-2 bulan sebelum hari pernikahan-
Keluarga Nissa memutuskan untuk bertemu di "Family Resto" pukul 4 sore.
Jam dinding di kantor menunjukkan pukul 15.30 , namun kerjaan yang Nissa punya tak kunjung selesai, setidak nya Nissa tidak ingin mendapat kesan tak baik atau pun tak tepat waktu di hari pertama bertemu calon suami nya. Di Restaurant itu, Calon suami serta mertua nya kini sedang menunggu kedatangan Nissa.
"Kak, Saya boleh pulang dulu nggak? kerjaan Saya dikit lagi kelar sih, tolong lanjutin dikit boleh nggak?"
"Buru-buru banget nis? emang nya mau kemana?, biasa nya oke-oke aja kalau kerjaan kamu lama kelar nya." ucap kak Fatma.
Kak Fatma adalah teman pertama Nissa di kantor , meski jarak umur mereka berbeda jauh, tetapi kedua nya tidak pernah kehabisan obrolan. Ada saja hal kecil yang dapat mereka bagi bersama. Kak Fatma sudah seperti seorang kakak bagi Nissa.
"Hari ini Saya mau bertemu....calon" Nissa berbicara sambil meratakan bedak di wajah nya.
"Apaa!!?? calon?? calon suami kamu kan? yang kamu bilang cuma liat foto nya aja,itu kan??" Kak Fatma terlihat begitu heboh.
"Kak kecilin dikit dong ngomong nya, yang lain pada ngeliatin tuh....nggak enak tahu"
"iya maaf, hahaha....jadi gimana?, ketemuan nya gini aja nih dandanan? Kayak nya kurang cetar deh"
Fatma kembali menggoda nissa lantaran pakaian yang nissa gunakan sangat biasa untuk acara sepenting itu.
"Memang nya nggak pakai baju yang lebih bagus dikit? ini sih baju kayak orang mau wawancara kerja, itu make up juga seadanya banget lipstik nya tipis banget"
Memang Nissa selalu suka dengan gaya nya yang tampil apa adanya walaupun yang lain menyebut nya sebagai cewek kampung. Namun nissa tahu bahwa kecantikan wanita bukan terukir dari penampilan tapi hati nya, jadi nissa merasa tidak masalah akan hal itu.
"Yang penting muka nggak lumus kak,kalau mau ganti baju lagi waktu mepet, lagian resto nya jauh dari kantor, dan yang penting kalau lipstik nya tebel banget nggak enak aja pakai nya."
"Tapi kan cewek kalau telat karena dandan itu wajar,kita kan..."
"Kak,duluan ya besok ku traktir makan deh, makasih banyak yaa".
Nissa pun pergi meninggalkan ruangan.
Nissa berlari ke parkiran kantor menuju motor pink yang ia punya. Nissa memasang helm dan menancap gas motor nya untuk jalan.
Jarak resto cukup jauh dari dugaan. Sambil berfikir bahwa waktu akan sedikit saja melambat demi dirinya.
"Aduh macet , sisa 10 menit lagi dari waktu janjian nih, Mama dan Papa juga sudah sampai dari tadi, bagaimana ini?"
Kemacetan yang panjang membuat motor nya tidak bisa maju ke depan sedikit pun. Memang jam segini adalah waktu paling macet di ibu kota, anak sekolah maupun pekerja biasa nya pulang sekita jam ini. Nissa memberanikan diri untuk melewati celah di antara mobil yang ada di depannya. Apapun yang terjadi Nissa harus sampai ke tempat itu.
Butuh waktu lebih dari setengah jam untuk sampai ke restoran di karenakan macet. sesampai nya disana Nissa berlari menuju restoran.
"Ada yang bisa di bantu mbak?" pegawai restoran itu bertanya setelah melihat nya masuk.
"Saya ingin ke Ruangan reservasi atas nama pak Budijaya"
"Sebentar biar saya check dulu" sambil melihat daftar reservasi.
"Reservasi atas nama pak Budijaya ada di ruang Grandma, silahkan ikuti saya"
Setelah mengikuti pegawai itu Nissa pun masuk ke ruangan Grandma, disana telah duduk orang tua Nissa bersama dengan orang tua calon suami nya serta calon suami Nissa yang wajah nya hanya ia lihat dari sebuah foto saja.
