Sinar matahari mulai memasuki kamar Nissa dan Andhika.Di atas ranjang, keduanya masih terlelap hingga akhirnya Nissa pun mulai bangun terlebih dahulu. Nissa masih tidak percaya hal yang terjadi kepadanya tadi malam. Ini terasa aneh namun terasa menyenangkan menyambut pagi seperti ini. Nissa kembali melihat Suaminya yang tertidur di samping nya.
"Bagaimana bisa lelaki rupawan ini jadi Suamiku?" ucapnya pelan.
Dengan perlahan jari Nissa mulai menyentuh rambut Andhika dan terus menyentuhnya. Ia pun teringat kembali tadi malam. Betapa tidak tahu malu dirinya. Nafas dan sentuhan kulit Andhika seperti masih meninggalkan bekas di tubuhnya.
Nissa mengingat dengan jelas sentuhan dari Andika, Suara nafas dan seruan yang di lontarkan Andhika teringat jelas dibenaknya. Melihat Andhika mulai bergerak gelisah Nissa buru-buru menutup matanya dan berpura-pura tidur.
Andhika mulai membuka matanya, ketenangan menghampiri nya ketika melihat Istrinya terbaring tepat disampingnya. Ia mulai memutar kembali ingatan nya. Intensitas yang dimiliki oleh keduanya ketika terpaut masih begitu membekas dalam ingatan nya.
Nafas wanita itu, suara wanita itu, berat wanita itu bahkan sentuhan kulitnya. Ini melebihi apa yang telah dibayangkan nya selama ini. Andhika selalu.... selalu.... selalu membayangkan malam yang seperti itu bersama Nissa, namun tidak ada satupun yang sepadan mengenai semalam.
Semalam telah membuatnya merasa bahagia. Andhika tidak mengerti meskipun hari telah pagi, melihat wanita itu disebelahnya membuat Ia ingin mencium wanita itu kembali. Perlahan tangan Andhika mulai menyentuh pipi Nissa dan bergerak maju sedikit demi sedikit hingga akhirnya bibirnya mulai menciumi wajah wanita itu, sontak membuat Nissa bangun dan mulai membuka matanya.
"Pagi" ucap Andhika santai.
"Pagi" jawab Nissa.
Terpancar kebahagiaan di mata keduanya. Nissa berharap pagi seperti ini akan selalu ada. Andhika berharap bahwa setiap pagi akan seindah ini. Andhika masih belum mengerti ketertarikan yang Ia miliki kepada istrinya.
Andhika hanya menganggap ini adalah sebuah rasa suka yang timbul karena kenyamanan. Andhika percaya bahwa dirinya tidak akan pernah jatuh cinta pada istrinya. Andhika hanya memikirkan bahwa ini ketertarikan antara gak dan kewajiban dari hubungan Suami Istri. Tetapi satu hal yang pasti keduanya saling berharap bahwa selalu ada kebahagiaan di antara mereka.
Nissa bisa merasakan rasa sayang di mata Suaminya. Ia mengerti mungkin harga diri Suaminya tidak akan mengijinkan nya untuk mengakui rasa itu datang adanya, namun Nissa percaya bahwa suatu saat akan ada saat dimana Andhika akan mulai menyadari hatinya. Nissa berfikir akan membimbing Suaminya untuk menyadari perasaannya perlahan. Nissa percaya akan harapan yang telah ditanam dalam hatinya.
~Sarapan~
Semenjak bangun, Andhika tidak dapat melepaskan pandangannya dari nissa. Entah kenapa memandang wanita itu memberikan kesenangan tersendiri baginya. Ketika Nissa mulai berbicara setiap gerakan bibirnya membuat Andhika terangsang hingga akhirnya sarapan berubah menjadi waktu mereka.
Andhika mulai maju dan mencoba mencondongkan wajahnya ke Nissa yang berada di sebrang meja makan.
Dengan kecepatan nya Andhika berkata....
"Sayang, Aku ingin mencium Mu" belum sempat Nissa menjawab Andhika sudah menciumi nya dengan sangat dalam.
Sungguh seolah dunia hanya ada mereka berdua. Keduanya tahu bahwa keadaan ini dapat berubah namun keduanya merasa membutuhkan satu sama lain. Rasa kebutuhan itu semakin mendesak dan membuat keduanya tak dapat beranjak kemana pun. Dan hanya mereka yang tahu habisnya waktu yang mereka lalui.
"Bagaimana ini....?" ucap Nissa.
"Kenapa sayang..?" Tanya Andhika.
