Andhika datang ke rumah untuk menjemput Nissa. Perasaan bersalah nya kepada Nissa membuat nya tak mampu untuk berbicara kepada wanita itu.
Nissa memandang Andhika dengan tatapan aneh,bdan mereka tahu bahwa Nissa mengharapkan penjelasan dari Andhika tentang kejadian malam itu. Nissa tidak berharap Andhika akan meminta maaf padanya atas kekasaran yang dia lakukan tapi setidaknya akan ada sedikit penjelasan.
Lalu tanpa sepatah kata pun mereka pergi menuju kantor pengacara Reno. Suasana di dalam mobil sangat tidak nyaman. Nissa terus memandangi keluar jendela. Andhika terlalu sibuk menyetir. Karena Andhika merasakan ketidak nyamanan itu, dia memutuskan untuk menyetel radio, lalu terputar lah lagu....
"Sekali lagi maaf kan Aku....."
Mendengar lagu itu membuat Andhika merasa aneh dan mencari saluran lain.
"Ku hanya butuh satu maaf dari Mu..."
Andhika kembali mencari saluran lain namun lagi - lagi....
"Aku menyesal telah membuat mu menangis... "
Mengapa seolah semua hal menyuruh nya meminta maaf kepada istrinya?.
Andhika merasa Ia berhutang banyak maaf kepada Nissa, maaf karena bersikap kasar, maaf karena memperlakukan nya dengan acuh, dan banyak hal lainnya, namun ia bingung harus mulai dari maaf yang mana.
Setelah memutar beberapa lagu yang membuat hati nya merasa semakin tidak nyaman, Andhika pun mematikan radio. Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan di antara mereka.
"Permisi, Saya Andhika Wijaya bersama Istri saya ingin menemui pengacara Reno" ucap Andhika kepada sekertaris pengacara Reno.
"Baik,akan Saya sampaikan, maaf tapi Anda tidak bisa menemui pak pengacara sekarang, karena masih ada rapat dengan klien, kemungkinan sebentar lagi akan selesai" ucap sekertaris itu dengan ramah.
"Baiklah, Saya dan Istri Saya akan menunggu"
Sambil berkata begitu Andhika dan Nissa duduk di ruang tamu kantor itu. Lagi - lagi canggung batin Andhika. Andhika dan Nissa hanya bisa diam dan bermain dengan masing-masing handphone mereka. setelah setengah jam kemudian sekertaris pengacara Reno mengantarkan mereka ke ruangan pengacara.
"Silahkan duduk Pak Andhika dan Ibu Nissa" ucap pengacara Reno. Mereka berdua pun duduk.
"Tolong jangan basa-basi lagi, Saya ada rapat 3 jam lagi, tolong beritahu kan dengan jelas mengenai masalah ini" ucap Andhika dengan wibawanya.
"Baik pak, jadi begini sesuai dengan wasiat Kakek Anda bahwa warisan atau semua saham Kakek Anda akan jatuh ke Anda jika Anda menikahi cucu dari Brama Dharma yaitu Annisa Dharma, namun....karena baru 4 bulan pernikahan Anda sudah ada desas-desus aneh Saya akan membekukan sementara warisan yang akan Anda miliki" jelas pengacara Reno.
"Apa!??? bagaimana bisa begitu?!!! bukankah surat wasiat nya mengatakan setelah Saya menikah maka semua saham akan jatuh ke Saya??" protes Andhika.
"Benar pak, tetapi ada peraturan tambahan pada surat wasiat itu, Kakek anda tidak ingin Saya mengatakan kepada yang lainnya, aturan nya yaitu jika Anda menikah tidak lebih dari 2 tahun maka kepemilikan saham akan dibagi berdua dengan Istri anda, namun jika Anda menikah tidak lebih dari satu tahun maka Anda tidak akan dapat sama sekali saham itu, semua akan disumbangkan kepada perusahaan." jawab pengacara Reno.
"Dan juga...saham itu akan di berikan kepada Anda jika pernikahan kalian sudah mencapai satu tahun, lalu jika di kemudian hari pernikahan kalian tidak sampai 2 tahun, maka saham itu akan di bagi berdua" lanjut pengacara Reno.
