Anak! Andhika tidak pernah membayangkan bahwa ia memiliki anak. Di suatu tempat di Canada terdapat anaknya tumbuh seorang diri diluar sana...Apa yang sebenarnya terjadi?!!
Mengapa Ros tidak memberitahunya hal sepenting ini? Bagaimana bisa ini terjadi? Padahal mereka belum pernah melakukan hal itu? Namun jika memang mereka melakukannya harusnya tubuhnya akan ingat hal itu.
"Anakku? jika memang itu anakku, mengapa kau tidak memberitahukan hal itu kepadaku?"Tanya Andhika dengan kesungguhan dihatinya.
"Aku takut, dan juga merasa kau tidak akan percaya karena saat malam terjadi hal itu kau dalam keadaan tidak sadar kan diri, aku juga tidak berniat akan memberitahukan hal ini kepadamu awalnya tapi aku butuh bantuan mu, aku butuh bantuan mu untuk menyelamatkan anak itu, dan akan kulakukan apapun asal ia bisa selamat"
"Bagaimana kau bisa hamil sedangkan aku tidak ingat pernah melakukan hal itu kepadamu?"
"Kau ingat saat kita pergi ke Paris untuk proyek SKY?"
Ros pun mulai bercerita......
Maret empat tahun yang lalu, Andhika pergi ke Paris untuk menandatangani proyek SKY. Hari itu Andhika membawa Ros bersamanya, ia membawa Ros agar bisa sekalian liburan berdua.
Lucas pun segera mengosongkan jadwal Andhika agar setelah penandatanganan proyek selesai keduanya dapat berlibur. Pada hari penandatanganan Andhika ikut merayakan hari berdirinya proyek SKY bersama pihak kedua, Bos Boston.
Pada hari itu Andhika salah meminum minuman yang telah disuguhkan. Harusnya ia hanya meminum air soda malah mengambil minuman dengan Alkohol yang kadar Alkohol nya tinggi.
Andhika meminum Alkohol itu sebanyak 3 gelas besar. Sehingga ia pun tak sadarkan diri. Karena pada malam itu Andhika tidak membawa Lucas bersamanya maka yang di telfon oleh Bos Boston adalah Ros karena saat itupun Ros menelfon Andhika untuk menanyakan kapan selesai acara tersebut.
Setelah penandatanganan tersebut, Lucas memang sengaja langsung pulang di karenakan tumpukan pekerjaan yang akan Lucas kerjakan untuk mengganti posisi Andhika selama Bos nya liburan. Lucas juga ingin memberikan ruang kepada Ros dan Andhika untuk berdua saja.
Setelah Bos Boston menelfon Ros. Ros pun menjemput Andhika dan mengantar Andhika sampai ke kamar Hotel mereka. Mereka memang memesan kamar yang berbeda namun, malam itu Andhika tidak mampu menahan diri dan mereka pun melakukan itu.
Karena tanpa persiapan mereka lupa menggunakan pengaman. Ros juga tidak melakukan antisipasi karena ia pikir itu adalah masa aman miliknya. Esok paginya Andhika masih tertidur dan Ros pun segera keluar dari kamar Andhika. Ia sengaja tidak memberitahukannya kepada Andhika karena ia yakin bahwa mereka akan selalu bersama maka akan banyak waktu untuk mengatakan hal tersebut.
Hal itulah yang Andhika dengar dari Ros namun rasanya aneh karena tubuhnya tidak ingat sama sekali. Memang benar ia mabuk setelah itu ia tidak ingat apapun sampai paginya ketika ia bangun karena bunyi dering telfon, ia melihat tubuh telanjangnya telah tertutupi selimut. Namun tidak ada bekas apapun yang menimbulkan kecurigaan.
Paginya saat ia bangun telfon dari ibu nya masuk dan meminta ia untuk segera pulang.
Karena telfon buru-buru tersebut, Ros dan Andhika tidak jadi liburan dan segera memesan tiket penerbangan untuk pulang. Saat sampai di bandara, Ibu Andhika dan Kakek beserta Ayahnya Andhika pun telah menunggu mereka berdua di bandara. Melihat Andhika dan Ros, Ibu nya pun segera berjalan menghampiri mereka dan......
"Dasar wanita jahat" Sebuah tamparan melayang ke pipinya Andhika.
"Ibu! Apa yang kau lakukan pada Ros! mengapa Ibu begini?" Sergah Andhika sambil mengecek pipi Ros.
"Bu, kita bicarakan baik-baik, Malu ramai orang disini" ucap Bapak Andhika.
"Biarkan saja, semuanya gara-gara wanita ini!!, sampai anak kita satu-satunya ini berani melawan kita dan berbohong sama kita Pak,!! Ibu pokoknya tidak akan pernah setuju Andhika bersama wanita matre ini!!"
"Ibu, kata - kata ibu sudah keterlaluan, tolong minta maaf sama Ros!" Tegas Andhika.
"Tuh Pak,! liat anak Bapak! ini nih anak Bapak?" ucap ibunya seraya menunjuk ke arah Andhika.
"Kakek tolong lah tenangkan Ibu" Pinta Andhika.
"Ibumu benar Andhika, Kakek juga tidak menyukainya, seorang wanita yang tidak bisa menjaga diri, dan kakek sudah menyelidiki wanita ini dan kakek tidak suka dengan pilihanmu, karena itu lepaskan wanita ini dan menikahlah dengan calon yang kakek pilih, kalian telah dijodohkan dari generasi kakek, itu adalah janji yang tidak bisa dilanggar" ucap Kakek sambil menjelaskan hal tersebut kepada Andhika.
