Dengan sangat cepat bibir yang bersentuhan itu pun terlepas. Benak Nissa mulai kacau, yang teringat di kepalanya hanya wajah Andhika yang mendekat padanya dan bibir mereka yang bersentuhan. Setelah bibir mereka terlepas Andhika pun bertanya kepada Nissa sambil memegang pipi nya.
"Apakah Kau pernah berciuman?"
Dengan sorot matanya yang tajam Andhika menuggu jawaban dari nissa, namun tak ada tanggapan dari diri Nissa. Andhika pun berkata..
"Seperti nya belum"
Seketika itu juga Andhika kembali mencium bibir Nissa. Nissa tidak dapat berfikir secara jernih, yang ia rasakan hanya sesak nafas dan tetap membeku di depan meja makan.
Berkali - kali Andhika mengecup dan mencium bibir Nissa.
"Kau sangat manis" ucap Andhika.
Kemudian Andhika menghujani kecupan manis dan menggoda di pipi dan rahang Nissa.
Belum pernah Andhika merasakan perasaan ini, Ia ingin menyentuh wanita ini. Hanya butuh sebuah ciuman untuk membuat nya mengetahui perasaan yang dirasakan nya. Namun Seolah api telah menjalar ke setiap tubuh nya. Andhika ingin mencium wanita itu lagi. Di sepanjang kulit nya, Di rahang nya maupun di Bibir nya.
Nissa merasa melayang di seluruh tubuhnya. Menegang, jantung nya berdetak tak karuan. Nissa tidak pernah membayangkan bahwa ciuman akan seindah dan senikmat ini. Andhika terus menghujani ciuman di bibir Nissa, pipi Nissa dan sepanjang rahang Nissa hingga kembali ke bibir manis Nissa. Secara alami ciuman itu terus berulang tanpa mereka sadari keduanya sangat pas.
Ia ingin setiap pagi nya selalu seindah ini. Bahkan mentari pagi yang bersinar setiap paginya memberikan kebahagiaan tersendiri kepadanya. Setiap detik rasa yang ia rasakan adalah keindahan dan kebahagiaan tiada akhir.
Bukan kah mereka tidak memiliki perasaan satu sama lain?. Mengingat tidak ada rasa di antara mereka. Nissa ingin lepas dari Andhika. Ini hanya Gairah, bukan rasa suka atau cinta. Seketika itu Nissa merasakan takut akan suami nya itu. Ia memang tidak menyukai sorot mata suaminya, tetapi baru kali ini Nissa merasa takut kepada suaminya.
Tatapan sinis dan acuh nya kepada Nissa telah Nissa rasakan sejak awal bertemu namun tidak ada rasa takut yang Nissa rasakan terhadap nya. Nissa semakin takut saat Andhika terus mendesak untuk mencium nya. Tubuh nya menginginkan pria ini,tetapi akal nya tak dapat menerima hal ini.
"Jangan!!"
Nissa berusaha untuk bicara dan lepas dari ciuman itu, namun semakin ia berusaha bicara, ciuman yang diberikan Andhika semakin dalam.
Dengan segala upaya dan kekuatan yang tersisa, Nissa pun menyelipkan tangannya di antara mereka, dan mendorong tubuh Andhika menjauh. Ekspresi kaget terbaca di wajah Andhika. Dengan refleks Nissa mendorong Andhika. Ada rasa terkejut juga dalam wajah Nissa.
Ini pertama kalinya Andhika ingin melakukan sesuatu namun tertahan kan karena orang itu tak menginginkan nya. Andhika berusaha mendekat sedikit lagi ke Nissa.
"Aku bilang jangan!!" bentak Nissa sambil menutup bibir nya.
"Kenapa? bukan kah kau menikmati nya?" tanya Andhika.
memang benar Nissa menikmati nya, namun ia merasakan suka dan benci secara bersamaan, yang ia tahu pasti ini adalah gairah bukan karena suka.
"Mengapa Kau mencium Ku?" tanya Nissa dengan sorot ketakutan di wajah nya.
Ia merasakan seperti hal itu tak berarti apapun bagi Andhika itulah yang membuat Nissa sedikit takut.