Nissa menyadari bahwa pernikahan mereka suatu saat akan berakhir pada perceraian, untuk itu Nissa tidak pernah berharap apapun. Nissa juga sadar bahwa dirinya lah yang menghalangi kehidupan dua insan yang saling mencintai.
Nissa tidak akan terkejut apabila suatu saat Surat cerai akan datang kepadanya ataupun suatu saat suaminya akan memadu dirinya. Untuk itu Nissa menyadari posisinya dan tidak ingin bergantung pada Suaminya.
"Baiklah sesuai wasiat Kakek, Saya tidak akan bercerai dari Istri saya sebelum dua tahun, Kita bisa membuat surat perjanjian nya sekarang" ujar Andhika.
Setelah Andhika memikirkan nya dengan matang bahwa ini adalah jalan keluar terbaik. Jika dia bercerai dari Istri nya sebelum satu tahun pernikahan Dia tidak akan mendapatkan saham, saham akan lari ke perusahaan dan posisi nya sebagai pemilik saham tertinggi akan terancam. Menurut nya ini adalah pilihan terbaik, lagian Ia juga tidak membenci pernikahan ini.
Apa?! Dia tidak berencana bercerai? lalu bagaimana? padahal dia memiliki wanita yang di cintai nya!
Ucap bisa dalam hati saat mendengar apa yang dikatakan oleh Andhika.
"Baiklah, namun di akhir wasiat Kakek Anda, Almarhum menambahkan poin penting dalam pernikahan Anda, yaitu Almarhum ingin kehidupan pernikahan itu harmonis dan jauh dari orang ketiga baik dari pihak Pak Andhika maupun Ibu Annisa.....melihat berita harian pagi ini, Saya bersama Orang Tua kalian sepakat akan melakukan inspeksi dan sesi konseling tiap minggunya terhadap kalian Berdua"
"Apa!??" teriak Andhika dan Nissa bersamaan.
"Maaf pak maksud dari inspeksi dan konseling ini bagaimana ya?" Tanya nissa.
Nissa merasa bahwa hidup nya akan terus bersama dengan Suami nya.
"Iya, tolong jelaskan inspeksi seperti apa dan konseling nya bagaimana?" lanjut Andhika.
"Baiklah....Bapak dan Ibu tolong tenang, jadi begini.... setiap Sabtu sore kita akan mengadakan sesi konseling terhadap kalian Berdua mengenai kehidupan rumah tangga kalian, dan mengenai inspeksi ini berupa kunjungan kami baik dari pihak orang tua ataupun Saya sendiri setiap minggunya namun kami tidak akan memberi tahukan kapan kedatangan kami....seperti itu, bagaimana pendapat kalian?"
"Saya sedikit terganggu, Pak pengacara apakah kedatangan nya akan tiba-tiba dan bisa tengah malam juga?" tanya Nissa kepada pengacara Reno.
Andhika juga merasa itu merepotkan, apalagi hal ini sepertinya akan banyak menyangkut kegiatan bersama Istrinya, sedangkan ia belum meminta maaf kepada istrinya.
pengacara Reno pun menjawab "Bisa jadi tengah malam yang pasti Saya hanya akan mampir sebentar untuk melihat perkembangan hubungan kalian, untuk konseling akan dimulai Minggu depan, namun untuk kunjungan, Saya dan Orang Tua kalian akan berkunjung besok malam."
Setelah itu dengan terpaksa keduanya menyetujui hal itu dan menandatangani surat perjanjian setelah mendengar hal rinci yang telah di Jabar kan oleh pengacara Reno.
Setelah keluar dari kantor pengacara Reno, Andhika mencoba memberanikan diri bertanya kepada istrinya
"Hei, seperti nya.....kita.... perlu berbelanja untuk besok... bagaimana kalau kita belanja Dulu sebelum pulang?" ucap Andhika dengan nada yang terdengar agak aneh.
Mendengar pendapat Andhika Nissa pun menjawab...
"Hmm...boleh, mau bikin hidangan apaan? terus apa yaa yang diperlukan untuk perlengkapan lainnya?"