"Pekerjaan Ku sama sekali belum selesai, ini semua karena kau!! kalau aja Kau bisa menahan diri sedikit, Aku pasti bisa menyelesaikan pekerjaan Ku hari ini" Ujar Nissa dengan cemberut.
"Sayang, bukan hanya Aku yang menikmati nya, artinya ini bukan sepenuhnya salah Ku,apa Kau tidak merasakan betapa cocoknya kita?"
"Hmmm Kau hanya perduli pada dirimu saja!! tidak kepada pekerjaan Ku, lalu buat apa Kau ikut?
"Baiklah, Aku akan membantu Mu, okey?" dengan kedua tangan yang menangkup wajah Nissa Andhika mengecup pipi Nissa.
Hingga akhirnya pekerjaan Nissa pun selesai, dan mereka kembali ke rumah mereka. Sepanjang perjalanan Andhika terus memperhatikan Nissa yang tertidur di dalam mobil. Entah kenapa perasaan ini sangat menyenangkan.
Andhika menikmati hari-harinya bersama nissa. semua terasa sangat membahagiakan terutama ketika pagi hari saat ia membuka mata, Nissa adalah orang pertama yang Ia lihat, ketika malam hari Nissa adalah orang terakhir yang Ia lihat.
Pagi hari pun terasa sangat indah dengan sarapan bersama. Setiap detik dan hal yang mereka lakukan bersama membuat Andhika bahagia. Banyak hal dari wanita itu yang membuat Andhika sangat merasa nyaman dan tertarik.
Tidak tahu mengapa Andhika sangat menikmati kebersamaan mereka bahkan Sekarang pun juga begitu. Ketika Nissa tidur disebelah nya Ia merasa tetap bahagia asal kan wanita itu bersamanya.
Nissa sangat kelelahan selain melakukan tugasnya sebagai Istri, Ia harus melakukan pekerjaannya. Nissa merasa satu hari dirinya tidak akan cukup untuk memuaskan Suami nya.
waktunya untuk Suami nya melebihi waktu bekerjanya sehingga pekerjaannya harus berjalan lama daripada yang di bayangkan.
Nissa merasa bahwa Suami nya cukup perhatian terhadapnya karena banyak hal kecil yang Suami nya lakukan begitu membantu selama bekerja. Seperti hal yang di lakukan Suami nya ketika bekerja pagi tadi, Andhika telah menyusun semua barang yang Nissa butuhkan bahkan sarapan telah tersedia.
Nissa merasa bahwa pagi hari terasa sangat indah karena ada Suami nya. Nissa yakin apa yang di rasakan pada suaminya ini cinta. Karena cinta memang datang seperti adanya. Cinta memiliki banyak bentuk dan dapat datang kapanpun dan dalam bentuk seperti apapun. Meski Nissa tidak pernah dekat dengan pria sebelumnya namun ia yakin bahwa hal ini adalah cinta.
Malam hari terasa semakin indah ketika Suami nya berbaring disebelah nya bahkan ketika Suami nya menghujani Ia dengan ciuman, Nissa sama sekali tidak keberatan. Karena ini adalah Andhika. apapun yang Andhika lakukan akan selalu membuat Nissa suka meskipun kadang Ia mengeluarkan joke yang terkadang tidak pada tempatnya, namun karena itu Andhika semua nya terasa mungkin dan semuanya terasa menyenangkan.
Nissa percaya bahwa suatu saat akan ada saat dimana suami nya akan mengaku kepadanya perasaan yang tak disadari Pria itu.
Nissa dan Andhika pun sampai di rumah mereka. ketika keluar dari mobil seorang wanita berlari memeluk Andhika sambil menangis. Andhika terkejut dan seketika Ia mencoba melihat ekspresi Istri nya yang mulai keluar dari mobil. Disitulah Istri nya melihat. Dengan tatapan yang lekat Andhika melihat sendiri dengan matanya bahwa istrinya patah hati.
Andhika tidak mengerti apa yang harus dilakukan nya namun satu hal yang pasti saat ini hatinya merasa lebih sakit. Lebih sakit dari yang Nissa rasakan. Sakit yang Andhika rasakan saat melihat Nissa yang tersakiti. Nissa mencoba menyembunyikan air matanya namun hal itu gagal dan terus bergulir ke pipinya.
~bersambung~
# " Ketidak percayaan itu di ibarat kan seperti menabung, sedikit demi sedikit hingga akhirnya penuh dan tak mampu menampung kembali" #
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
Sri Cntya
wahhh kekasihnya dstang perasaanmu andika
2021-07-12
1
Cinta Sunarti
eeemmm...pasti ros yg memeluk andhika
2021-05-26
1
Balqis Shopp
hemmm ada bibit pelakor di cerita nya
2021-05-19
1