"Maaf saya terlambat datang karena kerjaan belum selesai dan di jalanan juga saya terkena macet yang panjang"
"Tidak apa duduk lah nak, kamu pasti lelah buru-buru datang ke sini, duduklah lalu minum dulu air dingin ini"
calon ibu mertua Nissa menuangkan air dingin ke dalam gelas.
Ini ketiga kali nya Nissa bertemu calon mertua nya. Pertama saat penyampaian pertunangan, kedua acara pertunangan dan ketiga adalah saat ini. Dari yang telah ia perhatikan calon ibu mertua nya adalah wanita yang sangat baik dan bertutur kata yang lembut, meskipun sudah tua tapi dapat terlihat bahwa ketika muda dia sangat lah cantik, meskipun sudah mulai ada kerutan di wajahnya Nissa masih dapat melihat kecantikan nya. Wibawa dan keanggunan seorang wanita kaya begitu melekat di wajah indah itu.
Calon Ayah mertua nissa adalah orang yang cukup tegas dan berwibawa, sedikit bicara namun perhatian. Dapat terlihat caranya pertama kali mengunjungi rumah mereka. Dan disebelahnya ada calon suami nissa, ini pertama kali nya Nissa bertemu dengannya.
"Nak kenal kan, ini calon suami mu,nama nya..."
ucapan calon ibu mertua Nissa langsung dipotong oleh Pria itu.
"Nama saya Andhika Wijaya,salam kenal, saya bekerja di HD Grup sebagai Direktur perusahaan, umur saya 29 tahun"
Pria itu berbicara sambil menatap Nissa lekat-lekat.
"Hm...nama Saya Annisa Dharma, Saya bekerja di perusahaan Dharmasraya sebagai Tim Perencanaan, umur saya 22 tahun, salam kenal"
Ini pertama kalinya Nissa berjumpa dengan calon suami nya, meskipun kedatangan pertama kali calon mertua Nissa ke rumah mereka telah memberikan foto anak nya, tetapi ini pertemuan pertama mereka secara langsung. Nissa merasa kan suasana yang canggung. Apalagi Nissa belum pernah sedekat ini dengan seorang pria.
"Andhika bawa lah Nissa keliling taman, ini pertemuan pertama kalian, ibu yakin ada banyak hal yang ingin kalian bicara kan berdua,bagaimana pun 2 bulan lagi kalian akan menjadi suami istri"
"Baik ibu,Nissa ayo kita bicara diluar,sambil melihat taman"
Pria itu berbicara dengan nada yang dingin sambil menarik tangan ku.
Pertunangan kami dilakukan 1 bulan yang lalu di rumah sakit Utara,kakek Andhika adalah pendiri HD Grup yang sudah menjalankan perusahaan itu lebih dari 50 tahun.
Dia ingin cucu nya menikah dengan cucu sahabat nya yaitu Annisa Dharma. Sebenarnya pernikahan ini sudah dijanjikan bila anak mereka lahir, tetapi Anak dari Kakek Nissa adalah laki - laki yaitu Papa nya yang bernama Sultan Dharma dan Anak dari Kakek Andhika adalah Ayah nya Andhika sendiri yang Bernama Budijaya.
Sehingga perjanjian pernikahan itu batal dan berlanjut lah ke kami cucu nya. Di hari pertunangan itu pun kehadiran calon suami nya diwakil kan oleh sekertaris dan orang tua nya.
Kakek Nissa telah lama wafat dan Kakek nya Andhika baru 1 bulan yang lalu wafat. Beliau ingin mewariskan HD Grup kepada Andhika bila Andhika mau menikahi Nissa. Orang tua Nissa juga akan mendapat kan sebagian saham keluarga jaya bila Nissa menikah dengan nya.
"Kau....apa tujuan mu?" tiba - tiba Pria itu bertanya kepada Nissa dengan mata nya yang sinis.
"Apa maksudmu?"
"Apa kau memang wanita yang bodoh atau kau suka menjadi pura-pura bodoh?"
"Aku sungguh tidak mengerti, apa yang kau maksud dengan tujuan"
Andhika mendekat ke arah Nissa dan berkata...
"Kau tahu kan bahwa aku menikah dengan mu hanya karena perusahaan? Aku sama sekali tidak percaya hubungan suami istri dan rasa cinta atau semacam nya, dan aku tidak akan mungkin menyukai wanita seperti dirimu yang menikahi lelaki dikarenakan uang!!"