Nissa menjawab dengan antusias. melihat antusias Nissa, membuat Andhika tersenyum geli, bagaimana bisa seseorang berbicara dengan nada yang antusias dan wajah yang imut, pikir Andhika.
Mereka pun menuju supermarket terdekat untuk berbelanja. Nissa melihat barang dan keperluan untuk menyambut tamu mereka besok. Nissa sibuk memilih sedang kan Andhika terus memperhatikan istri nya sambil mendorong kereta belanja.
"Kita perlu....ayam....ikan...daging"
"Ah! bagaimana kalau bikin steak? "
"Tapi ayam bakar juga enak kan?"
Nissa terus berbicara dan bertanya kepada Andhika tanpa henti.
"Bertanya lah satu persatu jangan ribut seperti itu" jawab Andhika.
"Maaf...Aku terlalu semangat" jawab Nissa sambil tertawa.
Melihat tawa Istri nya membuat hati nya merasa kan hal aneh, namun hal pasti yang Ia tahu bahwa Ka menyukai tawa istri nya.
"Pak Andhika..Pak....mau pakai daging yang mana?" tanya nissa karena tak kunjung ada jawaban Nissa menyentuh kan tangan nya ke dahi suami nya.
"Apa Kau sakit?" tanya nissa.
Wajah Nissa yang mendekat dan sentuhan tangan nya membuat Andhika kembali tersadar.
"Tidak!! Aku baik-baik saja, pilih saja semua yang Kau perlukan, Kurasa semua nya enak untuk di masak" jawab Andhika cepat.
Andhika merasa senang Istrinya perhatian pada nya namun dia juga merasa tidak nyaman dengan panggilan Nissa kepada nya.
Ternyata kami masih belum sedekat itu...
ucapnya dalam hati.
"Apa Kita tidak bisa mengubah cara Kita memanggil?" Tanya Andhika tiba-tiba.
"Maksudnya?"
"Memanggil Ku dengan Pak terasa aneh, karena Aku lebih tua bagaimana dengan Abang....? Mas...? Atau Andhika?"
"Kalau begitu Andhika saja , tapi Kau juga harus memanggil ku Nissa bukan dengan Hei atau yang lainnya, setuju?"
"Baiklah" jawab Andhika, tanpa terasa percakan terasa indah bersama Istrinya.
Setelah belanja mereka pun pulang, dengan sigap Andhika memasukkan belanjaan ke mobil dan membantu Nissa membuka pintu mobil untuk masuk.
"Andhika, rapat! bagaimana dengan rapat mu??" tanya nissa tiba-tiba, sesaat dia melupakan Rapat suami nya. Andhika hanya diam.
Nama nya dipanggil oleh istri nya, Andhika tidak pernah menyangka nama nya begitu indah untuk dipanggil. Apa karna Istrinya yang memanggil?. yang pasti ia bahagia....
"Andhika!"
"Oh rapat, jangan khawatir... rapat nya telah ku undur untuk hari Senin, sebelum kesini sudah Ku suruh Lucas untuk menyampaikan kepada yang lain"
"Syukurlah....bukankah itu rapat yang sangat penting untuk launching terbaru? kasihan Lucas.....tugasnya pasti banyak" ucap Nissa.
"Iya itu rapat penting, namun masih bisa diundur dan untuk Lucas gaji yang dia punya sesuai dengan banyak nya tugas yang di punya" jelas Andhika.
Andhika sibuk menyetir, dan Ia merasa ini waktu nya makan malam.
"Nissa bagaimana kalau Kita makan malam dulu sebelum pulang ke rumah?" Tanya andhika.
"Boleh, kebetulan dari tadi Aku merasa lapar"
"Kalau begitu, kita mampir ke restoran terdekat saja"
"Okee"
~Cinta dapat tumbuh meski berada di gunung es ataupun dalam keadaan perang sekali pun~
-bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
Titinaniza
jadi inget sinetron Benci bilang cinta🤣🤣🤣
2021-08-04
1
Nani Kusnandi
berbaikan lah kalian.apa LG yg kalian cari
2021-07-29
1
MUKAYAH SUGINO
Nisa jangan sampai cinta duluan
2021-07-13
2