Nissa dan Andhika mampir ke salah satu restoran terdekat. Andhika terus bersikap sopan dan perhatian kepada Nissa sejak pulang dari kantor pengacara Reno. Nissa menyukai sikap Suaminya namun Nissa merasa sikap itu tidak berarti jika dilakukan tanpa rasa sama sekali.
"Nissa, bagaimana dengan Steak? atau Carbonara?"
"Apapun boleh, Aku sudah lapar dan ingin segera makan"
"Baiklah, kalau begitu Kita pesan steak saja"
Mereka pun makan dengan nikmat, tiada sedikitpun kata yang terucap dari mereka. Hanya makan dan benar-benar makan. Meski tanpa bicara, melihat wajah Istrinya yang bahagia dengan makanan membuat Andhika juga bahagia.
Tanpa sadar Andhika terus saja tersenyum melihat Istrinya. Setelah selesai menyantap makanan, mereka mulai masuk ke dalam mobil. Saat ingin memasang sabuk pengaman, Andhika mulai bertanya kepada Nissa, seolah tak ingin kebahagiaan ini hilang Andhika bertanya...
"Nissa apa Kau suka pemandangan malam?".
"Aku selalu menyukai hal yang indah, memang nya kenapa?" Nissa balik bertanya.
"Aku ingin membawa Mu ke tempat favorit Ku" jawab Andhika.
"Baiklah, Aku ingin melihat apakah tempat favorit Andhika Wijaya sesuai dengan style yang Kau miliki, jika pemandangan nya tidak indah Kau harus menebus nya" jawab Nissa kepada Andhika.
Nissa berusaha membenar kan sabuk pengaman nya sejak tadi.
"Baiklah, Nyonya Wijaya Kau tak akan menyesal untuk datang kesana" jawab Andhika.
Dengan cekatan Andhika membenarkan sabuk pengaman Nissa. Hal itu membuat wajah mereka begitu dekat. Jantung Nissa seakan ingin melompat keluar.
Akhirnya mereka tiba di sebuah taman. Taman itu penuh dengan cahaya lampu dari perumahan yang ada di kota. Taman itu begitu sepi, hanya ada mereka berdua. Entah kenapa tempat itu sudah seperti disiapkan hanya untuk mereka berdua.
Andhika duduk di bangku taman dan Nissa pun menyusul nya.
"Tempat ini sangat indah ketika malam"
ucap Andhika sambil menatap tajam ke arah kota sambil menikmati nya.
"Aku tidak menyangka bahwa dirimu menyukai tempat seperti ini" ucap Nissa sambil duduk disamping Andhika.
"Aku adalah seorang pewaris perusahaan besar, hal itu lah yang paling Ku ingin kan sejak kecil, tapi untuk mencapai itu semua sangat lah sulit karena banyak saingan dan hambatan, karena itu lah Aku perlu tempat yang tenang seperti ini"
"Apakah mewarisi perusahaan sesulit itu? Bukan kah Kau hanya perlu menjaga perusahaan itu? Dan semua bisa dilakukan oleh karyawan mu?" Nissa pun bertanya dengan khawatir.
"Tentu saja sulit! Perusahaan itu seperti rumah, Aku sebagai pewaris seperti tonggak rumah, jika pondasi yang Ku bangun kuat maka karyawan Ku juga akan kuat untuk membangun perusahaan, Aku selalu membenci belajar menajemen, tapi Aku sadar jika membenci hal itu, akan sulit bagiku untuk menjadi pewaris perusahaan" jelas Andhika.
"Apakah Kau makan dan tidur dengan teratur? yang Ku lihat Kau sering rapat seharian, lalu kapan Kau istirahat nya?"
"Tidak ada waktu untuk Aku makan, yang penting perusahaan"
"Lalu apa yang Kau makan ketika sibuk?"
"Aku akan makan jika ada waktu istirahat, namun jika waktu padat Aku hanya makan Roti atau biskuit di dalam mobil dan menuju ke tempat klien, biasanya setelah itu baru Aku makan dengan benar"
Mendengar jawaban Andhika membuat Nissa khawatir dengan kesehatan Suaminya. Padahal Andhika sangat kaya, namun untuk makan saja sangat sulit karena tidak ada waktu.
"Bagaimana jika Aku mengantar kan makanan ke kantor mu? Mungkin tidak setiap hari, tapi jika Aku ingin mengantar kan nya, Aku akan menghubungi mu" ujar Nissa dengan tulus.
Melihat Andhika tidak makan dengan benar membuat nya sedih.
