Episode 12

"Sayang, tenang lah dulu." ucap kevin.

"Katakan apa yang terjadi, kenapa kalian semua diam." teriak vira yang mulai merasa tidak tenang.

Stiven memeluk vira dengan sangat erat, ia tidak sanggup untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.

"Sayang, ini yang terbaik untuk kakak mu." ucap stiven sambil menitipkan air mata.

"Maksud papah apa, di mana suami ku." tanya citra yang kaki nya mulai terasa lemas.

Bella mendekati citra dan juga ikut memeluk nya dengan erat. Ia sudah mengerti apa yang di maksud stiven. Ingin rasanya ia menangis dan berteriak tetapi semua itu ia tahan karena tidak ingin memperburuk suasana.

"Suami kamu sudah tenang sayang." ucap bella sambil menangis, ia tidak bisa menyembunyikan perasaan nya lagi.

"Maksud mommy." tanya vira.

"Kakak mu sudah tenang vir." jawab stiven.

Citra dan vira jatuh ke lantai secara bersamaan, lutut mereka lemas seketika, mereka hanya bisa menangis tanpa suara karena memang sudah sanggup lagi untuk mengeluarkan nya.

Bukan hanya citra dan vira. Caitlin juga menangis histeris di dalam pelukan orang tua nya. Mereka semua menangis di dalam ruangan itu karena orang yang mereka sayang pergi dengan keadaan yang sangat mengenaskan.

"Tidak, mereka belum pergi dad, aku yakin itu bukan mereka." ucap vira yang masi menangis di lantai.

Kevin ikut duduk di lantai dan memeluk nya dengan sangat erat. Ia juga tidak tau harus berbuat apa untuk memenangkan vira.

Pandangan citra perlahan mulai kabur dan tak lama ia jatuh pingsan di dalam pelukan bella. Bella dan yang lainnya memutuskan untuk langsung pulang karena kondisi mulai tidak kondusif.

Sedangkan stiven dan aldy masih menunggu hasil dari otopsi dari pihak rumah sakit. Tetapi mereka harus menelan rasa kecewa karena jenaza yang memang sudah tidak berbentuk, butuh waktu lama untuk mengidentifikasi korban tersebut, karena di temukan 4 korban mereka harus memastikan siapa vino dan andy yang asli. Sebenarnya saat mereka menemukan helikopter itu sedang dalam kondisi terbakar seperti memang sengaja di bakar seseorang.

Sementara itu di dalam hutan yang gelap vino dan andy yang tergeletak lemas di tanah. Mereka benar-benar lemas karena kehabisan tenaga belum lagi luka-luka di tubuh mereka yang membuat mereka berdua tambah tidak berdaya. wajah vino juga terlihat sangat pucat karena sudah banyak kehabisan darah.

"Vin, apa mungkin mereka sudah mengaggap kita mati." ucap andy sambil menatap arah langit.

"Siapa." tanya vino.

"Keluarga kita, aku tidak bisa membayangkan betapa hancur nya hati mereka saat ini." jawab andy.

"Ntalah an. aku juga sudah berulang kali bermimpi bertemu dengan citra, apa itu pertanda kalau aku akan mati." ucap vino.

"Apa kau selema ini, kau mau mati sia-sia di tempat seperti ini." ucap andy dengan nada yang mengejek.

"Aku tidak tau an, tubuh ku juga sudah mati rasa. Aku tidak bisa berbuat apa-apa saat ini." ujar vino.

"Jika kau mati di tempat ini, aku tidak akan me maaf kan mu." ucap andy.

"Jika aku mati, tolong jaga anak-anak ku, dan carikan citra laki-laki yang bertanggung jawab untuk nya." ucap vino.

"Dasar bodoh, bisa-bisa nya kau berkata seperti itu, kita tidak akan mati di sini." ucap andy.

"Aku berharap seperti itu." ujar vino.

Vira yang masih tidak percaya kalau jenasah itu kakak nya, ia berniat untuk mencari keberadaan vino sendiri karena ia memiliki insting yang kuat jika kakak nya masi selamat.

"Mau kemana vir." tanya kevin yang melihat vira sedang bersiap-siap.

"Aku harus pergi." jawab vira.

"Kemana." tanya kevin.

"Mencari kakak ku vin, aku yakin mereka masi selamat dan jenasah itu bukan kakak ku." jawab vira.

"Tidak vir, ini sudah malam." ucap kevin.

"Terserah, aku tidak meminta mu untuk ikut." ucap vira dan langsung pergi meninggalkan kevin.

Mau tidak mau kevin berjalan mengikuti vira untuk pergi, ia tidak mungkin membiarkan vira pergi sendiri.

"Apa kamu mau ikut." tanya vira.

"Iya, aku tidak mungkin membiarkan calon istri mu ke hutan sendirian." jawab kevin.

Saat ingin masuk ke dalam mobil ternyata iqbaal sudah berada di dalam mobil itu, ia menatap vira dan kevin dengan tatapan seribu arti.

"Mau kemana." tanya iqbaal.

"Ingin mencari kakak ku." jawab vira.

"Tidak boleh." ucap iqbaal.

"Kenapa tidak, aku yakin kakak ku masi selamat." ucap vira.

"Atas dasar apa kamu percaya jika vino masih hidup." tanya Iqbaal.