"Memang nya ada alasan untuk mencium seseorang? apalagi Kau adalah istriku!" jawab Andhika dengan nada yang santai dan tidak berperasaan.
Lagi-lagi mata itu, sorot mata sinis nya seakan menghina setiap orang yang berbicara padanya. Matanya seperti tak memiliki rasa keinginan untuk melindungi hal yang berharga baginya.
"Tidak ada rasa di antara kita! Kau tahu itu dengan baik!! Kau yang bilang jangan melewati batas di antara Kita!" teriak Nissa.
Nissa berusaha memberikan argumen yang pantas atas penolakan nya terhadap ciuman yang diberikan suami nya. Nissa terus berusaha sadar akan posisi dirinya.
"Memang benar, tapi Kauu juga menyukai hal itu, Aku tau Kau begitu bergairah, Kau menikmati nya dan Aku menikmati nya juga, lalu apa masalah nya?" Tanya Andhika dengan bingung.
Nissa mengakui bahwa dirinya memang bergairah atas ciuman itu, namun bukan berarti dia bisa seenak nya saja menyentuh Nissa. Melihat Nissa yang masih di bawah kendali amarah nya, Andhika pun bangkit dari kursi dan berkata.
"Aku akan membiarkan mu untuk berfikir, Aku akan pergi ke kantor dan sibuk dengan proyek baru, berfikir lah yang panjang, Aku akan menunggu mu mengakui gairah mu dan mendatangi Ku dengan gairah yang sama besar seperti yang Ku miliki".
Setelah itu Andhika pun pergi. Nissa merasa bahwa menikahi pria itu adalah kesalahan terbesar nya.Ia menikah dengan pria yang tidak memiliki hati.
Setelah hari itu tiga bulan telah berlalu. Andhika tak kunjung pulang ke rumah dengan alasan proyek baru yang dimilikinya. Sedangkan Nissa sibuk dengan pekerjaan dan acara jamuan yang disiapkan mertua nya. Ibu mertua nya selalu mengajak Nissa ke acara jamuan kolega HD grup. Dengan bangga mertua nya memperkenalkan Nissa sebagai menantu kesayangan nya. Mertuanya sangat menyayangi Nissa.
Malam itu Nissa pergi bersama ibu mertua nya untuk pergi ke acara lelang perhiasan, sebenarnya Nissa enggan untuk pergi ke acara jamuan tersebut, tetapi ibu mertua nya tiba-tiba datang ke rumah Nissa dengan membawa para tata rias dan gaun yang mewah.
Nissa terpaksa ikut karena tidak ingin mengecewakan hati ibu mertua nya. Sesampai di sana beragam perhiasaan mewah dari jaman kerajaan maupun abad pertengahan terpampang pada brosur yang ada.
Nissa cukup tertarik dengan perhiasan yang ada, sehingga ia lupa bahwa tujuan nya pergi lelang ini adalah untuk bertemu kolega dari suaminya.
Atas perkenalan singkat yang di lakukan ibu mertua nya kepada kolega suami nya percakapan mereka pun terus terjalin. Nissa cukup menikmati percakapan nya dengan istri dari kolega suami nya. Kebanyakan mereka pergi bersama suami nya, sedang kan Nissa bersama mertua nya.
Nissa yakin ada beberapa yang berbicara buruk tentang Nissa, terlebih Nissa datang tanpa suami nya, seolah menunjukkan kepada kolega bahwa hubungan kami memang atas dasar kesepakatan yang ada.
Saat menunggu acara lelang di buka,Di antara para tamu lelang,ribut bahkan berbisik membicarakan sesuatu, Ibu mertua ku melihat ke belakang dan tersirat wajah yang penuh amarah dan berusaha menahan sekuat tenaga. Nissa pun melihat ke arah pandang ibu mertua nya. Disana berdiri Andhika.
Suami ku datang ke acara lelang dengan menggandeng wanita lain. Suami yang baru beberapa bulan lalu mencium ku dengan hasrat nya, malam ini membawa wanita lain di sisi nya.
-bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
runma
☺☺
2022-11-13
0
Kimyumi
waduhhh
2021-11-06
0
Rifah Rifah
sabar sabar cuma pancingan itu
2021-09-03
0