayah Andhika.
"Ayah ini! Ayah tu tidak tau apapun...sudahlah Ibu mau pulang aja"
ibu Andhika pun berdiri dengan cepat.
"Maaf semua nya mood Saya lagi kacau, Saya pamit duluan Assalamualaikum" ucap nya lalu pergi.
Nissa tidak berani mengatakan nya tapi ibu Andhika ketika marah memang menyeramkan. Setelah itu Ayah Andhika pun menyusul. Tak lama setelah ayah dan ibu Andhika pergi Papa dan Mama Nissa sepertinya ingin membicarakan sesuatu.
"Ada yang ingin Papa sampaikan kepada Nissa kan?" tanya nissa pelan.
"Bagaimana Nissa bisa tahu? " jawab ayahnya.
"Tenntu saja, katakanlah ada apa Pa?"
"Sebenarnya ada proyek besar untuk desain interior, klien ini adalah klien tetap kita dan investor besar kita, Beliau ingin Kamu yang mendesain tapi Papa takut nak Andhika akan keberatan" ujar Papa Nissa.
"Saya? kenapa Saya akan khawatir? Saya tidak akan melarang Istri Saya bekerja Pa" jawab Andhika.
"Masalah nya proyek ini berada di villa pribadi mereka dan villa itu berada di Kota Gapura, butuh satu harian untuk pergi dan dikarenakan villa itu besar kemungkinan Nissa harus menginap disana selama 4 hari" jelas Papa Nissa.
"Apa Nissa akan pergi sendiri, atau ada yang menemani?" tanya Andhika.
"Nissa pergi sendiri, tapi bila Nissa ingin pergi bersama orang lain tentu saja boleh, sesampai di sana Nissa akan dipandu oleh penjaga villa"
"Kalau begitu Nissa bawa mbak Fatma aja ya Pa?" tanya nissa penuh harap.
Nissa suka berpergian dengan mbak Fatma.
"Fatma kan harus ngurus Adik dan Ibu nya, tentu tidak boleh sayang" jawab Mama Nissa.
"Lalu Nissa ajak siapa dong? yang lain banyak nggak cocok dengan Nissa, dan rata-rata pegawai kita kan cowok semua di tim desain"
Cowok? bagaimana bisa cowok dan cewek menginap selama 4 hari!? Memikirkan kata cowok saja membuat darah ku mendidih!!
"Kalau begitu, bagaimana bila Saya saja yang menemani Nissa?" Andhika mengajukan diri.
"Kamu serius mau ikut nak?" tanya Papa Nissa.
"Iya serius, lagipula bahaya kalau Nissa pergi sendiri"
"Lalu bagaimana dengan kerjaan Kamu?"
"Saya bisa kerja lewat Zoom atau Meet Pa"
"Baiklah, terimakasih banyak ya nak, Papa tenang kalau Nissa sama Kamu"
Nissa terkejut mendengar ucapan Andhika. Perkataan Andhika membuat nya membatu. Kenapa Andhika ingin pergi bersama nya?
Orang sesibuk Andhika kenapa ingin pergi bersama nya? Bukankan itu malah menyita waktu nya? Dengan memberanikan diri Nissa bertanya lagi pada andhika. Nissa takut Andhika salah membuat keputusan atau Ia yang salah dengar.
"Andhika, Kau serius mau ikut?" tanya nissa.
"Iya serius, Apa Aku terlihat bercanda? atau....Kau tidak senang Aku temani? Kalau nggak senang ya nggak apa, Aku...."
"Seneng kok...seneng banget....kalau pergi sama kau serasa lagi liburan" jawabnya senang.
Kebahagiaan terpapar di wajah Nissa.
Setelah menyampaikan hal itu, orang tua nissa pun lega karena hari sudah semakin siang mereka pun undur diri untuk pulang ke rumah.
Malam nya.....
Nissa dan Andhika menyiapkan perlengkapan mereka untuk pergi ke villa di kota Gapura.
"Barang kamu udah semua?" tanya Andhika.
"Sudah, tinggal dimasukin aja ke koper"
"Kalau bisa bawa baju yang panjang agak banyak, terutama yang bisa nutupin area leher Mu"
"Kenapa? ini kan lagi musim panas gerah dong pakai baju panjang"
"Siapa tahu, hal tadi malam akan terulang lagi, kali ini Aku nggak akan menahan diriku, meskipun ketangkap penjaga villa" bisik Andhika ke telinga Nissa.
Mendengar hal itu Nissa merasakan bahwa telinga nya juga ikut panas seperti hati nya.
"Kita pergi bukan untuk liburan tapi kerja! tolong pisahin pekerjaan dan urusan pribadi"
Andhika pun berbaring ke kasur dan mengatakan...
"Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi...sudahlah! Aku lelah banget hari ini, Kita tidur saja"
"Tapi Aku belum selesai memasukan barang Ku"
"Sudahlah! lanjut aja besok pagi! sekarang Aku ingin tidur sambil memeluk Mu"
Akhirnya Nissa pun berbaring dan tidur dalam pelukan Andhika. Malam itu kedua insan yang saling berpelukan itu, bermimpi sangat indah dan tidur dengan sangat lelap.
-bersambung-
~kecemburuan adalah awal mula dari rasa cinta~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
Fitriyah Zuhud
👍👍👍👍
2021-10-06
1
Sri Cntya
sidang apa thorr
2021-07-12
1
fatimah azzahra sari
lanjut thooor kira2 nanti ada pengganggu ndak ya....mudah2an andhika teguh pendirian dan nisa bisa menjaga rumah tangganya.....saling menguatkan sehingga orang ketiga tdk bisa menerobos masuk.....
2021-06-15
1