"Atas dasar insting sebagai saudara kembar, aku tidak merasakan jika kakak ku sudah mati. Hati ku berkata kakak ku membutuhkan pertolongan ku." jawab vira.

Terpopuler

Comments

Stefani Pandita

Stefani Pandita

kok igbal begitu sh

2022-05-20

0

Nurulfajriyah

Nurulfajriyah

insting

2021-06-29

0

Arfan Nur Arfian

Arfan Nur Arfian

ikatan darah memang kuat

2021-01-22

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 85
85 Episode 86
86 Episode 87
87 Episode 88
88 Episode 89
89 Episode 90
90 Episode 91
91 Episode 92
92 Episode 93
93 Promo
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Terimakasih.
103 Info
104 Ekstra part 1
105 Pengumuman
106 Pengumuman lanjut
107 Ngidam di malam hari
108 Jatah Kevin dan Vino
109 Meminta Izin
110 Darah
111 Keguguran.
112 Tangis Vira
113 Perubahan Kevin
114 Kevin
115 Berbaikan
116 Lahiran Caitlin
117 Kepergian Vira dan Kevin
118 Rumah baru
119 Makan malam
120 Mark
121 Tatapan yang berbeda.
122 Kiana?
123 Kedatangan Vino
124 Vino pulang.
125 Flashback.
126 Kedatangan Kiana
127 Malam menjijikkan Kevin.
128 Kepergian Vira.
129 Kembali ke rumah.
130 Cerai
131 Benar-benar ingin berpisah.
132 Ingin berlibur
133 Pulau
134 Berpisah untuk selamanya.
135 Kekecewaan Vino.
136 Hamil?
137 Hamil dan pulang.
138 Menikah?
139 Tidak bisa.
140 Bertemu kembali.
141 kedatangan Mark.
142 Tes DNA
143 Bertemu
144 Fakta yang sebenarnya.
145 Kevin tidak bersalah?
146 Hamil.
147 Anak ku
148 Kevin sakit
149 memasak untuk Vira
150 Mark sakit
151 Menikah
152 Tidak bisa menolak
153 Jejak
154 will you marry me?
155 Mencintai berarti harus mengikhlaskan.
156 Pergi untuk melepaskan mu
157 Semua akan bahagia dengan cara mereka sendiri
158 Keseriusan Mark
159 Kepergian ibu Mark.
160 Salah tetap salah
161 Pernikahan
162 Kevin
163 Kebahagiaan
164 Gebetan ku pacar kakak ku
165 Lahiran Vira
166 Jodoh Mark
167 Langsung menikah saja.
168 Pangeran Sinchan dan Putri Cupang.
169 Menikah.
170 Gas lah sudah tanggung
171 Pusaka Mark
172 Musuh
173 Harimau tua
174 Hamil
175 Kuat di ranjang.
176 Berakhir bahagia.
177 promo
178 Pengumuman
179 Godaan sang Pelakor
180 Mampir yuk
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 85
85
Episode 86
86
Episode 87
87
Episode 88
88
Episode 89
89
Episode 90
90
Episode 91
91
Episode 92
92
Episode 93
93
Promo
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Terimakasih.
103
Info
104
Ekstra part 1
105
Pengumuman
106
Pengumuman lanjut
107
Ngidam di malam hari
108
Jatah Kevin dan Vino
109
Meminta Izin
110
Darah
111
Keguguran.
112
Tangis Vira
113
Perubahan Kevin
114
Kevin
115
Berbaikan
116
Lahiran Caitlin
117
Kepergian Vira dan Kevin
118
Rumah baru
119
Makan malam
120
Mark
121
Tatapan yang berbeda.
122
Kiana?
123
Kedatangan Vino
124
Vino pulang.
125
Flashback.
126
Kedatangan Kiana
127
Malam menjijikkan Kevin.
128
Kepergian Vira.
129
Kembali ke rumah.
130
Cerai
131
Benar-benar ingin berpisah.
132
Ingin berlibur
133
Pulau
134
Berpisah untuk selamanya.
135
Kekecewaan Vino.
136
Hamil?
137
Hamil dan pulang.
138
Menikah?
139
Tidak bisa.
140
Bertemu kembali.
141
kedatangan Mark.
142
Tes DNA
143
Bertemu
144
Fakta yang sebenarnya.
145
Kevin tidak bersalah?
146
Hamil.
147
Anak ku
148
Kevin sakit
149
memasak untuk Vira
150
Mark sakit
151
Menikah
152
Tidak bisa menolak
153
Jejak
154
will you marry me?
155
Mencintai berarti harus mengikhlaskan.
156
Pergi untuk melepaskan mu
157
Semua akan bahagia dengan cara mereka sendiri
158
Keseriusan Mark
159
Kepergian ibu Mark.
160
Salah tetap salah
161
Pernikahan
162
Kevin
163
Kebahagiaan
164
Gebetan ku pacar kakak ku
165
Lahiran Vira
166
Jodoh Mark
167
Langsung menikah saja.
168
Pangeran Sinchan dan Putri Cupang.
169
Menikah.
170
Gas lah sudah tanggung
171
Pusaka Mark
172
Musuh
173
Harimau tua
174
Hamil
175
Kuat di ranjang.
176
Berakhir bahagia.
177
promo
178
Pengumuman
179
Godaan sang Pelakor
180
Mampir yuk

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!