"Baiklah, akan Kutunggu, Kau sudah berjanji sebaiknya Kau tepati" jawab Andhika.
Melihat wajah Nissa tersenyum padanya membuat hati nya lagi-lagi bereaksi dengan aneh nya. Suasana terasa begitu aneh dan Andhika mendekat kan tubuh ke Nissa dan menyentuh pipi Nissa.
"Bolehkah aku mencium bibir mu? aku ingin mencumbu bibir mu" ucap Andhika tanpa tahu malu.
Jarak mereka hanya terpisah oleh 2 jari. Melihat gejolak di mata Andhika membuat Nissa juga bergejolak mendekat dan Nissa pun mengangguk dengan lembut.
"Aku ingin sekali menggigit mu" ucap Andhika lalu mencium Nissa.
Kali ini ciuman yang diberikan Andhika berbeda dari terakhir kalinya. Ciuman itu begitu lembut dan sangat tenang. Perlahan dengan kecupan yang seringan bulu, Andhika terus menyapu bibir Nissa.
Nissa menerima dengan pasrah dan perlahan kedua tangan Nissa merangkul Andhika dengan erat sehingga Andhika merasakan tekanan dari tubuh Nissa. Merasa hal itu, gelora di hati Andhika semakin membesar yang dari tadi berusaha ia tahan kini tak mampu terbendung.
Andhika mencium Nissa dengan sangat dalam dan suara nikmat yang keluar dari mulut wanita itu membuat nya lepas kendali. Kedua tangan Andhika yang sedari tadi memegang kepala Nissa kini dengan menarik belakang baju Nissa. Di saat rasa nikmat nya semakin tinggi Andhika terus menurunkan resleting itu hingga turun ke punggung Nissa dan.....
"Siapa itu?!!" teriak Seseorang.
Dari sebuah suara itu, suara lainnya pun menyusul. Lampu senter menyinari mereka berdua. Nissa merasakan malu yang amat dahsyat dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya.
"Disini bukan tempat bercumbu!!" teriak yang lainnya.
"Tolong pergi ke kamar atau ke hotel aja Pak kalau udah nggak tahan!!" yang lain nya terus berteriak dari tepi taman.
Seperti nya mereka adalah Bapak-bapak yang sedang keliling untuk ronda malam. Memang disekitar taman ada komplek perumahan, tapi siapa sangka bahwa mereka akan meronda malam itu.
Karena malu Nissa segera berlari memasuki mobil dan Andhika terus berjalan dengan santai sambil merapikan kerah leher nya yang berantakan karena Nissa.
"Maaf mengganggu Bapak-bapak Saya permisi" ucap Andhika seraya masuk ke mobil.
"Hadeeh anak zaman sekarang udah nggak ada malu nya!!"
"Pasangan selingkuhan mungkin"
"Itu mah anak muda pak"
"Masih aja ada yang beginian ya"
"Udah Bapak-bapak kita lanjutkan lagi keliling nya" ucap para Bapak - bapak yang lain.
Di mobil.....
"Andhika, sumpah Aku malu banget"
"Iya, tapi dibandingkan rasa malu Aku sangat menikmatinya" ucap Andhika.
Karena ada barang yang ia perlukan Andhika pun mampir ke minimarket di jalan. Setelah keperluan nya sudah didapat kan, Andhika masuk ke mobil dan melihat Nissa tertidur.
Wanita itu sangat manis dan menggoda ketika tidur. Andhika membenarkan kepala Nissa dan merasakan bahwa setiap Ia melihat dan menyentuh wanita itu, Ia merasa bahwa dirinya telah berada dalam bahaya. Melihat bibir wanita itu lagi-lagi gairah itu datang dan Andhika pun mencium Nissa di tengah tidur nya.
"Maafkan Aku karena mencium dirimu seperti ini, tapi Aku memang lemah terhadap bibirmu, karena Kau yang sudah membuat Ku bergairah, kau harus bertanggung jawab" kali ini pun ciuman Andhika kepada Nissa tak cukup hanya sebentar.
"Meski menjadi pengecut sekali pun Aku rela, asal Aku dapat mencium mu.....kumohon jangan bangun dulu....Aku masih ingin mencium mu"
Malam itu Nissa hanya merasakan bibir nya yang basah.
~Waktu yang Ku habiskan bersama Mu terlalu berharga untuk Ku lewat kan~
-bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
Bie
takutnya hnya akting andhika aja...
2021-11-17
0
Eko Yuyun Luji Jadi
Penasaran... harus maraton baca...
2021-08-13
0
Nani Kusnandi
mulai buciin😀
2021-07-29
1