"Kau lihat sendiri kan? Keluarga besar kami tidak menerimamu! Jadi silahkan tinggalkan Andhika, karena kau hanya mencintai uang nya saja!!! sSeandainya kau memang tulus mencintai Andhika, apapun akan Ibu lakukan untuk kebahagiaan nya!!" ucap ibu Andhika kepada Ros.
"Ibu, kebahagiaan ku adalah Ros, jika dia mencintaiku karena uang, aku tidak Masalah selama ia mau bersamaku, lagian uang kita tidak akan habis hanya karena satu orang saja, aku akan terus menambah kekayaan kita" Teriak Andhika berusaha meyakinkan ibu nya.
Ros pun mendekati ibu Andhika dan berkata..
"Ibu,saya sepertinya tidak bisa melepaskan Andhika, karena anak ibu sangat mencintai saya" ucapnya sambil tersenyum.
"Kau itu wanita licik!!! Andhika bagaimana kau bisa membangun hubungan seperti itu?!! Sepertinya kau telah banyak meminum jampi-jampi dari wanita ini!"
Teriak Ibu nya dan terus menatap Andhika lekat - lekat menunggu jawaban Andhika.
"Tidak masalah ibu, aku puas dengan apa yang ada sekarang, karena cuma dia yang mengerti diriku " ucap Andhika.
"Otakmu telah dicuci nak! Istighfar nak!! jangan percaya cinta yang hanya sesaat saja! Dalam hidup ini kau tidak mungkin hanya mencintai satu wanita saja, mungkin saja ada tapi tidak banyak yang seperti itu, kita hidup bertemu banyak orang yang baru, menjalin hubungan dengan banyak orang tetapi yakinlah jika ia mencintaimu karena uang, hal itu tidak akan lama, tidak akan kekal!"
Bapak nya terus mencoba memberikan pengertian kepada Andhika namun sia - sia.
"Baiklah, kau tidak ingin lagi menuruti permintaan orang tuamu dan kakek kan? Kalau begitu...Kakek tidak akan pernah menyetujui proyek mu meski hanya satu pun bahkan saham Kakek juga! jangan lupa bahwa kakek adalah pemegang saham tertinggi di HD grup! jika kakek tidak setuju semua proyek mu tidak akan pernah tembus dan terlaksana. Dan kita lihat seberapa sanggup kah wanita itu mencintaimu tanpa uang yang ada bersama mu ! Kakek juga akan menurun kan jabatan dan Anggaran mu yang selama ini! kakek akan tarik semuanya! Tidak ada komentar apapun, Mari kita pergi dari sini!"
Setelah menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke bandara tersebut, mereka bertiga pun pergi dari hadapan Ros dan Andhika.
"Bagaimana ini Andhika? Selama ini kan aku hidup dengan uangmu, jika semua fasilitas mu di ambil, kamu hanya akan mampu menghidupi diri sendiri"
"Semuanya pasti akan ada jalannya. Aku tidak akan pernah membiarkanmu kesusahan" ucap Andhika sambil memeluk Ros.
Setelah perusahaan Keluarga Ros bangkrut yang memberikan dana sementara adalah Andhika. Semenjak itu tanggungan orang tua Ros dan Ros ada pada Andhika. Bahkan keperluan Pribadi dari Tas G**i, dompet C*****L, dan barang branded lain disediakan oleh Andhika. Andhika sudah lama ingin melamar Ros, Namun untuk meyakinkan orang tua dan kakek nya adalah cobaan dan rintangan yang besar.
4 Bulan kemudian....
Andhika berniat melamar Ros di New York. New York adalah kota impian Ros sejak dulu. Andhika telah menyiapkan sebuah cincin berlian untuk ia berikan pada Ros. Saat sampai di New York mereka sibuk jalan - jalan mengitari kota tersebut.
Persiapan lamaran dari segala reservasi dan dekorasi telah disiapkan oleh Lucas atas permintaan Andhika. Malam nya Andhika dan Ros akan melakukan Candle Night Dinner.
Ros mengenakan Dress cantik sebetis dengan warna merah terang dan punggung yang terbuka. Andhika pun mengenakan setelan jas hitam dan sebuah kotak yang berisi cincin tersimpan di saku. Mereka berdua memasuki Restoran yang bertuliskan " New Ribbon".
Di pintu masuk seorang pelayan menyambut mereka dan mengantarkan mereka pada ruangan VIP. Disana dipenuhi lilin bewarna - warni dan seketika Andhika berlutut dan melamar Ros. Belum sempat Ros menjawab dering telfon pun berbunyi pada Handphone Ros. Kemudian Ros pun meminta izin ke toilet untuk menjawab telfon tersebut.
-bersambung-
"Tidak akan ada yang abadi jika semua dimulai dari uang baik cinta maupun pertemanan, ketulusan adalah hal yang paling utama dalam sebuah hubungan"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
Havana
mudah2an bukan anaknya andika
2021-08-17
1
Liya Nisa
kan 4 bulan kemudian mau nglamar, harusnya perutnya udah gede
2021-07-29
3
Sri Cntya
emang segslnya butuh namun ada kejujuran dan ketlusan dihati yg bisa mempererat suatu hubungan
2021-07-12
3