Resepsi Pernikahan-
Kedatangan para tamu beserta kerabat membuat Nissa merasa ini seperti pernikahan yang sesungguhnya. Dengan terpaksa Nissa terima pernikahan ini karena lemah nya hati terhadap orang tua. Ketika Papa dan mama nya meminta dengan kesungguhan hati mereka bagaimana bisa seorang anak menolak nya.
Duduk bersanding dengan Pria itu di pelaminan membuat Nissa merasa ngeri. Wajah nya tersenyum dengan sangat tidak nyaman dan mereka bahkan tidak berbicara sedikit pun. Nissa hanya ingin resepsi ini cepat berakhir.
"Nak semua barang kamu sudah ibu masukkan dalam koper, bila ada yang diperlukan lagi minta saja sama suami mu"
"Baik ibu, terimakasih...Mama! Papa! Ayah! Ibu! Nissa pergi dulu"
"Hati-hati di jalan nak, bersenang-senang lah"
Nissa dan suami nya berpamitan kepada kedua orang tua mereka. Setelah resepsi, mereka akan pergi ber bulan madu ke Hawaii. Semua ini pun di atur dan disiapkan oleh mertua nya, padahal untuk pernikahan yang di atur seperti ini, bulan madu tidak lah di perlukan.
Setiba nya di Hawaii.....
"Pak Andhika apa Kau akan terus bersikap begini? apa kau sadar sejak ijab kabul dan resepsi, sampai di pesawat tadi Kau bahkan tidak bicara sedikit pun? Setidaknya kita harus berbicara tentang malam ini..."
"Memang nya kenapa malam ini? tentu saja aku ingin tidur. Apa Kau tidak lelah belasan jam di dalam pesawat?"
"Itu lah yang ingin ku bahas" Nissa berbicara dengan suara kecil.
"Apa?"
"Itu.......ma" suara Nissa semakin kecil.
"Bisa kah kau bicara dengan jelas? Aku yakin anak TK berbicara lebih jelas dibandingkan dirimu!!" Bentak Andhika.
"Apa kita akan tidur bersama!!" Nissa berteriak dengan keras.
"Tentu saja, tetapi bila Kau tidak menginginkan itu Kau dapat tidur di bawah atau pun sofa"
"Setidak nya, biar kan aku di kasur dan kau di....hey tunggu aku belum selesai bicara!"
Andhika meninggal kan Nissa yang belum selesai berbicara.
"Kalau kau tidak ingin ku tinggalkan, cepat masuk ke mobil! Kita akan ke penginapan, Aku lelah dan ingin cepat tidur!!"
Sesampainya di hotel.....
Hotel yang bernuansa sangat mewah dan keindahan pantai yang terbentang di depan hotel. Ini semua pun sudah di atur oleh mertua Nissa dari pernikahan sampai hotel tempat mereka menginap, semua nya sudah disediakan.
Sesampainya di kamar ada ribuan kelopak mawar berserakan di lantai maupun tempat tidur.
Ini dia!! tempat tidur, meskipun mereka sudah sah menjadi suami istri bukankah terlalu cepat untuk tidur bersama?. Dan yang paling ingin Nissa hindari adalah kamar mandi yang transparan terpampang di depan tempat tidur mereka.
Bahkan bathtub juga berada di samping tempat tidur yang menghadap ke jendela, bathtub itu tanpa tirai sedikit pun dan terpampang terbuka,
Bagaimana bisa aku mandi disana?
"Ya Tuhan bagaimana bisa aku betah disini?"
"Kau ingin mandi ?" Tanya Andhika sambil membuka bajunya.
"Tidak! aku belum siap!! Aku akan memukul mu jika kau mendekat!!"
Nissa berbicara sambil menutup bagian depan tubuh nya dengan kedua tangan dan terus bersandar di depan pintu.
Sejak awal masuk ke kamar, Nissa tidak bergerak sedikitpun dari pintu. Mendengar perkataan yang Nissa ucap kan itu membuat Andhika tertawa dengan kencang.
"Hahaha.....apa yang sedang Kau fikirkan? maksud Ku, Apa Kau ingin mandi duluan? karena Aku ingin menggunakan nya duluan dan cepat tidur"
Wajah Nissa berubah menjadi merah menahan rasa malu...
Andhika berjalan mendekat ke arah Nissa dan mendekat kan dirinya ke pintu dengan satu tangan nya.
"Aku tidak tahu bahwa Kau begitu bernafsu, seharusnya Aku harus lebih waspada terhadap wanita mesum seperti mu"
"Apa? Bernafsu? Mesum? Hei!! Kau duluan yang membuka baju dan menanyakan tentang mandi!!"
"Tentu saja,Aku membuka baju Ku, Apa Kau pernah lihat orang mandi dengan setelan baju yang lengkap? atau Kau memang ingin mandi bersama?"