"Uang? dari mana kau menilai diriku menikah karena uang? bukankah kau...."
"Lalu? bila bukan karena uang,lalu kau akan bilang ini karena apa? cinta? jangan membuatku tertawa, kau juga akan mendapat kan saham yang besar dengan menikah dengan ku, jangan berpura-pura suci bahwa kau tidak tertarik dengan uang"
Dia berbicara seolah uang adalah segalanya dan mata nya, Nissa benar-benar membenci mata nya yang sinis itu, meskipun paras nya rupawan tapi Nissa sungguh membenci mata nya itu. Mata yang melihat Nissa seperti orang yang menjijikkan.
"Benar aku menyukai uang dan sebaiknya kita perjelas saja, Aku juga tidak akan menyukai orang seperti dirimu, jadi sebaiknya Kau tidak terlalu percaya diri bahwa Aku akan menyukai dirimu, seperti yang Kau katakan, ini hanya bedasarkan uang, tidak akan ada alasan untuk menyukai orang seperti mu"
Kami terdiam sesaat,kemudian....
"Baiklah pegang kata-katamu bahwa kau tidak akan menyukai ku"
Andhika mulai berjalan pergi untuk masuk ke Resto.
"Kudengar kau memiliki banyak wanita, apa yang akan kau lakukan dengan wanita itu setelah menikah? apa kau akan membawa nya kerumah atau tetap berhubungan dengan mereka?"
Andhika menatap Nissa dengan tegas dan berkata...
"Semua nya tidak ada hubungannya dengan mu, yang Kau perlu kan hanya lah bersikap manis sebagai istri direktur HD Grup, dan sebaiknya Kau bekerja sama dan tidak berbuat hal yang sia-sia"
Nissa hanya dapat terdiam mendengar jawabannya. Berbicara dengan nya sungguh melelahkan. Setelah berkata seperti itu mereka pun berjalan dan memasuki ruang makan bersama.
"Nissa kami sudah menetapkan tanggal pernikahan yang sempurna untuk kalian"
Mama Nissa berbicara dengan Nissa dengan senyum yang lebar.
"Mama apakah tidak masalah bila secepat ini?"
"Nak kami sudah sepakat akan menikah kan kalian 2 bulan lagi tapi kami belum tahu tanggal yang bagus, sekarang kami sudah menemukan tanggal yang pas untuk pernikahan kalian" Ucap ibu mertua Nissa.
Ayah mertua Nissa memperlihatkan catatan susunan pernikahan yang sudah di rencana kan.
"Nissa dan Andhika, kalian akan menikah tanggal 2 April, semua sudah kami rencana kan karena kalian berdua sibuk bekerja, semuanya biar kami yang urus jadi kalian hanya perlu...."
-bunyi telepon masuk-
"Halo? apa?!, Cepat hubungi Tim Desain dan Humas, saya akan segera ke sana"
"Ayah! Ibu! Tante! Om! Saya harus pergi karena pekerjaan, ada sesuatu yang harus Saya urus dan mendesak, Saya pamit duluan"
"Nak jangan panggil Tante dan om dong, mereka akan jadi Ayah dan Ibu mertua mu, jadi kamu harus segera membiasakan diri"
"Baik ibu, Ma! Pa! Saya pamit dulu"
Andhika meninggalkan ruangan dan Nissa terus berfikir apakah yang ia lakukan ini benar? para orang tua sibuk menyusun rencana pernikahan mereka, tetapi Nissa takut bila hidupnya akan hancur bila menikah dengan lelaki tanpa hati seperti Andhika. Dan Nissa sedikit takut bila suatu hari aku akan luluh terhadap lelaki itu. Yang lebih menyesakkan adalah bahwa Nissa tidak bisa memilih hidup nya sendiri bahkan tanggal pernikahan nya sendiri.
-Bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
sasip
Dalam ep ini, ada banyak kata awalan kalimat yang tidak menggunakan huruf kapital/besar ya thor? Apakah bisa tolong diperbaiki? Kan selalu ada ruang untuk perbaikan ya? ✌🏻🙏🏻
2022-12-07
4
hartatik hartatik
mampir
2022-07-26
0
Rifah Rifah
Lanjut thor
2021-09-03
0