Andhika bersikap nakal dan ternyata baginya untuk menggoda wanita itu sangat menyenangkan untuk di lakukan.
"Tidak!"
Nissa mendorong Andhika dan berlari ke arah koper milik nya.
"Aku akan membereskan koperku Kau boleh menggunakan kamar mandi nya duluan" Ucap Nissa dengan santai.
"Hmmm....baiklah Mau akan pura-pura tidak bernafsu? Kalau begitu akan Ku lihat sampai mana Kau akan menahan hasratmu terhadap diriku".
Nissa duduk membelakangi kamar mandi yang transparan. Transparan.... transparan kata - kata itu tak bisa lepas dari kepala Nissa seolah sudah tertanam di otak nya.
Suara Air membuat Nissa memikirkan bayangan nya di kamar mandi yang transparan. Wangi sabun membuat Nissa teringat bentuk tubuh suami nya yang kekar dan berotot itu, meskipun dia hanya membuka kancing baju nya sedikit tapi Nissa dapat melihat otot kekar di perut nya.
Ada apa dengan ku?! Apakah Aku benar-benar bernafsu? Mengapa Aku begitu Mesum? Apa Aku memang berhasrat pada nya?. Aku memang sudah lama melajang, entah sudah berapa lama aku tidak pernah menjalin hubungan karena terlalu fokus bekerja.
Suara pintu terbuka.....
Andhika sudah selesai mandi.
"Apa Kau tidak mandi?"
Tanya Andhika pada Nissa.Tentu saja Nissa ingin mandi, tetapi Nissa tidak akan mau mandi jika Andhika ada di sini. Nissa hanya diam dan duduk membelakangi nya. Setelah keheningan selama beberapa puluh menit,Andhika berdiri di depan Nissa.
"Mandilah, Aku akan ke bawah untuk merokok, gunakan waktu mu dengan baik, tapi bila Kau berubah pikiran aku tidak akan menolak nya"
Setelah itu Andhika keluar kamar dan Nissa segera mandi dengan super cepat. Nissa mengeringkan rambut nya dengan hairdryer. Karena kelelahan Nissa tertidur sambil memegang handphone di sofa.
Pintu kamar terbuka....
"Hei apa Kau sudah...." Andhika menghentikan ucapan nya.
"Jangan tidur disini! hei!!..hei!!" Andhika memanggil istrinya seolah istri nya tak memiliki nama.
Andhika terus membangun kan Nissa tetapi tak ada respon sama sekali. Sekali lagi Andhika menggoyang tubuh Nissa dan.....
bhukk......
Karena berbalik tiba-tiba tubuh Nissa hampir jatuh ke lantai dengan cekatan Andhika menangkap nya dalam keadaan duduk nampun Nissa terus memeluk Andhika layak nya memeluk guling dengan erat.
"Wanita ini! apa Kau bisa tidur dengan sedikit anggun?!"
Andhika menghela nafas nya....
"Haah sudah lah tidak ada guna nya berbicara pada orang yang tidak sadar"
Andhika mengangkat Nissa dan membaringkan nya ke tempat tidur. Andhika pun berbaring di sebelah nya. Gaun malam yang dikenakan Nissa malam itu membuat Andhika tidak bisa fokus. Meski tidak ada rasa pun ia tetap lah seorang pria yang akan terganggu dengan hal - hal indah di mata.
Gaun malam nissa bagian atas nya menutupi bahu nya dengan kain yang tipis dan berbentuk seperti tali. Atasan gaun itu seperti tank top namun lebih terbuka. Ujung gaun itu sangat pendek. Andhika merasakan nya ketika menggendong Nissa dalam pelukannya. Tubuh wanita itu, kulit wanita itu, suhu wanita itu, entah kenapa membuat Andhika bergairah.
Dalam keadaaan bergairah tiba -tiba Nissa memeluk Andhika dengan erat. Nissa terus masuk ke dalam dekapan Andhika.
"Wanita ini!! Kau akan menyesal jika kau terus begini kedepannya!!" Andhika menyentuh rambut Nissa....
" Bagaimana bisa kau tidur dengan nyenyak?"
Dengan terus memeluk Andhika seerat mungkin. Andhika terus menahan gairah yang dimiliki nya. Malam itu dengan gairah yang ditahannya Andhika tak dapat tidur. Sedangkan malam masih terasa panjang.......
-bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
author lee
apakah kau pernah melihat orang mandi dengan pakaian lengkap?.dan bisakah kau tidur dengan anggun.ngakak thor
2021-09-23
1
Rifah Rifah
kayak nya ni cerita seru lanjuut thor
2021-09-03
0
MUKAYAH SUGINO
Buat andika pusing nisa
2021-07-13
1